NovelToon NovelToon
THE DEVIL TO YOU

THE DEVIL TO YOU

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Reinkarnasi / Horror Thriller-Horror / Iblis
Popularitas:623
Nilai: 5
Nama Author: moonsky

Kasus yang menyeret namanya ini menyebabkan Raga dikeluarkan dari sekolah. Akibat dari itu hidup Raga menjadi tambah berat selain masih dalam tahap penyelidikan polisi, masa depan yang ia tata dengan rapih hancur begitu saja. Sampai dimana Raga menghilang dan tidak pernah ditemukan lagi. Ada yang mengatakan bahwa hilangnya Raga masih bersangkutan dengan kasusnya atau penculikan berencana. Namun ditengah huru hara menghilangnya seseorang Raga munculah orang yang mengakui bahwa ia adalah sahabat Raga. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah mereka percaya Raga menghilang? Dan Apakah dia benar sahabat Raga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moonsky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berdoalah semoga nasibmu tak sama

Keberanian Anwar sungguh membuat hati Wisnu terbakar. Rasanya seperti ditusuk-tusuk oleh pisau berlapiskan Api. Senyuman Wisnu yang tadinya manis seperti madu kini berubah menjadi serigala yang siap menerka mangsanya.

"Tangkap dia lalu kita perlakukan seperti Raga." Ucapnya kepada enam orang yang masih berada di ruangan tersebut. Sementara Anwar tentunya sudah berhasil lolos dari ruang tersebut. Hal itu dikarenakan dirinya yang dekat pintu keluar ruang itu. Namun ketika ia keluar tata bangunan yang ia lihat tadi kini menjadi berubah. Anwar masih ingat ketika dia masuk kedalam bangunan ini ia tidak menemukan lorong cabang yang sekarang tentunya membingungkan dia. Yang ada tadi hanyalah ruangan tengah yang luas tanpa batasan lalu di setiap sisinya terdapat ruangan dengan label yang terpasang di pintu. Dan ruangan yang tadi Anwar masuk adalah ruang packing barang.

Sungguh aneh. Anwar tidak mengerti bagaimana bisa denah bangunan ini bisa berubah begitu cepat. Perubahannya pun tidak bisa ia rasakan ataupun tanda tanda tertentu. Disaat ia sedang berpikir memilih untuk masuk ke lorong yang mana tiba tiba suara sirene berbunyi dengan nyaring. Anwar sudah tahu jika ini peringatan untuk dirinya yang harus segera ditangkap. Tanpa ada pilihan lain Anwar memilih lorong sebelah kiri dengan diameter bermuatan untuk dua orang. Lalu ia memasuki lorong itu dengan tergesa gesa karena Anwar tahu jika orang orang diruang tadi sedang mengejarnya.

Ketika sudah sampai ujung lorong Anwar melihat pantulan cahaya yang tidak asing baginya dan ketika ia sudah keluar sepenuhnya dari lorong itu, ia bisa melihat dengan jelas bahwa Cahaya itu berasal dari pintu yang dibuka lebar oleh perempuan yang mengantarkannya tadi. Anwar tersenyum lega bahwa lorong yang dipilih ini membawanya menuju pintu masuk yang tadi ia lewati. Kemudian Anwar berlari beriringan dengan Suara sirene yang masih berbunyi begitu nyaring.

"Apa kau tahu tempat ini? dan kau dibayar untuk menjaga pintu bangunan ini?" Tanya Anwar yang masih sempat untuk bertanya kepada perempuan yang mungkin tampilannya kini seperti pertama kali melihat Gadis.

Perempuan itu hanya menjawab "Ayo aku selamatkan." Lalu perempuan itu pun kembali menarik lengan Anwar  dengan memegang telapak tangannya secara paksa untuk cepat keluar dari mulut pintu dalam. Namun sesuatu aneh yang Anwar rasakan ketika telapak tangannya bersatu dengan perempuan ini. Ia merasakan dirinya sedang di sengat oleh listrik dengan daya diatas rata rata. Akibat hal yang ia rasakan itu dirinya mengalami kejang ditempat lalu tubuhnya ambruk ke lantai pandangan nya menjadi buram sampai telinga dia tidak bisa mendengar suara apapun kecuali lengkingan yang pilu. Matanya mulai berair dan gelap.

Sampai kemudian dirinya disadarkan oleh semburan air yang disengaja mengarah tubuhnya. Mulut Anwar menguap diikuti dengan mata yang terbelak. Anwar mencoba menggerakkan seluruh tubuhnya namun merasa ada yang ganjal. Dan setelah menyadari sepenuhnya Anwar tahu jika sekarang ini dirinya sedang duduk di kursi dengan seluruh tubuhnya yang dikat oleh tali tambang.

"Kau sudah sadar?" Ucap seseorang perempuan dan tentunya Anwar mengetahui jika dia adalah orang yang membuat bisa seperti ini. Perempuan itu tepat berdiri di samping air dengan membawa ember berukuran sedang. Sepertinya ember itu yang berisikan air lalu ia tumpahkan ke tubuh Anwar

Anwar tersenyum kecut "Brengsek."

"Aku melakukan ini perintah Wisnu. Aku pamit tugas ku sudah selesai." Jawabnya tanpa ekspresi yang menyenangkan.

Kepalanya masih sedikit pusing mungkin akibat sengatan listrik tadi ditambah pakaian nya basah kuyup. Anwar baru mengingat jika dirinya masih menggunakan seragam sekolah. Tapi itu tidak penting yang Anwar keheranan lagi ialah tempat ini. Anwar berada di tengah himpitan yang di sisi kananya dipenuhi dengan tanaman singkong yang menjulang tingginya sekitar tiga meter.

"Anwar bagaimana dengan kejadian tadi." Ucap seseorang yang suara serta langkah kakinya akan menghampiri Anwar. Namun sepertinya dia tidak sendiri orang itu membawa pasukannya dan tentunya dia adalah Wisnu.

"Apa yang ingin kau lakukan kepada ku?" Ucap Anwar

Wisnu yang mendengar kalimat itu hanya bisa tersenyum angkuh lalu menghampiri Anwar dengan jarak yang begitu dekat. Wisnu mengangkat dagu Anwar supaya ia bisa melihat ekspresi Anwar dengan jelas bahwa keadaan ini begitu menyiksa untuknya.

"Berdoalah semoga nasibmu tak sama." Sebelum menjauh dari Anwar, Wisnu terlebih dahulu menampar pipi Anwar dengan tekanan yang begitu keras sehingga darah segar keluar dari ujung tepi bibir Anwar.

"Jika kau ingin tahu siapa diriku bergabung dengan ku Anwar. Kau ini orang terpilih yang aku perhitungan untuk masuk bisnis bersama ku. Karena aku melihat mu seperti mempunyai jiwa pahlawan dan pemberontakan terbukti bukan sekarang kau pemberontak."

Mendengar hal itu Anwar teringat kembali suatu momen yang dimana ketika masih menjadi Raga dirinya diperlakukan seperti ini pada malam hari. Namun ia tidak ingat sepenuhnya yang ia ingat dirinya sudah ada di tempat yang tidak ia ketahui dengan keadaan babak belur dan luka luka yang lumayan parah.

Akan tetapi kali ini dirinya sudah berubah wujud menjadi Anwar berkat bantuan tuan dan aa yakin dia akan menang

"Kenapa kau tersenyum? Apakah ada yang lucu dengan perkataan ku?"

"Katamu aku ini adalah orang pilihan untuk bergabung dengan bisnismu. Padahal tujuannya bukan itu. Tujuan mu yang sebenarnya ialah untuk mengajak ku dan membungkam ku supaya tidak menyelidiki siapa yang menghilangkan Raga yang sampai saat ini belum ditemukan. Karena aku mendengar dari seseorang jika kaulah orang yang menyebarkan rumor ku disekolah kalau aku ini sahabat Raga. Dan aku sekarang tahu ternyata kau memang badar obat terlarang. Ada siapa dibelakang mu, orang tua yang pengacara itu atau polisi?" Tentunya Anwar tersenyum puas setelah mengatakan seperti tadi. Lalu orang bertubuh besar serta berotot yang bersama Wisnu itu menghampiri Anwar hanya untuk menendang yang mana tendangan nya itu tepat mendarat di pinggang kiri Anwar yang berhasil membuatnya Anwar ambruk.

"Ternyata kau sudah tahu banyak. Aku salut jika Raga mempunyai sahabat yang begitu solidaritas sepertimu. Aku jadi sirik kepada Raga dan aku sangat menyesal telah membunuh Raga padahal dia orang miskin. Maafkan aku Anwar."

"BRENGSEK WISNU! RAGA BELUM MATI! DIA MASIH HIDUP! YANG SEHARUSNYA MATI ITU KAU!" Jawab Anwar begitu emosi. Tentunya Anwar merasa di sundut api amarah dengan perkataan Wisnu ini. Karena Wisnu tidak tahu jika Anwar ini adalah Raga. Anwar terbelenggu amarah. Erangan emosi terus ia keluarkan demi menunjuk bahwa ia tidak lemah dimata Wisnu tapi sebagaimana pun ia emosi tubuhnya masih menyatu dengan kursi terikat kencang disana ditambah posisi dirinya masih ambruk tergeletak di tanah.

"Kau marah? Tadinya aku ingin kau mati juga seperti Raga tapi sayang sepertinya kau harus hidup lebih lama lagi." Wisnu mendekati kembali ke arah Anwar. namun sekarang ia mengeluarkan suntikan berukuran kecil yang terdapat cairan warna kuning didalamnya.

Tanpa segan Wisnu menancapkan suntikan yang berisikan cairan ini tepat di leher Anwar. Anwar yang mendapatkan perlakuan seperti ini jelas merasakan kesakitan yang ia rasakan dari kepala.

"Apa yang kau lakukan kepada ku Wisnu?" Ucap Anwar terbata bata beringin dengan Wisnu yang masih menancapkan suntikan itu dilehernya. Setelah cairan didalam suntikan itu masuk sepenuhnya ke dalam tubuh Anwar. Anwar merasakan jika tubuhnya begitu kaku tidak bisa digerakkan.

"Selamat menikmati Anwar."

1
novi
uang gasii
moonsky: kak makasih udah mampir, doa terbaik untukmu kak💖🍓
novi: seru bgt thor ceritanya, mangangkat berita yg lagi Hot nih, Hot selalu sih kalau di konoha
total 3 replies
novi
kan mesti wes. ayo umbar kamu harus usut tuntas
moonsky: mmm gimana yah
novi: BJIR PLS JANGAN ATUH THOR DIA ORG BAEK². PLS YG MATI MENDING ITU TUH YG BEJAT² GUE RELA SUMPAH
total 3 replies
novi
emg masih ada ya polisi yg kya gini?
moonsky: kak😭😭
total 1 replies
novi
halo kak! aku udah mampir ya... semangat terus kak! ceritanya keren, bahasanya terstruktur. mudah di mengerti
novi: iyaa kak sama sama, aamiin
moonsky: terimakasih kak💖✨ semoga kita bisa terus berkembang dan semangat berkarya ✨💖💖
total 2 replies
novi
apakah raga akan berubah menjadi siluman ular?
moonsky: hmmm 🐋
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
hai kak, maaf bru mampir lagi🤗
moonsky: hallo kak, its okay semangat kak!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!