DI LARANG KERAS PLAGIAT, TAMBAL SULAM DLL !! YANG NEKAT PLAGIAT SEMOGA KENA AZAB PEDIH DARI TUHAN
Pernikahan dengan menjalani LDR an sungguh berat dan rawan godaan.
Suatu rumah tangga ketika bertemu Pelakor atau Pebinor adalah suatu momok yang menakutkan. Konflik dilema cinta dan kebucinan non hakiki yang membutakan mata hati serta logika manusia sehingga mengorbankan pasangan dan anak serta menggoyahkan keutuhan rumah tangga.
Jessy seorang ibu rumah tangga punya dua buah hati kembar bernama Graham dan Gisella yang masih berusia lima tahun harus menelan pil pahit kala ia mendapati Revan suaminya ternyata memiliki wanita idaman lain. Apalagi sang pelakor tersebut adalah istri dari pemilik kebun teh tempat suaminya bekerja yang haus akan belaian kasih sayang lelaki dengan teganya merebut suami dari wanita lain. Sebuah kesetiaan cinta dalam maghligai pernikahan tengah dipertaruhkan atas suatu pengkhianatan cinta.
Bagaimana nasib rumah tangga keduanya? Simak kisah mereka📌
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sudah Lewat Masa Iddah
"Terima kasih Tuhan, kamu mempertemukan aku dengan dia kembali setelah sekian lama. Apa ini jawaban atas doaku selama ini Tuhan?" ucap Rian dalam hati saat melihat Jessy yang akhirnya bersedia masuk ke dalam mobilnya.
"Kamu ada perlu apa di daerah sini dan mau ke mana?" tanya Rian sembari melirik Jessy dan tetap mengemudikan mobilnya dengan perlahan agar lebih lama bersama wanita ini.
"Itu tadi saya baru keluar dari gang area rumah mantan mertua saya guna mengantarkan anak-anak bertemu Papanya. Dan tadi saya sedang jalan mencari penginapan sekitar sini sebetulnya karena biar hari Minggu saya jemput mereka tinggal jalan kaki saja tak perlu jauh dan menghemat ongkos juga" ucap Jessy tanpa malu dan basa basi karena memang baginya menghemat uang untuk dirinya lebih baik karena kebutuhan anak-anak jauh lebih penting daripada dirinya sendiri.
"Oh ternyata itu daerah rumah Revan, maaf saya tidak tahu semua alamat rumah mantan karyawan saya" ucap Rian dengan nada sedikit kesal entah mengapa membahas Revan membuatnya malas.
"Maaf jika Mas Rian tidak enak hati karena saya memebahas mantan suami saya" ucap Jessy seraya menunduk.
"Kamu gak salah kok kan aku yang memang tanya sama kamu. Jika tak keberatan lebih baik ongkos kamu disimpan saja untuk keperluan lain karena tidak jauh dari sini aku punya satu unit apartemen bisa kamu tinggali untuk sementara. Hari Minggu nanti aku yang akan mengantarkanmu ke rumah Revan sekalian aku menjenguknya. Aku tak menerima penolakan" ucap Rian.
"Ehm, tetapi apa Mas Rian gak repot dan akan tinggal di mana jika apartemen itu saya tempati? tanya Jessy dengan sopan.
"Saya masih ada rumah di Jakarta yang biasa saya tempati. Kamu tenang saja tak perlu mencemaskan saya. Bahkan jika kamu bawa anak-anakmu santai sejenak di apartemenku juga boleh saja. Pintu tersebut terbuka lebar untuk kalian selama 24 jam" ucap Revan dengan sumringah.
Akhirnya setelah keduanya asyik mengobrol dan tak lama tiba di apartemen milik Rian. Selepas mengantar Jessy, dirinya pamit pulang karena ada beberapa hal yang perlu ia lakukan dan nanti malam Rian sudah mengatakan akan menjemput Jessy di apartemen tersebut. Bahkan Rian juga menggenggam nomor kontak ponsel Jessy.
"Dasar lelaki pemaksa dan aneh tapi lucu juga mukanya kalau lagi kesal begitu" ucap Jessy seraya terkekeh melihat muka kusut Rian saat kemauannya ditentang oleh Jessy sehingga sebelum Rian pergi sempat ada adu argumen kecil mirip keduanya tengah berpacaran atau kasmaran saja padahal tidak memiliki hubungan spesial untuk saat ini diantara mereka.
🍁🍁🍁
Malam hari Rian menjemput Jessy di apartemennya untuk ia ajak jalan-jalan berkeliling kota Jakarta. Rian yakin wanita ini dahulu selama menikah dengan Revan pasti dirinya sering di rumah saja tanpa melihat dunia luar ataupun hanya sekedar refreshing. Ia ingin wanita yang mulai singgah di hatinya ini, menikmati hidupnya dengan bahagia berbeda dengan pernikahan sebelumnya yang hanya terbelenggu menjadi ibu rumah tangga saja serta hidup serba pas-pas an padahal suaminya dahulu di luar sana berfoya-foya.
Hal ini juga menjadi pelajaran penting bagi Rian untuk ke depan jika membina rumah tangga kembali bahwa sesibuk apapun dirinya akan memprioritaskan hubungan dengan keluarga baik kepada istri maupun anak-anaknya. Dikarenakan awal dari jarak yang renggang, intensitas maupun komunikasi berkurang sehingga muncul rasa kesepian dan kurang cinta sert kasih sayang. Banyak membuat orang mengambil jalur pintas sesaat mencari kebahagiaan dan kenyamanannya sendiri di luar sana. Hal ini membuka peluang besar pihak ketiga masuk dalam suatu rumah tangga yang akhirnya menjadi perselingkuhan.
Iman yang kuat dalam suatu rumah tangga itu sangat diperlukan selain kedewasaan dalam bertindak maupun bertutur kata agar tidak menyinggung maupun menyakiti pasangan kita. Janji suci pernikahan terucap bukan hanya kita berjanji di hadapan Tuhan maupun penghulu atau para saksi akan tetapi juga janji dihadapan seluruh orang yang hadir pada acara akad nikah tersebut yang bersifat sakral.
🍁🍁🍁
Awalnya Jessy sempat menolak namun bukan Rian namanya jika tak berhasil membawa wanita satu ini untuk mau keluar sejenak melepas penat. Akhirnya Jessy bersedia namun ia tak mau berlama-lama keluar berdua khawatir ada salah paham atau seseorang marah melihat mereka berdua jalan bersama.
"Siapa yang marah? Toh aku saat ini single alias jomblo dan sudah berstatus duda dua anak sejak beberapa bulan lalu dan tidak dekat pada wanita manapun kecuali wanita yang tengah duduk di kursi mobilku saat ini" ucap Rian penuh senyum.
"Ya ampun Mas Rian jojoba ya?" ucap Jessy terkekeh mendengar penuturan Rian yang panjang tadi mengalahkan panjangnya jembatan Ampera di Palembang.
"Jojoba itu apa?" ucap Rian sengaja menggoda Jessy dengan pura-pura tak tahu.
"Jomblo-jomblo bahagia Mas haahaa" ucap Jessy seraya tertawa bahagia melihat kelucuan Rian.
"Senyum dan tertawalah lepas seperti ini terus karena aku tak mau jika wanita yang spesial buatku ini harus bersedih atau menangis. Kamu harus wajib bahagia Jes karena bahagiamu itu doaku" ucap Rian dengan tulus membuat Jessy mendadak canggung karena perubahan sikap Rian padanya sejak pertemuan perdana mereka setelah di Bandung lalu saat memergoki pasangan masing-masing berselingkuh.
"Terima kasih Mas atas doanya. Semoga Mas Rian juga bahagia selalu bersama anak-anak" ucap Jessy lirih.
"Apa kamu sudah lewat masa iddah?" tanya Rian dengan tegas.
"Hah..." respon Jessy terkejut mendengar pertanyaan Rian barusan. Ia berpikir apa telinganya sudah menurun fungsi pendengarannya.
🍁🍁🍁
Kata Othor tidak Solehot :
Para pembacaku yang baik hati, unyu-unyu dan budiman, Tolong Jessy bawa ke dokter THT dan Jantung xixi...xixi...💋
1. cepat karna ada yang dikejar (kejar jodoh meski untuk keduakalinya takup kena salip)
2. cepat karna udah kebelet service jangan sampai turun mesin
😅😅😅😅
sesama yang disakiti mau mencoba bersatu (kasian deh loh para mantan)
cerita nya juga menarik, singkat, dan padat... gak bertele-tele.. seneng bacanya 👍👍👍👍🤗🤗🤗
banyak hikmah dan pembelajaran yg bisa dipetik 👍👍👍👍🤗