NovelToon NovelToon
Cinta Kakak Angkatku

Cinta Kakak Angkatku

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Teen School/College / Persahabatan / Mafia / Cintapertama / Tamat
Popularitas:35.1k
Nilai: 5
Nama Author: fajrian

hidup dengan tekanan dan di cintai oleh kakak angkat sendiri membuat Vanya hanya bisa pasrah, dan menerimanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fajrian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

aku benci kak vano

"Aku harus membuatmu menjadi milikku Vanya, suara Kak Vano terdengar serak dan berat,

"harusnya Aku sudah melakukan nya dari dulu agar papa punya alasan untuk merestui kita,

Aku merinding mendengar kata-kata Kak vano entah apa yang ada di otaknya kini, tapi seketika kak vano langsung menindihku, hembusan nafasnya terdengar sangat kencang dan memburu aku juga mencium bau alkohol dari hembusan nafas kak vano,

"Kak kamu mabuk,, Aku berusaha menghindari wajah Kak Vano yang kian mendekat dan berusaha mencium bibirku,

" mmmh" lepasin Kak, aku terus berontak namun tenaga Kak vano begitu kuat,

"Diam Vanya,! kau harus menjadi milikku ucap nya lagi.

Kak vano terus berusaha meraih bibirku walau aku dengan sekuat tenaga menolaknya pada akhirnya Kak Vano pun mencapai nya,.

Dia dengan rakus meraup bibirku membuat nafasku sampai tersenggal-senggal karena ulahnya,

"Mmp,,lepasin"! Kak,"! Kakak sedang mabuk kataku, sambil terus berusaha mendorong tubuh  kak vano yang sudah menguasai ku,

Kak vano tidak lagi mengeluarkan suara, namun tangan dan bibir nya terus beraksi,

Dia beralih ke leher , dan tangan nya tak hentinya menggerayangi seluruh bagian-bagian tubuh ini.

Tangan  satunya mulai sibuk membuka baju nya sendiri, hingga dada bidang nya ter expos sangat nyata, dengan bahunya yang lebar dan bagian lengan dan perut nya sangat sixpack dan atletis,

Aku sempat mengagumi nya sesaat, sebelum kesadaran ku kembali,! jika aku kini benar benar dalam bahanya,

"Kak" plis jangan lakukan ini" aku akan benci kakak seumur hidup ku, aku terus berontak namun kak vano seakan sudah buta dan tuli, mungkin yang ada di otak nya kini. Hanya bagai mana caranya bisa memilikiku seutuh nya, dengan artian dia ingin meniduri aku,

Dengan kamar yang terang benderang, aku jelas melihat mata kak vano yang sudah memerah, dan tidak ada lagi tatapan lembut,

Hanya mata yang di penuhi gairah,dan nafs**

Tangan kak vano berhasil masuk ke dalam bajuku yang masih utuh, dengan rakus nya, dia meremas, dua bukit kembarku yang masih ranum dan kenyal,  karna sampai usia ku 21 taun ini, belum pernah ada seorang pun yang menjamah nya,

Namun sekarang sudah jelas ternoda dengan tangan nakal kak vano, "mmh," desahan hampir lolos dari bibir ku,saat ada rasa baru yang bergelayar di tubuh ku, namun aku menahan nya dengan sekuat tenaga, aku gak mau kak vano sampai berpikir jika aku suka dengan sentuhan nya,

Saat aku merasa kaki ku bebas, karna tangan  kak vano fokus mencengkram tanganku, dan sebelah tangan nya telah bermain di atas dadaku, bibir nya terus nyosor kesana kemari,

Ku angkat kakiku dengan sekuat tenaga, dan ku arah kan ke pangkal paha kak vano,

"Bukh,, tendangan keras itu tepat sasaran dan mengenai inti dari tubuh kak vano,

"Aww,, kak vano reflek memegangi aset nya yang aku tendang tadi, wajah nya memerah menahan rasa sakit,

Dengan kesempatan itu, aku tak lagi membuang waktu, aku segera bangkit dan berlari menuju ke arah pintu,, aku segera membuka hendel pintu,

"Astaga, naas sekali,! Pintu itu ternyata di kunci oleh kak vano dan tidak tau dimana kuncinya,

Kak vano terlihat tersenyum miring saat melihat ke gagalan ku, dengan sekejap kilat, dia langsung mendekap ku dari belakang,!

"Mau kemana sayang,! Ucapan nya membuat aku kembali merinding,

Lepas kak,,! Aku mau pulang, aku mulai ingin kembali menangis,

Namun dengan sekali sentakan kak vano berhasil merobek dres yang aku kenakan hingga. Tinggal lah pakaian dalam ku saja yang melekat, reflek aku menyilangkan kedua tanganku di dada,, karna rasa malu yang luar biasa,,

" sayang, singkirkan tangan mu, "bukankah aku sudah pernah melihatnya dengan tatapan yang menghunus.

Menggeleng dengan sekuat tenaga,

Namun sekali lagi tangan Kak Vano menyentak satu-satunya bra yang menutup dua gunung kembarku,.

"Aw,, kak, jangan,,

aku sudah tidak tahan lagi aku menangis sekencang-kencangnya.

Namun Kak Vano malah mendorongku hingga aku kembali jatuh terlentang di atas kasur,

Dan saat yang bersamaan Kak Vano juga membuka sabuk celananya, hingga menyisakan bokser ketat yang membungkus aset nya yang aku tendang tadi,

Dengan senyum yang menakut kan, kak vano kembali menindih ku, kali ini dia benar benar, sudah menguasaiku, dan terus, menciumi seluruh bagian tubuh ku,

Aku tak berdaya, tangan ku di angkat hingga di atas kepala, sedangkan kakiku pun di himpit nya,

"Aku benci kak vano",, hiks hiks hiks, aku hanya bisa terisak di sisa tenagaku karna sedari tadi aku terus melawan, namun sepertinya kak vano punya tenaga yang kuat nya luar niasa, atau memang tenagaku saja yang, tidak ada apa apa nya,

Saat ini aku hanya bisa diam, bukan karna aku menikmati sentuhan kak vano yang sangat liar, aku malah jijik padanya, namun tenagaku terasa sudah terkuras habis, aku hanya bisa pasrah, dan berdoa dalam hati agar kejadian sial ini tidak benar benar terjadi padaku, walau pun, sepertinya sudah sangat terlambat,

"Kak,, plis, ucapku dengan nada lirih,

Tiba tiba kak vano menatap kearah ku, dan menghentikan aktivitatas nya yang memberi jejak di seluruh bagian bagian tubuh ku,

Tangan yang memegang ku mengendur, aku gunakan kesempatan itu untuk, mendorong dada kak vano dengan sisa tenagaku dan kutampar wajah nya dengan sekuat tenaga,

"PLAK,, kak vano terdiam, dia menatap kembali kearah ku, namun kali ini tatapan nya berubah sendu,  "vanya, ucap nya sambil mengusap air mataku yang sudah hampir habis karna aku menangis sedari tadi,

"Astaga,, maaf kan kakak vanya, seolah baru sadar dari mimpi, kak vano segera bangkit dari tubuh ku yang sudah tela**ng  tinggal area intim ku yang masih tertutup, kain segi tiga yang ku pakai,

Aku makin terisak, namun hatiku merasa lega, entah kak vano sudah sadar atau belum,

Tapi dia segera menutupi tubuh ku dengan selimut nya, "aku benar benar minta maaf"! Kakak gak bermaksud nyakitin kamu, atau meleceh kan mu,!

Tapi kakak benar benar sudah frustasi, aku gak bisa kehilangan mu, vanya,

Kak vano memeluk ku dari luar selimut, dan kembali menciumku di kening dengan penuh kelembutan,

Aku hanya diam dalam isakan ku,

Ahir nya kak vano bangkit dan memakai jubah tidur nya, dia terlihat menyesal, tapi aku terlanjur membenci nya,

Kak vano meninggal kan aku sendiri di kamar nya,  dan keluar dari kamar itu entah kemana,

Mungkin dia ingin membiar kan ku memasang kembali pakaian ku,

Tak lagi ku buang-buang waktu aku segera meraih pakaian dalamku dan dress yang telah tadi, aku menghela nafas saat melihat kondisi pakaianku yang robek dan tidak bisa dipakai kembali,

Namun aku tidak kehabisan akal aku membuka lemari Kak fana dan mengambilnya sebuah kaos lengan panjang yang sangat besar karena tubuhku memang mungil,

Jadilah kaos itu menjadi mini dress untuk ku,

Aku segera keluar dari kamar kak vano, dan meraih kunci mobil ku, untungnya aku melihat saat Kak vano melemparnya sembarang,

Aku segera berlari keluar dan menuju pintu utama dari apartemen ini,

Saat sampai di depan pintu aku kembali kebingungan karena pintunya dikunci, dan yang bisa membukanya hanyalah yang punya tempat ini, ya itu kak vano sendiri.

Dalam keadaan panik aku mendengar langkah kaki dari arah belakang, ternyata kak Vano yang tengah menghampiriku, aku tambah panik. Ingin rasanya aku berteriak,

Tapi aku hanya bisa meringsut, dengan tubuh yang kembali bergetar,

"Tolong buka pintunya"aku memohon pada Kak Vano saat dia sudah di dekatku, "vanya, maaf ucap nya sekali lagi, namun aku tak menanggapin nya, aku hanya ketakutan jika kak vano kembali ingin meleceh kan ku,

Tapi tangan nya, tiba-tiba meraih handle pintu yang terdapat sidik jarinya, akhirnya pintu pun terbuka tanpa pinggir panjang aku langsung bangkit dan berlari dari apartemen Kak vano,

Aku segera, melajukan mobil ku yang terpenting jauh dari tempat kak vano,

Sepanjang jalan aku kembali terisak Aku sangat benci dengan perlakuan Kak Vano malam ini,

Bahkan aku tidak menyangka Kak vano bisa berlaku sejahat itu kepadaku.

Untunglah saat tiba di rumah, rumah terlihat dalam keadaan sepi mungkin papa dan mama sudah tertidur karena sekarang sudah jam 10.00 malam, aku segera masuk setelah dibukakan pintu oleh asisten rumah, dan aku bergegas menuju ke kamarku.

1
Greenenly
kecewa sih.. yaa selain banyak typo.. akhirnya kurang plong mnurutku..
Greenenly
ngk jelas banget.. patah sekali typo nya
Greenenly: parah
total 1 replies
Greenenly
tau nya ngomong aja bangke
Greenenly
banyak sekali typo thor/Whimper//Whimper/
Greenenly
sebenarnya ceritanya lumayan bagus.. tpi penulisannya kureng.. smoga authornya bisa lebih dan lebih
Meysha Talitha Putri
Luar biasa
Rina Agustina
sukaa ..
Beatrys Abbas
banyak typo thor
Reni Anjarwani
doubel up thor
Reni Anjarwani
doubel up
Reni Anjarwani
doubel up thor
Reni Anjarwani
doubel up
Reni Anjarwani
doubel up thor
Natania Tonengan
sangat bagus
Reni Anjarwani
doubel up thor
Mink Erna
lumayan menarik
Reni Anjarwani
doubel up thor
Lauraaa♑️
Ganti tanggal jadi sekarang ya thor!
Izuku_Uzumaki
Pusing pake banget kerjaan sehari-hari, tapi baca cerita ini bener-bener jadi pelarian terbaik.
yeqi_378
Karakternya sangat mengesankan dan mudah dicintai!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!