Trio Psikopat Klan Pratomo ( lanjutan GD3 )
- Kirana, seorang fotografer lepas, mencari pria yang sudah memberikan anak padanya karena one night stand. Kirana tahu dia dimanfaatkan oleh pria itu untuk mendapatkan informasi tapi selama dia mencari ayah putra semata wayangnya, pria itu seperti hantu. Hingga dirinya tahu siapa pria itu dan Kirana akan meminta pertanggungjawaban Yagami.
- Princess Margareth dari Swedia adalah biang kerok hingga suatu hari dia memergoki prince Alucard de la Borde sedang membunuh seorang pria di apartemen karena hendak membunuh dirinya. Maggie, yang nyaris dibunuh oleh Alucard, bernegosiasi dengan pria psikopat itu. Maggie bersedia menikah demi dua kerajaan dengan syarat, Alucard berhenti membunuh. Apakah berhasil?
- Dirandra sudah dibidik oleh badan intelijen Jepang saat dirinya memberikan kuliah tentang racun karena kasus pembunuhan pejabat kotor disana. Chief Tora Matsumoto menuduh gadis itu pelakunya.
8th generation klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Yagami dan Sora
Apartemen Kirana dan Killian
"Kami ... Tidak bertengkar, Killy." Yagami menoleh ke arah Killian.
"Oom Gami ... nginap disini?" Killian menyipitkan matanya ke arah ayahnya.
"Iya. Maaf, semalam Oom ketiduran habis ngobrol sama kamu."
"Oom tidur dimana? Sofa atau ... Kamar mama?" cecar Killian.
"Kamar mamamu," jawab Yagami sejujurnya membuat Kirana dan Killian melongo.
"Gami!" desis Kirana.
"Bukan apa-apa, Kirana. Aku lebih baik jujur mengatakan daripada Killian menyerang kamu. Oom memang tidur di kamar mamamu tapi kami tidur secara harafiah. Kamu sudah besar dan kamu tinggal di Amsterdam, pasti tahu soal s3x education kan?" ucap Yagami dengan wajah serius.
Killian mendekati Yagami. "Oom tidak membuat adik untukku bukan?"
"Tidak. Kami semalam benar-benar tidur."
Killian menatap Yagami tajam dan entah kenapa dia percaya dengan ucapan ayahnya.
"Lalu, kalian ribut soal apa?" tanya Killian.
"Kamu lebih baik cuci muka dulu, Killy. Mandi biar segar dan kita bicara di meja makan. Oke?" pinta Kirana. "Bis sekolah kamu akan datang satu setengah jam lagi."
Killian memandang dua orang dewasa di hadapannya dan berbalik ke kamarnya.
Kirana mendekati Yagami. "Kamu ... terlalu blak-blakan."
"Aku tidak mau Killian mendapatkan jawaban tidak jujur. Aku memang banyak manipulasi tapi itu untuk pekerjaan aku. Entah kenapa, setelah tahu Killian anakku, aku tidak mau membohongi dia ... Dan kamu."
"Apa maksudmu Gami?"
"Kita harus banyak bicara, Kirana. Pembicaraan serius!" jawab Yagami.
***
"Jadi Oom pindah dari kamar aku ke kamar mama?" tanya Killian saat mereka sarapan.
"Iya."
"Kalian hanya tidur? Tidur ... Tidur?" tanya Killian lagi.
"Tidur. Merem. Ngorok. Mimpi."
Kirana menggelengkan kepalanya, pusing mendengar percakapan ayah dan anak itu.
Killian hanya mengedikkan bahunya. "Diterima."
"Terima kasih." Yagami lalu melanjutkan makannya.
"Oom Gami masih disini nanti?"
"Iya. Oom Gami hendak berbicara banyak dengan mamamu."
"Hanya bicara?" tanya Killian lagi.
"Hanya bicara."
"Oke."
***
Kirana mengantarkan Killian ke depan gedung apartemen saat bis sekolahnya datang. Seperti biasa, Killian memeluk ibunya dan Kirana mencium pipinya. Killian melambaikan tangannya saat masuk ke dalam bis sekolah. Tak lama bis itu pun pergi meninggalkan Kirana.
Wanita itu pun masuk kembali ke unit apartment nya dan dia terkejut melihat Yagami sudah membersihkan piring kotor bekas sarapan mereka tadi.
"Kok jadi kamu yang bersih-bersih?" tanya Kirana bingung.
"Memang kenapa?" balas Yagami sambil mengeringkan tangannya dengan serbet.
"Tapi kan ...." Kirana terdiam karena dulu Yagami juga melakukan hal yang sama saat mereka makan malam berdua untuk pertama kalinya di apartemen ini.
"Apa kamu lupa? Aku biasa pekerjaan rumah." Yagami berjalan ke arah Kirana. "Kamu tidak kemana-mana kan?"
Kirana menggeleng. "Tidak. Aku di rumah."
"Oke. Aku ke hotel aku dulu, mengambil koperku dan aku akan pindah kemari ... Sementara."
Kirana mendelik. "Apa?"
Yagami tidak menjawab tapi dia mencium bibir Kirana sekilas. "Sediakan makanan yang enak, kita akan ngobrol banyak."
Pria itu lalu keluar dari apartemen Kirana dengan langkah santai tapi penuh percaya diri. Kirana berani bersumpah, Killian memiliki gaya jalan yang sama.
Wanita itu memegang pelipisnya. Bagaimana bisa semua di Yagami itu menempel di Killian? Benar-benar Yagami kemasan sachet!
***
Yagami tiba di kamar hotelnya dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelahnya, dia pun membereskan semua barang-barangnya dan menghilangkan semua jejaknya. Semua itu rutin dia lakukan sejak ayahnya tahu dirinya memiliki kemampuan untuk membunuh orang jahat.
Sekarang di usianya yang menginjak 37 tahun, Yagami merasa dirinya cukup berpetualang kesana kemari. Dia memang menargetkan untuk pensiun menjelang usia 40 dan berencana kembali ke Osaka Jepang meneruskan Yakuza Azuma.
Namun kehadiran Killian dan Kirana, otomatis merubah semua rencananya! Bagaimana pun Killian adalah keturunan klan Pratomo dan dia tidak mau putranya tidak masuk bagian keluarga besarnya.
Yagami belajar dari Omanya Apsarini Neville yang anak diluar nikah dan tetap masuk menjadi anggota keluarga Pratomo. Begitu juga dengan dua Oom dan Tantenya, Aspen dan Alaska Al Jordan. Bagaimana pun mereka sama-sama membawa keturunan klan Pratomo.
Yagami tahu, dia akan berhadapan dengan semua orang di keluarganya, terutama Arsyanendra yang paling ketat dalam urusan melindungi keluarga besarnya. Bahkan Vicenzo Mancini dan Adrianto Pratomo tidak mampu melawan Raja Belgia itu.
"Bisa kacau ini kalau Oom Arsya ngamuk." Yagami hendak pergi keluar dari kamar hotelnya, ketika ponselnya berbunyi. Tampak nama Sora Chen di layar. "Ya Sora?"
"Gami ... Apa kamu tahu kamu punya anak yang cerdas?" ucap Sora tanpa basa basi.
Yagami membeku. "Bagaimana kamu tahu?"
"Aku sudah bertemu dengan anakmu ... Namanya ...."
"Killian."
Sora terkejut. "Kamu tahu?"
"Aku tahu. Pertanyaan aku. Bagaimana kamu tahu, Sora?"
"Aku bertemu dengannya di acara fashion show. Yoona yang penasaran karena Killian memiliki garis khas keluarga Pratomo. Aku mengambil gelas kertas bekas minum Killian dan melakukan test DNA di lab nyokap ...."
"Tante Nyun tahu?" potong Yagami.
"Tahu tapi kami berdua menyimpan rahasia ini dari semua orang karena yang berhak memberitahukan kepada keluarga besar hanyalah kamu!" ucap Sora tegas.
Yagami hanya diam. "Tanpa kamu beritahu, aku sudah tahu harus ngapain Sora."
"Baiklah. Kamu selesaikan dengan Kirana, mamanya Killian. Aku tidak mau kamu tidak bertanggung jawab pada mereka berdua."
"I will!"
"Good!"
Yagami mematikan ponselnya dan tahu Sora bisa dipegang ucapannya. Tante Nyun? Yagami tidak yakin tapi yang jelas, dia harus berbicara serius dengan Kirana. Sekarang!
***
Kirana sudah mandi dan rapih saat Yagami datang dengan membawa kopernya. Wanita itu sebenarnya senang, mereka bersama tapi sisi lainnya, dia tahu hubungan ini bukan hubungan normal.
"Kamu bawa apa itu?" tanya Kirana saat melihat tangan Yagami satu lagi membawa kantung makanan.
"Makan siang kita. Aku tahu kamu belum sempat belanja dan kulkas kamu hampir kosong. Nanti saja kalau Killy pulang, kita berbelanja bersama." Yagami meletakkan kantung makanan diatas meja dan menarik kopernya ke dalam kamar Kirana.
"Kamu tidur di kamarku?" seru Kirana bingung.
"Ya!" jawab Yagami cuek. "Hanya beberapa hari dan aku harus pergi untuk sebuah misi."
Kirana menghela nafas panjang. "Hanya tidur Gami!"
Yagami keluar dari kamar Kirana. "Tenang, aku punya stok pengaman."
Kirana mendelik. "Bukan itu masalahnya! Gami, kita ada anak! Killian sudah besar dan dia sangat paham soal orang dewasa yang tidur satu kamar bisa punya bayi sembilan bulan kemudian!"
Yagami tersenyum smirk. "Aku tidak akan membuat anak lagi padamu. Tidak dalam waktu dekat ini, Kirana."
"Syukurlah! Aku tidak mau menambah anak lagi denganmu!"
Yagami mendekati Kirana. "Apa kamu yakin? Yakin?"
***
Yuhuuuu up malam Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
tapi ku xmo juga cium org lain selain anak2 ku 😌🤣🤣