NovelToon NovelToon
Blind Love

Blind Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen School/College / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yoelfu

Jika ada perempuan lain yang bisa meluluhkan hati Aksa selain ibu dan adiknya, maka Love lah perempuan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoelfu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kunjungan Pertama

Love turun dari mobil Aksa ketika kendaraan beroda empat itu sampai di rumah besar keluarga Ganendra. Mata Love langsung disuguhkan keasrian rumah tersebut. Meskipun malam hari, keindahan rumah tersebut begitu bisa jelas terlihat.

"Ayo masuk." ajak Aksa kepada Love. Menyadarkan gadis itu dari keterdiaman.

Dengan menarik napas panjang, Love melangkah. Gedorang jantungnya semakin menjadi dan dia semakin gugup.

Melihat Love yang tak banyak bicara sedari tadi, membuat Aksa mengerti jika kekasihnya dilanda kegugupan.

"Gugup?" Aksa menghalangi langkah Love dan menatap gadis itu dalam. Love tak langsung menjawab dan bahkan hanya berdiri dengan tak tenang.

"Nggak akan ada yang memarahi kamu di sini Princess. Paling-paling ulah Kla yang nyebelin yang akan kamu dapati nanti. Kamu khawatir tentang apa?"

Menggeleng. "Aku nggak mengkhawatirkan apapun Prince. Tapi kayanya wajar deh kalau semua cewek akan gugup kalau diajak makan malam sama keluarga cowoknya." jawab Love.

"Hanya itu?" khas Aksa sekali. Begitu santai menyingkapi kegugupan Love.

Dengan berdecih, Love mencubit perut Aksa. "Iya. Puas kamu. Kamu kan emang kaya gitu, santai banget ngadepin sesuatu."

Tanpa menanggapi ucapan Love, Aksa menarik tangan gadis itu untuk segera masuk ke dalam rumah. "Masuk dulu, Bunda pasti udah nunggu."

Bukan hanya Kenya saja sebetulnya yang menunggu, tapi Kla juga. Ini pertama kalinya mereka akan menerima tamu spesial yang berstatus kekasih Aksa. Ah, Aksa benar-benar sudah dewasa sekarang.

Sampai dalam rumah, Love bisa mendengar tawa Kenya entah karena apa. Aksa tak heran dengan itu, mungkin saja adiknya sedang melakukan hal yang konyol.

Dan benar saja, setelah Love dan Aksa masuk ke dalam ruang keluarga, pemandangam menggelikan terlihat. Kepala Kla masuk ke dalam kaos bagian belakang yang di pakai sang ayah. Dan kedua tangannya dipegang erat oleh Daka agar Kla tak bisa melepaskan diri.

Love hanya bisa menahan tawa ketika jeritan Kla teredam oleh punggung Daka. Karena Daka memang membawa Kla berjalan kesana-kemari.

"Ayahhhh." Daka tak menanggapi, bahkan mereka belum menyadari kedatangan Aksa dan Love ke rumah tersebut.

"Mohon dimaklumi aja ya Princess. Memang begitulah kelakuan kami." Love ******** senyumnya dan menatap Kla yang kesusahan melepaskan diri dari sang ayah.

"Seru." katanya sambil menatap Aksa.

Mengedikkan kepalanya, Aksa memberi kode untuk mendekati mereka. "Assalamualaikum."

"Waalikum salam." Kenya menoleh dan mendapati Aksa dan juga Love yang sudah berada di belakang sofa.

"Eh, udah dateng." Love mendekati Kenya dan bersalaman. Pun dengan Daka.

"Kak Love lihat itu tadi?" tanya Kla sambil mendelik. Love mengangguk dan terkekeh.

"Iya." jawabnya geli.

"Aihh." Kla langsung bersembunyi di belakang punggung ayahnya karena malu.

"Gara-gara Ayah nih. Rusak sudah citra putri Indonesia yang adek miliki."

Aksa beringsut maju dan mengempit Kla di ketiaknya. Tangan lelaki itu menjitaki kepala gadis itu pelan, sampai Kla menjerit-jerit karena tak bisa melepaskan diri. Putri Indonesia katanya? Astaga, benar-benar tak sadar diri tingkahnya seaneh itu.

"Bundaaa. Abang keteknya bau. Dulu ngidam apa sih, sampai gini banget baunya." Kla tentu membual.

Melihat apa yang terjadi dengan kedua kakak beradik itu, membuat yang melihat tertawa. Benar-benar keluarga yang konyol.

"Love sehat?" mereka semua sudah duduk manis di sofa ruang keluarga, dengan Kenya dan Love duduk bersebelahan.

"Sehat Tante. Maaf, Love baru datang ke sini."

"Bukan masalah. Tante paham kok kalau Love sibuk dengan kuliah. Tapi, Tante ngundang Love ke sini nggak ganggu waktu Love kan?"

Love cepat-cepat menggeleng. "Enggak Tante. Love seneng bisa diundang Tante makan malam." mereka kemudian mengobrol ringan sebelum makan malam di mulai.

"Abang tadi jemput Love izin sama Om Marvel kan?" Daka bertanya di sela mengunyah makanannya. Makan malam sudah di mulai.

"Iya dong Yah. Kalau nggak izin namanya nyulik." jawab Aksa enteng. Love hanya tersenyum saja melihat interaksi keluarga Ganendra.

Kegugupan yang tadi melandanya berangsur hilang karena baik Kenya maupun Daka menerimanya dengan sangat baik.

"Love!" gadis itu mendongak dan menatap Daka.

"Iya Om."

"Gimana nilai Love semester ini?"

"Alhamdulillah Om, lulus semua." Daka mengangguk.

"Bagus, jangan karena direcoki sama Aksa, kamu jadi males belajar ya." Love tersenyum malu sambil melirik Aksa yang sibuk dengan makanannya. Pura-pura tak mendengar apa yang sang ayah ucapkan.

"Si Abang malu tuh Kak sebenernya, mangkanya nunduk aja kaya Upacara pas mengheningkan cipta." Aksa sontak mendongak dengan wajah super biasanya dan menatap sang adik malas tanpa menjawab.

°•°

Selesai makan malam, Love masih betah di kediaman Aksa dengan mengobrolkan banyak hal. Lagipula, waktu masih belum terlalu malam, jadi Aksa masih membiarkan Love menikmati kebersamaan bersama keluarganya.

Ketika dia meminta izin Marvel tadi, ayah Love itu memberi waktu agar Aksa harus memulangkan Love paling lambat pukul sepuluh malam. Mengingat jarak tempuh antara kediaman Nareswara dan Ganendra lumayan jauh.

"Love." panggil Kenya. Setelah mendapat perhatian dari Love, ibu Aksa itu bersuara. "Kalau nanti Aksa udah berangkat, kamu sering-sering main ke sini ya Nak." wajah Love langsung berubah ketika Kenya mengatakan itu.

"Kamu nggak perlu sedih," tangan Kenya sudah menggenggam tangan Love lembut. "Aksa pasti akan setia sama kamu kok. Dia kan persis bapaknya. Nggak akan ngelirik cewek lain karena mereka selalu memegang komitmen yang mereka buat."

Baik Aksa maupun Daka memang sedang asik dengan kegiatan mereka. Memisahkan diri dari para perempuan. Jadi mereka tak mendengar apa yang Kenya ucapkan.

"Maaf Tante, karena Love waktu itu pernah bertindak kekanakan."

Kenya menggeleng. "Itu reaksi normal Nak. Nggak ada orang yang ingin ditinggalkan oleh orang yang kita cintai. Tante juga demikian. Tapi, inilah hidup. Ada banyak hal yang tak terduga. Dan tugas kamu adalah menyiapkan diri agar kamu bisa menghadapi hal-hal tak terduga itu dengan kuat." Love menyetujui apa yang Kenya katakan padanya.

Jika mengutip dari apa yang dikatakan salah satu Ustad, di dunia ini hanyalah ada ketidak pastian. Semuanya serba mungkin, karena masa depan adalah sebuah misteri.

Love pernah mendengar itu ketika ibunya mendengarkan ceramah dari Ustad yang di idolakan oleh Sha.

"Iya Tante. Love akan mengingat pesan Tante dengan baik." Kla sudah meringkuk tidur di sofa karena perutnya kekenyangan, jadi tak mendengar pembicaraan ibunya dan juga Love. Seandainya dia mendengar ibunya membahas masalah yang sudah berlalu itu, dia pasti akan mencibir Love dengan wajah yang menyebalkannya.

Akhirnya kunjungan ke rumah Aksa berakhir. Love masih saja terdiam di dalam mobil yang akan membawanya sampai ke rumahnya. Sedangkan Aksa masih sibuk dengan stirnya, membiarkan Love dengan apa yang dipikirkannya.

Jalanan lumayan lengang. Jadi tak perlu waktu lama untuk sampai ke rumah Love.

"Mau sampai kapan kamu diam gitu Princess." Love mengalihkan matanya dari jendela kearah Aksa. Lelaki itu juga tengah memandangnya.

"Udah sampai ya?" Love melihat ke luar dan mengernyit. Dia hafal dengan tempat tersebut, tapi kenapa Aksa berhenti di sana pikirnya.

"Kok, kita berhenti di sini?"

"Nunggu kamu sadar dulu." jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Seharusnya Aksa segera memulangkan kekasihnya itu.

"Aku kan dari tadi sadar. Nggak pingsan juga." jawab Love dengan agak cemberut.

"Kamu mikir apa sih sampai sefokus itu? Nggak ngomong juga dari masuk ke dalam mobil tadi." penasaran Aksa.

"Enggak sih. Cuma ngitung waktu aja, kok cepet banget berlalu." mata Love terlihat redup ketika mengatakan itu. Aksa tahu maksud dari Love.

Dengan menarik nafas panjang, Aksa kembali menjalankan mobilnya dan masuk ke dalam halaman rumah keluarga Nareswara. Aksa memang tadi menepikan mobilnya di depan kediaman Nareswara dan tidak langsung masuk dan mengembalikan Love untuk pulang.

"Kamu istirahat. Nggak usah memikirkan apa yang akan terjadi, jalani aja apa yang ada sekarang. Bisa?" keduanya sudah ada di depan rumah Love dan Aksa akan menemui Marvel dulu untuk absen muka jika dia sudah bertanggung jawab menjaga Love dengan baik ketika pergi bersamanya.

"Iya." tak ada bantahan yang dikeluarkan Love untuk mendebat kekasihnya. Dia hanya berusaha untuk menurut apa yang Aksa katakan.

Sampai Love membuka pintu dan mendapati ayahnya sudah menunggu di ruang tamu.

Aksa menemui Marvel untuk sekedar basa-basi kepada lelaki itu. Kemudian dia pulang dengan Love mengantarkannya kembali ke depan rumah.

"Prince hati-hati ya, nggak usah ngebut." pesannya sambil menggandeng tangan kiri Aksa. Tak rela berpisah dengan lelaki itu.

"Iya. Kamu masuk gih. Istirahat."

Menggeleng. "Nunggu sampai Prince pulang." katanya.

Aksa tak lagi mendebat. Dengan memberi usapan lembut di kepala gadis itu, dia masuk ke dalam mobilnya, membuka jendela mobilnya, dan mengklakson untuk berpamitan dengan Love.

Love tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Aksa. Setelah mobil Aksa sudah tak terlihat lagi, gadis itu masuk ke dalam rumah.

Aksa memang tak pernah 'menjamah' bagian tubuh Love dengan berlebihan. Jangankan mengecup bibir gadis itu, mencium dahinya saja tak pernah. Meskipun kadang Love ingin lebih dari gandengan tangan, tapi dia juga tak berani bertindak lebih dulu. Karen dia tahu, itulah cara Aksa melindungi dirinya.

•°•

1
Luar biasa
Azzalea
ini asli nggak ada kelanjutanya kah.... padahal udah nungguin dari lama🥰🥰🥰🥰
Anggra
kykny menarik
Violet Agfa
kakaaakkk... ...kenapa ggak lnjut aGe karyany..... padahal aku tu sring bGt liad plat ny kk, aku ama blind love suuukaaa bGt, ini cerita awaL xG aku bCa pas nemu app inii,,, tapiiii ditungguiiinnn loem ada hilal kLo bakalan ada krya lagiii.. ....
How?
tetap semangat bro
nanae
gondok bacanya.. nangis jdinya
Siti Hidayatun
aduhh bner serem ya... makanya anak2 ak gak da yang boleh liat sinetron. emaknya tiap hari jadi ikutan nonton riko the series sopo jarwo dll..
Siti Hidayatun
kaya ak... anak bru 6 sma 4 th klo langgar peraturan hukum
Siti Hidayatun
keingwt dlu LDR an pdhl tegal jakarta. ak yang dijakarta karena kerja sambil sekolah..beray dan nyesek. tetapi tuhan berkata lain dan kiya tidak berjodoh
Siti Hidayatun
syedih ya Allah
Siti Hidayatun
haaaahaaaa
Siti Hidayatun
serasa masul di dunia novel ini
Siti Hidayatun
kocak
Arshell
gila Aksa, sebelas dua belas sama daka pas waktu masa pacaran. like father like son
Rasya Pertiiwii
uhhhuy,banget dah babang virgo 😂
Dian Amelia
duo asik ya..
Dian Amelia
dalam novel aja kalee, secara biasanya cowok ganteng bengal, cowok pinter cupu....huuu7 wakakakakakak😂😂😂
Dian Amelia
tul..author kalo baca flashback lama mudengnya. l😁
Esti Novita W
Kakak, lanjutannya dimanakah???
Ristiah Anakjawa
aq ikut mewek jadi ea
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!