NovelToon NovelToon
Suamiku Dan Wanitanya

Suamiku Dan Wanitanya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.8
Nama Author: green veil

Winda adalah seorang wanita berumur 32 tahun yg sudah menikah dengan Ardi yg berumur 38 tahun.
Pernikahan mereka sudah memasuki umur 7 tahun, akan tetapi belum juga dikaruniai seorang anak.
Winda merasa bahwa hidupnya tidak lengkap bila belum menjadi seorang Ibu.
Keinginannya untuk mempunyai anak sampai membuatnya putus asa.
Sampai suatu saat dimana dia diperkenalkan suaminya denga orang yang bernama Mina....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon green veil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

            Sampai di rumah Ardi, Mitha melihat

sudah banyak tetangganya berada di depan gerbang rumah Ardi. Mereka yang

melihat Mitha merasa senang karena akhirnya ada yang mau membukakan pintu rumah

Ardi untuk mereka.

“Mbak Mitha cepat, itu Mas Ardi

marah-marahnya semakin menjadi-jadi” kata Ibu-ibu sudah tidak sabar.

Mbok Inem kemudian membukakan pagar dan

membuka pintu depan sambil tetapi menggandeng Mitha. Para tetangga segera masuk

ke rumah Ardi untuk melihat apa yang terjadi. Mereka masuk ke kamar Ardi

kemudian mulai menenangkan Ardi.

Ardi yang melihat para tetangga masuk tambah

marah karena merasa malu. Para tetangga yang laki-laki segera menjegal Ardi

supaya Ardi mau diam. Kemudian mereka mulai menenangkan Ardi. Para Ibu-ibu

hanya bisa melihat dari ruang tamu dan tidak berani masuk ke kamar.

Mitha dan Mbok Inem juga berada di ruang

tamu, takut melihat Ardi yang marah-marah. Mitha merasa tidak tega Ardi meronta,

dan masih teriak-teriak seperti orang kesurupan dan dipegangi oleh Bapak-Bapak

supaya Ardi tidak membahayakan yang lain.

Para Ibu berkasak kusuk di depan Mitha. Mitha

hanya bisa diam saja karena merasa malu.

“Mbak Mitha, apa sudah telepon Bundamu?”

tanya Bu Tedi.

“Sudah Bu” jawab Mitha lirih.

“Lha kok Bundamu belum datang Mbak?” tanya Bu

Tedi lagi.

“Iya Bu, masih banyak kerjaan di kantor”

jawab Mitha.

Kemudian Bu Tedi berkata dengan Ibu-ibu yang

lain,

“Lha adiknya kaya gitu kok belum mau pulang.

Mentingin kerjaan”

Mitha yang mendengar kata-kata Bu Tedi hanya

terdiam.

Ibu-ibu yang lain mengisyaratkan dan memberi

tanda kepada Bu Tedi agar Bu Tedi diam karena ada Mitha.

“Nggak apa-apa Dik Mitha” kata Bu Harun.

Mitha hanya terdim, tak bisa berkata-kata. Mata

Mitha berkaca-kaca karena ingin menangis. Selain malu, dia juga kasihan kepada

Ardi.

“Mbok, Mas Ardi begitu dari kapan?” tanya Bu Tedi

kepada Mbok Inem.

“Itu Bu.... sudah sekitar satu jam an yang

lalu” jawab Mbok Inem.

“Terus, kenapa Mbok Inem malah pergi ke rumah

Mitha nggak di rumah menenangkan Mas Ardi?” tanya Bu Tedi lagi.

“Itu Bu.... saya takut” kata Mbok Inem sambil

meneteskan air mata.

Yang lain mentowel-towel Bu Tedi agar tidak

banyak tanya kepada Mitha maupun Mbok Inem karena merasa kasihan kepada mereka.

“Sudah Bu... jangan ditanya-tanya lagi.

Mereka mungkin masih shock” kata Bu Harun kepada Bu Tedi supaya Bu Tedi tidak

banyak tanya dulu karena Mitha dan Mbok Inem masih shock.

Akan tetapi Bu Tedi tidak mau mendengarkan

Ibu-Ibu yang lain karena dia terlalu penasaran atas apa yang telah terjadi.

“Mbok, kenapa Mas Ardi bisa kayak gitu? Mbak

Mina nya Mana?” tanya Bu Tedi lagi.

Ibu-ibu yang lain sebenarnya sungkan karena

Bu Tedi terlalu banyak tanya dan ingin tahu. Akan tetapi, mereka juga penasaran

kenapa Ardi bisa sampai begitu, dan dimana Mina berada di saat suaminya sedang

tantrum seperti itu.

Mbok Inem terdiam dan matanya berkaca-kaca.

Dia berusaha untuk tidak meneteskan air matanya tapi tidak berhasil. Pertanyaan

dari para tetangga sebenarnya mengganggunya. Tapi kalau tidak dijawab, dia

kasihan pada Ardi karena mereka akan menggunjingkan Ardi nantinya.

“Mbak Mina, pulang ke rumah orangtuanya

kemarin Bu” jawab Mbok Inem.

“O itu sebabnya Mas Ardi sampai kaya gitu....”

kata Bu Tedi.

Semua terdiam, memikirkan alasan Mina yang

bagi mereka adalah ‘Sang Pelakor’ pulang ke rumah orangtuanya.

“Udah jadi pelakor, ngrebut suami orang,

malah pulang. Gimana sih maunya tu orang?” bisik Bu Fera kepada Bu Tedi.

Semua yang ada di sana kemudian mulai

menggunjingkan Mina dan Ardi. Mereka menerka-nerka kenapa Mina pulang ke rumah

orangtuanya. Mereka mencari tahu alasan Mina pulang ke rumah orangtuanya dengan

persepsi mereka sendiri. Mbok Inem yang mendengar hal itu hanya bisa diam dan

menangis dalam diam.

“Mungkin Ardi ketemu perempuan lain.

Laki-laki kan kayak gitu. Udah selingkuh sekali jadi nagih ingin selingkuh lagi”

kata Bu Tedjo.

“Ssst... Belum tentu lho Bu” kata Bu Harun.

“Katanya Mina anak orang kaya ya... Mungkin

dia nggak mau hidup susah... Kan usaha Ardi sekarang ini sedang turun” kata Bu

Fera.

“Belum tentu juga, walaupun sedang turun tapi

kan mereka masih berekcukupan” kata Bu Nia.

“Ya... namanya aja manusia. Nggak pernah

merasa cukup” jawab Bu Fera.

Mereka masih terus menggunjingkan Ardi dan

Mina.

Lela pulang dan melihat di rumah Ardi sudah

banyak orang. Kemudian dia buru-buru berlari ke rumah Ardi takut terjadi

sesuatu kepada Ardi.

Melihat Lela datang, Ibu-ibu yang sedang

bergunjing kemudian diam dan menyambut Bu Lela.

“Mas Ardi sudah agak tenang Bu” kata  Bu Tedi.

Lela hanya terdiam dan kemudian langsung

masuk kamar dan melihat Ardi meronta-ronta dan sedang dipegangi Bapak-bapak

serta ditenangkan para Bapak-bapak.

“Istigfar Mas Ardi” kata Pak Harun.

Lela menangis melihat keadaan adiknya. Kemudian

dia memeluk adiknya.

Ardi yang melihat kakaknya kemudian dipeluk

kakaknya ikutan menangis.

“Sudah Di.... relakan ya... kita bisa

bicarakan baik-baik. Berita itu mungkin tidak benar” kata Lela menenangkan

adiknya.

Ardi sesenggukkan dan tidak menjawab

kakaknya.

Bapak-bapak yang berada di sana, yang melihat

Ardi sudah tenang kemudian pergi ke ruang tamu. Mereka tidak langsung pulang,

takut Ardi tantrum lagi.

“Mbak.... Mina pulang ke rumah orangtuanya”

kata Ardi

Lela hanya mengangguk

“Iya, nggak apa-apa. Nanti dibicarakan

baik-baik” kata Lela.

“Kemarin alasannya dia pergi karena Arjuna

dan Winda. Tapi sebelum itu sikapnya sudah aneh Mbak. Trus tadi kata Mbok Inem

Mina ketemu sama lelaki lain do kota S” kata Ardi.

“Iya... itu belum tentu benar. Kamu tenang

dulu. Nanti hari Minggu pas semua libur kita ke ke rumah Mina. Kita bicarakan

baik-baik ya.... Lihat para tetangga berdatangan karena kamu begini” kata Lela

berusaha menenangkan adiknya.

Ardi merasa malu dengan apa yang baru terjadi

dengannya. Dia seperti tidak punya muka untuk melihat atau bertemu para

tetangganya lagi. Setelah ini dia yakin, para tetangga akan menggunjingkannya.

Setelah Ardi benar-benar sudah tenang, para

tetangga akhirnya berpamitan pulang. Di jalan mereka masih menggunjingkan Ardi

dan Mina.

.................................

Malam itu, semua anggota keluarga berkumpul

di rumah Ardi dan membahas apa yang telah terjadi. Mereka bersepakat hari

Minggu akan ke rumah Mina untuk membicarakan masalah yang terjadi antara Mina

dengan Ardi.

Mereka ngobrol hingga larut malam, mereka

enggan meninggalkan Ardi karena takut Ardi tantrum lagi kalau sendirian. Akan

tetapi mata mereka sudah tidak bisa dipaksa untuk tetap terjaga, kemudian

mereka berpamitan pulang.

“Mbok, kamu jaga Ardi ya. Kalau ada apa-apa

langsung hubungi kita ya” kata Lela menitipkan Ardi ke Mbok Inem.

“Iya Bu” jawab Mbok Inem.

1
Maria lace W
cih wis cerai mantan dah kawin msh aja didatengin rmh nya....peduli amat, siapa yg mau nengok ya monggo dateng ke rmh cewek..bkn cewek.mantan istri datengin rmh mantan nya
Sri Wahyuni
dasar Winda bodoh, sudah disakiti masih berharap mau kembali
Shinta Dewiana
bodoh bodoh bodoh.
Shinta Dewiana
jgn bodoh winda...biar mereka yg ke rmhmu...
Shinta Dewiana
akhirnya....wk.wk..wk...
Shinta Dewiana
ardi sm keluarganya mau menang sendiri...winda bodoh
Shinta Dewiana
dasar lemah rasain tu gmn sakitnya di selingkuhin.
Shinta Dewiana
pokoknya jg sampekdeh winda balikan sm ardi...
Shinta Dewiana
hedeh..dg winda enggak da pernah ke rmh mertua...dasar ardi
Shinta Dewiana
hedeh enggak banget deh...winda pula yg ke situ....
Shinta Dewiana
yaaaa..masak jodonya tua banget sih thor
Shinta Dewiana
ha...ha..ha....
Shinta Dewiana
nah kan mulai deh
Shinta Dewiana
tunggu lah nyesel begitu tau bimo bkn anaknya..nangis darah deh...
Shinta Dewiana
ah.malas banget klu ujung2nya winda balikan sm ardi
Shinta Dewiana
mantap winda...senangat trus...
Shinta Dewiana
nah gitu dong winda br seru...suami kayak gitu tdk perlu di pertahankan...pezina.
Hotma Gajah
kurang greget...
mending bobo...
Hotma Gajah
kayak cerita ikan klepek2 bukan ikan terbang lagi😃😃😃
Hotma Gajah
thor...
bikin kesel/eneg dehhh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!