NovelToon NovelToon
The Secret Of My Secretary

The Secret Of My Secretary

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying di Tempat Kerja / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yourbee Lebah

Menceritakan tentang Davidson Mahendra seorang pria dengan sikap dingin dan perfeksionis yang tak sengaja di hadapkan dengan Nindi, gadis biasa yang pernah menjadi bagian dari masalalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Kopi

Nindi berdiri dengan tergesa saat mendengar suara berat tersebut, ia menoleh pada sumbernya dan mendapati seorang pria dengan setelan jas coklat dan celana hitam.

Nindi terdiam, ia terkejut bahwa pria yang datang tersebut adalah David, teman masa kuliahnya dulu.

Berbeda dengan nindi yang tampak tercengang David justru terlihat sangat santai dan biasa saja, pria itu berjalan menuju meja besarnya dan mendudukan dirinya di kursi besar.

"Dave?" Panggil nindi pelan.

"Kamu tau siapa saya?" Tanyanya.

Nindi mengangguk kaku.

"Kamu masih inget sama aku kan?" Tanya nindi pelan.

"Menurut kamu sopan manggil saya pake aku kamu begitu?" Tanya david datar.

Nindi tersadar akan posisinya, ia segera menunduk sopan.

"Maaf Pak" Katanya.

Dalam hatinya terbesit pertanyaan mengap Ivan tak memberitahu bahwa David adalah direktur di perusahaan ini?

"Ini data diri dan riwayat saya" Ucap nindi menyerahkan selembar amplop coklat di meja David.

"Kamu boleh duduk" Perintahnya.

Nindi sebenarnya sedikit merasa canggung, bagaimanapun ini sudah bertahun tahun sejak terakhir kali mereka bertemu, semua orang bisa berubah, termasuk David.

David merogoh isi amplop yang di berikan nindi dan membaca isi kertas yang di lampirkan sebentar, ia kemudian membuka laci meja dan menyerahkan 2 lembar kertas tertulis.

"Ini kontrak kerja kamu, silahkan di tanda tangani"

Nindi mengangguk samar, "Jadi saya bisa bekerja di sini?" Tanyanya ragu.

"Sistemnya kontrak, jika bersedia kamu harus tanda tangan, silahkan" Katanya.

"Baik Pak, saya boleh baca dulu isinya?"

"Saya gak punya banyak waktu buat kamu, kamu tanda tangan sekarang!" Perintahnya sekali lagi.

Nindi mengambil sebuah pulpen dan menandatangani kontrak kerja yang di berikan David.

"Kamu harus mematuhi peraturan saya mulai hari ini" Ucap David.

"Baik Pak"

"Kamu boleh pergi sekarang!"

"Maaf Pak tapi sistem kerja saya bagaimana?" Nindi bertanya dengan lembut.

"Buatin kopi buat saya sekarang!" Perintahnya.

Nindi menaikkan kedua alisnya bingung, Ivan sempat memberi tahunya bahwa ia akan bekerja di bidang pemasaran produk, lalu bagaimana sekarang ia harus membuat kopi untuk David?

"Tapi pak?"

"Kamu baru berapa menit kerja di sini tapi udah berani bantah saya?"

"Maaf Pak, saya permisi dulu" Pamit nindi sopan.

Dave menarik sudut bibirnya ke atas setelah melepas kepergian nindi, setelah kedatangan wanita itu di kantornya dunia kerja baginya semakin menarik saja.

Nindi berjalan pelan, ia berada di lantai 2 sesuai arahan pekerja office girl yang sempat ia temui tadi, dirinya akan menuju tempat pembuatan minuman untuk karyawan.

Ada sedikit rasa kecewa melihat perubahan sikap David yang menurutnya tidak ramah, tapi ia mencoba mengerti, mungkin david merasa kecewa padanya.

Nindi memilih mengabaikan segala pikiran buruknya dan segera membuat kopi.

Beberapa saat kemudian....

tok tok...

"Permisi pak?" Nindi mengetuk pintu David.

"Masuk"

Setelah mendengar David mempersilahkan masuk nindi pun bergegas sembari membawa nampan dengan secangkir kopi.

"Ini Pak kopinya, silahkan" Ujarnya sopan sembari meletakan kopi di meja David.

"Kopi jenis apa ini?" Tanyanya.

"Ya pak?" Nindi memastikan pertanyaan David barusan.

"Saya tanya ini kopi jenis apa?"

"Emmm maaf Pak sebelumnya saya kurang tau, tadi ditaruh di toples kosong tuh" Jawabnya sopan.

"Kamu gimana sih? saya tuh gak bisa minum sembarangan kopi, yang kaya gini mau kerja di suruh ngelakuin hal gampang aja gak bisa!" Omelnya panjang lebar.

Nindi menundukkan kepalanya, David terlihat sengaja melakukan ini, apa pria ini hanya mengerjainya saja.

"Kamu kembali ke pantry! cari tau kopi apa yang kamu buat!" Perintahnya.

"Baik Pak"

Nindi berbalik meninggalkan ruangan David, ia menutup pintu ruangan perlahan dan menghembuskan napas kasar di luar ruangan.

"Harusnya dia tau dong kopi apa itu, kan ini kantornya!" Gerutunya.

Tak ingin berpikir lebih panjang ia memutuskan kembali ke pantry, disana ia mencoba menemui seseorang yang mungkin mengetahui tentang kopi tersebut.

Nindi menghampiri seorang wanita yang terlihat masih muda.

"Maaf mbak?" Sapanya.

"Eh iya? kenapa mbak?" Tanya wanita itu sopan.

"Ini hari pertama saya kerja, kalo saya boleh tau kopi ini jenisnya apa ya?" Tanyanya sambil menunjuk bubuk kopi yang berada di atas meja.

"Aduh saya mah gak tau, lagian kenapa Tanya jenis kopinya ya? soalnya orang orang kalo minta kopi mah minum ya minum aja, soalnya ini kan dari kantor sendiri, omong omong mbaknya ini office girl?"

Nindi tersenyum kecut, entah bagaimana ia menjelaskan bahwa sebenarnya ia bukan seorang office girl.

"Bukan, saya bagian pemasaran, tapi Pak David minta tolong ke saya buatin kopi, jadi saya harus cari tau dulu jenis kopinya" Katanya.

"Pak direktur?" Tanya wanita itu tak percaya.

Nindi mengangguk membenarkan.

"Setau saya Pak David tuh kopinya kopi kafe, americano! dia mana mau kopi murah begini mbak" ujarnya.

Nindi berdecak samar, sudah ia duga, David pasti hanya mengerjainya saja.

"Kenapa ini?" Tanya seseorang dari arah belakang.

Nindi berbalik, menghadap seorang pria muda dengan postur tubuh yang tinggi.

"Selamat pagi pak?" Sapa petugas kantor.

"Pagi mbak" Sapanya balik.

Nindi tersenyum ramah guna menyapa lelaki tersebut, sepertinya pria ini memiliki jabatan di sini.

"Ini loh pak, mbak karyawan baru ini nanya jenis kopi kantornya apa, saya gak tau tuh soalnya kan yang beli kantor" Katanya.

"Emangnya kenapa harus tau?" Tanyanya pada nindi.

"Emmm saya..."

Melihat nindi yang tampak gugup dan kebingungan laki laki itu kembali membuka suaranya.

"Saya coba liat dulu deh dari baunya, siapa tau saya ngerti" Potongnya.

Nindi mengangguk mempersilahkan, ia juga membantu mengambil toples dan memberikannya.

"Sebenernya saya juga kurang hafal, tapi kalo dari baunya kayanya ini robusta" Katanya.

"Makasih ya pak" Ucap nindi tulus.

"Sama sama, kamu karyawan baru?"

"Iya Pak, baru hari ini masuk"

"Saya Raka, gausah terlalu kaku" ucap Raka

"Makasih sekali lagi Pak"

"Sama sama"

"Saya nyuruh kamu bikin kopi malah ngobrol di sini" Sahut seseorang yang baru saja datang.

"Oh selamat pagi Pak David" Sapa Raka pada David.

David hanya membalas sapaan Raka dengan anggukan sekali, ia kembali memfokuskan dirinya pada nindi yang masih terdiam.

"Pantesan lama" Katanya.

"Maaf Pak tapi saya lagi cari tau jenis kopinya apa, kata Pak Raka jenis kopinya robusta" Ucap nindi polos.

"Buat apa sih nyari tau jenis kopinya? penting?"

Nindi menjatuhkan rahangnya tak percaya dengan pertanyaan David, apa apaan itu? bukankah dia sendiri yang memintanya mencari tau jenis kopi tersebut?

"Tapi pak?"

"Kamu balik ke ruangan saya!" Perintahnya sembari berjalan pergi.

Nindi menggertakkan giginya kesal, kenapa David sangat menyebalkan?

"Halo?" Raka melambai tepat di depan wajah nindi.

"Makasih ya pak sekali lagi, saya permisi dulu" Pamitnya.

"Tunggu tunggu" Raka mencekal pergelangan tangan nindi untuk menghentikannya.

"Nama kamu siapa?"

"Saya nindi pak"

Pemuda itu mengangguk dan melepaskan genggaman tangannya dan membiarkan nindi pergi.

"Cantik"

1
Rian Moontero
lanjooot👍😍
Yourbee Lebah
Ayo baca
falea sezi
David keterlaluan sih ini
falea sezi
cinta di tolak. kok dendam. laki cemen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!