MARVA RAVARA adalah seorang pemuda miskin yang hidup di dunia yang memuja status dan kekayaan. Berkat jalur beasiswa, ia dapat bersekolah di sebuah sekolah elit berskala internasional—tempat yang seharusnya membuka jalan untuk masa depannya, justru berubah menjadi neraka baginya.
Di sana, Marva dipandang sebagai noda: dihina, dikucilkan, dan menjadi sasaran perundungan oleh mereka yang merasa lebih “Layak”.
Segalanya berubah ketika Portal Misterius muncul dan menyeret semuanya ke dunia lain. Di hadapan mereka berdiri sebuah Menara Tinggi dan sebuah suara misterius menggema: Siapa pun yang mencapai puncak menara ini akan memperoleh kekuasaan serta keabadian.
Di dalam menara, para siswa dipaksa memilih peran—menjadi Seorang Player yang bertarung demi naik ke puncak, atau menjadi Seorang Guardian yang terikat pada sistem. Demi meraih kebebasan, Marva memilih jalan paling berisiko: Menjadi Seorang Player.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rein.Unknown, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lantai 8, Part 2 [STABILIZER HEAT FLOW CORE]
Leo mulai tertawa. “Bagaimana Bos, kamu mulai merasakannya sensasi ini?”
Marva menahan seluruh panas itu. “Ini mungkin saja, perangkap Leo.”
“Maksudnya Bos?”
“Kekuatan mu terlalu meluap-luap di sini. Menara pasti sengaja melakukan ini!” ujar Marva.
Magma Crawler tiba-tiba melompat. Tubuhnya seperti gumpalan batu cair, dan ia menabrak pulau kecil tempat Meriel berdiri.
Batu pijakan retak.
“Meriel!” teriak Marva.
Meriel kehilangan keseimbangan. Di bawahnya, lautan lava telah menunggu.
Marva melesat. Ia segera meraih pergelangan tangan Meriel dan menariknya, tapi Magma.
Crawler menabrak lagi. Batu itu pecah.
Marva dan Meriel akhirnya jatuh bersama-sama kedalam lautan lava.
WATER CANNON!
Tepat sepersekian detik, saat mereka akan terbakar dalam lautan lava. Aquarius menyelamatkan mereka dengan menyemburkan ribuan liter air dengan skill nya. Sebagin lautan lava itu menguap dan membentuk daratan kecil.
“Maaf Bos, cuman ini yang bisa kulakukan,” ucap Aquarius dengan suara lemah.
Marva paham nada bicara itu, sama seperti Leo saat berada di lantai 3. Marva melanjutkan dengan skill Lion’s Roar sehingga dengan efek semburan apinya membuat mereka terpental ke daratan lain yang lebih besar. Mereka berguling di atas batu panas.
Meriel terengah-engah. “T-Thanks… Leo, Aquarius.”
Marva lalu berdiri dengan wajahnya bangga sekaligus tegang. “Kali ini, kalian berdua lebih kompak dan berhasil menyelamatkan kami. Terimakasih Aquarius, terimakasih Leo”
“Santai saja Bos, aku bisa mengamuk disini dan menghabisi semua monster lemah itu! ucap Leo penuh gairah. Marva menatap bar Overheat.
OVERHEAT: 47%
Indikator Bar nya semakin tinggi. Ia tahu, kalau melepaskan Sky of Fire, tentu yang keluar adalah kekuatan maksimal milik Leo. Setengah area bisa saja hancur dan Meriel—yang levelnya lebih rendah, bisa ikut terpanggang.
“Belum saatnya,” kata Marva.
Leo mendecak. “Bos jangan terlalu takut lah.”
“Kita harus memikirkan strategi Leo sebelum mengeluarkan skill mu, ada Meriel yang harus dijaga,” tegas Marva.
Mereka mundur dulu, melompat dari satu batu ke batu lain untuk berpindah ke pulau yang berbeda. Di belakang, Ember Wraith terus mengejar, tapi jarak mulai terbuka.
Meriel mulai mengatur napas. “Lead… aku bisa membantu lebih banyak. Tapi untuk—”
“Diam dan fokus,” potong Marva, tapi suaranya tidak kasar. “Kamu harus tetap hidup, itu sudah membantu ku.”
Mereka akhirnya keluar dari reruntuhan itu dan menemukan jalur batu panjang seperti lidah raksasa yang membelah lava. Mereka lalu beristirahat sebentar disitu.
Sambil duduk, mereka mengatur napas dan meminum potion. Fatigue pun turun perlahan.
FATIGUE: 31% → 27%
Setelah beberapa saat beristirahat, Lava Lizard menemukan mereka dan pertarungan kembali terjadi.
LION’S ROAR
-477
-592
-322
-711 (CRITICAL HIT)
Mereka betul-betul terpojokkan, semua monster mengelilingi mereka. Tapi sebuah item drop bersinar sangat terang jatuh.
Notifikasi muncul.
STABILIZER HEAT FLOW CORE
Meriel melihat item itu. “Item apa itu Lead… sepertinya berbeda dari drop item yang lain?”
Leo lalu menyambung. “Bos, seperti nya, inilah saat yang tepat!”
“Memangnya ada apa Leo?” tanya Marva.
“Ambil item itu.”
Marva tidak paham apa spesialnya item itu, tapi mungkin saja itu bisa menyelamatkan mereka pikirkan. “Meriel, aku akan membukakan jalan. Kamu ambil item itu segera!”
“Oke Lead!”
Marva menghela napas. LION’S ROAR.......!!!!
Segera Meriel berlari, dia mengambil item itu dan langsung melemparkan pada Marva. Saat ia memegang item yang berbentuk kristal itu, cincin Leo bergetar hebat.
“Bos… aku bisa menyatu dengan core ini.”
Marva membeku. “Apa maksudmu?”
“Aku bisa ‘Menormalkan aliran energi ku untuk sementara waktu’. Pakai momentum itu untuk menyapu rata semua monster ini.
“Kamu yakin Leo?”
Leo tertawa tipis dan menantang balik. “Ayok kita buktikan!”
Saat kristal Stabilizer Heat Flow Core menyatu dengan cincin Leo, energi dari item itu meluap-luap dan menjadi liar. Akibatnya, efek gelombang panas dari item meledak di telapak tangan Marva. Uap tipis mulai mengepul dari kulitnya, Leo mulai mencium bau daging terbakar.
“Bos… kamu harus bertahan!” suara Leo terdengar jauh lebih berat dari biasanya.
Tangan kanan Marva memerah, retakan panas menjalar seperti aliran lava yang turun ke bawah kulitnya. Perihnya bukan sekadar luka bakar biasa—itu seperti api yang menyala dari dalam tulang.
HP-nya mulai berkurang tanpa ada serangan musuh.
(BURN DAMAGE)
- 132
- 144
- 126
Marva menggertakkan gigi, menahan panas itu dengan sisa kekuatan yang ia miliki.
“Kalau ini harga untuk kekuatanmu… aku yang akan menanggungnya.”
>> STABILIZE HEAT FLOW CORE (TIER A+)
[COMBINATION]
>> RING OF LEO
“SUCCESS”
Marva terduduk. “Berhasil juga!”
Leo bersemangat. “Oh ya… ini dia!”
Marva merasa kepalanya tiba-tiba panas. Tapi Leo berteriak: “BOS! SKY OF FIRE! SEKARANG!”
Overheat tiba-tiba naik lagi.
OVERHEAT: 52% → 81%
82%
85%
Monster didepan mata, Meriel terus-terusan diserang. Keadaan kacau.
90%
92 ......!!!!!
94 ......!!!!!
Marva mengatupkan rahang, Leo membara, pedang terangkat lebih tinggi.
“SKY OF—”
Meriel menjerit. “TOLONG!”
98 ......!!!!!
99 ......!!!!!
100 ......!!!!!
Notifikasi menyala merah.
[WARNING, WARNING, WARNING, WARNING]
“FIRE......!!!!!!!!”
Api dari Leo meledak. Menyapu rata semua monster.
“BBUUMMMMMMMMM......!!!!!!!!”
Meriel terlempar ke belakang. Batu pijakan retak parah. Lava di bawah bergolak, seperti ikut bersorak. Marva lalu memalingkan kepalanya.
Meriel tergeletak tak bedaya. Tubuhnya terbakar di beberapa titik. Bar HP-nya turun drastis.
Marva tersentak, seperti baru bangun dari mimpi.
“Meriel…?”
Meriel batuk. “Lead… kita..…kita selamat.”
Marva terhuyung-huyung mendekatinya. Ia menatap tangannya sendiri seolah tidak percaya.
“Tapi aku…” suaranya retak. “Aku hampir membunuhmu.”
Leo berbicara. “Gunakan Skill Aquarius Bos!”
HEALING WATER!
Walaupun skill pemulihan Aquarius berjalan lambat karena debuff dari lantai 8, Meriel masih dapat disembuhkan.
Marva menutup matanya, menarik napas panjang.
Leo berbisik pelan. “Bos…”
Dia lega semua bisa teratasi.
“Ada apa lagi Leo?” kata Marva pelan tapi tegas.
Leo diam sepersekian detik, lalu menjawab lebih pelan dari biasanya. “Hehehehehe, setidaknya kita selamat. Tapi semua skill ku tidak bisa digunakan selama 4 jam kedepan ya Bos.”
Marva kaget. “Hah? Kok bisa?”
“Ini efek dari Overheat yang sudah mencapai batas maksimal nya tadi.”
Marva menelan ludah. “Anjir, jadi bertarung hanya mengandalkan basic attack doank nhe?”
Meriel berdiri dengan keadaan setengah pincang. “Setidaknya Lead, Leo dan Aquarius sudah berjuang. Semua sudah terlewati.”
Skill Leo terkunci selama 4 jam, Meriel hampir mati dan tangan Marva melepuh karena menahan proses penyatuan Leo dengan item tadi.
Akhirnya, Bar Overheat Marva turun perlahan setelah beberapa saat.
OVERHEAT: 100% → 77% → 64% → 44% → 26% → 14% → 9%→ 0%
Lalu bebatuan muncul dari dalam lava dan membentuk sebuah jalan. Sebuah notifikasi kecil muncul di ujung jalan itu.
[PATH TO FLOOR 9 UNLOCKED]
Marva dan Meriel serentak kaget. “Apa, Lantai 9 terbuka?”
[BERSAMBUNG]