NovelToon NovelToon
Membatasi Rasa

Membatasi Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Perjodohan
Popularitas:986
Nilai: 5
Nama Author: Sarifah31

Pernah gak sih, kamu sayang banget sama seseorang, tapi demi menjaga hati dan prinsip, kamu terpaksa bersikap sedingin es ke dia?

Itu yang dirasain Zaza. Waktu hatinya mulai telanjur jauh sama Rayyan, dia milih buat mundur perlahan. Gak ada chat basa-basi, gak ada modus pengen ketemu. Semua rindu dan riuhnya perasaan cuma dia tumpahin di sepertiga malam, langsung ke Pemilik Hati.
Rayyan pun sama. Dia kelihatan cuek dan gak peduli, padahal aslinya lagi berjuang mati-matian nahan rasa demi sebuah komitmen. Akhirnya, mereka berdua terjebak dalam kesunyian, sama-sama ngira kalau cinta mereka cuma bertepuk sebelah tangan.

Saling menjauh, tapi saling mendekat lewat doa apa mungkin cara sedekat ini malah bikin mereka makin jauh selamanya? Atau justru, menjaga jarak demi ibadah bakal berujung pada akhir yang gak terduga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarifah31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelangi di Atas Sajadah Syukur

Satu bulan sejak runtuhnya badai fitnah yang dibawa oleh Ghea dan Davin, kedamaian yang seutuhnya benar-benar kembali merayap di langit Kota Malang. Pagi itu, kawasan Dinoyo diguyur gerimis tipis yang membawa hawa sejuk khas pegunungan. Di dalam rumah asri yang merangkap sebagai galeri RayyZa Florest, suasana terasa begitu hangat. Lantunan ayat suci Al-Qur'an mengalun lamat-lamat dari pemutar audio di ruang tengah, berbaur dengan kepulan uap teh melati yang baru saja diseduh.

Zaza duduk di balik meja kerja kayunya, merapikan beberapa catatan jurnal digital untuk platform Penyulam Aksara. Jemarinya sesekali bergerak luwes mengikatkan pita kur pada beberapa tangkai bunga vas yang akan dikirim siang nanti. Di balik jilbab instan, cadar instan bernuansa pastel yang dipadukan dengan gaun rumahan longgar, raut wajah Zaza tampak jauh lebih bercahaya. Beban berat dan riuh batin yang sempat menggelayuti pundaknya beberapa minggu lalu kini telah menguap, digantikan oleh ketenangan yang kian matang.

Langkah kaki yang riang terdengar dari arah koridor dalam. Rayyan muncul dengan kaos kasual abu-abu dan celana kain santai. Penampilannya tampak sangat segar. Sejak Davin resmi dipecat secara tidak hormat dan kasusnya diselesaikan secara internal keluarga, Rayyan mengambil alih penuh manajemen divisinya tanpa sekretaris pribadi untuk sementara waktu. Ia sengaja mengosongkan jadwal akhir pekannya kali ini hanya untuk menghabiskan waktu bersama sang istri.

"Masih sibuk menyulam aksara, Sayang?" tanya Rayyan lembut sembari berjalan mendekat. Ia meletakkan sepiring brownies panggang cokelat hangat yang baru saja dibelinya dari toko kue langganan mereka di samping cangkir teh Zaza.

Zaza mendongak, menyunggingkan senyum terbaiknya yang selalu berhasil membuat debaran dada Rayyan berdesir hangat. "Tinggal merapikan draf artikel untuk buletin minggu ini, Mas. Alhamdulillah sudah hampir selesai. Wah, harum sekali browniesnya."

Rayyan mengambil posisi duduk di kursi rotan tepat di sebelah Zaza. Ia meraih jemari tangan istrinya, menggenggamnya dengan erat seolah ingin menyalurkan seluruh rasa syukur yang tak pernah habis di dalam dadanya. Ia menatap lekat-lekat netra teduh Zaza.

"Za... setiap kali aku melihat kamu setenang ini, aku selalu merasa menjadi laki-laki paling beruntung di dunia," ucap Rayyan, suaranya rendah dan sarat akan ketulusan. "Kalau waktu itu kamu tidak berdiri sebagai benteng kepercayaanku, kalau kamu ikut terbawa emosi seperti orang-orang kebanyakan... mungkin hari ini aku sudah kehilangan arah, Za."

Zaza membalas genggaman tangan Rayyan, ibu jarinya mengusap lembut punggung tangan suaminya. "Mas, dalam pernikahan yang dibangun di atas rida-Nya, kepercayaan itu bukan cuma soal logika, tapi soal bagaimana kita melihat pasangan kita menggunakan mata batin yang dibersihkan lewat sujud. Sejak awal kita sepakat untuk membatasi rasa demi menjaga berkah, maka saat badai datang, Allah pula yang bertugas menjaga hati kita agar tidak mudah goyah oleh kepalsuan dunia."

Rayyan mengangguk mantap, hatinya terasa begitu lapang. "Iya, kamu benar. Oh ya, kemarin Papa menelepon. Mama sudah jauh lebih sehat sekarang. Malah, Mama titip salam buat kamu dan Umi. Mama bilang, beliau sangat malu sekaligus kagum dengan keteguhan prinsip keluarga kita. Beliau berjanji dalam waktu dekat mau main ke Dinoyo, mau belajar merangkai bunga di RayyZa Florest bersamamu."

"Alhamdulillah... tentu saja boleh, Mas. Pintu rumah ini selalu terbuka untuk Mama," jawab Zaza dengan binar mata yang berkaca-kaca karena haru. Hubungan keluarga mereka yang sempat menegang kini justru terajut jauh lebih erat dan penuh kehangatan pasca-kejadian itu.

Gerimis di luar jendela perlahan mereda, menyisakan butiran air yang berkilauan di ujung-ujung daun mawar di taman depan. Semburat cahaya matahari pagi mulai menerobos masuk melalui celah gorden, menciptakan siluet pelangi tipis yang indah di sudut ruangan.

Rayyan berdiri, lalu mengulurkan tangan kanannya dengan takzim. "Urusan dunia kita sudahi dulu sebentar ya, Sayang. Sebentar lagi salat duha. Ayo, kita sujud bersama lagi. Aku ingin berterima kasih langsung kepada Pemilik Semesta di atas sajadah yang sama bersamamu."

Zaza tersenyum sangat manis, mengangguk patuh sembari menerima uluran tangan suaminya. "Iya, Mas. Ayo."

Dua hati yang dulunya saling menjaga jarak dalam sunyi, yang pernah diuji oleh riuh fitnah dari masa lalu, kini telah melangkah beriringan dengan mantap. Di atas hamparan sajadah syukur mereka, pelangi kebahagiaan yang hakiki telah terbentang luas, membuktikan bahwa cinta yang dijaga dengan batas-batas syariat tidak akan pernah berakhir sia-sia, melainkan akan selalu berbuah manis di bawah naungan berkah dan rida-Nya yang abadi.

1
Nurul
mending ta'aruf saja, Zaza
Nurul
mulai terbayang, cepat beristighfar
Xlyzy
kalau merasa ga pantas seharusnya harus bisa merubah diri agar pantas untuk nya
Xlyzy
Dilema si ini jadi nya mau nolak gimana sama orang tua
Xlyzy
Tapi ga harus di jodohin jugak sih cukup kenalkan mereka dulu kalau mereka saling suka baru nikahkan mereka
Cimol krispy
padahal temenan aja nggak di larang loh za
Sarifah_Aini97: bukan mahram kak
total 1 replies
Cimol krispy
jadi dari tadi kamu bikin heboh koridor karna nyariin Zaza ya rayyan
Miu.Nuha
barangkali jodohny ya itu rayyan
beruntung kalo perjodohan itu mengarah kesana 😙
Miu.Nuha
makanya...
bikin abang rayyan bingung
si eneng berada dijalur lain sih 😁
Filan
doanya pakai gue /Facepalm/
Sarifah_Aini97: Wkwk iya nih, biar doanya terasa lebih akrab dan personal langsung ke pencipta-Nya 🤣
total 1 replies
Filan
susah sih ya, kalau dia masih belom bisa sholat. gimana bisa jadi imam?
Filan
langsung sholat malam aja nih... sholat wajibnya gimana, Ray? /Chuckle/
Filan
menghindar nih ceritanya
Filan
skateboard apa udah jadi bagian dirinya? 😅
Aquarius97 🕊️
bagus Rayyan.. awalnya berubah karena Zaza, tapi lama2 dari hati yaa

. sampai kamu gak bisa meninggalkan sholat hehe
Three Flowers
semoga doa Rayyan terkabul, karena dia sudah meminta dengan jalan yang benar
Three Flowers: okay kakak
total 2 replies
Three Flowers
Rayyan dapat hidayah sejak bertemu Zaza
Three Flowers
bau-bau mau dijodohkan, apalagi calonnya baru lulus dari luar negeri
Three Flowers
seperti dikejar hantu, ya😅
Mega Siregar
hindari siapa tuh, za🤭?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!