NovelToon NovelToon
SARANG

SARANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Single Mom / Janda / Bullying di Tempat Kerja / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:455
Nilai: 5
Nama Author: Shikacikiri

"Sudah ku katakan namaku Sarah bukan sarang! " seru Sarah pada polisi yang membawanya itu.

Meski belum fasih bahasa korea, tapi dia mengucapkan dengan jelas apa yang dia katakan.

Dia masih saja harus menjelaskan pembetulan ejaan namanya pada mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shikacikiri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

He Jin mendekati seolah hendak mencecarnya. Tapi Sarah bangun dan menahannya dengan melebarkan tangan ke arahnya.

"Tunggu! " ucap Sarah.

He Jin berhenti melangkah.

"Anda tidak takut kalau ini akan jadi masalah? " tanya Sarah.

"Young Jae sedang mengurusnya, dia tahu apa yang harus dia lakukan" He Jin duduk di sofa.

"Tapi.... "

"Kau mendapatkan gaji dariku selama pengerjaan film ini! " He Jin membuka ponselnya.

"Baiklah kalau begitu, apa yang harus aku lakukan sekarang? " Sarah berubah drastis dan seolah semangat membara.

He Jin tercengang, begitupun Nu Ri.

"Bekerjalah di tempat Nu Ri, kau Nu Ri! Bekerja di luar di meja kosong" tunjuk He Jin ke luar.

Nu ri manut saja, selalu takut dengan He Jin.

"Maaf merepotkan mu" ucap Sarah sambil sedikit merendahkan badannya melewati Nu Ri.

"Tidak apa apa" jawab Nu ri sambil pergi.

"Kau ini beruntung dekat dengan kepala Polisi JeJu" ucap He Jin.

"Heuhhh... terdengar seolah aku sudah menggodanya" ucap Sarah kemudian membuka komputer.

"Hahhha..... tak menggoda dia saja, dia sudah sangat sayang padamu apalagi kamu goda" He Jin makin melantur.

"Hentikan! " Sarah menatapnya.

He Jin terdiam seketika.

Nu Ri yang pergi sambil memperhatikan mereka cukup terkejut melihat interaksi mereka.

"Tak biasanya pak Go marah lalu tertawa lalu diam hanya karena tatapan mata" gumam Nu ri sambil duduk.

Teman-temannya pun mulai bertanya tentang Sarah. Mereka mulai menggosip tentangnya.

***

So Hee sedang di rias juga di ruang rias. Ki Yong datang setelah mengantar Sarah.

Jin Guk datang sembari terengah.

"Aku tidak menemukannya" ucapnya lelah.

"Sudah di ruangan Pak Go" ucap Ki Yong yang ditata rambutnya.

"Ahhhh.... kenapa tidak telpon? " tanyanya kelelahan.

Ki Yong mau protes karena Jin Guk yang datang terlambat, jadi dia yang pergi ke bawah untuk menjemput Sarah, tapi dia melirik ke arah So Hee dan mengurungkan niatnya.

Kembali dia ingat saat Sarah hanya diam saja saat dia merapikan rambutnya.

"Apa yang dia pikirkan? " gumam Ki Yong.

So Hee melirik sedikit mendengar ucapan Ki Yong, kemudian kembali fokus ke wajahnya.

***

He Jin pergi dari ruangannya untuk meeting, Sarah fokus menyelesaikan keseluruhan naskah.

Kemudian, Ki Yong menelpon.

"Halo! " jawabnya.

"Flashdisknya ada di sini di tas ku, aku masih di rias, bisa kemari sebentar, ambil. Ini sisa tulisannya" ucap Ki Yong.

"Ahhh, ok" jawab Sarah kemudian menyimpan filenya.

Dia keluar, semua mata menatapnya. Tapi dia fokus mencari ruangan yang Ki Yong maksud. Dia turun ke bawah menggunakan lift, bertemu dengan Eun Hae yang mau turun juga.

Sarah tersenyum kemudian memencet lantai yang dia tuju.

"Studio 5? " tanya Eun Hae.

"Ahh... ya" jawab Sarah mengangguk.

"Bertemu Ki Yong? " tanyanya lagi.

Sarah menatap kemudian tersenyum dan mengangguk lagi.

"Iya" jawabnya.

"Boleh aku tanya kamu ini.... "

"Aku sedang membantu pak Go menyelesaikan film" ucap Sarah menyentuh dadanya dengan kedua tangannya

"Ahhh, benarkah? bagus" ucap Eun Hae merasa lega mendapatkan jawaban itu.

Tapi saat pintu lift terbuka, Ki Yong sedang menunggunya di depan lift.

"Aduh kaget! " ucap Sarah.

Tanpa bicara dia menarik tangannya dan membawanya ke ruang rias.

Eun Hae menghela lagi, dia menatap tangan mereka yang berpegangan.

"Membantu He Jin, tapi apa maksud tingkah Ki Yong ini? " gumamnya

Pintu lift tertutup, dia turun.

Sementara itu, Ki Yong mengarahkan Sarah untuk duduk, ruang rias itu sedang sepi, semua orang sudah ada di set, dan siap syuting.

"Ini makan dulu, Seon Yu benar-benar cerewet, dia terus menelpon karena kamu belum makan" ucapnya kesal.

"Ahh... abaikan saja dia" ucap Sarah ikut kesal, tapi dia melahap sandwich yang Ki Yong berikan

Jin Guk datang karena mencari Ki Yong.

"Hei... itu punyaku! " seru Jin Guk.

"Sudah ku makan! " seru Sarah dengan mulut penuh makanan dan menyembunyikan sisa sandwichnya.

"Aishhh dasar! " Jin Guk kesal.

Ki Yong tersenyum melihat Sarah yang sangat takut kehilangan makanannya.

"Aku mencarimu tadi" ucap Jin Guk.

"Dia belum makan" jawab Ki Yong seraya mencari Flashdisk di tasnya.

Ketemu, dia langsung memberikannya

"Ini.... " tapi dia lihat di sisi bibir Sarah ada saos.

Secara spontan Ki Yong melap dengan jemarinya.

So Hee yang kembali karena ponselnya yang ketinggalan, melihatnya. Lalu tertegun.

Ki Yong yang sadar So Hee ada di sana, dengan sengaja menjilat saus yang ada di jarinya.

Mata Sarah dan Jin Guk membulat penuh, seolah akan lompat dari tempatnya, menatap Ki Yong dengan santai membelai Sarah.

"Aku antar pulang nanti ya! " ucapnya lembut.

So Hee berjalan melewati mereka, Jin Guk sadar Ki Yong hanya ingin membuatnya cemburu. Dia menghalangi wajah Sarah yang masih terkejut dengan tingkah Ki Yong, dengan badannya.

"Kau gi... "

"Ok, jadi aku pulang sendiri nih? Kalian ini" ucap Jin Guk protes ikut skenario Ki Yong.

Sarah semakin menganga menatap mereka bergantian.

"Makan yang banyak, jangan terlalu pressure kerja, aku nanti bantuin di rumah" ucap Ki Yong lagi dengan manisnya.

Sarah menutup mulutnya kemudian makan dari suapannya.

So Hee keluar kemudian menutup pintu dengan keras.

Jin Guk menghela, kemudian menatap Ki Yong yang memanfaatkan Sarah untuk membuat So Hee cemburu.

"Kau.. " matanya membulat memelototinya merasa apa yang dilakukannya salah.

"Terimakasih" ucap Ki Yong.

Sarah mengedipkan matanya, mengerti setelah pintu tertutup cukup keras.

"Wahhh... kau harus bayar untuk sandiwara ini" ucap Sarah memanfaatkan situasi.

Ki Yong tersenyum, Jin Guk mengacungkan jempolnya meskipun tak suka dengan cara Sarah yang selalu bersemangat tentang uang meskipun dengan cara seperti itu

"Wahhh kamu bener bener hebat" ucapnya.

Ki Yong tersenyum.

"Tapi benar, aku akan membantu mu di rumah. Jika pekerjaan tidak selesai, kamu bisa ke rumah pakai laptop ku" ucap Ki Yong.

"Tidak perlu, hampir selesai setelah ini" tunjuk Sarah pada flashdisk di tangannya.

Dia melahap sisa sandwichnya dan berdiri.

"Aku kembali, takut He Jin mencari, nanti dia teriak lagi" ucap Sarah.

Ki Yong mengantar sampai lift. Tersenyum menatapnya hingga pintu lift tertutup.

Jin Guk memperhatikannya, merasa Ki Yong punya perasaan pada Sarah.

Namun, yang ada di benak Ki Yong adalah apa yang dia dapatkan semalam.

Semalam, dia membuka lagi ponsel lamanya.

Mencari hal hal yang berhubungan dengan penulis Black Rose yang dulu juga dia kerjakan. Dari voice note, dia tak bisa membedakan sebab kali ini suara Sarah terdengar lantang, berani dan terbiasa bicara.

Tapi orang yang dia cari, bicara terbata meski bahasanya fasih.

Dari tulisan, dia belum pernah melihat tulisan Sarah, dia akan memastikannya. Kemudian melihat tandatangan penulis itu, dia juga akan mencari tahu cara agar bisa melihat keduanya sekaligus.

...****************...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!