Ayu Gendhis Prameswari, terjebak dalam lingkaran pernikahan yang toksik. Memiliki suami yang pelit, suka menggoda wanita. Mertua yang selalu menyalahkan dirinya, karena di matanya Ayu bukanlah menantu idaman. Dan penderitaan Ayu pun semakin menjadi-jadi ketika Mas Bayu, suami Ayu, tertangkap basah selingkuh, namun parahnya, Ayu malah diusir dari rumah. Dia benci dan dendam pada Mas Bayu dan keluarganya dan bersumpah akan membalas semua perbuatannya dengan kesuksesannya.. Dan Tuhan mendengar doa wanita teraniaya. Dipertemukanlah Ayu dengan duda tampan, kaya raya bernama Alvin Sebastian Stelle.. Dia akhirnya mampu memikat hati duda kaya itu. Setelah menikah Ayu seakan bertransformasi menjadi wanita berkelas. Namun ternyata di pernikahannya dengan Alvin pun banyak terjadi konflik keluarga yang ternyata tidak kalah toksik. Namun kali ini Alvin selalu membela Ayu di antara gempuran masalah yang selalu menghadang mereka. Akankah Ayu akan bisa melewati ujian hidupnya kali ini? Ataukah juga akan berakhir seperti pernikahannya dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teka Teki Sebastian
Seketika airmataku meneteskan ketika sambungan telfon ku dengan mas bayu terputus..
Jujur aku puas melihat reaksi mas bayu dan juga reaksi sekar. Akhirnya semua yang aku harapkan berjalan lancar, dan sakit hatiku, beban hatiku terobati..
Lega sekali rasanya hingga airmata kebahagiaan mengalir tanpa henti di wajahku.
Melihatku seperti itu Alvin lalu memelukku..
"Sudah sudah.. Semua sudah berakhir.."
"Terima kasih tuan... Terima kasih, Tanpamu aku tidak akan pernah bisa membalaskan dendam ku padanya... " Kataku dalam pelukannya dengan air mata terus mengalir..
"Mulai saat ini jangan panggil aku tuan lagi, mulai belajarlah memanggilku sayang, karena mulai detik ini kamu adalah milikku sampai kontrak kita selesai nanti, aku akan memperlakukanmu selayaknya istriku yang sesungguhnya, namun aku tidak akan menyentuhmu di luar norma, karena aku akan menjaga kehormatanmu.. "
".... " Aku terdiam karena aku bingung harus bicara apa, karena tenggorokanku juga tertahan karena tangisanku..
Dia lalu melepas pelukannya dan melihat ke arahku..
"Jangan menagis, nanti kecantikanmu memudar.. Lihatlah dirimu sekarang, kamu sudah layaknya istri seorang yang kaya raya, bukan istri seorang laki laki pelit tak bermoral seperti bayu.. Aku lihat dia juga gak ganteng, dia juga gak gagah, dia juga keras, bedalah dengan ku yang ganteng, gagah, royal.. Maka mulai sekarang terbiasa lah menjadi ratu, bukan babu.. Ok... "
Mendengar itu aku hanya tersenyum sambil melihat ke arahnya..
"Sungguh tampan dan baik sekali laki laki satu ini walaupun hanya 1tahun aku akan menemani dia, akan aku nikmati moment moment itu sebagai balas budi ku padanya.. "
Kami saling menatap, dia juga membasuh airmata yang mengalir terus di wajahku..
"Sudah sudah.. Jangan menangis lagi.. Nanti cantikmu pudar.. "
Aku tersenyum dan kembali menenggelamkan wajahku di dada kekar laki laki bernama Alvin sebastian stelle itu...
"Hahaha.. Lihatlah reaksi bayu tadi.. PUAS .. AKU PUAS... " teriak ellen sambil berjalan menuju rumah budhe lastri..
"Kenapa kamu yang sangat puas, harusnya ayu yang begitu..? "
"Aku mewakili ayu, aku yakin dia sekarang sedang menangis bahagia.. Oya apa benar laki laki tampan itu calon suami ayu.. Kok sepertinya aku pernah melihatnya ya, namun entah dimana.. wajahnya begitu familiar.. "
"Ah.. Mungkin muka temanku saja yang pasaran.. "
"Kapan mereka akan menikah...? "
"Biar ayu sendiri yang akan memberitahumu, atau mungkin dia tidak akan memberi tahumu... "
"Akan aku cari dia sampai ketemu, atau aku ikuti terus kamu saja terus.... Em.. Aku lihat kamu juga cukup tampan jika harus aku ikuti... "
"Cukup!. Kamu bilang cukup..!! Ini sangat tampan tahu.. Wajahku terlalu sempurna jika harus di bilang CUKUP.. "
"What!!!. Haisttt.. Kenapa ada laki laki besar kepala seperti ini... "
Drett... Dret... Dret
Sebentar aku angkat telfon ku dulu..
"Aku sedang di jogja dad... "
"Dengan temanku.. "
"Mungkin agak malam aku baru sampai rumah.. "
"Ok dad..love you.. Muachh... "
"Siapa??? " Tanya bram padaku..
"My sugar daddy... My love from the star hahaha... "
"Apa kamu tidak takut ketahuan dengan istrinya...? "
"Kenapa aku harus takut, jikapun ketahuan daddy ku akan memilihku... "
"Besar kepala sekali kau... "
"Siapa yang bisa menolak kecantikanku, daripda istrinya yang seperti nenek sihir itu,mending aku kemana mana lah.. Aku saja bak bidadari... "
"Haha... Susah omong sama gadis besar kepala sepertimu.. "
"Terserah.. Memang aku cantik... " Kataku sambil berjalan berlenggak lenggok karena jujur aku sangat bahagia karena telah membalaskan dendam ayu, dan juga aku juga akan bertemu my sugar daddy ku ..
"Ini rumahmu... "
"Benar... Jangan turun, aku yakin daddy ku sedang melihat kita dari dalam, aku tidak ingin kartuku di blokir lagi gara gara aku pergi dengan laki laki lain... "
"Hahahaha... Berapa limit kartu kreditmu itu..? Paling puluhan juta?? "
"Haisttt... Kau tidak tahu, daddy kaya raya sekali, bahkan dia mempunyai 7perusahaan yang tersebar di seluruh indonesia, namun sorry aku tidak kan memberi tahumu.. Ini rahasia.. Ok Terima kasih untuk semuanya, dan jangan lupa aku tahu rumahmu, jika berani berani kamu tidak angkat telfon ku, akan aku bakar rumahmu..! "
"Dasar cewek manis.. Ingin sekali aku menciummu.. " Kata dia sambil mencubit pipiku...
"Mahal ganteng.. Bibirku mahal.. Ok good night ganteng.. "
Akupun segera keluar dari mobil bram.
Dari luar aku tahu my daddy ku sudah melihatku dari balik tirai kamarku..
"Wah.. Mampus aku dia pasti marah lagi.. Ayo ellen, pakai jurus manja manjamu.. Dia tidak akan bisa marah lagi padamu... " Kataku lirih sambil berjalan menuju ke dalam rumahku..
"Hufttt.... Siap siap ellen... " Gerutuku lirih...
Aku segera membuka pintu.. Aku perjalan perlahan aku buat tubuhku agak lesu, agar dia kasihan padaku...
"Darimana saja kamu?? " Suara daddy ku yang coll tiba tiba terdengar di belakangku..
"Daddy... " Manjaku..
Aku lalu berbalik badan dan dengan sengaja aku jatuhkan diriku..
"Kamu kenapa?? " Tanya daddy ku panik sambil menangkapku..
"Aku lelah.. Aku ingin asupan cintamu.. "
CUP.. aku mengecup bibirnya..
"Kamu itu memang paling tahu cara agar aku tidak marah padamu.. " Dia tersenyum..
"Daaddy.. Mau mandi bareng, aku ingin mandi bersama daddy.. Aku rindu... " Manjaku sambil memposisikan diriku agar dia menggendong ku..
"Ok my baby... " Ucapnya sambil menggendong ku..
Kami pun berciuman sampai kamar mandi.., dan akhirnya kami memadu kasih bercinta entah berapa kali dan juga di berbeda tempat, karena aku juga rindu sekali padanya...
(21+.)
"Minggu besok daddy dah janji mau ajak aku ke swiss. Jangan lupa lo. " Manjaku di pelukannya sambil bermain main dengan bulu halus di dada kekarnya...
Sekarang kami sedang berpelukan di atas ranjang tanpa mengenakan apapun cuma tertutup oleh selimut karena tadi kami habis olahraga malam.. Yes you know lah..
Umur daddy ku memang sudah 47,namun masalah wajah dan kebugaran, dia tidak kalah dengan yang muda. Ya mungkin karena dia orang kaya dan juga dia rajin fitnes, membuatnya sangat kekar, dan permainan ranjangnya membuat aku semakin tergila gila padanya...
"Opss.. Daddy lupa, anak daddy akan bertunangan, dan acaranya juga hari itu.. Maaf ya.. " Kata daddy ku
CUP.. dia mengecup puncak kepalaku...
"Anak daddy yang mana?? "
"Cristian.. "
"Em.. Cristian.. Dia sangat tampan seperti daddy.. Boleh aku datang ke acara pertunagannya?? "
"Baby.. Jangan nakal ya.. Daddy gak suka kamu bilang begitu walau itu cuma bercanda.. "
"Kenapa gak tinggalin saja istri daddy, aku juga bisa menjadi istri daddy.. " Manjaku..
"Gak semudah itu baby.. Ada nama baik yang harus daddy jaga.. Yang penting hati daddy hanya untukmu beby... "
"Benar?? " Tanyaku sambil melihat ke arah wajah daddy ku yang sangat tampan itu..
My sugar daddy ku yang bernama Thomas sebastian stelle...
"Kenapa tidak berangkat ke kantor tuan?? " Tanyaku pada Alvin yang terlihat terlentang santai di pinggir kolam dengan hanya menggunakan celana pendek ketat hingga membuat perut six pack nya terekspos secara gamblang, dan jujur itu membuatku agak gemetar, naluri wanitaku meronta ronta..
"Dokter David nanti akan kesini, jadi aku tidak ke kantor dulu.. Oya panggil aku sayang jangan tuan.. Mengerti..! " Katannya dalam matanya terpejam menikmati udara pagi yang sangat sejuk itu..
"Emmm.. Baiklah.. Sayang.. " Kataku lirih namun jujur membuat aku sedikit tertawa.. Aku masih sangat canggung memanggil dia dengan sebutan sayang..
"Memangnya kamu sakit apa? " Tanyaku kembali sambil menaruh air putih di meja yang aku bawa untuknya..
"Jangan pernah membahas hal ini, aku tidak suka.. Ada hal yang tidak boleh kamu ketahui dariku, dan juga kamu tidak boleh mencari tahunya.. "
"Baiklah... "... Aku pun berjalan pergi...
" SAYANG... "teriakku sambil berlari meninggalkan dia..
Dan dari jauh aku melihat dia tertawa dengan tingkahku...
**
Pukul 11.00 seorang dokter yang sangat tampan masuk ke dalam rumah..
"Mungkin itu yang bernama dokter David.. "Kataku dalam hati dibalik almari kaca hias karena aku tidak di perbolehkan memperlihatkan diri di hadapannya..
Dia dan Alvin pun menuju ke ruang kerja Alvin..
" Kenapa bisa sampai kehabisan suplemen nya.. Akukan sudah pernah bilang jangan kehabisan.. "
"Maaf, pembantuku tidak memberi tahu ku kalau sudah habis.. "
"Ya sudah aku periksa dulu.. "
David pun segera melakukan pemeriksaan rutinnya padaku..
David adalah dokter keluarga sebastian,dia juga dokter kepercayaanku karena dia sahabatku sedari aku kuliah dulu..
"Semuanya baik.. Apa ada perubahan?? "
"Tidak... Bahkan semakin parah... " Kataku dengan kesal..
"Kita sudah mencoba semuanya, tetap terus minum suplemen dariku, itu adalah obat terbaik yang aku bisa rekomendasikan padamu.. "
"Papaku akan membawaku keluar negeri, karena takut disini ada orang tahu dan itu bisa mencemarkan nama baik keluarga sebastian.."
"Biar aku saja yang tangani, aku yakin aku mampu, aku juga sedang meneliti obat untukmu, kalau kau bukan sahabatku, tidak mungkin aku akan repot repot mengekstrak obat untukmu..."
"Ok.. Ok.. Terima kasih.."
"Oya, aku dengar stevani akan bertuangan dengan Cristian minggu besok..dasar wanita gila.. Bisa bisanya dia akan menikah dengan adikmu padahal dia mantan istrimu.."
"Sudahlah, dia tidak sepenuhnya bersalah, ini juga karena keadaanku yang seperti ini.."
"Terserah padamu lah..namun maaf aku tidak bisa berlama lama karena aku ada urusan.."
"Ok.. Maaf aku juga tidak bisa mengantarkanmu, karena aku ada kerjaan yang segera aku selesaikan.."
"Ok.. Jika ada apa apa segera hubungi aku.." Kata david..
Dia pun nampak pergi dan keluar dari rumah..
Ketika aku sedang di samping rumah aku melihat dokter yang memeriksa Alvin tadi keluar dari dalam rumah, dan
"Hallo sayang.."
"Iya tadi Alvin sudah aku periksa lagi, dia laki laki bodoh, dia masih percaya padaku hahahaha..."
"Aku masih di depan rumahnya..."
"Baiklah.. Aku akan segera kesana, aku juga rindu padamu.. Love you muachhh.."
Dan seketika aku tersentak mendengar percakapan dokter itu di samping mobilnya itu..
"Kenapa dia mengatakan bahwa Alvin bodoh? Siapa orang yang dia telfon tadi? "Tanyaku dalam hati dan aku yakin ada yang tidak beres dengan dokter itu...