NovelToon NovelToon
Fitnah Dibalik Gaun Pengantin

Fitnah Dibalik Gaun Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Anak Genius / Mafia
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Naomi Clarisse tak pernah iri pada kehidupan sang kakak. Meski selalu dibandingkan dan diperlakukan tidak adil, ia memilih bekerja keras demi keluarganya.
Namun hidupnya berubah dalam semalam ketika Alicia Grace, kakaknya sendiri, menjebaknya di kamar hotel bersama Nathaniel Wijaya, pewaris keluarga mafia yang dikenal dingin dan tak mengenal ampun.
Sebuah fitnah menghancurkan nama baik Naomi. Di saat Alicia menghilang bersama pria pilihannya, Nathaniel yang dipenuhi amarah memaksa Naomi menggantikan posisi sang kakak di altar pernikahan.
Pernikahan itu adalah hukuman bagi Nathaniel.
Dan mimpi buruk bagi Naomi.
Ketika satu per satu rahasia mulai terungkap, Naomi harus memilih: terus menjadi korban, atau melawan demi mengungkap dalang di balik fitnah yang telah merenggut hidupnya.

Tunggu kelanjutannya hanya di Novel Toon atau Manga Toon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan Beni

Beni menundukkan kepala dalam-dalam. Napasnya terdengar memburu, sementara kedua tangannya terus gemetar di atas paha. Keringat dingin mulai mengalir dari pelipisnya meski pendingin ruangan bekerja dengan suhu yang cukup rendah.

Tak seorang pun berbicara.

Nathan tetap duduk di tempatnya dengan kedua tangan bertumpu di atas meja. Tatapannya lurus mengarah kepada pria di hadapannya, tanpa sedikit pun menunjukkan emosi.

Justru ketenangan itulah yang membuat suasana menjadi semakin mencekam.

Nathan memahami satu hal.

Keheningan sering kali jauh lebih menekan daripada bentakan atau ancaman.

Orang yang benar-benar bersalah biasanya akan mulai berbicara ketika tidak lagi mampu menanggung beban pikirannya sendiri.

Dan benar saja. Beberapa detik kemudian, bahu Beni mulai bergetar pelan. Pria itu menarik napas panjang seolah sedang mengumpulkan keberanian sebelum akhirnya mengangkat wajahnya perlahan.

"D-Doni, Tuan..."

Nathan mengernyit tipis. "Doni?"

"Iya, Tuan."

"Siapa dia?"

Beni menelan ludah sebelum menjawab. "Dia... karyawan outsourcing bagian pengiriman."

Kepala keamanan yang berdiri di samping Nathan langsung saling berpandangan dengan atasannya. Nama itu sama sekali tidak pernah muncul dalam laporan yang mereka periksa sebelumnya.

Nathan tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun dari Beni. "Apa hubunganmu dengannya?"

"Tidak ada, Tuan."

"Kalau tidak ada hubungan, kenapa dia bisa mempercayaimu?"

"Saya juga tidak tahu."

Beni buru-buru menggeleng. "Dia yang lebih dulu menghampiri saya."

"Kapan?"

"Kurang lebih seminggu yang lalu."

Nathan memberi isyarat kecil dengan dagunya agar pria itu melanjutkan. "Waktu itu saya sedang bertugas di pos depan."

"Tiba-tiba dia datang menghampiri."

"Katanya, dalam beberapa hari akan ada kendaraan pengiriman yang masuk ke mansion."

Nathan menyela. "Lalu?"

"Dia meminta saya tidak terlalu banyak bertanya."

"Katanya... kendaraan itu hanya akan berhenti sebentar."

Nathan menyipitkan mata.

"Hanya itu?"

Beni kembali menggeleng. "Tidak, Tuan."

"Dia juga bilang... saya tidak perlu mencatat terlalu rinci waktu keluar masuk kendaraan itu."

Ucapan tersebut membuat kepala keamanan langsung mengerutkan dahi. "Itu jelas melanggar prosedur," gumamnya.

Nathan tetap tenang. "Apa dia memberimu sesuatu?"

Beni perlahan mengangguk. "Amplop."

"Isinya?"

"Lima juta rupiah."

Nathan menatapnya beberapa saat. Tidak ada kemarahan di wajah pria itu. Namun justru ekspresi datarnya membuat Beni semakin ketakutan.

"Dan kau menerimanya." Suara Nathan terdengar pelan. Tetapi setiap katanya terasa begitu berat.

Beni langsung menundukkan kepala. "Saya khilaf, Tuan. Saya pikir itu hanya paket biasa. Saya benar-benar tidak tahu kalau akan menjadi masalah sebesar ini. Uang itu bahkan belum sempat saya gunakan. Saya masih menyimpannya."

Nathan mengembuskan napas pelan. "Kesalahanmu bukan karena menerima uang itu."

Nathan berhenti sejenak. "Kesalahanmu adalah membiarkan seseorang memasuki mansion tanpa memastikan tujuan sebenarnya."

Ruangan kembali sunyi. Tak seorang pun berani menyela. Nathan mengalihkan pandangannya kepada kepala keamanan.

"Cari identitas lengkap Doni."

"Baik, Tuan."

"Periksa seluruh riwayat keluar masuknya ke mansion."

"Minimal tiga bulan terakhir."

"Siap, Tuan."

"Kalau perlu, telusuri juga semua kendaraan yang pernah menggunakan akses pengiriman."

"Saya mengerti."

Nathan kembali memusatkan perhatiannya kepada Beni. "Satu pertanyaan terakhir."

Beni mengangkat wajah perlahan.

"Apakah kau pernah melihat siapa yang keluar dari mobil itu?"

Beni menggeleng cepat. "Tidak, Tuan."

"Kacanya sangat gelap."

"Saya juga tidak melihat pintunya dibuka."

"Mobil itu hanya berhenti cukup lama, lalu pergi lagi."

Nathan mengetukkan ujung telunjuknya di atas meja. Pelan dan teratur. "Itu berarti... orang di dalam mobil memang tidak ingin identitasnya diketahui."

Tak lama kemudian Nathan berdiri dari kursinya. Tatapannya tetap tajam meski wajahnya terlihat tenang.

"Tuan..."

Suara Beni kembali terdengar lirih. Nathan menghentikan langkah.

"Ada lagi?"

Beni tampak ragu. Ia memejamkan mata sejenak, berusaha mengingat setiap detail yang terjadi hari itu.

"Saya... masih ingat satu hal."

Nathan berbalik menghadapnya. "Ceritakan."

"Waktu sopir itu menyerahkan amplop... sempat ada telepon masuk."

Nathan memusatkan seluruh perhatiannya. "Dia menjawab telepon itu tepat di depan saya."

"Bicaranya tidak lama. Hanya beberapa detik."

Nathan melangkah satu langkah mendekat.

"Apa yang kau dengar?"

Beni menarik napas panjang. "Saya tidak mendengar seluruh percakapannya."

"Tapi..."

"Ada satu kalimat yang masih saya ingat sampai sekarang."

Ruangan kembali diliputi keheningan. Udara terasa semakin menyesakkan. Tatapan Nathan berubah semakin tajam, sementara rahangnya perlahan mengeras mendengar pengakuan itu.

"Kalimat apa?"

Beni menelan ludah. Dengan suara yang nyaris berbisik, ia akhirnya berkata,

"'Tenang saja, Nona Alicia... semuanya sudah beres.'"

Deg!

Untuk sesaat, ruangan itu seolah kehilangan udara. Kepala keamanan refleks menoleh ke arah Nathan. Sementara Nathan sendiri hanya berdiri membeku.

Sorot mata Nathan seketika berubah. Seluruh kepingan penyelidikan yang selama ini berserakan perlahan mulai menemukan titik temu. Nama Alicia akhirnya muncul dari kesaksian seseorang yang berada langsung di lokasi kejadian, bukan lagi sekadar kemungkinan yang selama ini hanya berputar di benaknya.

Nathan mengepalkan kedua tangannya hingga urat-urat di punggung tangannya terlihat jelas. Selama ini ia mengira Alicia hanya berusaha menyembunyikan hubungannya dengan Adrian.

Namun jika kesaksian Beni benar. Berarti Alicia bukan sekadar menyembunyikan sesuatu. Ia. Terlibat langsung dalam permainan yang selama ini sedang ia selidiki.

Tanpa membuang waktu, Nathan segera mengeluarkan ponselnya.

"Pak Ardi."

"Ya, Tuan."

"Mulai detik ini, cari Doni."

"Gunakan semua orang yang kita punya."

Nathan berhenti sejenak. Tatapannya berubah sedingin es. "Aku ingin dia ditemukan... sebelum Alicia menyadari bahwa kita sudah mengetahui jejaknya."

Bersambung

1
Nar Sih
brati ada penyusup msuk suruhan alicia ,
Nar Sih
mungkin kah satpam tersebut suruhan alicia ,untuk memata,,i naomi hnya kak ayu yg tau
guest1053527528
siapa yg mata2 Thor dan semoga Naomi segara dapat orangx
Nar Sih
semagat nathan dan naomi💪
Nar Sih
semagat 💪 nathan ,cpt selesai kan mslh mu dgn si adrian biar semua nya tenang
Nar Sih
semagat naomi💪
Nar Sih
cerita lah pada nathan ,naomi tentang ancaman alicia mingkin suami mu bisa membantu mslh ini
mama
apa aq bilang nathan itu CEO terbodoh🤣..ada musuh di dlm perusahaan aj gk tau🤭..setelah bangkrut baru dah tau si nathan klu musuh ny ad dideket ny🤣
Nar Sih
hti,,nathan musuh di dekat mu ,waspadalah
Nar Sih
siap kak semoga lolos di 20 bab💪
Ayumarhumah: Aamiin Kak ....🤲🤲🤲🤲
total 1 replies
Nar Sih
satu mslh tentang msa lalu natan dan alicia sgra terungkap
Mita Paramita
bahasa Naomi manggil Nathan tuan terlalu baku jadi kesan ny kayak majikan dan budaknya 🤣🤣🤣
Ayumarhumah: biarkan saja kak nanti ada saatnya berubah🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
sip naomi sgra kirim poto kakak mu ke suami mu biar tau
Mita Paramita
ternyata Nathan duda beranak satu ya🤣🤣🤣
Mita Paramita
Alicia kakak laknat 🤣🤣🤣jebak adiknya sendiri
Nar Sih
semoga ini awal perubahan yg lebih baik dari suami mu naomi
Nar Sih
semoga dgn selesai dan terbongkar nya mslh leon yg ngk berslh ,bisa membuat hubungan ayah dan ank lebih baik lgi
mama
hmmm dasarnya kepala sekolah ny oon pisan,makany jgn asal nuduh duluu... cek lah CCTV-nya biar gk asal main hukum aj tu si nathan dan marah2 leon
Nar Sih
ahir nya kbnran terungkap ,dan bnr kan kata naomi ,leon gk slh ,natan yg kurang perhaitaan ke putra nya yg bikin leon diam
Oma Gavin
makanya nathan jadi ortu jangan arisan merasa dirimu selalu benar snak sendiri jadi korban sekarang rasakan leon sudah terlanjur membenci mu sampai kapanpun ingatan leon tetap ada
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!