NovelToon NovelToon
Gadis Incaran Vampir

Gadis Incaran Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir
Popularitas:55.6k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

"Kamu siapa?" tanya Angel dengan suara lirih pada pria yang tengah berada di atas tubuhnya.

Tapi pria itu tidak mengatakan apapun, hanya terus membuatnya merasa tidak nyaman dengan setiap sentuhannya pada Angel.

Kringggggg Kringggggg

Angel membuka matanya, suara alarm ponselnya membangunkannya. Dengan nafas terengah-engah Angel melihat ke sekeliling kamarnya.

"Hais, mimpi itu lagi. Kenapa aku terus mimpi hal yang sama sejak pindah ke kota ini" gumamnya bingung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4. Tak Kasat tapi Kasat

Angel mengetuk-ngetuk meja belajarnya dengan pulpen. Rencana mereka hari ini untuk keluar juga harus tertunda. Di luar hujan begitu deras.

Aline yang memang hobi tidur, bahkan sedang menikmati tidur siangnya yang begitu nyaman di kamarnya. Sedangkan bibi Martha, tercium aroma kue panggang. Pasti bibi Martha sedang membuat kue.

Angel masih memikirkan kejadian semalam. Kalau itu mimpi, kenapa rasanya begitu nyata. Pergelangan tangan Angel juga tampak memerah saat dia mandi tadi pagi. Benar-benar membingungkan.

Saat Angel sedang melamun, tiba-tiba wajahnya terkena cipratan air dari jendela. Angel tersadar dari lamunannya, dan berniat menutup jendela kamarnya itu. Hujan semakin deras. Kedua tangan Angel menutup jendela itu dan menguncinya. Dia bisa kembali melihatnya, garis merah di pergelangan tangannya itu.

Angel menyentuhnya, dan ada rasa sedikit nyeri.

"Kalau bekasnya ada seperti ini, apa benar itu mimpi?" gumam Angel.

Ceklek

"Angel"

Angel melihat ke arah pintu. Bibi Martha tampak berdiri dan tersenyum padanya.

"Iya bibi!"

"Bibi sedang memanggang kue, ayo datang dan cicipi!" kata Martha yang segera di angguki oleh Angel.

Keduanya meninggalkan kamar dan pergi ke arah dapur.

"Karena hujan deras seperti ini, biasanya memang jalanan akan licin. Lebih baik besok saja perginya!" kata bibi Martha pada Angel.

Angel pun mengangguk patuh. Dia memang hanya ikut-ikutan saja. Yang punya rencana sebenarnya adalah Aline dan Olivia.

"Ini pie lemon dan jahe, bagaimana rasanya?" tanya bibi Martha.

Angel mencicipi kue itu dan mengangguk pelan.

"Enak bibi, rasanya manis dan hangat" jawab Angel sambil terus memakan pie yang masih hangat itu.

"Bibi senang kamu menyukainya. Bibi sudah bangunkan Aline, tapi dia tidak bergerak sama sekali. Anak itu kalau tidur, benar-benar tidak bisa dibangunkan" keluh bibi Martha.

Angel hanya tersenyum sedikit. Karena Aline memang seperti itu. Beberapa hari yang lalu, Angel yang diminta bibi Martha membangunkan Aline harus mengguncang tubuh gadis itu selama satu menit. Baru gadis itu bangun.

Malam harinya, hujan mereda. Setelah makan malam, Angel yang sudah berkali-kali mengalami hal aneh di tidurnya. Merasa khawatir saat akan tidur.

Makanya malam ini, Angel menunggu bibi Martha dan Aline tidur. Setelah itu dia keluar dari kamarnya dan tidur di sofa ruang tengah saja. Dimana televisi berada. Sambil menonton, Angel merebahkan dirinya dan memejamkan matanya karena memang sudah larut malam.

"Gadis nakal"

Pria itu, datang lagi. Dan membawa tubuh Angel ke dalam kamarnya. Merebahkan gadis itu di tempat tidur, dan suara pintu terkunci sendiri pun terdengar.

Klik

"Kamu harus dihukum!"

"Eghhh" Angel melenguhh pelan. Pria itu menggigit bagian depan lehernya.

Angel membuka matanya, dan bukanya terbuka perlahan. Mata Angel bahkan langsung membelalak lebar ketika dia melihat pria itu lagi.

'Ini mimpi? kenapa dia lagi?' batin Angel.

Rasanya mustahil memimpikan seorang pria beberapa kali dalam tidur bukan? apalagi pria itu tidak dia kenal.

"Lepaskan!" kali ini Angel mendengar suaranya.

Dia sendiri cukup terkejut. Dia bisa mengeluarkan suara. Biasanya kan tidak bisa. Karena dia berpikir suaranya terdengar, jika ini bukan mimpi. Maka dia harus berteriak memanggil bibi Martha. Kalau Aline? itu benar-benar perbuatan yang sia-sia. Karena gadis itu kalau sudah tidur, sungguh tidak dengar apa-apa lagi. Seperti pingsan.

"Bibi Martha, bibi... emptt!"

Mata Angel terbelalak, kedua tangannya di tahan pria itu. Dan dia tidak bisa bicara, karena bibir pria itu membungkam bibirnya. Itu bahkan ciuman pertamanya.

Angel menggelengkan kepalanya, berusaha melepaskan ciuman pria yang tidak dia kenal itu.

"Lepaskan aku!"

Sayangnya pria itu malah semakin kurang ajar, bukan hanya bibir, leher dan nyaris ke dada.

"Kamu siapa?" tanya Angel dengan suara lirih pada pria yang berada di atasnya.

Tapi pria itu diam saja, hanya terus melakukan apapun yang dia inginkan pada Angel.

"Lepaskan aku... aghhh!"

Pria itu menggigitnya lagi, di dadanya. Di bagian yang sangat sensitifff.

Angel kembali meneteskan air matanya. Dia sungguh tidak suka diperlakukan seperti itu.

Angel menatap pria yang tengah menatapnya itu dengan tatapan tidak senang, tidak terima.

"Marah?"

Akhirnya Angel mendengar suara pria itu.

"Lepaskan aku! aku tidak mengenalmu. Kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini? Bibi Martha, tolong!"

Kring kring

Angel membuka matanya. Dia berada di dalam kamarnya. Benar saja, dia berada di dalam kamarnya. Jadi, yang semalam itu bukan mimpi kan?

Angel turun dari tempat tidur. Dia berjalan ke arah cermin. Dia memeriksanya, bagian dadanya yang semalam digigitt oleh pria itu. Tapi tidak ada bekasnya. Berbeda dengan pergelangan tangannya waktu itu.

Angel duduk di depan meja rias. Mengusap wajahnya bingung.

"Berarti itu mimpi kan? hais, kenapa aku selalu memimpikan hal-hal aneh sejak pindah ke kota ini?" gumamnya bingung.

Angel mengulumm bibirnya, rasanya tebal. Angel segera melihat ke arah cermin lagi. Mendekatkan bibirnya ke cermin.

Mulutnya terbuka, matanya juga sedikit lebih melebar.

"Hah, ini bukan mimpi. Bibirku bengkak!" Angel makin frustasi.

Angel berdiri, dia tidak tahu bagaimana pria itu bisa masuk. Dia memeriksa jendela kamarnya. Dan masih terkunci dari dalam. Angel menoleh ke arah pintu. Gadis itu bergegas ke arah pintu, dan saat dia membukanya, dia tidak bisa. Padahal dia tidak pernah mengunci pintu kamarnya.

Bulu kuduk Angel berdiri.

"Apa dia hantu?" gumam Angel yang memeluk tubuhnya sendiri karena memang terasa sangat merinding.

**

Angel melirik ke arah bibi Martha dan Aline yang sedang duduk di meja makan bersamanya.

Dia sungguh mulai gelisah. Awalnya dia tidak mau menceritakan semua itu, karena khawatir bibi Martha dan Aline cemas. Tapi, dia sungguh tidak bisa menyembunyikannya sendiri. Pria yang datang dalam mimpinya itu, sudah bersikap kurang ajar padanya.

Martha yang melihat Angel hanya menusuk-nusuk bola daging di atas piringnya tanpa memakannya, segera bertanya pada keponakannya itu.

"Angel, ada apa? ada yang tidak nyaman?" tanya Martha pada Angel.

Angel pun menoleh.

"Bibi, apa bibi percaya adanya hantu?" tanya Angel ragu.

"Uhukk"

Aline sampai tersedak mendengar Angel bicara seperti itu.

"Angel? kita hidup di jaman kapan? memangnya ada hantu? itu cuma kisah yang dikarang nenek-nenek dan ibu-ibu untuk menakuti anak mereka supaya tidak keluar malam!" kata Aline terlihat sangat yakin dengan apa yang dia yakini.

"Benarkah?" tanya Angel lagi.

"Mungkin ada, tapi mereka makhluk tak kasat kata. Tidak bisa di lihat oleh manusia..."

"Ibu, ibu jangan membohongi Angel!" sela Aline saat ibunya menjelaskan pada Angel.

Tapi daripada pada Aline, Angel malah tertarik pada penjelasan Martha.

"Tidak bisa dilihat?" tanya Angel lagi pada Martha.

Martha mengangguk.

"Iya, tidak terlihat dan tidak tersentuh. Mereka juga sama, tidak bisa menyentuh. Tak kasat, tak berbentuk!" jelas Martha lagi.

"Iya itu artinya sama saja tidak ada, ibu" tegas Aline.

"Ada Aline, tapi..."

"Tidak ada, tidak bisa di lihat, tidak bisa di sentuh, tidak kasat, ya tidak ada..."

Aline dan Martha malah berdebat. Sementara Angel masih memikirkan semua yang dikatakan Martha tadi padanya.

'Tidak bisa di lihat? tapi pria itu bisa aku lihat? tidak bisa disentuh? tapi dia menyentuhku! apa dia bukan hantu? lalu apa?' batin Angel sangat bingung.

***

Bersambung...

1
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛•§¢•
Angel selalu kalah 🤭
Noer: enaknya di apain ya Zevran ini kak
total 3 replies
Henry
makin seru
@ndy
bagus
Fitria Arifianto
yaah pasti ujung2 nya angel bakalan luluh sm zevran,,udh ketebak bgt kan wlw zevran pengehianat tp kn dr awal dy pemeran utama pria nya
inti nya mau disakitin segimana pun pemeran perempuan bakalan balik lagi🤣
Noer: kok ketebak lah
total 1 replies
Zaelani
bagus
Chandra Gupta
semangat upnya
Donita
bagus sih, lumayan
Jubaidah
unik, bagus
Zidane
Very Nice
Firza Husain
bagus ini ceritanya
Esmeralda Suketi
bagus ceritanya yang banyak upnya
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛•§¢•
sang ratu malah masuk rumah sakit 🤭
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛•§¢•
bisa bahaya buat Angel kalau para mahkluk lain tahu kalau dia reinkarnasi sang ratu, soalnya kekuatannya gak 24 jam🤭
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛•§¢•
kerenlah kalau bisa mencekik tanpa menyentuh 🤭
tapi lebih keras Zevran 🤭 selain kang paksa kekuatan/kemampuan dia banyak 🤭
Noer: iya juga
total 3 replies
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛•§¢•
gara² Zevran ratu ngamuk tak bisa dihentikan
jadi pada tahu tempat reinkarnasi ratu 🤔
akhirnya pada berantem sendiri, untungnya ada batas waktu, kalau gak mungkin gelud sampai mati 🤭
Miss Lee
bagus
Caren
nice story
Gaby
good
Liliana
menarik
Shofa
mantul banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!