Shen Kuo Yu, bilioner wanita yang tewas di puncak kejayaannya karena kebocoran jantung, ia terbangun di tubuh Liu Xiao Xiao- gadis malang yang disiksa oleh keluarga angkatnya. Takdir pahit menantinya. Ia dipaksa menggantikan saudari tiri nya untuk menjadi pengantin pengganti dan menikahi Pangeran Keempat yang konon buruk rupa dan berhati kejam.
Shen Kuo Yu akan menaklukan Pangeran itu dan menjadikan nya bidak untuk membalas dendam pada Keluarga Liu yang memperlakukan nya seperti binatang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7 : Hadiah Selir
Zhi Chen tertawa hambar mendengar tawaran Xiao Xiao. Di tengah aula yang disaksikan oleh Kaisar dan Permaisuri, ia merasa gadis di depannya ini benar-benar gila atau memang sudah bosan hidup.
"Kesepakatan?" Zhi Chen berbisik tepat di telinga Xiao Xiao, suaranya dingin menusuk. "Kita bicarakan harga itu nanti, jika kau bisa selamat melewati malam ini."
Prosesi pernikahan berlangsung singkat dan kaku. Tidak ada senyum dari Kaisar, apalagi Permaisuri yang menatap Xiao Xiao seolah-olah ia adalah barang rongsokan yang dibuang ke istana Pangeran Keempat.
Setelah upacara minum teh yang terasa sangat dingin, Xiao Xiao langsung digiring menuju kediamannya.
Namun, Xiao Xiao terkejut saat melihat tempat tinggalnya. Bukan paviliun mewah yang biasanya diberikan untuk istri seorang Pangeran, melainkan sebuah bangunan tua di pojok paling belakang istana yang disebut Paviliun Teratai Hitam.
"Nona, ini... ini tempat tinggal kita?" Mao berbisik ketakutan melihat bangunan yang dikelilingi rumput liar dan bau lembap.
Xiao Xiao hanya mengangguk tenang. "Setidaknya di sini jauh dari jangkauan mata-mata mereka, Mao."
Malam harinya, saat Xiao Xiao sedang mencoba merapikan pakaian di kamar yang dingin tanpa pemanas, pintu paviliun diketuk.
Seorang pelayan masuk membawa sebuah nampan kayu. Di atasnya terdapat sebuah kotak dupa kecil berwarna keunguan dan sebotol minyak wangi.
"Nyonya muda, ini adalah hadiah dari Selir Agung sebagai ucapan selamat datang. Beliau berpesan agar Nyonya membakar dupa ini agar tidur Anda lebih nyenyak," ujar pelayan itu dengan wajah menunduk, lalu segera pergi setelah meletakkan nampan.
Xiao Xiao mendekati dupa itu. Sebagai mantan bilioner yang sering berurusan dengan berbagai jenis barang mewah, termasuk salah satu perusahaan parfumnya--- penciumannya sangat peka. Ia tidak langsung membakarnya. Ia mengambil sedikit serbuk dupa itu dan menggosoknya di antara jari-jarinya.
"Mao, jangan nyalakan dupa ini," perintah Xiao Xiao tiba-tiba.
"Kenapa, Nona? Baunya sangat harum."
"Ini bukan dupa biasa. Ada campuran tanaman bunga tidur abadi di dalamnya," ujar Xiao Xiao dengan mata berkilat tajam. "Jika dihirup terus-menerus dalam ruangan tertutup, paru-parumu akan melemah dan kau akan mati dalam tidur tanpa ada yang curiga dalam waktu satu bulan. Selir itu... dia ingin membunuhku dengan cara yang sangat halus."
Mao menutup mulutnya, wajahnya pucat pasi. "Lalu kita harus bagaimana, Nona?"
"Simpan ini. Kita akan membutuhkannya nanti untuk membalas mereka," jawab Xiao Xiao tenang.
Tiba-tiba, suara langkah kaki berat terdengar dari luar. Pintu kamar terbuka kasar, menampakkan sosok Wang Zhi Chen yang masih mengenakan jubah hitamnya. Ia terlihat sedikit mabuk, matanya merah menatap Xiao Xiao yang masih mengenakan gaun merah pernikahan.
Zhi Chen berjalan mendekat, lalu duduk di tepi ranjang yang keras. Ia memperhatikan Xiao Xiao yang sama sekali tidak terlihat takut dengan kehadirannya.
"Kau tidak menyalakan dupa pemberian Selir Agung?" tanya Zhi Chen, matanya melirik ke arah nampan.
"Saya lebih suka mencium wangi Anda daripada wangi kematian, Pangeran," jawab Xiao Xiao santai sembari duduk di kursi di depan pangeran itu.
Zhi Chen terdiam sejenak, lalu ia melepaskan topeng peraknya, menunjukkan seluruh bekas luka bakarnya yang mengerikan di bawah cahaya lilin. "Sekarang, katakan padaku. Apa 'harga' yang kau inginkan dari kesepakatan yang kau tawarkan tadi?"
Xiao Xiao menatap wajah rusak itu tanpa rasa jijik sedikit pun. "Mudah saja. Aku ingin kau memberiku akses penuh ke perpustakaan rahasiamu, dan aku ingin kau memberikan kekuasaan padaku untuk mengatur pengeluaran dan bisnis di istana ini. Sebagai gantinya, aku akan membersihkan orang-orang yang ingin meracunimu dari dalam." ujar nya santai dan tenang.
Zhi Chen menyipitkan mata, menatap gadis kecil yang sangat percaya diri ini. "Kau... sebenarnya siapa?"
Menurut informasi dari Gu Po, Liu Xiu sangat manja dan kekanakan. Lalu Liu Xiu yang kulihat di lukisan memiliki dada rata, mengapa orang ini--- Batin Pangeran
Aghhh mesum! Batin nya sendiri bergejolak. Pangeran Wang Zhi Chen memang tidak sepeduli itu dengan wanita.
Akan kupenggal kepala nya jika ia berulah. Pikir Pangeran Zhi Chen ketika menatap Xiao xiao.
Xiao Xiao tersenyum penuh rahasia. "Anggap saja saya adalah 'investasi' terbaik yang pernah mampir ke hidup Anda, Pangeran." Lontar Xiao xiao sembari tersenyum manis.
Mao yang melihat itu sudah tersipu. Sementara Zhi Chen dia terlihat acuh.
***
Happy Reading❤️
Mohon Dukungan
● Like
● Komen
● Subscribe
● Ikuti Penulis
Terimakasih ^_^ ❤️