Terbangun sebagai Zhu Xuan, Kepala Keluarga Klan Kucing Roh Nether yang dingin, seorang pria modern membawa jiwa baru yang hangat dan protektif ke Benua Douluo. Menyadari dirinya memiliki istri yang setia dan empat putri jenius—termasuk si bungsu yang dingin, Zhu Zhuqing—Zhu Xuan bersumpah untuk mengubah nasib tragis keluarga mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teknik Tempa Tubuh Naga Harimau dan Kedatangan Sang Permaisuri
Pagi itu, udara di kediaman utama klan Zhu terasa lebih dingin dari biasanya, namun bukan karena cuaca. Zhu Xuan baru saja kembali dari kunjungannya ke Tabib Qingchen. Meskipun pil tambahan dari sang tabib telah memperpanjang hidup lelaki tua itu menjadi dua tahun, bagi Zhu Xuan, itu masih belum cukup. Ia butuh stabilitas jangka panjang.
Saat ia melangkah menuju kamar putri-putrinya, seorang pelayan dengan wajah pucat berlari menghampiri dan membungkuk rendah.
"Patriark! Pesan dari istana. Permaisuri Zhu Lingrong akan berkunjung hari ini. Beliau membawa tiga pangeran dari Kekaisaran Bintang Luo dan meminta Anda mempersiapkan putri-putri Anda untuk penyambutan resmi."
Zhu Xuan menghentikan langkahnya. Matanya menyipit dingin. Kakak keduaku akhirnya bergerak? Membawa pangeran ke kediaman Zhu saat ia sedang gencar mendidik putri-putrinya bukanlah sebuah kebetulan. Ini adalah upaya untuk mempercepat ikatan pertunangan yang sangat ia benci.
"Aku mengerti. Siapkan penyambutan standar klan, tidak perlu berlebihan," jawab Zhu Xuan datar sebelum melanjutkan langkahnya.
Di dalam kamar, suasana jauh lebih hangat. Zhu Zhuyun sedang membantu Zhu Zhuyue merapikan rambut, sementara si kecil Zhu Xin masih meringkuk di bawah selimut.
"Ayo, para pemalas kecil. Waktunya mandi obat!" seru Zhu Xuan sambil mengetuk pintu.
Zhuyue langsung melompat bersemangat. Sejak melihat kakak sulungnya mendapatkan cincin roh ungu seribu tahun, ambisinya terbakar. "Ayah! Aku ingin dosis yang lebih kuat! Aku ingin menjadi sekuat Kakak!"
Zhu Xuan tersenyum bangga. "Itu semangat yang bagus. Hari ini, Ayah memang akan meningkatkan dosis kalian."
Di ruang pemandian, Zhu Xuan menuangkan Cairan Penguat Esensi dengan takaran yang jauh lebih tinggi. Zhuyue mendapatkan 1,5 porsi, sementara Zhuyun, yang kini sudah menjadi Master Roh Level 16, diberikan 3,5 porsi sekaligus. Aroma herbal yang pekat memenuhi ruangan saat kedua gadis itu berendam dengan penuh ketabahan.
Satu jam kemudian, pemberitahuan yang ditunggu-tunggu muncul di benak Zhu Xuan:
> [Ding! Menggunakan 3,5 porsi ramuan pada Zhu Zhuyun! Hadiah Ayah Super (1000x) Terpicu!]
> [Anda mendapatkan: Teknik Tempa Tubuh Naga Harimau (Seni Rahasia Fisik)!]
> [Ding! Menggunakan 1,5 porsi ramuan pada Zhu Zhuyue! Hadiah Ayah Super (2000x) Terpicu!]
> [Anda mendapatkan: 2 Kotak Pasta Penempaan Tubuh Naga Harimau (Dasar)!]
>
Zhu Xuan menahan napas saat aliran informasi membanjiri otaknya. Ini adalah apa yang ia cari! Berbeda dengan Netherworld Art yang fokus pada kelincahan dan energi gelap, Teknik Naga Harimau murni berfokus pada kekuatan fisik brutual, kepadatan tulang, dan elastisitas otot.
Dengan teknik ini dan Pasta Penempaan, aku bisa menaikkan kapasitas tubuhku untuk menyerap cincin roh seratus ribu tahun itu tepat waktu! batinnya penuh semangat.
Zhu Xuan segera membantu kedua putrinya keluar dari bak mandi. Kulit mereka tampak memerah sehat, dan aura mereka jauh lebih stabil.
"Dengarkan Ayah," ucap Zhu Xuan sambil mengusap kepala mereka. "Hari ini, Bibi kalian, Permaisuri, akan datang bersama para pangeran. Mereka mungkin akan menantang kalian atau mencoba pamer kekuatan. Ingat apa yang Ayah ajarkan: Tetap tenang, jangan pamerkan kekuatan kalian sepenuhnya kecuali Ayah memberi aba-aba. Biarkan mereka merasa berada di atas angin... sebelum kita menjatuhkan mereka."
Zhuyun tersenyum licik, sebuah ekspresi yang sangat mirip dengan Zhu Xuan. "Aku mengerti, Ayah. Aku akan menjadi 'kakak perempuan yang sopan' untuk mereka."
Zhu Xuan terkekeh. Dengan teknik Naga Harimau yang baru ia dapatkan, ia merasa siap menghadapi apa pun—baik itu politik istana maupun tekanan dari Dewan Tetua.