NovelToon NovelToon
Aku Bukan Romeo Dan Kamu Bukan Juliet

Aku Bukan Romeo Dan Kamu Bukan Juliet

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Henny

Fiana Adams tak pernah menduga akan jatuh cinta pada pandangan pertama. Pertemuan yang singkat di reuni sebuah SMA telah membuatnya terus memikirkan Arjuna Zefanya Tekins. Siapa sangka keduanya justru tak bisa dipisahkan sejak malam itu walaupun mereka harus menghadapi kenyataan bahwa keluarga mereka adalah orang yang paling berkuasa dan paling bermusuhan sejak zaman dulu. Berbagai tantangan datang dan berusaha memisahkan keduanya. Sampai akhirnya keduanya berada di sebuah pilihan yang sulit. Mempertahankan cinta mereka atau menjaga nama baik keluarga.
Ceritanya di jamin sangat romantis dan bikin baper. Walaupun memang penuh dengan tantangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesukaan Pangeran

Fiana menyandarkan kepalanya di dada Arjuna. Keduanya duduk bersama di sofa yang ada di ruangan kerja papanya Tita.

"Sayang, aku harus cepat pulang. Kamu tahu kan kakakku Jordy sangat ketat dalam menjaga ku. Semalam saja dia masih menunggu aku." kata Fiana.

"Rasanya tak cukup waktu saat bersamamu."

Fiana mengangkat kepalanya. Ia menatap Arjuna. "Nanti kita ketemu lagi besok atau lusa. Pokoknya jika aku punya waktu untuk keluar, aku pasti akan menghubungimu."

Arjuna mengecup bibir Fiana. "Baiklah, sayang. Aku juga harus ke perusahaan siang ini."

Keduanya sama-sama berdiri. Mereka kemudian saling berpelukan.

Pintu ruang kerja terbuka. Nampak Reyna berdiri di sana.

"Nona, saatnya untuk pulang." kata Reyna.

Arjuna melepaskan pelukannya walaupun ia sebenarnya belum puas bersama kekasihnya ini.

"Nanti aku telepon kamu, ya?" ujar Fiana. Arjuna mengangguk. Mereka memang sudah sepakat harus Fiana yang menelepon Arjuna lebih dulu.

Fiana pun melangkah pergi bersama Reyna. Namun tiba-tiba Reyna kembali dan menjumpai Arjuna.

"Apakah kamu sungguh-sungguh dengan nona Fiana? Jangan sakiti dia karena dia belum pernah pacaran dengan siapapun." kata Reyna dengan tatapan tajam.

"Aku sungguh-sungguh mencintainya, Aunty."

Reyna mengangguk. "Baguslah." katanya lalu segera pergi menyusul Fiana.

Tita kemudian menutup pintu rumah setelah Fiana pergi. Perempuan itu menemui Arjuna yang masih menunggu di ruang tamu untuk memastikan tidak ada anak buah keluarga Adams yang mengawasi rumah Tita.

"Arjuna, kalian berdua bermain api yang sangat besar."

Arjuna tersenyum. "Bagaimana mungkin aku bisa menahan perasaan ini, Tita. Aku bahkan tak bisa menghapus rasa cinta ini saat tahu kalau dia anak dari musuh ku."

"Bagaimana cinta kalian bisa bersama?"

"Bukankah Fiana akan kembali ke Amerika?"

"Ya. Dia akan melanjutkan study S2 nya. Dia mahasiswa hebat karena masuk universitas saat usia nya belum genap 17 tahun. Dan dia membuktikan hanya 3 tahun saja menyelesaikan studi S1 nya."

"Aku tahu kalau dia memang gadis yang pintar. Kalau Fiana memutuskan untuk menetap di Amerika maka aku juga akan memilih ada di sana."

Tita hanya bisa menggelengkan kepalanya. Selama ini ia tak percaya dengan cinta pada pandangan pertama. Kenyataanya kini ia melihat sebuah ikatan yang kuat saat cinta pada pandangan pertama bersemi.

**********

"Untuk apa gaun ini?" tanya Fiana pada kakak iparnya yang bernama Rina.

"Malam ini kita akan ke istana. Keluarga istana melaksanakan pesta karena pangeran kedua berulang tahun."

"Haruskah aku pergi?" tanya Fiana dengan wajah kesal.

"Ya. Sudah bertahun-tahun kamu tak pernah pergi ke istana. Jordy memerintahkan kalau kamu harus pergi."

"Baiklah, kak." Fiana tak ingin mengecewakan kakak iparnya itu. Rina adalah menantu pertama di keluarga ini. Ia dan Jordy menikah 7 tahun yang lalu. Kini mereka sudah memiliki seorang putra yang berusia 5 tahun. Namanya Axel.

Rina memang sempat 2 kali mengalami keguguran sampai akhirnya bisa melahirkan Axel. Makanya Jordy sangat menyayangi istrinya itu.

Setelah mandi, Rina membantu Fiana berdandan. Rina memiliki usaha salon yang sangat maju di kerajaan ini. Salonnya bahkan sudah ada di tiga kota besar yang ada di kerajaan Diamond ini.

"Kamu cantik sekali." puji Rina.

Fiana hanya bisa tersenyum.

Saat keduanya turun ke bawa, nampak Jerry, kakak keduanya yang sudah siap dengan jas nya. Namun papanya, Johny Adams nampak hanya menggunakan pakaian biasa.

"Papa tidak ikut?" tanya Fiana.

"Tidak. Ini acara khusus anak muda. Bersenang-senang lah di sana ya, nak."

Fiana mengangguk. Ia segera menggandeng tangan kakaknya dan ikut di mobil Jerry sedangkan Jordy dan Rina naik di mobil yang berbeda. Di depan mereka ada satu mobil yang berisi 4 orang bodyguard.

Negara mereka memang berbentuk Kerajaan. Negara ini disebut kerajaan Diamond karena dulu penghasilan utama kerajaan ini adalah berlian. Sekarang sebagian besar penduduknya adalah petani, tapi juga masih ada tambang batubara dan tambang emas di beberapa bagian negara ini. Salah satu yang populer juga adalah perusahaan tekstil yang dikelolah oleh keluarga Adams. Pariwisata juga sangat populer di negara ini karena banyaknya situs-situs kuno yang unik dan menarik banyak wisatawan untuk berkunjung.

Begitu mereka tiba di gerbang istana dan menunjukan undmag VVIP, para penjaga langsung membukakan pintu tanpa ada pemeriksaan yang ketat.

Acara ulang tahun pangeran kedua yang bernama pangeran Jeremi, di buat di istana sayap kanan yang merupakan istana khusus tempat tinggal para putra dan putri kerajaan.

Fiana menggandeng kakanya Jerry saat memasuki istana itu. Hanya pasang mata langsung tertuju ke arah Fiana karena mereka baru melihat gadis cantik yang bersama Jerry. Awalnya mereka berpikir itu adalah pacar barunya Jerry. Maklumlah, Jerry dikenal lelaki play boy. Sangat berbeda dengan Jordy yang dikenal lelaki setia. Makanya ia nekat menikah diusia 24 tahun karena tak ingin Rina diambil oleh lelaki lain.

Pangeran Jeremi menyambut salah satu keluarga terkaya di kerajaannya itu. Ia kemudian menatap Fiana. "Siapa ini?"

"Adikku." jawab Jerry dengan bangga.

"Fiana? Astaga, kamu sudah sebesar ini. Dulu kan kamu sangat kecil dan cenderung kurus." Jeremi mengingatkan keadaan Fiana 7 tahun yang lalu.

Fiana hanya tersenyum. Ia memang dulu sangat kurus karena sakit-sakitan. Makanya keluarganya tak pernah mengijinkan ia keluar rumah sendirian.

"Amerika sudah banyak mengubahnya." ujar Jordy membuat mereka sama-sama tertawa.

Pangeran Jeremi tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya. Fiana yang tampil dengan gaun berwarna merah muda itu terlihat sangat cantik. Apalagi gaun yang dipakainya sangat pas di tubuhnya yang terlihat seperti seorang model terkenal.

Tak lama kemudian, muncul keluarga Pekins. Jeremi pun permisi untuk menyambut salah satu keluarga terkaya yang menguasai perusahaan emas dan juga usaha di bidang transportasi di beberapa negara itu.

Jordy, Jerry dan Riana langsung membuang muka saat melihat musuh keluarga mereka itu. Namun tidak dengan Fiana. Ia terpana melihat kekasihnya yang datang dengan mengenakan jas berwarna hitam itu.

"Jangan menatap ke arah mereka, Fi." kata Rina lalu menarik tangan Fiana untuk menjauh.

Arjuna diam-diam menatap kekasihnya yang nampak begitu cantik malam ini dengan rambut yang di sanggul modern membuat Fiana lebih dewasa.

Lelaki itu pura-pura berbicara dengan pangeran Jeremi namun ekor matanya mengawasi Fiana.

Kamu cantik sekali, sayang. Aku rasanya ingin menarik mu dari sana karena cemburu dengan para lelaki yang menatapmu dengan tatapan ingin memilikimu.

Fiana merasakan ponselnya bergetar. Ia membukanya dan berusaha untuk tak tersenyum saat membaca pesan yang dikirimkan Arjuna padanya.

"Siapa, Fi?" tanya Jordy.

"Teman kuliah ku, kak."

Jordy hanya mengangguk. Ia terus menggenggam tangan Rina. Begitulah sikap Jordy. Walaupun terkenal garang dan selalu bersikap dingin namun ia akan berbeda saat ada Rina di sampingnya. Rina masih keluarga kerajaan. Ia dan pangeran Jeremi saudara sepupu.

"Semoga semakin sukses dengan usahanya, Pangeran. Aku dengar kalau pangeran membuka lagi pelabuhan di kota nelayan." kata Arjuna.

"Ya. Kita punya kekayaan laut yang banyak." kata Jeremi dengan sangat bangga.

Ponsel Arjuna bergetar. Lelaki itu membukanya. Ia langsung tersenyum membaca pesan balasan dari kekasihnya.

Biar saja mereka menatap aku dengan tatapan ingin memiliki, yang pasti hatiku sudah ada yang memiliki.

Arjuna segera membalasnya.

Sayang, pergilah ke bagian sayap kiri bangunan ini. Di sana ada arah penunjuk ke toilet. Aku ingin memelukmu walaupun hanya sebentar.

Fiana merasakan jantungnya berdetak sangat cepat saat membaca pesan dari Arjuna. Namun ia juga harus terlihat tenang.

"Kak, aku ke toilet dulu ya?" kata Fiana.

"Biar aku temani." kata Jerry.

"Masa sih kakak harus menemani aku ke toilet perempuan. Ada-ada saja. Aku ini sudah terbiasa mandiri di Amerika, kak. Makanya aku suka kesal kalau Aunty Rere sering memperlakukan aku seperti anak kecil."

Jerry menarik hidung adiknya dengan gemas. "Pergilah. Toiletnya ada di sebelah sana."

"Baiklah. Perutku agak sakit, nih." Fiana pura-pura memegang perutnya lalu segera berjalan ke arah yang ditunjukan kakaknya.

Arjuna melihat kalau Fiana sudah berjalan menuju ke arah toilet. Ia pun pura-pura menelepon dan keluar dari ruangan pesta. Sebenarnya ia sedang menuju ke toilet tapi melalui jalan lain.

Fiana yang sudah tiba di lorong menuju ke toilet terkejut saat tiba-tiba ada tangan yang menariknya.

"Sayang, ini aku." kata Arjuna. I membawa Fiana masuk ke sebuah ruangan yang ada di lorong menuju ke toilet.

"Arjuna....? Ini ruangan apa?"

Arjuna tak menjawab. Ia langsung memeluk Fiana dengan erat. "Ini ruang penyimpanan alat-alat kebersihan." katanya setelah melepaskan pelukannya. Fiana langsung tertawa.

"Aku sangat merindukan mu. 2 hari kita tak bertemu rasanya seperti 2 tahun." kata Arjuna ia membelai pipi Fiana dengan sangat lembut.

"Aku juga sangat merindukanmu. Namun aku memang tak bisa keluar karena kakakku mengajak aku bepergian selama 2 hari itu."

Arjuna melepaskan pelukannya. Ia mengecup dahi Fiana lalu turun ke pipi dan berakhir di bibir. Keduanya saling membalas ciuman di bibir itu dengan penuh ungkapan cinta.

"Ah, sayang. Aku bisa gila tanpa ada kamu." kata Arjuna lagi lalu mencium puncak kepala Fiana.

"Aku harus segera kembali. Nanti kakakku menyusul ke sini."

Arjuna kembali memeluk Fiana. "Sayang, kita lari saja."

Fiana tertawa. Ia melepaskan pelukannya lalu mencium pipi Arjuna. "I love you."

"I love you too."

Fiana segera keluar dari ruangan itu. Ia melihat ke arah kaca besar yang ada di dinding dekat toilet. Untuknya ia memakai lipstick waterproof sehingga tetap aman sekalipun tadi berciuman dengan Arjuna.

"Kakak.....!" Fiana terkejut melihat kakaknya yang sudah memasuki lorong menuju ke toilet.

"Aku khawatir. Kamu lama." ujar Jerry.

"Perut ku nggak enak, kak. Aku tadi siang kebanyakan makan pedas."

"Kalau begitu, kita pulang saja."

"Jangan. Nggak enak sama pangeran. Perutku sudah agak membaik."

Jerry menatap adiknya. "Sungguh? Wajahmu terlihat pucat."

"Aku baik-baik saja." Fiana langsung menggandeng tangan kakaknya. Ia pucat karena sebenarnya ketakutan sebab kakaknya hampir memergoki dia.

Di ruangan pesta, acara sudah dimulai. Pangeran Jeremi meniup lilin ulang tahun berangka 27. Raja dan permaisuri menemaninya di panggung.

Saat acara dansa di mulai, pangeran turun dari podium untuk mencari gadis pertama yang akan berdansa dengannya.

Semua gadis mulai memasang wajah manis, berharap akan menjadi gadis pertama yang berdansa dengan sang pangeran. Hanya satu gadis saja yang nampak duduk sambil memainkan ponselnya. Namun gadis itu yang justru di dekati oleh Pangeran.

"Fiana, bolehkah aku berdansa denganmu?"

Fiana terkejut. Ia bermaksud akan menolak namun Jordy segera mendorongnya berdiri. "Temani pangeran, adikku."

Tangan Fiana bergetar saat ia menerima uluran tangan pangeran. Bukan karena ia gugup melainkan karena ia bisa melihat tatapan cemburu dari Arjuna.

***********

Apa yang akan terjadi di pesta malam itu?

1
Gia Nasgia
Edgar penuh dgn misteri dan pak Roman kirain tulus membantu Juna🥺
tintiin21
waduh non stop... 😅😅😅😅😅
Liina Anjani Malick
ada apa ya aku jg bingung bang juna😔🤣
Liina Anjani Malick
makin ke sini makin k sono🤣 jd fiana udh meninggal bnrn😤
Syavira Vira
gemessss
Syavira Vira
lanjut
Gia Nasgia
oh ternyata Edgar dendam dgn orang tua Fiana karena Jordy menikung Edgar🤔 ehh si Juna candu🤭
tintiin21
semakin seru semakin penuh teka teki ini.... 😁😁😁😁
momAriqa
terlove love kak author ❤❤ lanjut kak 🤗🤗
Enny Olivia: makasi ya
total 1 replies
Gia Nasgia
Ihhh kak Hen ternyata kisahnya Arjuna and Fiana penuh teka teki🤭tetap cemungut 🫶💪
Gia Nasgia
Lah giliran Juna yg takut dgn Fiana ehh Diana😂
tintiin21
Dokter edgar masih tanda tanya bgt.. 🤔🤔🤔
tintiin21
ini namanya kado terindah Jun... 😁😁😁
Liina Anjani Malick
jadi gmn moms... 😤teka teki nya bnym syekali... aku udh pusing mikirin kehidupan ku eh jd ikut mikirin idup fiana... astagfirullah🤣
Enny Olivia: makasi tetap membacanya walaupun sudah pusing 😄😄🙏🙏
total 1 replies
Maria Kibtiyah
si edgar punya dendam ma siapa si
Syavira Vira
🥰🥰♥️♥️
Syavira Vira
semangat kak dilanjut 🙏💪👍🏻♥️
Liina Anjani Malick
diana = fiana ya moms😔
Syavira Vira
👍🏻👍🏻💪💪👍🏻♥️♥️♥️
Syavira Vira
lanjuttttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!