Selena secara tidak terduga masuk ke dalam animasi 3D berjudul Love In Time. Jiwanya masuk ke dalam tubuh tokoh utama bernama Li Shuyi, anak bangsawan miskin Li Chengdu dari Jiangzhou.
Kehidupan Li Shuyi digambarkan begitu berat. Orang yang dicintainya menolak mentah-mentah lamaran keluarga Li, dan rumor tentang Li Shuyi yang beredar sangat buruk.
Selena yang berada dalam tubuh Li Shuyi bertekad untuk pindah ke Beizhou dan memulai hidup yang baru.
Apakah ia bisa melakukannya? Apa yang akan terjadi di Beizhou? Kehidupan Li Shuyi akan berubah atau bertemu cinta sejati? Ikuti kisah Selena menaklukkan kehidupan Li Shuyi yang berat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lyana Mentari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesibukan Li Shuyi
Tong'er menghela napas berat. Ia sudah beristirahat setidaknya lima kali dalam setengah hari ini saja, fisiknya memang tidak bisa dibandingkan dengan Li Shuyi yang sepertinya tidak tahu arti kata lelah dalam bekerja.
Sejak pagi, Li Shuyi sudah sibuk ikut memperbaiki toko yang nantinya akan dia gunakan untuk menjual perhiasan. Li Chengdu sudah setuju dan mendukung penuh, meskipun banyak keterbatasan. Hari ini, dua tukang harian, Jinshi, Paman Wen, Paman Zhang, dan Tong'er. Semua orang dikerahkan untuk memperbaiki dan memperindah bangunan dua lantai itu.
Jika dibandingkan dengan toko lainnya, toko milik Li Shuyi ini hanyalah toko kecil.
Lebarnya lima meter dan memiliki panjang ke belakang enam meter. Ada dua lantai, dan lantai atas akan dibuat untuk perhiasan yang sangat ekslusif sehingga Li Shuyi turun tangan untuk memperbaikinya.
Di lantai bawah, yang langsung menghadap dengan jalan utama Kota Beizhou. Beberapa bagian rusak diperbaiki dengan cepat. Syukurlah tidak terlalu parah dan tidak membutuhkan terlalu banyak usaha.
"Tong'er, pindahkan ini kesana!"
"Jinshi, pasang dengan benar!"
"Jika kau memasangnya begitu, rak ini tidak akan cukup kuat. Jinshi, ayo bantu aku memasangnya kembali!"
"Tong'er, bagian atas akan menjadi bagian paling ekslusif, jadi keindahan dan kerapian disini harus diperhatikan."
Semangat Li Shuyi tidak ada habisnya.
"Paman Wen?"
"Paman Wen?"
"Ya, nona?" jawab Paman Wen setengah berteriak.
"Paman Wen, apa rak-rak di lantai bawah sudah selesai?" Li Shuyi menengok dari tangga lantai atas. Paman Wen tampak mengangguk.
"Sudah nona!"
"Baiklah, aku akan turun untuk melihat!" ucap sang nona, "Tong'er, Jinshi, kalian lanjutkan pekerjaan disini, nanti aku akan kembali."
"Nona, apa anda tidak lelah?" keluh Tong'er dengan wajah lelahnya yang tidak lagi disembunyikan, "Anda tidak beristirahat sejak pagi, nona, bagaimana jika pekerjaan ini membuat anda sakit. Sudah, serahkan saja kepada kami."
"Aku baik-baik saja, Tong'er, jika kalian lelah, beristirahatlah."
Li Shuyi menjawab, namun tubuhnya sudah sampai di anak tangga terakhir.
Melihat sang nona begitu berbeda sejak kembali dari danau selatan kemarin, Jinshi menjadi sangat penasaran. Diam-diam ia memperhatikan sang nona yang begitu giat hari ini, seolah pekerjaan yang dilakukan hari ini agar bisa melupakan sesuatu yang terasa mengganggu. Diam dan tenangnya Li Shuyi membuat atmosfer berubah menjadi kaku.
"Stt ... "
"Tong'er?!"
"Sst ... Sttt!"
Tong'er yang bertopang dagu melirik dengan malas, gadis itu lelah. "Hmmm ... "
"Apa yang terjadi kemarin?"
Tong'er menoleh sepenuhnya, setelah memastikan Li Shuyi tidak dapat mendengar. Tong'er mulai bercerita tentang apa yang ia tahu kemarin, sebenarnya ia sudah menceritakan ini kepada Bibi Cui dan Tuan Li. Mereka pun memberikan reaksi yang serupa.
"Hah??"
"Benarkah begitu?!
Tong'er langsung menutup mulut Jinshi saat pamuda itu setengah berteriak, dia kaget, tentu saja. "Apakah ini benar? Tapi Tuan Muda Xu itu tampak baik." Jinshi memelankan suaranya.
"Aku pun masih meragukanmeragukannnya, tapi karena Nona Gu Qinglan yang mengatakan, aku tidak bisa tidak percaya."
"Pantas saja nona tampak sangat kecewa."
Bahu Tong'er merosot, "Siapa yang tidak kecewa, aku pun merasa kecewa. Aku sangat berharap Tuan Muda Xu dan nona bisa menikah dan hidup bahagia."
"Bukankah nona memang menyukai Tuan Muda Xu."
"Dan, kupikir Tuan Muda Xu juga tertarik dengan nona." sahut Tong'er. "Tak disangka jika tuan muda itu hanya ingin menjadikan nona sebagai gundiknya."
...****************...
Sore harinya, Li Shuyi bahkan tidak beristirahat.
Dia menuju beberapa toko lain untuk membeli banyak hal yang ia butuhkan. Kali ini yang menemaninya adalah Bibi Cui, Tong'er dan Jinshi terlalu lelah.
Li Shuyi cekatan memilih pot tanah liat di salah satu toko tak jauh dari toko miliknya. Pot tanah liat berbagai ukuran ini akan ditanami beberapa bunga sebagai hiasan luar, agar tokonya tidak membosankan dan tetap sejuk. Beberapa bunga yang indah, tentu akan dipasang di dalam toko. Meskipun memiliki beberapa uang untuk dibelanjakan, tapi sudah banyak berkurang untuk membayar tukang dan bahan-bahan perbaikan toko.
"Penjaga Wu, apakah ada pot lain yang lebih murah? Uangku terbatas." ucap Li Shuyi dengan jujur.
"Nona, yang lebih murah mungkin tidak memiliki warna dan mudah sekali pecah, bagaimana?"
Li Shuyi menghela napas lalu tersenyum simpul, "Tidak masalah, aku membutuhkan pot besar untuk di bagian depan tokoku nanti. Dan, pot-pot kecil yang cantik ini akan berada di dalam."
"Eh,"
"Nona Li?"
Li Shuyi menoleh saat ada yang memanggilnya. Dia adalah seorang wanita paruh baya gemuk berisi, wajahnya bulat dan cantik, memakai pakaian yang terbuat dari sutra. Li Shuyi mengenalinya, dia berjalan mendekat dan membungkuk hormat. "Salam, Nyonya Yang!"
"Nona Li, tidak perlu terlalu formal, kita sudah saling mengenal sebelumnya."
Li Shuyi mengangguk.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Nyonya Yang penasaran, dia baru saja kembali dari jamuan kelas atas dan tidak sengaja melihat Li Shuyi disini, jadi dia memutuskan untuk berbelok. "Ku dengar kau memperbaiki tokomu ya, bagaimana apa sudah selesai?"
"Hari itu berjanji mengajarimu beberapa hal penting dalam berbisnis. Datanglah ke rumah dan mengobrol bersama lain waktu!"
"Terima kasih, Nyonya Yang." Li Shuyi menunduk hormat, "Semoga suara berisik dari tokoku tidak terlalu mengganggu anda ya."
"Ahh, itu sudah biasa, Beizhou selalu ramai!"
"Iya."
Nyonya Yang tampak berbinar saat melihat penjaga toko menyiapkan beberapa pot yang ingin dibeli Li Shuyi. Tanpa menghiraukan tubuhnya yang lelah, sang nyonya memilih menemani Li Shuyi dan mengobrol banyak hal.
Dari Nyonya Yang juga Li Shuyi tahu jika membuka toko membutuhkan izin dari penguasa kota dan biro keamanan. Nanti, Nyonya Yang akan membantu Li Shuyi menyiapkan beberapa surat yang perlu disiapkan untuk membuat izin usahanya. Karena hanya dengan ini maka ia bisa berdagang dengan aman di Beizhou. Semua toko yang telah memiliki izin, akan dijamin keamanannya.
Nyonya Yang dan Li Shuyi mengobrol bersama sepanjang perjalanan. Banyak hal yang dibicarakan wanita paruh baya itu, dan Li Shuyi dengan tenang mendengarkan. Dibandikan dengan Keluarga Yang memang tidak bisa apa-apa, ini bagaikana kunang-kunang dibandingkan dengan cahaya bulan. Keluarga Yang memiliki banyak toko, di Beizhou saja dia memiliki lebih dari 30 toko, di luar Beizhou mungkin ada 20 toko.
Tapi, dengan kekayaan ini, Keluarga Yang sangat rendah hati. Li Shuyi mengagumi itu.
Ketika sampai di depan rumahnya, Li Shuyi kembali membungkuk untuk memberi hormat dan mengucapkan terima kasih.
"Bibi Cui, mungkinkah ada tamu yang datang?"
Bibi Cui celingukan, "Mungkin saja nona, bagaimana kalau anda menyapa mereka dulu. Saya akan menyiapkan air hangat untuk anda mandi."
"Terima kasih bibi!"
Li Shuyi berjalan anggun menyusuri halaman rumahnya. Di ruang tamu, bangunan utama Kediaman Li yang sederhana. Samar, ia bisa mendengar tawa ayahnya dari luar. Sepertinya suasana di dalam sangat hangat dan penuh keakraban.
Li Shuyi mengetuk pintu sebelum memutuskan untuk masuk, "Ayah, Yi'er datang untuk menyapa!"
"Masuklah, Yi'er!"
"Sapalah tamu kita juga!"
Tanpa ragu, Li Shuyi melanjutkan langkahnya untuk masuk. Bangunan utama ini biasanya digunakan untuk menerima tamu, jadi Li Shuyi menambahkan bunga-bunga dan hiasan yang menambah estetika tapi tetap sederhanan dan elegan.
Wanita cantik itu menghentikan langkahnya saat tatapannya bertemu dengan manik hitam yang dinaungi alis tegas itu. "Nona Li!"
"Tuan Muda Xu?"