NovelToon NovelToon
Kunodai Pernikahanku

Kunodai Pernikahanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Angst
Popularitas:36.5k
Nilai: 5
Nama Author: ShasaVinta

Karena suatu perjodohan, Ayline menikahi Oswald. Seorang pengusaha muda, sukses di banyak negara yang diidam-idamkan oleh banyak wanita.
Musibah menimpa saat usia pernikahannya masih seumur jagung.

Dalam keputusasaan, Ayline bertemu dengan seorang pria pengertian yang mampu membuat Ayline berdebar di tiap pertemuan keduanya.

Bagaimana kelanjutan kisah Ayline dalam mencari kebahagiaan dan cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KP 25 - Merasa Bersalah

“Wow, demi apa?!” Kevin memekik heboh. “Aku senang sekali,” ungkapnya.

Ayline mengamati sekitarnya. Ada beberapa orang yang mendengar pekikan Kevin dan menoleh ke arah mereka. “Husst! Bisakah kamu bersikap biasa saja?”

“Kenapa?” tanya Kevin dengan raut wajah tak bersalah.

“Kita dilihatin orang. Kamu enggak malu!” Ayline mencebik.

Bagi Kevin ekspresi Ayline barusan sangat menggemaskan. Kevin semakin bersemangat untuk menggoda wanita cantik itu. Dia harus melihat ekspresi itu lagi, harus! Tekadnya. Kevin ingin membingkai wajah cantik Ayline di dalam ingatannya.

“Enggak!” ucap Kevin santai. “Ay… line, jika kamu izinkan, aku bahkan ingin berteriak sekarang. Biar semua orang tahu jika hari ini adalah hari keberuntunganku,” lanjutnya.

“Ay?!” Ayline memutar kedua bola matanya. Lagi-lagi, seenaknya saja Kevin menyebut namanya dengan menekankan kata Ay lebih dulu. Salah-salah yang mendengar bisa salah paham. Bisa saja mereka mengira Ay itu adalah panggilan sayang Kevin untuknya.

Memikirkan hal itu Ayline jadi teringat Oswald, suaminya. Ah, Mas Oswald kan juga sering memanggilku Ay, batinnya. Tiba-tiba perasaan risau menghampiri benaknya. Benarkah yang ia lakukan sekarang?

Memang benar jika seorang istri memiliki kewajiban mengikuti perintah suaminya. Kewajiban patuh pada suami menjadi nomor satu ketika seorang wanita telah menikah. Tapi, perintah suaminya ini bukankah sudah menyelisihi perintah Tuhan. Ayline harusnya bisa dan tak salah jika ia ingin membantah dan tak melaksanakan perintah tersebut.

Tapi ingatlah Ayline, Mas Oswald tidak sedang memberi perintah padamu. Ini ancaman! Suka tidak suka, mau tidak mau, kamu harus melakukannya! ucap Ayline dalam hati pada dirinya sendiri.

Peperangan batin Ayline terus berlangsung. Terlihat dari raut wajahnya yang tiba-tiba berubah serius. “Ay … line!” seru Kevin. “Ada yang salah?” tanyanya ingin tahu.

Ayline segera menggeleng. “Yang salah itu caramu memanggil namaku!” Ayline masih sebal karena Kevin tak kunjung mengubah cara menyebut namanya .

Kevin tertawa, “Baiklah, aku akan memanggilmu cantik,” putus Kevin seenaknya. “Tapi, kok wanita secantik kamu datang sendiri sih ke acara seperti ini?”

Ayline menghela napas. Rasanya ingin mengibarkan bendera putih tanda ia menyerah menghadapi Kevin. Terserah pria itu sajalah ingin memanggilnya dengan sebutan apa, Ayline sepertinya tak akan bisa menghentikannya.

“Memangnya ada larangan?”

Kevin lagi-lagi tergelak. Memandang Ayline, melihat senyum wanita itu, rasanya seperti ada bunga yang bermekaran dalam hatinya. “Enggak ada larangan sih. Tapi, ya gitu deh … bakal banyak yang gangguin kalau wanita secantik kamu sendirian.”

Kevin membusungkan dadanya sembari menepuknya pelan. “Kamu beruntung bertemu denganku. Enggak akan ada yang berani mengganggu kamu.”

Kevin, pria yang baru dikenal olehnya, Ayline akui terkadang bersikap menyebalkan, bersikap semaunya sendiri dan juga sangat percaya diri. Tapi anehnya, tak terlintas di benak Ayline untuk curiga atau khawatir jika Kevin memiliki niat jahat padanya. Malahan Ayline yang merasa menjadi orang jahat dengan niatnya pada Kevin.

“Aku merasa tersanjung,” balas Ayline disusul tawanya.

Ayline dan Kevin terlibat perbincangan setelahnya. Dari obrolan mereka, Ayline akhirnya tahu jika Kevin berprofesi sebagai seorang dosen di Kota Gumi.

“Jangan memandangku seperti itu. Kamu enggak percaya aku seorang dosen?!” Kevin bisa menebak dari raut wajah wanita cantik di hadapannya, ada keraguan saat ia memberitahu profesi sebenarnya.

Ayline tergelak. “Jika harus menjawab jujur, tentu saja tidak. Hem, kamu lebih terlihat seperti seorang mahasiswa senior yang sudah bertahun-tahun kuliah tapi tak juga kunjung wisuda karena terus bermain-main,” jelas Ayline.

Kevin menggerakkan ke kiri dan kanan jari telunjuknya di hadapan wajah Ayline. “Ck! Kamu jujur banget sih, Ay.”

“Aku beneran seorang dosen. Jika sedang mengajar aku bisa berubah menjadi dosen yang sangat tegas dan kejam loh,” ungkapnya.

Melihat respon Ayline yang hanya mencebik seraya mengedikkan bahunya, Kevin menduga jika wanita itu masih belum mempercayai ucapannya.

“Ah, sulit juga membuatmu percaya. Apa nanti akan sesulit ini membuatmu menyukaiku?” celetuk Kevin berhasil membuat Ayline memelototinya.

“Canda, Ay,” elak Kevin disusul tawanya. “Mudah saja sebenarnya untuk membuktikan ucapanku. Aku akan memanggil Kakak Iparku, dia yang akan membenarkan ucapanku.”

“Kakak Ipar?” tanya Ayline.

“Iya, pemilik pesta ini adalah Kakak Iparku. Aku adalah adik dari Kak Galih, suaminya. Kamu mengenal mereka kan? Kamu ke sini karena diundang oleh Kak Galih atau Kakak Ipar?”

Ayline menelan salivanya. Apakah sia-sia sudah usahanya berkenalan dan mengobrol dengan Kevin? Bukankah Oswald memperingatkan jika dia tak ingin pria pilihan Ayline adalah orang yang dia kenal? Pikir Ayline. Ayline kembali terdiam, ia menimbang-nimbang apakah harus mengakhiri perbincangan mereka sekarang atau tidak.

“Ay … Ayline!” panggil Kevin.

“Eh, ya … ada apa?”

“Kamu masih belum percaya aku seorang dosen? Aku panggil Kakak Iparku saja, ya!” putusnya. Kevin sudah akan membalik badannya untuk mencari sosok sang kakak ipar, namun Ayline segera mencegahnya.

“Hei … hei … aku percaya!” serunya. “Aku percaya, kok.” Ayline sengaja mencegah Kevin melakukan hal itu.

Bagaimana jika istri dari Pak Galih tahu jika ia berbincang dan berkenalan dengan seorang pria, bukan tak mungkin jika beliau akan berpikiran buruk tentang Ayline. Ayline takut jika hal itu bisa merusak citra Oswald yang sangat pria itu jaga. Sampai-sampai Oswald memerintahkannya melakukan hal yang buruk.

Ayline bersyukur, Kevin tak banyak menanyakan hal pribadi padanya. Identitasnya sebagai Nyonya Pallas masih bisa ia tutupi. Walau beberapa pasang mata sempat didapati Ayline sedang mengawasinya, namun wanita itu berusaha untuk bersikap biasa saja.

Waktu berlalu, saatnya Ayline berpamitan pulang. Kevin tampak sangat kecewa dan sedih sebab Ayline sudah akan pergi dan wanita itu juga menolak untuk diantar olehnya. Sementara Ayline terpaksa memberi tahu nomor ponselnya pada Kevin, agar pria itu berhenti memaksa untuk mengantarnya pulang.

Sepanjang perjalanan menuju rumahnya, berjam-jam lamanya Ayline hanya diam. Beberapa pesan dari Kevin masuk ke ponselnya namun ia abaikan saja. Belum melakukan apa pun bersama Kevin, mengapa rasanya Ayline sudah sangat merasa bersalah pada Oswald. Ayline merasa dilema, haruskah semua ini ia lanjutkan atau tidak.

Langit sudah tampak gelap berhiaskan bintang dan bulan saat Ayline tiba di rumah. Oswald sedang menikmati makan malam seorang diri saat itu. Ayline menyempatkan diri untuk menemui suaminya sebentar sebelum ia ke kamar.

“Bagaimana pestanya?” tanya Oswald.

“Baik,” jawab Ayline singkat.

“Kamu enggak ingin duduk dulu dan bercerita padaku?” pertanyaan Oswald cukup gamang bagi Ayline. Timbul tanya dalam benaknya, apakah suaminya tahu jika tadi selama di pesta ia bersama seorang pria.

Ayline menggeleng. “Aku lelah, hanya ingin mandi lalu istirahat.”

Oswald menghela napasnya. Tanpa Ayline tahu, suaminya itu menggenggam erat sendok dan garpu di tangannya untuk menahan kekesalan di dalam dada.

“Istirahatlah!” Oswald kembali melanjutkan makan malamnya. Ia tak menoleh sama sekali pada Ayline, bahkan saat wanita itu mulai beranjak meninggalkan ruang makan.

“Ayline!” panggilnya menghentikan langkah wanita itu.

“Kerja bagus untuk hari ini! Lakukan tugasmu dengan cepat, dan kita akan kembali seperti dulu lagi,” ucap Oswald tanpa menoleh sama sekali pada istrinya.

...…...

Setelah Oswald selesai makan malam, ia segera menemui Pak Sopir yang mengantar istrinya yang sudah menunggu di ruangan kerja miliknya.

“Bagaimana pria itu?” tanya Oswald tanpa basa-basi.

Pak Sopir terlihat bingung. Bukankah seharusnya yang ditanyakan Tuannya adalah siapa pria yang bersama istrinya sepanjang pesta, pikirnya.

“Bagaimana? Mungkin maksud Tuan, siapa dia?” tanya Pak Sopir ragu.

Oswald menggeleng. “Bukan siapa, tapi bagaimana penampilan pria itu? Menurutmu, apa dia pria baik-baik?”

“Hah?” Kening Pak Sopir mengernyit. Bagaimana ia harus menjawab pertanyaan Tuannya sementara yang dia lakukan hanya mengamati dari jauh saja.

...—————————...

1
Shifa Burhan
bukti betapa munafiknya wanita kalau buat novel
kita bongkar
saat membuat novel konflik pemeran utama pria (suami) salah maka istri dibuat tegas pergi dan tidak memaafkan dan menerima kembali, suami dibuat nangis menyesal ngemis maaf, berjuang keras dapat kesempatan, dan akan dihadirkan lelaki lain yang baik pada istri dan dipuja2

tapi banding
novel yang pemeran utama wanita salah bahkan selingkuh sekalipun bahkan kayak pelacur tebar pesona dengan banyak pria, apa yang terjadi itu bukan dianggap kesalahan, mala dibela dibilang romantis (menjijikan), bahkan author berjiwa munafik ini malah membenarkan semua kelakuan menjjijikan pemeran utama wanita (yang artinya sama saja dia membenarkan kelakuan menjijikan dirinya sendiri), sang suami dibuat kayak orang bodoh harus Terima saja diperlakukan kayak gitu

dan karya2 mu kita bisa sifat aslimu yaitu munafik dan murahan

saat suami salah kau laknat tapi kau membenarkan semua kelakuan mu bahkan selingkuh dan kayak wanita murahan tebar pesona pada banyak lelaki kau benarkan,
Fenti
aku mampir, masih mau nyicil..

jika berkenan mampir dikaryaku judulnya Karena Amin Yang Sama🙏
🍒⃞⃟🦅🥑⃟gaibfarm🦉𝐕⃝⃟🏴‍☠️
bolak blik ksni blm da up mncul,🤔
💫sʜᴀǫᴜᴇᴇɴᴀ🍒⃞⃟🦅💋👻ᴸᴷ
sioswald benar2 suami yg egois lihat saja nanti penyesalan mu seumur hidup
💫sʜᴀǫᴜᴇᴇɴᴀ🍒⃞⃟🦅💋👻ᴸᴷ
walh dikit2 tersingggung kaya abg
💫sʜᴀǫᴜᴇᴇɴᴀ🍒⃞⃟🦅💋👻ᴸᴷ
sioswald mah baperan dikit2 marah🙄
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
tunggu peyesalanmu Oswald,,
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
betuuuuul bangeeeet👍👍
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
tenang pak Albert anakmu udah aku anggap saudara ku🤣🤣🤣
Hearty 💕
Oswald salah nih kesuksesan dan materi bukan segala²nya
Hearty 💕
Setuju sekali
Hearty 💕
Dia assistant yang tepat Mr. Albert
Hearty 💕
Tidak sama sekali
Hearty 💕
Harus bisa diubah rencana aneh itu
Hearty 💕
Kayaknya nggak ada yang sehat disekitar Ayline
Hearty 💕
Semua pria akan seperti itu kalau sedang berburu
🍒⃞⃟🦅🥑⃟gaibfarm🦉𝐕⃝⃟🏴‍☠️
bsa ga sntil jantung ny si Oswald, biar dia sdkit sdr gtu, jgn mmksa istriny utk mlkan hal ktor
💫sʜᴀǫᴜᴇᴇɴᴀ🍒⃞⃟🦅💋👻ᴸᴷ
yakin kamu akan hidup bahagia yang ada kamu bakal menyesal seumur hidup mu oswald
💫sʜᴀǫᴜᴇᴇɴᴀ🍒⃞⃟🦅💋👻ᴸᴷ
andra jutek banget sama ayline🤣
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
udah Ayline terima aja rencana gila suamimu, biar kapook nantiiinya, carilah orang yang bisa membuat mu nyaman dan bahagia, lupakan suamimu yang begoook itu, semakin lama semakin kayak ibliiis aja suamimu itu, dari pada nanti kamu sakit hati berlebihan lebih sekarang menjaga jarak dan menjaga hati..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!