NovelToon NovelToon
BERPINDAH TUBUH KE PUTRI SAMPAH

BERPINDAH TUBUH KE PUTRI SAMPAH

Status: tamat
Genre:Tamat / Fantasi Timur / Time Travel / Sistem / Murid Genius
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Nurul Senggrong

Alisha seorang desainer muda yang mengalami perpindahan tubuh , akibat pembunuhan yang dilakukan oleh salah satu musuhnya .

Apa yang sebenarnya terjadi dengan alisha ?

Tubuh siapa yang saat ini ia tempati ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Senggrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bersih-bersih

Merasa bosan Feng Yin keluar dari kamar yang ia tempati . Dia berjalan di sekitar rumah . Ternyata suasananya sangat sepi .

Feng Yin berjalan santai . Ternyata rumah yang sekarang ia tempati sangat besar . Hanya saja bangunannya banyak yang terpisah.

" Apa tidak rugi membiarkan rumah sebesar ini terbengkalai," gumam Feng Yin .

Rumah ini nampak kotor . Dapat terlihat banyak dinding kayu yang sudah rusak . Atap rumah pun banyak yang bocor. Sepertinya rumah ini sudah lama tidak terawat.

Feng Yin harus bekerja keras jika ingin tinggal di rumah ini . Kalau tidak dia harus kembali ke rumah jenderal Feng.

" Nona !" teriak shui dengan panik .

Feng Yin yang sibuk berfikir harus mengalihkan perhatiannya dengan kedatangan Shui .

Shui menghampirinya dengan nafas yang ngos-ngosan. Ditangannya ada bungkusan yang entah apa isinya.

" Apa yang kamu bawa ?" tanya Feng Yin begitu Shui sudah ada di hadapannya.

" Saya membeli bakpao dan juga sop ayam kesukaan nona ," jawab Shui dengan tersendat.

" Kamu kenapa ngos-ngosan seperti itu . Seperti orang dikejar anjing saja ."

" Maaf nona ... saya panik saat nona tidak ada dikamar . Jadi saya berlarian ke sana kemari mencari nona ."

" Kok gitu aja panik ?"

" ..."

Shui bingung mau jawab apa . Jadi yang bisa ia lakukan hanya meminta maaf .

" Maaf ."

" Baiklah ... mari kita makan ," ajak Feng Yin dengan berbinar. Perutnya sudah meronta ingin di isi .

" Dimana nona ?" tanya shui dengan bingung .

" Ya di ruang makan lah ," jawab Feng Yin dengan santai .

" Tetapi ruangan itu belum dibersihkan," jawab shui dengan menunduk . Dia takut sang majikan memarahinya .

" Oh ...tidak masalah kalau begitu. Kita makan di kamar aku saja , " jawab Feng Yin santai .

Feng Yin langsung berjalan menuju kamarnya. Dia meninggalkan Shui yang terbengong melihat sifat santai majikannya.

" Apa beliau masih nona Feng Yin yang biasanya?" tanya Shui dalam hati . Hal itu bisa di dengar oleh Feng yin .

" Maaf Shui ... majikanmu telah meninggal dan saat ini kamu harus melayaniku ," gumam Feng Yin dengan lirih .

Feng Yin sudah tiba di depan kamarnya. Tetapi Shui masih berdiri di tempat yang sama.

Feng Yin menghela nafasnya agar tidak emosi . Sebab jika dibanding Feng yin yang asli , alisha lebih mengerikan jika sedang marah .

" Kenapa masih diam disitu saja !" teriak Feng Yin.

Shui langsung berlari begitu mendengar teriakan Feng Yin . Dia tidak ingin majikannya itu marah kepadanya.

Begitu sampai di dalam kamar , Shui langsung meletakkan bungkusan yang berisi makanan itu ke atas meja . Kemudian keluar kamar untuk mengambil wadah yang bisa ia gunakan untuk menaruh sop ayam dan juga bakpao yang ia bawa .

Shui meletakkan sop ayam kedalam mangkok dan bakpaonya kedalam piring . Kemudian memberikan piring kosong buat Feng Yin . Setelah itu dia mempersilakan Feng Yin untuk memakannya.

" Silahkan nona ."

" Dimana piring mu?"

" Saya akan makan di kamar saya saja nona ," jawab Shui dengan sopan .

" Ambil piring lagi , cepat!" perintah Feng Yin tidak bisa diganggu gugat .

" Tapi nona ..."

" Tidak ada penolakan. Aku tidak suka makan sendiri. Jadi mulai sekarang kamu akan makan semeja denganku. Kalau tidak mau , kamu boleh keluar dari rumah ini ," ancam Feng Yin dengan serius .

Mendengar ucapan Feng Yin yang terkesan dingin , membuat Shui mau tidak mau harus mematuhinya.

Shui mengambil satu piring lagi dan duduk di depan Feng Yin .

Feng Yin mengambil satu bakpao dan memakannya. Ternyata rasanya tidak sesuai ekspektasi nya. Tetapi dia bisa melihat jika Shui memakan bakpaonya dengan lahap. Sepertinya dia sangat lapar.

Setelah menghabiskan satu buah bakpao, Feng Yin mengambil sedikit sop ayam . Rasanya tidak jauh beda dengan bakpao yang telah ia makan . Rasa sop ayam itu tawar seperti tidak ada bumbu sama sekali .

Meskipun begitu Feng Yin masih menghabiskan sop ayam yang ada di piringnya.

"Nona sudah selesai?" tanya Shui begitu Feng Yin tidak melanjutkan makannya. Padahal masih ada bakpao dan SOP ayam yang tersisa .

"Sudah ... kamu habiskan saja makanannya."

"Memangnya nona sudah kenyang ?"

"Sudah ."

Shui tidak bertanya lagi . Dia menyelesaikan makannya dengan gugup . Setelah itu barulah membawa peralatan yang kotor ke belakang.

Feng Yin tetap duduk di kursinya. Dia masih menunggu kedatangan Shui . Tak lama kemudian Shui masuk lagi ke kamar .

"Apa ada yang bisa saya bantu lagi , nona ?"

"Apakah aku membawa baju dari rumah ?"

"Bawa nona ... semua sudah ada dalam lemari . Apakah nona ingin mandi sekarang?"

"Hem !"

"Mari saya _"

"Kamu lebih baik keluar . Aku ingin mandi sendiri ."

"Tapi nona i _"

"Tidak ada kata tapi . Lebih baik kamu siapkan alat yang bisa kita gunakan untuk membersihkan rumah ini ."

"Baik nona ."

Dengan patuh Shui keluar dari ruangan itu . Dia melakukan apa yang diperintahkan Feng Yin kepadanya. Tetapi yang tidak ia ketahui bukan hanya dia yang akan bersih-bersih. Feng Yin juga akan ikut membantu .

Feng Yin menatap pakaian yang ada di dalam lemari sambil memijat kepalanya yang tiba-tiba sakit . Ternyata selera Feng Yin yang asli sangat norak . Sangat bertolak belakang dengan seleranya.

"Kenapa bajunya norak semua sih ... apa matanya nggak sakit ,"gerutu Feng yin sambil menatap tumbukan baju yang mengganggu penglihatannya.

Dia mengambil baju yang menurutnya tidak terlalu norak . Dia membawa baju itu ke dalam kamar mandi yang ada di dalam ruangan .

Begitu masuk kedalam kamar mandi kesabarannya sekali lagi di uji . Dia tidak tahu jika perbedaan kamar mandinya dengan yang ini sangat jauh berbeda. Untung bak mandinya kuat meskipun terbuat dari kuat .

Setelah berganti baju Feng yin menghampiri shui yang sibuk membersihkan ruang tamu .

"Mana alat yang tadi aku butuhkan?"

"Maksud nona ?"

"Aku akan ikut membersih rumah ini ."

"Tidak perlu nona biar _"

Shui tidak melanjutkan ucapannya karena disela oleh Feng Yin .

"Pekerjaan yang dilakukan bersama akan lebih cepat selesai, dari pada dilakukan sendiri."

"Apa nona bisa ?"

"Kalau tidak bisa kan bisa belajar . Kamu tidak perlu khawatir," jawab Feng Yin santai .

Akhirnya Shui menuruti ucapan Feng Yin. Dia tidak menyangka majikan yang biasanya hanya bisa marah-marah ternyata bisa melakukan hal kasar juga . Hasilnya juga tidak buruk .

Shui menatap Feng Yin dengan takjub .

"Kenapa malah ngelamun ?"

"Eh ... maaf nona ."

" Apa koin yang kamu punya masih ada ?"

"Masih banyak nona. Apa anda mau membawanya?"

"Tidak . Aku ingin kamu belanja ."

"Bukankah kita baru sarapan nona . Kok mau belanja lagi ?"

"Buat makan siang nanti . Aku tidak menyuruhmu membeli makanan. Tetapi aku ingin kamu membeli bahannya saja . "

"Tapi saya tidak bisa masak nona ."

"Tidak masalah. Sekarang tolong ambilkan kertas dan pensil !"

"Baik Nona."

Shui mencari kertas yang ada di kamar itu . Kemudian memberikannya pada Feng Yin. Feng Yin menulis apa saja yang ia butuhkan. Kemudian memberikannya pada shui .

" Belanja sekarang nona ?"

" Tidak ... tahun depan ."

" Kok lama amat nona "

" Ya sekarang lah ... biar nanti kita nggak kelaparan."

" Baiklah kalau begitu."

Shui meletakkan sapu dan kemoceng yang tadi ia pakai . Kemudian mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih bersih . Setelah itu dia pergi ke pasar , sesuai yang di instruksikan oleh oleh Feng Yin .

Feng Yin membersihkan ruang tamu setelah itu dapur . Sudah ia duga jika disini hanya ada tungku untuk memasak . Tetapi semua peralatan untuk memasak semuanya tersedia . Meskipun masih kuno.

Feng Yin menata semua alat-alat masak dengan rapi . Semua ia susun dengan teratur. Kemudian barang yang sudah tidak bisa terpakai ia satukan dengan sampah.

Saat Shui datang dia kaget . Ternyata majikannya pandai sekali bersih-bersih. Kalau begini hidup tanpa pelayan pun tidak masalah .

1
Ayu handayani
Luar biasa
Suharnani
Kalau di jaman kuno, Bram itu klan iblis
Anggun Sektiaty
lanjut
Sity Herfa
cerita nya diluar nurul sich v ya ttp suka sama penasaran nanti ending nya gimana ya../Grin/
Sity Herfa
Mampir thor
Awal yg bagus /Smile//Smile/
Suharnani
Hahh😳
yaya
Luar biasa
Suharnani
Wahhh halunya luar biasa Thor. tapi suka bacanya, dari pada jenuh gak ada kerjaan. kerjaan rumah sudah beres
Suharnani
Pencuri lebih ok Thor untuk bahasa jaman kuno
Suharnani
Awas luh sampai menjilat ludah sendiri. gua tampol
Gak rela sih balik sama mahkota
Suharnani
serok ikan 😂
Suharnani
Sutil🤣🤣🤣
Suharnani
Dihh kepedan
Suharnani
Periuk bahasa mana Thor?
Phoobe Pudji
Luar biasa
Phoobe Pudji
nyesel ga tuh🤣🤣🤣
sarah arami
bagus ceritanya
loebaysriitem
Luar biasa
loebaysriitem
sadar akan perbuatan sendiri 🤣🤣🤣🤣🤣
A&R
luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!