Shen Yunan mengalami kematian tragis. Dikhianati keluarga, dikhianati pria yang dia cintai, menghabisii orang yang mencintainya dengan tulus.
Mendengar tawa sang putra mahkota yang baru naik tahta, dengan pedang di tangan yang telah menusuknya, bersama Shen Yuxiao, putri palsu yang mencuri tempatnya di kediaman Marquis selama 17 tahun. Shen Yunan bersumpah, dia akan membalas mereka semua. Dia akan membuat semua orang yang menertawakan kematiannya menangis.
'Jika ada kehidupan kedua, aku akan habisi kalian semua!'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
"Kenapa malah bengong? cepat! nona ketiga sama sekali suka menunggu!" ujar bibi Mo.
Cara bicaranya sungguh tak seperti ketika seorang pelayan bicara pada majikan.
"Baik bibi!" sahut Yunan yang langsung mengikuti bibi Mo.
Begitu langkah bibi Mo dan Yunan tidak terdengar lagi. Liu Yuting menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.
"Tuan, dia adalah putri sah kediaman Marquis yang baru di jemput dari desa" jelas Fu Bao, orang kepercayaan Liu Yuting.
Terdengar dengusan kecil, dan tatapan meremehkan dari Liu Yuting.
"Seorang nona, tapi begitu patuh pada pelayan. Apa yang bisa diharapkan dari gadis seperti itu!"
"Tuan benar, memang lebih baik mendukung nona ketiga. Dia sangat tegas dan berani, dia akan jadi mata-mata yang bisa diandalkan di sisi putra mahkota!"
Liu Yuting tidak memberikan respon. Pria itu hanya langsung pergi meninggalkan tempat itu menuju ke paviliunnya. Karena sebenarnya, Liu Yuting juga merupakan kerabat kediaman Marquis. Ayahnya adalah keluarga utama keluarga Liu, ibu Liu Yuting adalah bibi ibunya Marquis Shen.
Sementara itu setelah sampai di paviliun Shen Yuxiao. Gadis itu bahkan tidak membiarkan Yunan untuk duduk.
"Jadi, kamu gadis desa itu! yang membunuhh ayah dan ibumu sendiri untuk sampai di tempat ini?"
Kata-kata yang sangat tajam. Jika seseorang yang berhati lemah mendengarnya. Mungkin dia akan panik dan merasa sangat rendah diri. Sayangnya Yunan sudah tidak selemah dulu, dia bahkan tidak merubah sedikit pun ekspresi wajahnya.
Juga, sama sekali tidak berniat menjawab pertanyaan itu. Kenapa dia harus mengatakan semuanya di depan anak Mo Bian? Yang jelas-jelas sudah mencuri tempatnya selama 17 tahun. Pakaian indah, perhiasan mewah, ruang yang begitu megah. Bukankah semua itu seharusnya milik Yunan? Dia sungguh akan mengambil semua itu dari Shen Yuxiao.
Yunan hanya melihat ke arah Shen Yuxiao yang bicara dengan mengangkat dagunya dan duduk dengan sangat sombong. Pakaiannya merah, dengan banyak perhiasan yang dia pakai, juga hiasan kepala yang menumpuk seperti etalase.
Shen Yuxiao awalnya santai, dia bahkan tidak menatap Yunan saat bicara. Tapi begitu dia merasa Yunan seperti tidak mendengarnya karena memang sejak tadi tidak menjawab pertanyaannya mulai mendengus kesal.
Bibi Mo yang melihat itu segera menyenggol lengan Yunan.
"Hei, nona ketiga sedang bicara padamu!" tegur Bibi Mo.
Yunan langsung menoleh ke arah bibi Mo.
"Oh, dia bicara padaku? aku pikir dia bicara pada siapa? dia menyebut gadis desa, dan pembunuhh orang tua sendiri. Aku pikir, dia sedang bicara pada dirinya sendiri"
Brakk
Shen Yuxiao yang mendengar itu segera menggebrak meja. Bahkan gadis itu segera berdiri dengan mata melotot, dan wajah yang terlihat murka.
"Kurang ajar, tidak tahu diri. Dasar gadis kampung tidak berpendidikan, kamu tidak tahu dengan siapa kamu bicara..."
"Kamu?" sela Yunan, "bukannya anak Mo Bian dan Chao Yanhui? kenapa malah bicara seperti itu padaku yang anak kandung Marquis Shen?" lanjut Yunan membuat Shen Yuxiao mengepalkan tangannya dengan sangat kuat.
Mata Shen Yuxiao masih melotot, dia begitu kesal. Dia benar-benar ingin mencabikk Yunan.
Dan Yunan, dia masih berdiri dengan santai dan diam saja di tempatnya. Ucapannya tidak ada yang salah sama sekali. Terakhir kali dulu, di kehidupannya yang lalu, dia datang dengan sangat rendah hati. Dia bicara dengan sopan pada semua orang, bersikap lemah lembut, menuruti semua perintah majikan di kediaman Marquis.
Tapi, meskipun dia patuh dan menurut. Akhir yang dia miliki tetap saja mengenaskan, jadi kenapa dia masih harus bersikap seperti itu sekarang?
"Pengawal, bawa wanita desa kotor dan bau ini keluar! suruh dia berlutut di halaman! tanpa perintah dariku, tidak boleh ada yang menyuruhnya berhenti!" pekik Shen Yuxiao dengan sangat marah.
Dua orang pengawal langsung datang. Dan langsung mendekati Yunan. Keduanya juga ingin mencekal kedua tangan Yunan.
Tapi, sebelum mereka bisa melakukan itu. Yunan membuat keduanya bertabrakan dan jatuh. Dia menghindar, dan memberikan sedikit dorongan pada keduanya. Gerakannya sangat cepat, sampai bibi Mo yang ada di depannya tidak bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi.
Tiba-tiba saja kedua pengawal itu saling bertabrakan dan jatuh begitu saja.
Brukk
Bibi Mo mundur beberapa langkah karena terkejut. Tapi Yunan masih tetap berdiri santai di tempatnya.
Melihat dua pengawal yang dia suruh menangkap Yunan malah jatuh. Shen Yuxiao semakin marah.
"Dasar kalian semua tidak berguna! pengawal! pengawal!"
Shen Yuxiao kembali berteriak memanggil pengawal. Sekarang ada empat orang pengawal yang datang. Tapi Yunan mendengar suara langkah yang lebih banyak dari itu. Pasti tuan dan nyonya Marquis juga sudah kembali dari istana.
Kali ini, ketika pengawal itu mendekatinya. Dia diam saja.
"Seret dia ke tengah halaman, suruh dia berlutut! cepat!" pekik Shen Yuxiao.
Di kehidupan dulu, Shen Yuxiao lebih tenang dari ini. Dia dengan mudah bersandiwara menjadi putri yang baik, sementara Yunan dilabeli dengan image kampungan dan tidak berguna. Sekarang, justru Shen Yuxiao yang terlihat seperti orang yang kehilangan kendali. Keanggunan dan sikap bangsawan yang selama ini di puji orang, tidak terlihat sangking emosinya dia.
Empat pengawal itu mencoba mencengkeram pergelangan tangan Yunan. Kali ini dia tidak melawan. Dia malah sengaja mengingat hal sedih dalam hidupnya, supaya air matanya yang sekarang mulai sulit keluar dengan cepat itu, bisa keluar dengan cepat.
"Kakak, kenapa memperlakukan aku seperti ini. Aku kembali karena di jemput, sebelumnya aku bahkan tidak pernah bermimpi menggantikan tempat mu di kediaman Marquis ini, hiks... hiks...!"
Bukan hanya Shen Yuxiao, bahkan bibi Mo yang ada di dekat Yunan bingung dengan apa yang baru saja di katakan oleh Yunan. Mendadak dari yang sangat melawan, menjadi seseorang yang kata-katanya sangat menyedihkan.
"Cih, kata-katamu tadi tidak seperti itu. Pengawal buat dia berlutut!" kata Shen Yuxiao yang merasa sangat kesal.
Dia ingin memberikan satu atau dua kali tamparann dulu pada Yunan sebelum wanita desa itu di suruh berlutut di luar.
Brukk
"Hiks, kenapa kalian jahat sekali!"
Bibi Mo sampai mengernyitkan keningnya. Bukannya tadi sangat galak? kenapa sekarang malah seperti orang yang tidak punya daya dan upaya.
Shen Yuxiao maju dengan cepat. Begitu dia sampai di depan Yunan. Tangannya terangkat tinggi.
"Kakak, jangan pukul aku. Aku janji akan pergi. Aku akan pergi!"
"Dasar orang desa menyebalkan...!"
Tangan itu nyaris saja sampai di wajah Yunan. Ketika beberapa orang masuk ke paviliun itu.
"Apa-apaan ini?"
Shen Yuxiao menarik tangannya. Dan segera menoleh ke arah pintu masuk.
"A... ayah!"
***
Bersambung...