NovelToon NovelToon
Di Antara Sepasang Kembar

Di Antara Sepasang Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Murni
Popularitas:383
Nilai: 5
Nama Author: HniHndyni

Cinta, sebuah anugerah yang tak selalu mudah didapatkan. Apalagi ketika harus memilih di antara dua hati yang begitu dekat, dua jiwa yang begitu mirip. Kisah mengharukan tentang cinta, pengorbanan, dan pencarian jati diri di tengah pusaran emosi yang membingungkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HniHndyni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesalahpahaman Kanaya

Beberapa bulan berlalu. Kedekatan Anya dan Raka semakin intens. Mereka resmi berpacaran, dan hubungan mereka terlihat harmonis. Migo dan Kanaya, walaupun awalnya sedikit ragu, akhirnya menerima hubungan tersebut dengan tulus. Mereka menyadari bahwa perasaan tidak bisa dipaksakan, dan yang terpenting adalah kebahagiaan Anya dan Raka.

Suatu hari, keempat sahabat itu berkumpul di sebuah kafe. Suasana terasa hangat dan akrab. Anya terlihat sangat bahagia bersama Raka.

"Aku sangat bersyukur memiliki kalian semua sebagai sahabat," kata Anya, suaranya penuh syukur. "Kalian selalu ada untukku, terutama saat aku sedang dalam kesulitan."

Migo tersenyum. "Sama-sama, Anya. Kita adalah keluarga."

Kanaya mengangguk setuju. "Kita akan selalu ada untuk satu sama lain, apapun yang terjadi."

Raka menggenggam tangan Anya. "Terima kasih, karena kalian semua telah menerimaku."

"Tentu saja," kata Migo. "Kau adalah bagian dari keluarga kita sekarang."

Kanaya menambahkan, "Lagipula, kau sangat baik pada Anya. Kami bisa melihat betapa bahagianya dia bersamamu."

Mereka berempat tertawa bersama, suasana penuh dengan kehangatan dan kebersamaan. Kejadian demam berdarah Anya beberapa waktu lalu, dan dinamika hubungan di antara mereka, telah memperkuat ikatan persahabatan dan kasih sayang mereka. Mereka telah belajar banyak tentang arti persahabatan, pentingnya saling mendukung, dan bagaimana menerima perbedaan. Mereka menyadari bahwa kehidupan memang penuh dengan ketidakpastian, tetapi dengan adanya dukungan dan kebersamaan,mereka bisa melewati semuanya dengan lebih mudah dan bahagia.

Suasana kampus yang biasanya ramai dan ceria, kini terasa mencekam bagi Migo. Ia beberapa kali melihat Damar, mantan kekasih Anya, mengamati Kanaya dari kejauhan. Tatapan Damar tajam dan penuh dendam, membuat Migo merasa tidak nyaman. Ia tahu, Damar belum bisa menerima kenyataan bahwa Anya telah move on dan berpacaran dengan Raka, dan kini, ia sepertinya mengincar Kanaya.

Suatu sore, setelah kuliah, Migo melihat Damar sedang berbicara dengan Kanaya di dekat perpustakaan. Migo menghampiri mereka dengan hati-hati.

"Ada apa, Damar?" tanya Migo, suaranya dingin.

Damar tersenyum sinis. "Hanya mengobrol biasa, Migo. Tidak perlu cemburu."

"Aku tidak cemburu," jawab Migo, tatapannya tajam. "Tapi aku tidak suka kau mendekati Kanaya."

Kanaya terlihat gugup di antara mereka berdua. "Migo, ini hanya kesalahpahaman..."

"Kesalahpahaman?" Damar menyela. "Aku menyukai Kanaya, Migo. Dan aku akan merebutnya darimu."

Migo mengepalkan tangannya. "Jangan coba-coba, Damar. Kanaya adalah pacarku, dan aku tidak akan membiarkanmu menyakitinya."

"Kita lihat saja," kata Damar, lalu berlalu meninggalkan Migo dan Kanaya.

Kanaya memeluk Migo. "Aku takut, Migo," bisiknya.

Migo membalas pelukan Kanaya, menenangkannya. "Tenang, Sayang. Aku akan melindungimu."

Migo tahu, ia harus lebih waspada. Damar terlihat serius dan berbahaya. Ia harus melindungi Kanaya dari ancaman Damar, tanpa harus melibatkan Anya dan Raka dalam masalah ini. Ia harus berpikir keras bagaimana cara mengatasi Damar tanpa membuat situasi menjadi lebih buruk. Ia harus menemukan cara untuk menghentikan Damar dengan bijak, sebelum Damar benar-benar melakukan sesuatu yang menyakiti Kanaya.

Beberapa hari berikutnya, Migo semakin waspada. Ia selalu mengawasi Damar dari kejauhan, menjaga jarak aman dengan Kanaya. Ia juga memberitahu Raka dan Anya tentang ancaman Damar, walaupun ia meminta mereka untuk tidak ikut campur.

Suatu malam, Migo menerima pesan singkat dari nomor tak dikenal. Pesan itu berisi ancaman dan informasi tentang rencana Damar. Damar berencana untuk menculik Kanaya dan membawanya ke tempat terpencil.

Migo langsung menghubungi Raka. "Raka, kita perlu bantuanmu," katanya, suaranya serius.

"Ada apa, Migo?" tanya Raka, kebingungan.

Migo menjelaskan tentang ancaman dan rencana Damar. Raka langsung setuju untuk membantu. Mereka berdua memutuskan untuk menyiapkan strategi untuk menggagalkan rencana Damar. Mereka sepakat untuk melibatkan Anya, bukan untuk ikut dalam aksi, tetapi untuk memberikan dukungan moral dan informasi jika Damar menghubungi Anya.

Malam itu juga, Migo dan Raka mengatur strategi. Mereka memutuskan untuk menjebak Damar. Mereka akan membuat Damar berpikir bahwa rencana penculikannya akan berhasil, tetapi sebenarnya mereka telah menyiapkan jebakan. Anya akan berperan memberikan informasi palsu kepada Damar, sementara Migo dan Raka akan menunggu di tempat yang telah ditentukan untuk menangkap Damar.

Ketegangan memuncak saat rencana mereka mulai dijalankan. Anya menghubungi Damar sesuai rencana, memberikan informasi palsu tentang keberadaan Kanaya. Damar terjebak dan datang ke tempat yang telah ditentukan. Migo dan Raka berhasil menangkap Damar dan menyerahkannya kepada pihak berwajib.

Setelah Damar ditangkap, Migo merasa lega. Ia memeluk Kanaya erat-erat, bersyukur karena rencana Damar berhasil digagalkan. Mereka bertiga—Migo, Raka, dan Anya—saling berpelukan, merasakan kebersamaan dan kekuatan persahabatan mereka. Kejadian ini semakin mempererat ikatan mereka, mengajarkan mereka arti penting persatuan dan keberanian dalam menghadapi ancaman

Kebebasan Damar membuat Migo geram. Ia tak menyangka keluarga Damar begitu berkuasa hingga mampu membebaskannya dengan mudah. Namun, ia tak menyerah. Ia tetap waspada dan terus mengawasi Damar. Yang lebih membuatnya khawatir adalah strategi Damar kali ini: mendekati Anya dan Migo untuk membuat Kanaya cemburu dan salah paham.

Damar memang licik. Ia mulai sering muncul di tempat-tempat yang sering dikunjungi Migo dan Anya, berpura-pura ramah dan peduli. Ia bahkan memberikan hadiah-hadiah kecil kepada Anya, menciptakan kesan bahwa ia menyesali perbuatannya dan ingin berdamai.

Kanaya mulai curiga dan cemburu. Ia melihat kedekatan Damar dan Anya, dan mendengar bisikan-bisikan di kampus tentang hubungan mereka. Ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan Migo dan Anya darinya.

Suatu malam, Kanaya menghampiri Migo dengan wajah cemberut. "Aku melihatmu dan Anya bersama Damar," katanya, suaranya bergetar. "Apa yang sebenarnya terjadi?"

Migo mencoba menjelaskan, "Sayang, itu hanya kebetulan. Damar selalu berusaha mendekati kami, tapi aku selalu menjaga jarak."

"Tapi kenapa kau tidak pernah cerita padaku?" tanya Kanaya, suaranya semakin tinggi.

"Aku tidak ingin membuatmu khawatir," jawab Migo, mencoba menenangkan Kanaya. "Damar berbahaya, aku tidak ingin kau terlibat."

"Jadi, kau menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Kanaya, air matanya mulai menetes.

Migo memeluk Kanaya erat-erat. "Maafkan aku, Sayang. Aku hanya ingin melindungimu."

Kanaya masih merasa ragu dan cemburu. Damar telah berhasil menanamkan benih kecurigaan di hati Kanaya. Migo harus bekerja keras untuk meyakinkan Kanaya dan memperbaiki kesalahpahaman ini sebelum Damar berhasil menghancurkan hubungan mereka. Ia harus membuktikan bahwa ia hanya mencintai Kanaya dan tidak ada hubungan apa pun dengan Damar.Ia harus mencari cara untuk mengungkap rencana licik Damar dan membersihkan namanya.

Damar, dengan liciknya, memposting foto-foto editan Migo dan Anya yang terlihat mesra di media sosial. Foto-foto itu terlihat sangat meyakinkan, seolah-olah Migo dan Anya memang berselingkuh. Ia juga menyebarkan gosip tentang hubungan gelap mereka di kampus.

Kanaya, yang sudah merasa curiga, langsung percaya dengan gosip tersebut. Ia melihat foto-foto editan itu dan merasa sangat sakit hati. Ia langsung menghampiri Migo dengan amarah yang membuncah.

"Jadi, ini benar?" tanya Kanaya, suaranya bergetar menahan amarah. Ia menunjukkan foto-foto editan itu kepada Migo.

Migo terkejut melihat foto-foto tersebut. Ia langsung tahu itu adalah ulah Damar. "Sayang, ini palsu! Aku tidak pernah berselingkuh dengan Anya!" jelasnya, suaranya panik.

"Lalu, bagaimana bisa foto-foto ini ada?" tanya Kanaya, matanya berkaca-kaca. "Kau bohong padaku!"

Migo mencoba menjelaskan semuanya, menceritakan tentang rencana licik Damar dan bagaimana ia selalu berusaha menjaga jarak dari Anya. Namun, Kanaya sudah terlalu emosi dan tidak percaya lagi pada Migo.

"Aku tidak percaya padamu lagi," kata Kanaya, lalu berlari meninggalkan Migo.

Migo merasa putus asa. Damar telah berhasil menghancurkan kepercayaan Kanaya padanya. Ia harus segera menemukan bukti untuk membersihkan namanya dan meyakinkan Kanaya bahwa ia tidak bersalah. Ia harus mengungkap semua rencana licik Damar dan menunjukkan kebenarannya kepada Kanaya. Ia harus bertindak cepat sebelum hubungannya dengan Kanaya hancur selamanya. Ia juga harus melindungi Anya dari fitnah Damar.Situasi ini jauh lebih rumit daripada yang ia bayangkan

1
Jiwa Samudera
Karyanya lumayan bagus
HniHndyni: THANKYOu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!