Ibu hamil yang wafat di tempat kejadian,sebut saja Rini bersama dengan anaknya yang belum lahir. Rasa cinta yang dalam pada anaknya dan kemarahan pada mereka yang menyebabkan kematiannya membuatnya menjadi arwah penasaran yang tak bisa pergi ke alam lain. Setiap malam, dia muncul di jalan raya tempat kejadian itu terjadi—bayangan dia dengan perut membuncit dan tas yang masih tersangkut di bagian tubuhnya sering dilihat oleh sopir yang lewat, membuat mereka merasa dingin mendadak dan merasakan kesedihan yang mendalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechie kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kena Prank Bayu
Selang beberapa menit, Bayu yang tadi terbaring kelelahan di lantai kini perlahan bangun dan duduk dengan posisi bersila, menundukkan wajahnya sehingga tidak terlihat ekspresinya.
Setelah beberapa saat melihat Bayu yang hanya diam tanpa gerakan sedikit pun, Putra merasa heran. Dia menoleh ke arah Priya dan berbisik pelan: "Lo lihat Bayu, kenapa dia diam saja ya?"
Priya mengangguk dan perlahan mendekat ke arah Bayu. Dia menundukkan tubuhnya, mencoba melihat wajah Bayu yang tertutup. Bahkan ketika Priya memencet hidung Bayu dengan ujung jari telunjuknya, Bayu tetap tidak bergerak sama sekali, seperti patung.
Semua teman mulai merasa takut Bobi bahkan sudah mundur beberapa langkah ke belakang, sementara Putra juga sedikit menjauh dengan wajah penuh kekhawatiran. Hanya Priya yang masih tetap penasaran dan tidak mau pergi.
Tanpa berpikir panjang, Priya memilih untuk duduk di samping Bayu, masih dengan hati-hati mengamatinya. Tapi tiba-tiba "EMMUUAAAH!!!" terdengar bunyi kecupan yang jelas.
Priya langsung terkejut dan menjerit kecil, sementara teman-teman lainnya juga terpana dengan mata melebar lebar. Mereka melihat Bayu telah mengangkat kepalanya dan mencium pipi Priya dengan erat menggunakan bibirnya!
"Kena prank kalian! Hahaha hahaha!" teriak Bayu sambil tertawa lepas, bahkan berguling-guling ke belakang karena tawa yang tak tertahankan.
"STRESSSSS KAU BAYU!!!" teriak Priya dengan nada kesal tapi tidak benar-benar marah, segera mengelap pipinya yang terasa basah dengan bagian bajunya. Dia bahkan sedikit menendang kaki Bayu yang masih tertawa riang.
Putra dan Bobi yang tadinya ketakutan langsung menghela napas lega lalu ikut tertawa bersama. Suara tawa mereka yang riang menggantikan keheningan yang sebelumnya menyelimuti kamar itu, menghilangkan semua rasa takut yang masih ada di dalam hati mereka.
Setelah tawa mulai reda, Bobi langsung berlari ke arah Bayu dan menendangnya lembut di paha: "Dasar kamu Bayu! Bikin kita ketakutan parah lho!" ujarnya dengan senyum yang masih tercampur kesal.
Bayu masih tertawa terbahak-bahak sambil mengelus perutnya: "Lihat aja wajah kalian semua kayak ketemu hantu sejati deh! Hahaha!"
Putra yang sudah benar-benar pulih juga mendekat dan menepuk bahu Bayu dengan kuat: "Kamu benar-benar bisa bikin orang ketakutan sama kamu dalam waktu yang sama lho!" katanya dengan suara penuh candaan, meskipun wajahnya masih sedikit pucat karena kejadian tadi.
Priya yang sudah selesai mengelap pipinya malah mengambil bantal lama dari lantai dan melemparkannya ke arah Bayu: "Prank prank prank ...jantungku hampir copot karena ketakutan".
"Tapi kan seru kan?" balik Bayu dengan tatapan licik. "Kalau gitu aja udah menyeramkan, apalagi kalau aku kesurupan beneran hahahaha".
"Kalau kau kesurupan beneran ku tinggal kau Bayu" kata Priya.
Priya mengeluarkan hp dari saku dan melihatnya.
"Udah larut malam nih," katanya sambil menunjukkan jam yang menunjukkan pukul 00.45.malam.
Tanpa berlama-lama, mereka mulai membersihkan kamar sebisa mungkin mengumpulkan barang-barang yang terjatuh, menutup jendela, dan membersihkan bekas debu yang bertebaran.
"Sebelum tidur ada yang mau makan dulu gak,laper niihh" tanya bobi.
"boleh tuh,gue juga lapar",jawab putra.
"tapi makan apa ya??".
"gimana kalo ramen pake telur,sosis, sayuran".usul bobi.
"jangan lupa kasih potongan cabe rawit biar pedas" usul putra.
"boleh tuh,ya udah yuk kita ke dapur ".ajak Bobi .