NovelToon NovelToon
Tiga Pria, Ayah Anakku

Tiga Pria, Ayah Anakku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / One Night Stand / Trauma masa lalu / Lari Saat Hamil / Konflik etika / Tamat
Popularitas:12.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Monica Dewi

Pernikahan bahagia yang diimpikan Anna berubah menjadi tragedi, kala seorang pria merenggut kesuciannya di malam pertama pernikahannya.

Anna yang terpuruk akibat kejadian itu pun mencoba bangkit kembali dan melanjutkan hidupnya.

Namun, takdir berkata lain, ia harus kembali mengingat peristiwa kelam malam itu saat dirinya dinyatakan hamil.

Akankah pria itu bertanggung jawab padanya?
Atau ada malaikat lain yang akan datang menolongnya?
Dan bagaimana dengan suami dan pernikahannya?


Ikuti kisah Anna selengkapnya dalam menjalani kehidupannya dalam Tiga Pria, Ayah Anakku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Monica Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 Hadiah Perkenalan

Melihat ada keributan, beberapa orang petugas keamanan mall pun datang dan menghampiri mereka.

"Ada ribut-ribut apa ini?" tanya seorang petugas itu yang melihat Anna sedang terduduk di lantai dan mendekap Michael dengan erat.

"Tidak ada apa-apa, Pak Petugas. Aku hanya sedang memergoki istriku yang berselingkuh. Dia kabur membawa putra kami dan juga semua uangku, jadi aku agak kasar tadi. Tetapi, tenang saja. Kami sudah menyelesaikan semuanya dan akan segera pergi dari sini," terang Jack. Ia sengaja mengarang cerita agar para petugas itu mau mempercayainya dan ia dapat segera membawa Anna pergi dari sana.

"Tidak, dia bohong! Aku tidak mengenal mereka!" teriak Anna.

"Pak Petugas, lihat sikapnya. Dia bahkan tidak mau mengakui suaminya sendiri. Baiklah, jika kau ingin pergi, maka kau boleh pergi. Tetapi, kembalikan dulu putraku, maka kau boleh pergi bersama dengan selingkuhanmu itu." Jack mendekati Anna dan berusaha merebut Michael dari dekapan wanita itu agar Anna mau menurutinya. "Berikan dia padaku!"

"Jangan, Jack. Lepaskan putraku!"

"Nona, sebaiknya Anda menuruti suami Anda dan jangan membuat keributan di sini."

"Tidak. Jangan percaya kata-katanya. Dia bukan suamiku."

Anna terus berusaha untuk mempertahankan Michael. Sementara, para petugas itu dan pengunjung mall yang berada di sana hanya terdiam dan tak berniat membantu ibu dan anak itu sama sekali, karena merasa ini adalah masalah rumah tangga mereka berdua.

Akhirnya, dengan bantuan teman-temannya, Jack pun berhasil memisahkan Michael dari Anna. Anna berniat merebut kembali Michael dari gendongan Jack, tetapi usahanya gagal karena para pria itu memegangi tubuh kecilnya.

"Jangan bawa dia, Jack. Kembalikan putraku," pinta Anna yang mulai menangis putus asa.

"Lepaskan aku! Aku tidak mau ikut denganmu. Kau bukan ayahku. Ayah! Ayah! Tolong aku!" Michael meronta dan berteriak memanggil ayahnya membuat Jack berang dan kembali memukulnya.

"Bocah tengik! Kau juga tak mengakuiku sebagai Ayahmu. Lihat bagaimana aku menghajarmu nanti."

"Jangan pukul dia, Jack."

"Kau tidak bisa menyakitiku. Ayahku yang akan menghajarmu nanti," ancam Michael, membuat Jack dan teman-temannya tertawa lebar.

"Jika kau tak mengakuiku sebagai ayahmu, memangnya siapa ayahmu? Heh?!"

"Aku. Aku ayahnya."

Mereka semua pun menoleh ke arah suara itu berasal dan melihat seorang pria yang telah berdiri di belakang mereka dengan tatapan yang sangat mengerikan.

"Kak Alex!"

"Ayah!"

Anna dan Michael serempak memanggil Alex. Sementara, mereka pun hanya bisa terkejut dengan kedatangan pria itu.

"Tuan Muda," sapa para petugas keamanan itu seraya membungkuk penuh hormat karena mengenali siapa identitas Alex sebenarnya.

Alex pun maju dan berdiri di antara Jack yang tengah memeluk Michael dan para pemuda itu yang sedang memegangi tangan Anna.

"Bodoh! Kalian sungguh tidak berguna. Apa kalian tidak bisa membedakan antara manusia dengan hewan? Kalian bahkan membiarkan saja para berandal ini membuat keributan di wilayahku!" teriak Alex memarahi semua petugas keamanan itu. Mereka pun hanya dapat tertunduk ketakutan dengan kemarahan Alex.

"Bukan begitu, Tuan Muda, pria ini bilang kalau Nona itu adalah istrinya yang tertangkap basah sedang berselingkuh, dan dia berniat ingin membawa mereka pulang. Jadi, kami pun tak ingin mencampuri urusan rumah tangga mereka," ujar salah seorang petugas itu membela diri.

Namun, begitu melihat kemarahan Alex, ia pun sadar jika para pemuda itu pasti telah menipu mereka. Seketika, ia pun meminta para rekannya untuk menolong Anna dan Michael.

Begitu cengkeraman para pria itu terlepas dari lengannya, Anna pun langsung merebut Michael dari dekapan Jack yang masih terpaku oleh kedatangan Alex dan aura pria itu yang membuatnya bergidik ngeri.

Anna kemudian berjalan ke arah Alex, dan seketika itu pula Alex langsung mendekap erat wanita kecil itu dan putranya. Alex melihat bekas tamparan pada pipi Anna. Sudut bibir wanita itu terluka dengan hidungnya yang terus mengeluarkan darah.

Begitupun dengan Michael, terdapat memar di dahinya karena pukulan Jack, saat Michael menggigit tangannya tadi. Alex pun merasa sangat geram dan tatapan matanya pun menjadi semakin mengerikan. Menciptakan aura dingin di sekitarnya yang terasa begitu mencekam.

"Kau bilang tadi dia adalah istrimu, bukan?" tanya Alex pada Jack dan pria itu pun hanya mengangguk ketakutan.

"Iya, dia ... dia memang istriku dan itu putraku."

"Heh?! Berani sekali kau mengakui wanitaku menjadi istrimu dan putraku sebagai putramu?"

"Tetapi, mereka benar adalah milikku," kukuh Jack.

"Tuan Muda Williams, sebaiknya serahkan masalah ini pada kami. Kami yang akan menangani mereka dengan baik," ujar salah seorang petugas keamanan itu, membuat Jack kembali terkejut.

'Apa? Dia adalah Tuan Muda Williams? Berarti dia adalah suami Anna yang dulu? Tidak! Dia bukan Andrew. Apa dia adalah kakak Andrew? Alex? Tetapi, mengapa dia mengatakan jika anak Anna adalah putranya?

Dan bocah itu mungkin sudah berusia sekitar empat tahun. Heh! Anna, jadi selama ini kau berselingkuh dengan kakak iparmu sendiri? Pantas saja dulu Andrew menceraikannya. Dasar wanita murahan! Beraninya dia berpura-pura suci di depanku.'

Jack tersenyum meremehkan Anna, tetapi dia juga takut dengan Alex, terlebih lagi dengan kekuatan keluarganya yang sangat berpengaruh di kota ini. Jadi, ia pun tak ingin memprovokasi Alex.

"Tuan Muda, ini hanya kesalahpahaman saja. Sebenarnya Anna adalah adik sepupuku. Kami sudah lama tidak bertemu, jadi aku hanya bergurau saja dengannya tadi."

"Oh, jadi kau hanya bergurau?" Alex melepaskan pelukannya dari Anna dan Michael kemudian dia maju menghampiri Jack. "Baiklah, karena kau adalah kakak sepupu Anna, maka aku pun tidak akan mempermasalahkannya lagi. Tetapi, aku punya sesuatu untukmu. Anggap saja sebagai hadiah perkenalan dariku."

Jack pun tersenyum lega karena Alex tidak marah padanya, bahkan pria itu mau memberinya sebuah hadiah perkenalan. Baru saja ia mau membuka mulutnya untuk berterima kasih kepada Alex, tetapi tiba-tiba sebuah tendangan keras pun menghantam tubuhnya. Membuatnya terpental hingga membentur dinding dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.

Jack pun mengerang kesakitan dan berusaha bangkit, tetapi Alex menendangnya lagi dan lagi. Ia juga menginjak perut Jack hingga pria itu melengking kesakitan.

"Bagaimana, apa kau suka hadiah perkenalanku, 'Kakak Sepupu'?" Alex menyeringai mengerikan, membuat Jack yang sedang berada di bawah kakinya pun menangis ketakutan.

"Kumohon, ampuni aku. Jangan bunuh aku."

Jack memohon agar Alex melepaskannya, tetapi Alex yang sedang naik pitam pun kembali menendang dan memukuli tubuh dan wajah pria itu hingga tak sadarkan diri.

Tidak ada yang berani menghentikan Tuan Muda ini jika dia sudah mengamuk, termasuk para petugas keamanan itu dan teman-temannya Jack yang terlihat gemetar menyaksikan tubuh besar Jack tak berdaya di hadapan Alex.

Anna hanya terdiam dan menatap ngeri melihat peristiwa itu, seraya terus menyembunyikan kepala Michael dalam pelukannya agar bocah kecil itu tak menyaksikan kebrutalan ayahnya.

Setelah puas menghajar Jack habis-habisan, ia pun mengangkat tubuh Jack yang telah tak berdaya itu dan melemparkannya ke arah teman-temannya. Seketika mereka semua pun jatuh terjungkal ke lantai dengan keras karena tertimpa bobot tubuh Jack yang besar.

"Jika kalian masih berani mengganggu mereka lagi, maka aku akan memberikan hadiah yang jauh lebih besar dari ini. Bukan hanya untukmu, tetapi juga untuk seluruh keluargamu. Sekarang enyahlah dan jangan pernah muncul lagi di hadapanku!" titah Alex. Mereka pun segera lari tunggang langgang seraya menyeret tubuh Jack meninggalkan mall tersebut sebelum Alex berubah pikiran dan menghajar mereka juga.

Alex pun segera menghampiri Anna dan meraih Michael dari dekapan wanita itu. Ia membelai luka pada bibir Anna dan juga di dahi putranya.

"Apakah sakit?" tanya Alex pada mereka. Michael pun menggeleng pelan dalam pelukan Alex, begitu pun dengan Anna yang tersenyum lega karena semuanya sudah berakhir.

"Maafkan aku, Anna. Aku tak bisa melindungi kalian. Maafkan aku."

"Aku takut, Ayah."

"Maaf Ayah datang terlambat, Sayang. Tetapi, kau jangan takut lagi. Mereka semua sudah pergi," bujuk Alex menenangkan Michael.

"Benarkah?"

"Tentu. Mereka tidak akan mengganggumu dan ibumu lagi. Sekarang, ayo kita pulang."

"Baik, Ayah." Michael pun berseru riang.

Alex menggandeng tangan Anna dan membawa mereka ke dalam mobilnya dan segera pergi meninggalkan mall tersebut.

.

.

.

Pagi hari di Kediaman Alex

"Ibu. Lihat apa aku tampan, Bu?" tanya Michael seraya memamerkan seragam barunya. Ia berjalan ke sana kemari dan terkadang berputar layaknya seorang model fashion show.

Anna pun tertawa karena tingkah bocah kecil itu terlihat sangat menggemaskan. Ia kemudian meraih putranya dan langsung memeluknya.

"Ya, kau sangat tampan, Sayang," ujar Anna seraya menciumi dan menggelitik perut Michael.

"Bagaimana denganku? Apa aku tampan, Anna?" tanya Alex seraya berjalan turun dari tangga.

Hari ini Alex sudah mulai masuk kerja lagi. Ia mengenakan setelan jas dan celana hitam dengan kemeja biru tua dan dasi berwarna merah maroon. Tampilan Alex sangat mempesona. Pria ini tampak sempurna bagaikan pangeran dalam lukisan.

'Ya Tuhan, dia tampan sekali. Tidak! Tidak! Anna, kau tak boleh terjerat pada serigala ini.'

Anna menggelengkan kepalanya untuk membuatnya tersadar agar tidak terjerat pada Alex. Namun, saat Alex berjalan semakin mendekat ke arahnya, jantung Anna pun berdetak cepat tak karuan.

Kini, pria itu telah berdiri tepat di hadapannya. Alex tersenyum dan membuat Anna semakin terpana. Kala jarak di antara mereka semakin terkikis, Alex pun memiringkan wajahnya dan berbisik di telinga Anna.

"Apa aku terlihat sangat 'lezat' hingga kau berliur, Anna?"

"Apa?"

Anna refleks menyeka mulutnya, tetapi tidak ada air liur di sana. Ia pun sadar jika Alex telah menipunya.

"Dasar gila! Kau mengerjaiku!"

Anna meraih bantal sofa dan melemparkannya ke arah Alex. Namun, Alex dapat menghindarinya dengan mudah. Ia pun menggendong tubuh Michael dan segera berlari ke arah mobilnya.

"Mickey, ayo kita pergi. Olaf sedang mengamuk," ujar Alex seraya tertawa.

'Dasar serigala tua! Dia selalu saja menggodaku.'

"Ibu, kami pergi dulu!" teriak Michael dari dalam mobil.

"Jangan nakal selama kami tidak ada atau aku akan menghukummu nanti." Alex melambaikan tangannya dan berlalu pergi bersama Michael.

'Menghukumku?'

Anna teringat kejadian semalam, saat Alex dengan brutal menghajar tubuh Jack hingga babak belur. Dan dulu juga Alex pernah mencekiknya hingga hampir mati kehabisan nafas, karena Anna melawannya ketika pria itu memperkosanya.

'Alex sangat mengerikan. Apa dia akan membunuhku dan Nathan jika kami bersama?'

Tanpa sadar Anna pun bergidik ngeri.

.

.

.

Alex dan Michael baru saja pergi beberapa saat lalu, tetapi Anna sudah merasa kesepian di rumah besar ini. Padahal, rumah Alex berfasilitas lengkap bak hotel berbintang. Ada sebuah kolam renang besar di lantai 3, ruangan olahraga, hingga bioskop. Makanan dan minuman pun selalu tersedia dan semuanya menggugah selera. Namun, tetap saja jika tidak ada Michael di sisinya, Anna tetap merasa bosan.

'Aku bisa mati bosan jika setiap hari seperti ini.'

Ia memang terbiasa hidup bersama dengan keluarga Collin dan ibunya. Jika Michael sedang pergi bersama dengan ibunya, setidaknya ada Nenek Margareth yang akan menemaninya mengobrol. Atau dia akan pergi ke restoran Jonathan dan mengunjungi teman-temannya di sana.

Berpikir tentang restoran Jonathan, maka Anna pun teringat dengan restoran peninggalan mendiang ayahnya dulu. Ia pun memutuskan akan pergi ke sana. Lagi pula sudah 5 tahun ia tidak menginjakkan kakinya di kota ini. Maka, Anna pun ingin berkeliling kota C dan mengenang masa-masa kecilnya.

"Paman Charlie, aku akan pergi berkeliling kota sebentar. Jadi, aku tidak akan makan siang di rumah!" teriak Anna sambil berlalu meninggalkan rumah Alex.

"Ah, Nona, tunggu sebentar. Anda mau kemana? Saya akan meminta supir untuk mengantar Anda."

"Tidak usah, Paman, aku hanya akan pergi ke restoran milik Ayahku dulu dan juga mengunjungi makam Beliau. Lagi pula sudah lama aku tidak berkeliling kota ini," terang Anna.

"Tetapi, Nona, tidak ada kendaraan umum yang lewat di sekitar sini. Bagaimana jika supir saja yang mengantar Anda ke sana? Jika Anda bisa mengemudi, maka Anda juga bisa mengendarai mobil itu sendiri. Saya yakin Tuan Muda pasti akan mengizinkannya," ujar Charlie seraya menunjukkan garasi mobil Alex yang dipenuhi oleh beberapa motor besar dan juga mobil sport mewah keluaran terbaru.

Anna berpikir sejenak. Ia tidak bisa mengendarai motor. Mobil Alex juga terlalu mencolok untuk dibawa berkeliling. Tetapi, dia juga tidak mungkin berjalan kaki hingga ke halte bus itu, jaraknya cukup lumayan dan matahari tengah bersinar dengan teriknya.

"Paman, aku tidak mau mengendarai mobil itu untuk berkeliling kota. Terlalu mencolok. Tolong antarkan aku ke halte bus terdekat saja. Aku akan naik bus dari sana."

"Baiklah, Nona. Saya akan meminta supir segera bersiap."

"Terima kasih, Paman." Charlie tersenyum dan berlalu memanggil supir untuk mengantar Anna.

.

.

.

1
Ristya Putri
Aku ulang baca cerita ini udah 3 kali, dan selalu suka. Gk tega nantinya mereka bakal kepisah 😢 😢
メートル あなた
Luar biasa
メートル あなた
sudah beberapa kali aku membaca novel ini dan tidak ada bosannya aku mengulang membacanya lagi😢
Irfan Narti
lanjuut
Irfan Narti
kasian Anna
Mariaangelina Yuliana
jangan sampai ada yang seperti Alex di dunia nyata🤣 masa pake liptin aja gak boleh apa lagi gak ada yang menor juga riasan nya 😀 capek juga kalau dapat yang serba posesif kayak gitu, mana punya ide d sruh pakek helm segala ia Tuhan jangan sampai 🤦🏻‍♀️
pena_knia04
baca untuk yang kesekian kalinya ceritanya bagus, alurnya jelas, tokoh-tokohnya walupun animasi tapi ganteng ganteng
chaaa
🤣🤣🤣🤣🤣
Eka Chusnul Msi
mewek bacanya 😭😭
Khaanza
. ...
Gina Savitri
Buat seorang istri setia mending mati kelaparan dari pada berpaling dari suami nya kali nicholas 😏
Gina Savitri
Wilona sekali pernah selingkuh dari andrew ya akan berulang lagi, untung aja alex bukan laki2 yg gampang tergoda kaya andrew 😏
Gina Savitri
Huh andrew sama keponakan aja jahat berniat mau sama ibunya 😏
Andrew bukan cinta sama anna tapi terobsesi aja nikmati tubuhnya 😣
Gina Savitri
Emang cuma alex yg cinta anna dengan tulus dan memperjuangkan nya sedangkan andrew dan jonathan mencintai anna karna terbiasa bersama2 tanpa memperjuangkan anna 😉
Gina Savitri
Alex walaupun arogan bisa jadi ayah yg baik, klo andrew kayanya nggak mungkin sama keponakan aja nggak perhatian apalagi anak sendiri 😏
Gina Savitri
Mamam tuh andrew suami penghianat bukan anna yg berkhianat 😏
Gina Savitri
Anna merasa di perjuangkan klo sama alex sedangkan sama nathan merasa nyaman karna di perhatikan dan sama andrew merasa terbiasa bersama aja 😁
Gina Savitri
Alex laki2 yg tepat buat anna soalnya selalu perhatian, sayang dan cinta anna dan anaknya dan anna juga mencintai alex
andrew kelihatan egois cuma butuh anna sebagai istri bukan ibu dari seorang anak yg dlm kenyataan sama keponakan aja andrew jahat gimana sama anak orang lain dan anaknya nanti
Tuấn Mark
cewknya juga kenapa keluar kamar
AndaLinda
sukak banget ceritanya,, penuh lika liku kehidupan tapi happy ending semuanya,,
apalagi gambar animenya ... paling suka... karna dari dulu suka baca komik jepang, jadi enjoy ajha baca cerita ini,, banyak rasa disaat mengikuti perjalanan cerita cinta anna sama alex. tq thor,, terap semangat membuat karya lainnya yg the best dan keren. sukses selalu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!