NovelToon NovelToon
Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / CEO / Mengubah Takdir / Pengantin Pengganti Konglomerat / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Febriliani

Jodoh, rezeki dan kematian adalah hal yang memang penuh dengan misteri. Sebabnya kita memang tidak tahu siapa yang akan jadi jodoh kita kelak.


Rili Askana menjadi galau tingkat dewa, diumur yang hampir genap 30 tahun. Dia tidak kunjung menikah'. Angin segarpun datang, disaat teman kerjanya menawarkan diri untuk menikahi nya. Tapi, disaat cinta-cintanya kekasihnya itu hilang tanpa bekas.


Kesedihannya bertambah parah, disaat Dia masih galau dipaksa nikah oleh orang tuanya dengan pria yang tidak dikenalnya.



Bagaimana kisah Rili? akankah Dia bahagia dengan pernikahannya.

Temukan jawaban misterinya di Novel ini.

Ini bukan cerita horor. Ini cerita yang bisa menguras emosi dan gelak tawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febriliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mati satu tumbuh seribu.

Rili tidak sanggup melihat tontonan di depan matanya. Rili berlari meninggalkan Windi di ruangan tersebut. Windi tidak menyusul sahabatnya itu, dia malah menyaksikan semua adegan yang ada dilayar datar tersebut.

Tontonan di layar menampilkan ayah Yasir yang akan berpidato.

"Assalamualaikum....

Selamat siang saya ucapkan kepada hadirin semua yang sudah meringankan langkahnya menghadiri acara Ulang Tahun Perusahaan Kurnia Group yang ke 15 Tahun. Sebenarnya perusahaan yang sudah saya rintis dari nol ini sudah saya geluti selama 30 tahun, tapi 16 tahun yang lalu suatu insiden yang sangat mengerikan terjadi di keluarga kami, sehingga saya mengganti nama perusahaan ini menjadi Kurnia Group." Ucap Ayah Yasir sambil melap air matanya yang jatuh dibalik kaca mata cekung itu, dengan sapu tangan yang dirogohnya dari saku celana goyangnya.

"Dihari yang sangat berbahagia ini saya juga ingin mengumumkan bahwa semua jenis usaha yang dikelolah oleh Kurnia Group yaitu perhotelan, pariwasata, perkebunan sawit dan karet, sudah menambah anak perusahaan ke berbagai provinsi di seluruh Indonesia." Ucap Ayah Yasir dengan sangat semangat.

"Keberhasilan ini semua tercapai karena kerja keras, disiplin, tanggung jawab dan semangat yang dimiliki oleh putra saya Yasir Kurnia. Dalam tiga bulan terakhir ini putra saya fokus mengejar mimpinya. Beri up plus untuk putra kebanggan saya Yasir Kurnia." Ucap Ayah Yasir yang kepalanya sudah ditumbuhi rambut putih itu dengan bangganya.

prok.....prok...prok... suara tepukan menggema di ballroom tersebut. Yasir berdiri dan memberi hormat kepada semua tamu undangan dengan menundukkan kepalanya. Ekspresi wajah pria itu sangat datar, tatapannya sangat dingin dan kosong.

"Sengaja acara ini saya siarkan langsung ke semua perusahaan yang dimiliki Kurnia Group. Tujuannya tak lain adalah, untuk memberi motivasi kepada semua karyawan bahwa suatu keberhasilan tak serta Merta tercapai begitu saja. Ada pengorbanan didalamnya. Kerja keras, disiplin, semangat, tanggung jawab harus kita tanamkan dalam diri kita." Ucap Ayah Yasir dengan penuh kepercayaan diri.

"Di hari ini saya umumkan selaku Presiden Direktur bahwa semua karyawan berhak merasakan kebahagiaan atas kesuksesan kita bersama. Untuk itu semua karyawan mendapat bonus 2x gaji bulan depan." Ucap Ayah Yasir dengan disambut dengan tepuk tangan dari undangan.

"Kebahagiaan kita juga harus dirasakan masyarakat, maka selama satu bulan penuh tarif hotel disemua kelas dapat diskon 50%." Kembali lagi para undangan memberi tepukan tangan yang sangat meriah.

Windi pergi meninggalkan ruangan hotel tersebut. Wanita itu tidak menonton habis acara yang ditayangkan, karena menurut dia acara itu adalah perayaan kesuksesan perusahaan.

Windi mencari keberadaan Rili. Windi menyisiri pantai, memeriksa di Restoran, Rumah makan, dan warung-warung kecil dipinggir pantai, tapi wanita itu tidak menemukan sahabatnya tersebut.

"Pergi kemana dia? Apa dia sudah pulang?" Windi berbicara sendiri sambil tetap mencari wanita yang lagi patah hati tersebut yang tak lain adalah Rili.

Windi tetap mencari Rili sampai ke bibir pantai yang sunyi dan berada di paling ujung, karena tempat Rili sekarang sudah dekat dataran tinggi pembatas dari pantai.

Windi melihat sahabatnya itu dalam posisi sujud, tangan kiri menopang tubuhnya dan tangan kanan Rili memukul-mukul pasir dengan sangat membabi buta. Suara tangisan terdengar kuat bercampur dengan suara deburan ombak. Sungguh pemandangan yang menyedihkan.

Windi menghampiri sahabatnya itu, Windi menahan tangan kanan Rili yang memukul-mukul pasir dan memeluk tubuh wanita yang sedang rapuh tersebut. Rili dan Windi ambruk. Windi terduduk sambil tetap memeluk sahabatnya itu.

"Menangislah, menangislah sekuat-kuatnya dan sepuas hatimu." Ucap Windi sambil terus mengusap-usap punggung sahabatnya itu.

"Hiks ....hiks....hiks....." Rili menangis dipelukan sahabatnya itu dengan durasi sangat lama, tanpa ada kata yang keluar dari mulut wanita yang lagi dikhianati pria yang sangat dicintainya tersebut.

Windi pun ikut terdiam, dia hanya memeluk Rili memberi kekuatan batin pada sahabatnya tersebut.

"Apa salahku? Kenapa dia melakukan ini. Dia sebulan sekali datang ke kota ini, tapi kenapa dia tidak menemuiku. Kenapa no ponselnya tidak dapat dihubungi? Apa maksud dia melakukan itu?" Rili menangis sambil mengeluarkan unek-unek dihatinya.

Windi hanya mengusap-usap punggung Rili. Wanita itu lebih memilih menjadi pendengar yang Budiman. Disaat Rili sudah bisa mengontrol emosinya, barulah Windi akan memberi nasehat dan sedikit pandangan. Windi soal percintaan lebih berpengalaman. Dia pun pernah diposisi Rili, pada saat pertama kali putus cinta.

"Hiks....hiks.....hiks.....hiks..." Rili kembali menangis masih dalam dekapan sahabatnya tersebut. Kali ini Rili tidak banyak bicara, beda saat dia menangisi kisah cintanya saat ibunya memergokinya di kamar.

Tangisan adalah cara mata berbicara ketika mulut terbungkam, tak sanggup menjelaskan seberapa hancurnya hati. Saat ini yang dibutuhkan Rili hanyalah menangis untuk meredam segala perasaan sedih. Semoga suatu saat hatinya yang patah berkeping-keping tak bersisa itu bisa pulih kembali.

Rili melepas pelukan sahabatnya itu lalu berjalan ke arah laut.

"Pergi...... dan menghilanglah dalam kegelapan dan jangan pernah kembali lagi. Yasir...... Aku benci kamu!" Rili berteriak sekuat-kuatnya

"Aku pasti dapat hidup tanpamu, meskipun aku akan merindukanmu. Hiks....hiks...hiks.." Wanita itu kembali menangis sambil memegang dadanya yang terasa sesak.

"Kamu datang saat hati ini hampa, dan kamu pergi saat hati ini penuh olehmu. Kamu jahat.......! Rili kembali berteriak ke arah laut. syukur tempat itu sepi, kalau ada orang lain melihat wanita yang lagi patah hati tersebut, maka orang pasti menertawakannya.

"Windi menghampiri sahabatnya tersebut dan berdiri sejajar dengan Rili.

"Lepaskanlah. Maka esok lusa, jika dia adalah cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan. Ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kalian. Jika dia tidak kembali, maka sederhana jadinya, itu bukan cinta sejatimu.” Ucap Windi, wanita itu menuntun sahabatnya untuk duduk kembali diatas pasir.

"Jika kamu kehilangannya, itu karena kamu ditakdirkan untuk menemukan sesuatu yang lebih baik. Percayalah, lepaskan, dan berikan ruang untuk apa yang akan datang." Windi kembali dan menyemangati sahabatnya tersebut.

Sepertinya kata-kata Windi bisa dicerna Rili dan mengena dihatinya. Rili sudah mulai bisa mengendalikan dirinya. volume Tangisannya sudah mengecil, hanya isakan saja yang terdengar. Wanita itu merogoh tisu dari tas selempangnya yang berwarna coklat tersebut. Rili melap air mata dan ingusnya.

“Cinta memang tak terduga. Semua serba tiba-tiba. Datang tiba-tiba. Pergi tiba-tiba. Aku bisa memahami perasaanmu Rili. Aku juga pernah merasakan patah hati. Obatnya itu hanya waktu, seiring berjalannya waktu kamu pasti akan bisa melupakannya dan cobalah membuka hati pada pria lain." Ucap Windi sembari menggenggam tangan Rili untuk menguatkan sahabatnya tersebut.

"Terimakasih Windi, kalau tak ada kamu mungkin semuanya masih abu-abu dan aku akan terus menduga-duga tentang perasaan Abang Yasir terhadapku." Ucap Rili dan memeluk sahabatnya itu.

Kamu harus semangat. ingat pepatah. Mati satu tumbuh seribu.

"Sudah pukul 5 sore. Kita sholat ashar yuk? tadi kita sudah melewatkan sholat Dzuhur." Ucap Windi.

"Iya, kita bisa mengqadha sholat Dzuhur." Ucap Rili sembari mereka berjalan menuju mushollah disekitar pantai.

Begitulah manusia sering melalaikan kewajibannya karena urusan dunia yang tak penting. Ya, seperti kasus Rili ini. Dia hampir menyiksa dirinya karena urusan asmara. Semoga wanita ini dibukakan Allah pintu hidayah, sehingga dia bisa cepat melupakan cerita cintanya yang begitu menyakitkan buatnya.

Setelah sholat ashar mereka kembali duduk di tepi pantai, menikmati indahnya alam semesta. Cuaca hari ini sangat cerah sehingga sunset nampak begitu indah.

Langit menjadi bernuansa oranye selama matahari terbit dan terbenam, warna yang memberimu harapan bahwa matahari terbenam hanya untuk bangkit kembali.

Windi merasakan getaran ponselnya di tas selempangnya. Ternyata Hendrik menelpon. Windi pun mengangkatnya. Setelah Windi menutup panggilan telepon Hendrik. Windi membuka percakapan.

"Abang Hendrik mau kesini. Nanti kita tanyakan mengenai Abang Yasir ya?' Ucap Windi.

"Iya." Jawab Rili dengan tak bersemangat.

Kini Hendrik sudah bergabung dengan kedua wanita tersebut. Mereka sedang duduk di bangku semen di bawah pohon Cemara yang menghadap arah laut. Mereka duduk sejajar. dengan urutan Hendrik, Windi dan Rili.

"Udah selesai Siaran langsungnya bang?" Tanya Windi.

"Sudah, hanya sebentar koq. itu acara ultah perusahaan." Ucap Hendrik.

"Oh ya, tadi kenapa kalian menanyakan mengenai bos Abang?" Tanya Hendrik dan tersenyum kepada Rili.

"Gak apa-apa?" Oh ya bang, Abang Yasir sudah menikah ya? Tanya Windi.

"Soal itu Abang kurang tahu. Masalah privasi orang-orang Kurnia Group itu tertutup." Jawab Hendrik.

"Kalian kenapa menanyakan Bos Yasir

terus?" Tanya Hendrik dengan bingungnya.

"Gak pa2. Kira-kira kapan Abang Yasir ke sini lagi bang?" Tanya Rili kepada Hendrik.

Bersambung.

Mohon beri like coment dan vote. serta jadikan novel ini sebagai favorit. Terimakasih

1
Muhammad Habibi
Luar biasa
Susi Andriani
ya bagus itu
Susi Andriani
jadi ingat Drakor cras landing on you😀😀
Susi Andriani
cerita awal bagus
NBF
,
NBF
bknkah td nama si penjahat itu lamhot???
Chairani Pane Ira
hahaha...sungguh sedih cerita ny .
awal ny aq da gk mau melanjut kn bc..krn kesan ny terllu bertele2..lambat ..tp nth kenapa aq penasarn..
tp makin ke sini ..aq mkin mewek...😭😭😭
lanjut min...
Arissufian Mihsyani
smga rili balik sma yasir.ksi yasir sma rili.y wlaupn ribal jga baik.toi dia bsa cei yg lain.mga jodohx rili yasir y thor
Nia Nara
Fix, rival gak cinta sama mely.. ini lah pentingnya bagi perempuan untuk TIDAK mengejar laki2.. jadi serasa tidak ada harganya ya. Coba sama rili, apa rival tega suruh rili panjat pohon kelapa ?
Nia Nara
Perempuan keliru jika berpikir bisa “menaklukan” lelaki dengan membawa ke ranjang. Itu hanya berlaku untuk lelaki ke perempuan saja. Karena hormon di otak lelaki & perempuan berbeda
Nia Nara
Bedakan sama yasir ke rili sama rival ke mely.. so para perempuan, jangan mau yg lebih bucin ke cowok yaa
Nia Nara
Mely benar2 kekanak2an
Nia Nara
Ini resikonya kalau cewek yg lebih mencintai. Jangan harap dibujuk rayu kalau ngambek
Nia Nara
Apa manfaatnya yg dikakukan mely ? Lelaki bisa have sex tanpa cinta. Tidak jaminan lelaki akan mencintaimu setelah having sex. Cari lelaki yang lebih mencintaimu drpd cintamu kepadanya
Nia Nara
Rili sensitif ya 😅
Nia Nara
Mirip pengalaman ku dulu, selalu gagal krn paksu gak tega lihat muka kesakitan istrinya
Nia Nara
Ini baru lelaki yang menyayangi wanitanya.. biar kata napsu uda di ubun2, tetap gak memaksakan kehendaknya sendiri
Nia Nara
Kayaknya yasir ini banyak teka-teki dalam hidupnya ya
Nia Nara
Kok malah ngeri ya sama si yasir ini. Aku dulu pacaran hampir 4 tahun, pacar yg skrg jadi suami selalu menjaga dan menghormati. Kita tau batasan, gak pernah sampe kayak yasir gini, padahal jelas2 dulu mantan masih menunggu dan pasangan ku jg tau tapi dia tetep stay cool & menghormati gak macam yasir gini
febriliani
luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!