Berkelana ke segala penjuru...
Membasmi semua kejahatan yang dia lewati...
Melampaui batas kekuatan...
Menantang Langit...
Mengukir legenda baru untuk di kenang
sepanjang Masa...
Tidak ada yang dapat menghentikannya, semua berjalan atas kehendaknya! kekuatan mutlak menjadi sumber utama!
MENGUKIR SEJARAH YANG AKAN DI KENANG DARI MASA KE MASA.
Saksikan kelanjutanya!^^
Enjoyy^^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tika widya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kota Shui
Setelah sampai di kota shui, Ken Dai berniat mencari tempat makan untuk mengisi perut mereka. Begitu pun dengan muridnya, mereka sudah kelihatan sangat kelaparan, apalagi Lin Houfeng yang sejak tadi selalu protes kelaparan.
Mata Lin Houfeng berbinar ketika melihat rumah makan yang tidak jauh dari lokasi mereka.
"Tetua Ken, di sana ada rumah makan!" Seru Lin Houfeng, remaja gendut itu langsung berlari menghampiri rumah makan itu lebih dulu, karena sudah tidak tahan dengan aroma yang di ciumnya.
Ken Dai dan yang lainya menggelengkan kepala mereka melihat tingkah Lin Houfeng. Syukurlah, mereka langsung menemukan rumah makan karena mereka juga sudah begitu kelaparan dan sudah sangat jerah mendengar gerutuan dari Lin Houfeng yang kini sudah berada di rumah makan.
Lin Houfeng melembaikan tanganya ketika melihat Ken Dai dan yang lainya memasuki rumah makan.
"Tetua Ken! disini!" Lin Houfeng berucap dengan nada semangat.
Ken Dai dan yang lainya segera menghampiri Lin Houfeng yang berada di meja panjang.
Kang Furu tertawa pelan menatap Lin Houfeng. "Saudara Lin, apa kau begitu kelaparan." Katanya.
Lin Houfeng tidak melirik Kang Furu sama sekali, melainkan menatap para pelayan yang kini menuju ke meja mereka.
"Tetu saja! apa kau tidak kelaparan!" Lin Houfeng semakin antusias saat melihat para pelayan semakin dekat ke meja mereka.
Ken Dai dan yang lainya begitu terkejut saat melihat pesanan menggunung yang di pesan Lin Houfeng. Tatapan kelimanya kini terarah pada Lin Hofeng yang sekarang sedang nyengir lebar sambil menggaruk kepala belakangnya.
"Kau...rakus saudara Lin." Lim Zxuan merasa tidak percaya dengan penglihatannya sendiri, diangguki oleh yang lainya.
Lin Houfeng menepuk dadanya berulang kali dengan bangga. "Tenang saja, jika kalian tidak sanggup aku yang akan menghabiskan sisanya sendiri." Ucapanya dengan sungguh-sungguh.
Lalu tanpa persetujuan dari yang lain, Lin Houfeng sudah mencomot makanannya terlebih dahulu.
"Selamat makan!" Serunya antusias.
Melihat Lin Houfeng mulai memakan makanaanya, yang lain juga melakukan kegiatan serupa. Tidak ada yang bersuara, kecuali Lin Houfeng yang selalu memuji tiap makanan yang diambilnya dengan mulut penuh, membuat yang lain hanya menggelengkan kepala mereka.
Setelah beberapa saat, akhirnya merekapun selesai makan, tentu saja kecuali Lin Houfeng yang ternyata masih sanggup menghabiskan sisa makanan.
°°
Setelah selesai mengisi perut mereka, Ken Dai memutuskan untuk mengelilingi Kota Shui sekalian mencari penginapan untuk bermalam nanti.
Hingga matanya tertuju pada papan kayu dengan ukiran 'Asosiasi Matahari kembar'.
Ken Dai mengeluarkan plat perak yang di dapat dari Zou Tong beberapa jam lalu, disana juga terdapat tulisan yang sama dengan ukiran kayu yang ada di tokoh pendekar itu.
"Anak-anak kita ke sana." Ken Dai menunjuk bangunan yang lumayan besar diantara bangunan lainya.
Feng Luozhi dan yang lainya meluhat ke arah yang di tunjuk oleh Ken Dai, tanpa komentar mereka hanya menuruti ucapan dari Ken Dai tanpa keberatan sama sekali.
mendapat persetujuan dari yang lainya, Ken Dai melangkah lebih dulu sebagai pemimpin jalan di ikuti oleh yang lain. Sebenarnya sepanjang perjalanan ini, banyak dari penduduk kota Shui yang terus memperhatikan mereka.
Bahkan tak jarang beberapa dari mereka memuji kecantikan dan ketampanan dari rombongan Feng Luozhi, terkecuali Lin Houfeng membuat remaja itu terus menggerutu sepanjang perjalanan. Dan yang lainya hanya tersenyum kecil melihat reaksi Lin Houfeng yang menurut mereka konyol.
Setelah sampai di Asosiasi Matahari Kembar, Ken Dai dan yang lainya disambut hangat oleh pemilik bangunan.
"Selamat datang tuan-tuan pendekar!" Seru salah satu pelayan.
Ken Dai tersenyum tipis sambil menganggukan kepalanya. "Apa kalian mengenal benda ini?" Ken Dai menunjukan plat pengenal dari Asosiasi Matahari Kembar yang didapat dari Zou Tong.
Pelayan perempuan yang melihat itu pun segera menutup mulutnya. Tentu saja dia mengenalnya, bahkan hampir seluruh pendekar yang ada di Kota Shui mengenal Plat perak tersebut. Biasanya hanya orang terpilih atau keluarga bangsawan yang memilik benda itu.
"Maaf tuan saya tidak dapat mengenalimu, silahkan lewat sini tuan!" Pelayan perempuan itu buru-buru menuntun rombongan Ken Dai menuju tempat persenjataan dan pil yang disediakan Asosiasi.
Ken Dai dan yang lainya segera mengekori pelayan perempuan itu ke Rak yang menyediakan berbagai pil dan senjata-senjata pendekar.
Mata Lin Houfeng dan yang lainya berbinar begitu melihat banyaknya Pil mulai tingkat terendah hingga yang tertinggi, Senjata, sumber daya dan kitab-kitab yang tersedia, tentu saja terkecuali Feng Luozhi yang terlihat biasa saja karena sudah sering melihat itu semua di dalam Cincin ruangan.
Riuzu tiba-tiba muncul disamping Feng Luozhi, kemudian pergi mengambang bergabung dengan Ken Dai yang kini tengah mengamati berbagai pil. Hanya saja pria itu tidak akan mungkin tahu keberadaannya karena tubuhnya yang transparan dan selain itu hanya Feng Luozhi yang dapat melihatnya dan merasakan hawa keberadaannya.
Riuzu memanggil Feng Luozhi menggunakan gerakan tangannya, namun tatapanya masih tertuju pada berbagai pil di depannya. Membuat Feng Luozhi langsung mendekati Riuzu dan Ken Dai yang tengah mengamati berbagai pil.
Ken Dai melirik Feng Luozhi yang tiba-tiba tertarik pada pil-pil di depan mereka.
"Zhi'er kau tertarik dengan pil-pil ini juga?" Tanya Ken Dai, sambil mengambil satu pil dengan warna putih lalu melihat kebagian sisi-sisi pil.
Feng Luozhi melirik Ken Dai yang tengah mengamati pil putih itu. "Sepertinya begitu tetua Ken."
"Baiklah, silahkan kau lihat-lihat." Ucap Ken Dai, lalu tiba-tiba menatap Feng Luozhi serius. "Tapi ingat! hanya pilih lima pil saja, karena kita perlu menghemat pengeluaran."
Setelah mengucapkan kalimatnya, Ken Dai kembali sibuk mengamati satu persatu pil yang ada, membuat wajah Feng Luozhi sedikit konyol karena ucapan Ken Dai tadi.
Riuzu terkekeh pelan, "Jangan hiraukan dia Feng-Feng, kita kan kaya haha..." Seru Riuzu.
Feng Luozhi hanya menghela nafas pelan, Dasar pikirnya.
Kang Furu berjalan dengan mata berbinar di sepanjang Rak yang menyediakan berbagai golok, dari yang terendah hingga yang tertinggi. Mulut tidak berhenti berdecak kagum melihat berbagai golok di hadapannya.
Hingga matanya terarah pada sebuah golok yang berada di tempat terpisah, seolah diistimewakan. Dia sedikit berlari menghampiri tempat golok tersebut.
"Woaaa..." Mulutnya membentuk huruf O besar.
Tiba-tiba saja salah seorang pelayan Serikat menghampirinya dengan senyum lebar.
"Penglihatan anda sungguh jeli pendekar, Golok ini merupakan golok dengan kualitas tertinggi di Asosiasi cabang ini, karena golok ini terbuat dari besi baja mulia yang sulit di dapat." Jelas pelayan Asosiasi dengan ramah.
Kang Furu semakin antusias saat mendengar penjelasan dari pelayan Asosiasi. Pantas saja Golok ini memiliki tempat tersendiri, ternyata terbuat dari bahan pilihan yang langkah pikirnya.
"Benarkah? jika begitu berapa harga golok ini?" Tanya Kang Furu antusias, dia berharap harga yang ada tidak terlalu tinggi supaya dapat dimilikinya, namun seketika ekspresinya muram saat mendengar harga yang fantastis dari mulut pelayan serikat itu.
"Soal harga, karena golok ini di buat dari bahan yang langkah. Serikat menawarkan harga senilai 500 keping emas." Ucap pelayan itu dengan senyum ramah, yang langsung membuat wajah Kang Furu sungguh syok.
Sedangkan di satu sisi, Yin Hua dan Lim Zxuan adalah jenis petarung yang mengandalkan pedang. Keduanya berjalan secara terpisah, namun masih dalam rak yang sama.
Yin Hua berjalan menyusuri satu persatu pedang yang tersusun rapi di masing-masing rak. Sedari tadi, gadis ini tidak henti-hentinya memandang penuh takjub ke semua pedang yang ia lihat. Baginya, tempat ini adalah surga pedang.
Sedangkan Lim Zxuan, pemuda itu terlihat biasa saja. Tidak ada ekspresi antusias seperti yang lainya, yang dia lakukanya hanya berputar-putar melihat berbagai jenis pedang yang terpajang.
Hingga tatapanya tertuju pada pedang tua yang terlihat sangat usang. Lim Zxuan mengambil pedang itu, dan memeriksanya dari segala sisi.
"Pedang ini cukup bagus, walaupun kelihatan tua." Gumam Lim Zxuan pelan.
Next Up>> jgn lupa Vote like komen')
#akhirnya mndpt luka yg tdk semestinya
😆😜
🤩😎
😆😜