NovelToon NovelToon
Sajak Sang Simpanan

Sajak Sang Simpanan

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Siti Zulfya Fauziyah

Di usianya yang masih dua puluh lima tahun, Alice telah menjadi janda. Suaminya meninggal di sebuah kecelakaan dengan wanita lain dan mewariskan banyak hutang gelap yang baru ia ketahui keberadaanya setelah kematian suaminya.

Usahanya terancam bangkrut dan seluruh propertinya terancam hilang sebagai jaminan hutang. Dia tak memiliki apa pun lagi dalam hidupnya.

Dengan penuh tekad, dia memutuskan untuk bertindak gila. Dia akan menawarkan diri menjadi wanita simpanan. Tidak masalah siapa pun yang akan menjadi lelakinya, asalkan ia kaya dan mampu membayarnya dengan mahal.

Jika ini satu-satunya cara untuk menyelamatkan apa yang masih Tuhan sisakan untuknya, ia tak akan mundur meski moralnya terancam akan hancur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Zulfya Fauziyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUA LIMA

Menikah?

Alice berdiri terperanjat. Jika Kendrick bermaksud membuat lelucon, yah dia berhasil.

"Apakah itu sebuah lamaran?" Alice tertawa canggung. Bagus. Dalam setiap situasi darurat, fikiran Alice selalu kacau. Mungkin ini adalah salah satu dari situasi tersebut.

"Apakah kau ingin aku berlutut dan memohon padamu?" Kendrick bertanya datar.

"Kau mengusulkan kita untuk menikah?" Alice tak mengerti.

"Ya. Jika kau masih ingin melanjutkan niatmu mengambil kembali putramu."

Alice berjalan mengelilingi ruang besar, memutarinya dengan bingung. Ada apa dengan Kendrick? Kenapa lelaki sangat sulit ditebak pikiranya? Ayolah, Alice mendekati Kendrick hanya untuk sebuah tujuan tertentu. Dia tak mengharapkan lamaran secepat ini.

"Aku pikir, pernikahan bukanlah sebuah media permainan yang bisa kau tawarkan begitu saja, Ken."

Alice teringat tentang pernikahanya sendiri dengan Alex. Sebuah cerita yang berakhir dengan petaka. Ikatan itu hanya berfungsi melegalkan tindakan Alex merampoknya secara diam-diam. Aset, dana, rumah dan semua properti Alice digadaikan oleh Alex.

"Kau memiliki riwayat yang buruk dengan pernikahan?" tanya Kendrick menangkap kecemasan yang Alice tampakkan.

"Suamiku meninggal sekitar dua tahun lalu. Dia meninggalkan banyak hutang yang sangat luar biasa. Akulah yang harus menyelesaikan semuanya," jelas Alice lirih.

"Aku ahli dalam mengelola keuangan dan tidak kekurangan dana, bahkan untuk menutupi semua biaya hidupku hingga tua nanti. Kau tak perlu khawatir aku akan merampas semua asetmu. Justru sebaliknya, kau berhak secara legal atas semua hartaku jika nanti kita menikah."

Alice menggeleng pelan, keyakinanya pada pernikahan telah mulai tergerus. Pertama karena sikap Alex, dan terakhir karena sikap Anson. Dia tak yakin ditakdirkan untuk menikah. Semua lelaki yang terikat denganya selalu menjadi tragedi bagi hidup Alice. Tak mudah untuk memupuk kepercayaan untuk membangun kembali komitmenya tentang perkawinan.

"Ini bukan hanya tentang harta, Ken. Ini tentang kepercayaan. Aku pernah mempercayai sebuah ikatan perkawinan dengan segenap kemampuanku. Aku menerima semua keadaanku, menjaga komitmenku, melakukan apa yang terbaik untuk ikatan hubunganku. Berharap bahwa suamiku juga melakukan hal yang sama. Ternyata tetap saja tidak berhasil."

"Dia bukan hanya merampas asetku secara perlahan. Dia juga melakukan banyak penyelewengan dibelakangku. Judi, main perempuan dan kenakalan semacam itu. Sejarah pernikahanku membuatku takut untuk mengulanginya lagi, Ken. Aku sudah tak lagi percaya pada pernikahan."

Alice pernah terjebak untuk memercayai pernikahan lagi setelah ia mengenal Anson. Mimpinya melambung tinggi mengharapkan banyak keajaiban terjadi dalam kehidupanya yang gersang. Hingga kemudian kenyataan pahit menamparnya dengan sangat keras. Bagi Anson, dia hanyalah seonggok sampah tak berguna.

"Kita bahkan baru saja bertemu. Bagaimana kau sangat yakin menawarkan pernikahan? Pernikahan dengan cinta saja bisa gagal. Apalagi pernikahan yang hanya sebatas kesepakatan dangkal seperti yang kau tawarkan."

Alice terduduk di kursi kayu berukir yang lumayan tinggi. Dia menatap keluar jendela, pada kegelapan malam yang menyelimuti alam sekitar mereka. Mungkin fajar sebentar lagi menyingsing. Dia sudah cukup lama berbincang disini bersama Kendrick.

"Justru karena kesepakatan dangkal itulah, pernikahan ini mungkin bisa berhasil. Aku sudah tidak lagi mempercayai cinta, Alice. Kita akan melakukan pernikahan ini dan bersikap baik satu sama lain. Kita bisa seperti teman yang tinggal satu atap. Saling menghargai, toleransi, membantu, dan menjaga dengan batasan-batasan tertentu. Bukankah ini kesepakatan yang adil?"

Kendrick menatap punggung Alice dari jarak yang cukup jauh. Kekeras kepalaan yang Alice miliki benar-benar mirip mendiang istrinya. Kendrick yakin pernikahan ini mungkin saja bisa berhasil bagi mereka.

"Apa kau mulai gila, Kendrick? Jika kau berpikir pernikahan seperti itu bisa berhasil, kenapa tak kau tawarkan pada wanita ****** lain yang pasti berminat untuk langsung melompat pada pelukanmu?" Alice mulai menaikkan nada bicaranya.

"Karena kau satu-satunya wanita yang dengan berani menawarkan diri untuk bekerja sama denganku. Selain itu, jika kutawarkan pada wanita lain, aku tak yakin mereka mampu menerima kekuranganku."

Alice menoleh kebelakang, menghadap wajah tampan Kendrick. Kulitnya yang kecokelatan khas timur tengah tampak menggoda dibawah penerangan temaram lampu ruangan.

"Maksudmu, gynophobia?" tanya Alice memastikan.

"Aku sudah mampu mengendalikan gynophobiaku. Aku mulai bisa menahan diri untuk berdekatan dengan perempuan, meskipun dalam batas-batas yang wajar," jelas Kendrick.

"Jadi? Ada hal lain yang kau sembunyikan?" tanya Alice mulai tertarik. Dia sedikit beringsut membenarkan posisi duduknya.

"Aku impoten."

Sebuah pengakuan yang cukup mencengangkan. Mereka berdua saling terjebak dalam keheningan yang menyiksa. Kendrick terdiam kalut. Alice terdiam bingung. Pikiranya mencerna dengan sangat lambat.

Kendrick impoten? Yang benar saja. Seorang lelaki setampan dia? Ya Tuhan ...

"Kau--"

"Sebelum dibunuh, istriku diperkosa oleh tiga lelaki dengan sangat kejam. Aku dipaksa menyaksikan kejadian itu," jelasnya dengan pandangan menerawang. Ingatan Kendrick seperti kembali pada kejadian mengerikan dua tahun yang lalu.

"Jadi kau menderita impoten sejak kejadian itu? Kau tak pernah menyentuh wanita?" tanya Alice sedikit tak percaya.

"Apa kau pikir aku sanggup menyentuh wanita jika setiap kali aku menyentuh mereka yang terbayang dalam otakku adalah pemerkosaan istriku? Saat itu dia sedang hamil delapan bulan. Setelah selesai memperkosa, seorang wanita menusuk istriku dengan brutal. Dia dan bayiku meninggal."

Kejadian itu seperti baru saja terjadi kemarin. Kendrick masih ingat bagaimana bayi mereka meronta kuat dalam perut istrinya saat wanita lain menusuknya membabi buta. Seoalah-olah anak tak berdosa itu berusaha memberontak, memprotes nasib yang merenggutnya dengan kejam. Dia ingat darah yang menggenang, dia ingat teriakan putus asa istrinya dan dia ingat organ-organ tubuh yang terkoyak. Ingatan itu, menjadi senjata yang terus saja melukainya, meskipun para pelaku sudah berhasil ia bereskan.

Alice bergidik ngeri. Dia membayangkan jika berada pada posisi Kendrick, dipaksa melihat pasangan dan bayinya meninggal dengan kejam, Alice pasti tak akan sanggup.

"Aku ikut sedih mendengarnya, Ken." Alice berkata tulus. Air mukanya menampakkan keprihatinan. Duka memang bisa datang kepada setiap orang. Tidak peduli dia adalah orang yang berpengaruh sekalipun.

"Aku mungkin tak akan bisa memenuhi kebutuhan biologismu, tetapi tak ada salahnya mencoba. Kita buat pernikahan ini berhasil." Kendrick mencoba mendekati Alice, menyentuh bahunya dari belakang dengan lembut kemudian mundur perlahan. Wajahnya mengernyit tak senang, sepertinya sentuhan itu membuatnya tak nyaman. Gynophobia yang Kendrick miliki membuatnya terganggu melakukan kontak fisik dengan wanita.

"Kau merasa tak nyaman menyentuhku?" Alice menahan tawa.

"Jangan mencoba tertawa, ini bukan hal yang lucu," kata Kendrick meradang.

Namun Alice justru tertawa lepas. Reaksi Kendrick benar-benar menghibur hatinya. Bagaimana mungkin lelaki seperti dia takut dengan dirinya?

Kendrick yang mendengar tawa renyah Alice, terdiam menikmati respon wanita itu. Alice memiliki suara tawa yang menyenangkan. Membuat sebagian hatinya menghangat perlahan.

"Aku bisa berlatih denganmu setiap hari. Mungkin kau bisa menyembuhkanku," kata Kendrick datar.

"Oh baiklah, bagaimana jika kita mencoba saling menjabat tangan?"

"Tidak!" Kendrick sedikit berteriak.

"Kau bahkan tak bisa menyentuh tanganku? Oh ayolah, Kendrick ... apa kau akan bilang padaku selama dua tahun ini tak pernah berjabat tangan dengan wanita? Kau pebisnis hebat. Mustahil menghindari hal standar seperti ini."

"Aku memang tak pernah melakukanya. Tak ada wanita yang berani memaksaku. Mereka justru berpikir aku lelaki dingin. Beberapa diantara mereka menganggap aku gay. Hanya satu kali sebenarnya, dengan seorang pejabat wanita. Aku harus menahan diri untuk melakukanya."

Alice semakin tertawa mendengar penuturan Kendrick. Raut wajahnya seperti tertekan mengingat kenangan itu. Pasti menjadi trauma tersendiri baginya jika sampai dirinya melakukan kontak fisik dengan kaum hawa. Hal yang sebenarnya didambakan oleh banyak lelaki.

"Berhentilah tertawa, Alice." Kendrick merasa tak senang. Alice berangsur-angsur mengontrol perasaanya dan bersikap normal kembali.

"Jadi ... bagaimana tawaranku?" ulang Kendrick mengembalikan pembicaraan mereka.

"Kita adalah dua orang yang terjebak keadaan. Kau menginginkan dukungan dariku, dan aku menginginkan ... teman, sahabat hidup, pendamping, apapun itu istilahnya ... untuk menemaniku. Aku butuh orang yang mengerti segala titik lemahku dan masih bersedia berdiri denganku. Bisakah kita saling melengkapi?" ujar Kendrick tulus.

"Kenapa kau sangat yakin aku wanita yang mampu menemanimu? Bisa saja aku hanya memanfaatkanmu. Setelah tujuanku tercapai, aku bisa pergi jauh darimu dan membawa banyak hartamu."

"Aku yakin kau bukan jenis orang yang seperti itu. Bisnisku besar karena aku memiliki penilaian yang tepat pada setiap orang. Aku tak pernah salah dalam menilai orang."

Begitu. Alice terdiam lama.

Jika Kendrick memiliki penilaian yang baik padanya, mengapa Anson tak bisa melakukan hal yang sama juga? Seharusnya Anson bisa melihat ketulusanya. Alice memang melakukan kebohongan padanya, tetapi semestinya Anson mampu menyadari cinta yang ia pendam. Mengapa lelaki itu sangat keras kepala?

"Bagaimana jika suatu hari nanti kita menemukan orang lain yang kita cintai?" tanya Alice kebas.

Kita tak pernah tahu alur kehidupan. Bisa saja Tuhan menghadirkan cinta secara tiba-tiba, dalam keadaan yang sudah tak memungkinkan lagi untuk kita perjuangkan. Semua hal bisa saja terjadi.

"Aku mungkin tak akan menemukan cinta lagi. Perasaanku mati bersama istri dan bayiku pada malam tragedi itu berlangsung. Hidupku sudah lama kosong, Alice. Hasratku untuk menikmati kehidupan mulai meredup setiap saat. Aku tak memiliki tujuan tertentu lagi."

Ada kejujuran yang disampaikan dengan pahit. Kenyataan tragis yang diakui oleh lelaki kuat seperti Kendrick. Kehidupan menunjukkan perasaan adalah sesuatu yang sangat ringkih dimiliki oleh manusia. Dia mampu mengombang-ambingkan, menghancurkan, melambungkan dan menjatuhkan kita tanpa persiapan.

"Tapi jika suatu hari kau nanti menemukan orang yang kau cintai dan mampu memberikan perlindungan, kau bisa pergi dari hidupku."

"Kau tak akan menahanku?" Alice terkejut.

"Tidak. Aku pernah memiliki cinta, Alice. Aku tahu bagaimana rasanya. Aku tak akan menghalangi kebahagiaanmu dengan menahanmu selamanya disisiku. Kita berhak bahagia, bukan?"

"Bagaimana kau bisa mengalah begitu? Bukankah kesepakatan ini akan merugikanmu dalam semua sisi?"

Kendrick berjalan memutari ruangan. Dia menatap keluar melalui jendela lain dengan hampa. Tatapanya seoalah tanpa emosi sedikitpun.

"Aku dulu orang yang sangat egois dan tak mungkin mengalah, Alice. Tetapi tragedi dua tahun lalu mengubah segalanya. Kehilangan memiliki kekuatan untuk mengubah drastis karakter seseorang. Setelah kejadian tragis itu, perasaanku menjadi sensitif. Aku menghargai keberadaan dan cinta istriku dengan sangat terlambat."

Alice tak bisa berkata-kata. Dia tertunduk dalam, mempermainkan jari-jemarinya tak beraturan. Kisah Kendrick bukanlah kisah indah yang biasa kau dengar. Ini adalah sekelumit tentang kenyataan pahit yang mau tak mau harus ditelan oleh penerimanya. Kita tak memiliki kekuatan untuk melawan takdir.

"Jadi, apakah kau menerima pernikahan ini? Kita akan menciptakan hubungan yang baik. Kita pasti bisa menjadi teman yang saling menerima. Jika nanti ikatan ini berhasil, kita bisa mempertahankanya sepanjang hidup kita."

Kendrick berbalik, menatap Alice yang tengah mendongak. Mata cokelat Alice menyorotkan banyak ekspresi yang bercampur baur. Otaknya pasti sedang berpikir dengan keras. Kendrick tak akan menyalahkan Alice jika wanita itu menolak tawaranya. Setiap orang berhak memiliki keputusan dan harus dihargai.

"Ya. Aku bersedia."

...

1
Noerlina Akbar
Biasa
Noerlina Akbar
Kecewa
Tua Jemima
membosankn mals dah bcanya hbiskn waktu ja benar benar mebosankn ceritanya
Tua Jemima
ceritanya membosankn terlalu bertele tele
Septi Yani
menarik
Nepi Saparika
selalu kembali k karya yg ini ngangenin serasa nonton film Holywood
ian
keuuureeeèeeeeeeennnnnnnnnnn
Tua Jemima
ceritanya matap
Syam Marinie
seru menarik
Rita Purwanti
bagus dan alur ceritqnya ok
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
nacho
sedihnya
Ani Amel
lumyn bagus ceritanya
Aida Rayhan
kok pada mati semua
ana kristianti123
rumit sih tapi bgus bgt novelny
Crystal
Aku baca ulang cerita ini, tapi tidak ada kata bosan. Bagaimana kabarmu, thor??
Kok ga pernah up cerita lagi di NT??
Siti Zulfya Fauziyah: Alhamdulillah, baik, Crysrtal.
Iya nanti doanya ya semoga bisa nulis di NT lagi. Harapannya sih tetiba dpet wangsit biar bisa bikin alur yg jedaarr gitu 🤪😁
total 1 replies
Batara Zalzabil
luar biasa sy sgt SK crtx.mksh
Batara Zalzabil
menangis AQ mlht kelakuanmu James.hehe
Batara Zalzabil
bsx suamix berfikiran bgt.hancur hby ambisi .tp seru crtx
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!