NovelToon NovelToon
My Wife Drabia

My Wife Drabia

Status: tamat
Genre:Romansa / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Icha cute

Drabia tidak pernah di sentuh suaminya selama menikah. Karena sebelumnya Ansel mendengar gosib tentang dirinya yang pernah tidur dengan pria lain sebelum menikah.


Di saat Ansel akan menceraikannya, Drabia pun meminta satu hal pada Ansel sebagai syarat perceraian. Dan setelah itu jatuhlah talak Ansel.


Apakah yang di minta Drabia?, akan kah Ansel memenuhi permintaan Drabia?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Jangan menikah dengan Kevin

Ansel yang masih berdiri di ambang pintu rumah Pak Ilham, melangkahkan kakinya ke arah dua pria beda generasi itu.

"Assalamu alaikum Ayah." Ansel menyalam Ayah mertuanya itu dengan sopan.

"Walaikum salam" balas Pak Ilham.

"Drabia dimana Yah?" tanya Ansel matanya melirik ke arah Kevin.

"Di kamarnya" jawab Pak Ilham jujur.

Pandangan Ansel pun beralih ke arah Kevin." Drabia istriku, bisa bisanya Anda ingin menikahinya. Apa di luar sana sudah tidak ada stok wanita lagi, sampai ingin menikahi istriku?" geram Ansel merapatkan gigi giginya.

Kevin tersenyum miring," Drabia sendiri juga setuju" balasnya.

Rahang Ansel semakin mengeras dengan sorot mata yang semakin tajam ke arah Kevin."Kamu pikir aku percaya? Hah!" marah Ansel.

Suami mana yang tidak marah, istrinya akan di nikahi pria lain. Ingin rasanya Ansel menonjok wajah pria itu. Tapi Ansel harus menahan emosinya, mengingat semua adalah salahnya. Dan tujuannya ke rumah itu untuk membujuk Drabia, bukan untuk membuat keributan.

Kevin mengedikkan bahunya," tanyakan saja Drabia kalau tak percaya."

Ansel terdiam dan kembali mengarahkan pandangannya ke arah Pak Ilham. Apakah benar yang di katakan pria bernama Kevin itu. Dan bukankah Ayah mertuanya itu sudah merestuinya memperjuangkan Drabia?. Tapi kenapa mertuanya itu masih mengijinkan pria lain melamar Drabia?.

"Semua keputusan ada pada Drabia" ucap Pak Ilham.

"Tapi Drabia itu masih istriku Yah." Ansel menggeleng gelengkan kepalanya." Gak Yah, aku gak akan melepaskan Drabia. Dia istriku, selamanya akan menjadi istriku."

Ansel pun melangkahkan kakinya menaiki tangga rumah itu untuk bertemu Drabia. Dia harus berhasil membujuk Drabia.

Melihat Ansel pergi menemui Drabia ke dalam kamar, membuat tubuh Kevin panas dingin. Membayangkan apa yang akan di lalukan Ansel pada Drabia. Mengingat Drabia dan Ansel masih suami istri. Sah sah saja jika mereka melakukan hal yang wajar di lakukan suami istri.

'Aku harus mendapatkan Drabia bagaimana pun caranya' batin Kevin.

"Pak Ilham, kalau begitu saya permisi dulu. Kapan kapan saya akan datang ke sini lagi" pamit Kevin, karna memang sudah tidak ada yang perlu di bicarakan. Dan juga kopi di dalam gelasnya juga sudah tandas.

"Baiklah, trimakasih sudah membantu kasus yang di alami putriku." Melihat Kevin berdiri dari tempat duduknya, Pak Ilham pun ikut berdiri mengantar Kevin ke depan pintu.

"Itu juga kasus yang sangat merugikan saya Pak. Kami berdua sama sama korban" balas Kevin. Setelah menyalam Pak Ilhan, Kevin pun berjalan masuk ke dalam mobilnya dan langsung melajukannya.

Sedangka Ansel yang berada di depan pintu kamar Drabia, dari tadi terus mengetuk ngetuk pintu di depannya. Karna pemilik kamar tak kunjung membukanya.

"Drabia, plesae! buka pintunya!" sahut Ansel." Aku mohon Drabia. Kita harus bicara!" sahutnya lagi terdengar putus asa.

"Drabia!" Panggil Ansel meninggikan suaranya.

Ceklek!

Pintu itu terbuka dari dalam, nampak Drabia keluar tanpa memakai jilbabnya.

"Bicaralah" Drabia menyandarkan tubuhnya di kusen pintu.

Ansel langsung mendorong tubuhnya masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu itu rapat rapat. Sontak Drabia kaget dan mendadak ketakutan.

"Kamu mau apa?." Drabia menelan air ludahnya dengan kaki melangkah mundur ke belakang. Wajahnya memucat, keningnya mulai berkeringat halus. Sepertinya Drabia trauma dengan apa yang sudah di lakukan Ansel padanya.

Melihat itu, Ansel dengan cepat menarik Drabia ke dalam pelukannya. Sontak membuat Drabia menjerit, meronta minta di lepas.

"Lepasin!"

"Sssst! tenanglah. Aku tidak akan menyakitimu lagi" ucap Ansel dengan suara lembutnya, mengeratkan pelukannya ke tubuh Drabia. Ia pun mengecup ujung kepala Drabia cukup lama, membuat Drabia terpaku.

"Jangan menikah dengan Kevin, kalau kamu tidak mencintainya. Jangan menikah dengan Kevin, hanya untuk balas dendam padaku. Jangan menikah dengan Kevin, untuk menjadikan alat perlindunganmu. Jangan menikah dengan Kevin, karna kamu takut kuganggu. Jangan menikah dengan Kevin, hanya untuk menutup aksesku" oceh Ansel beruntun." Tapi menikahlah dengan Kevin, jika kamu yakin dia membawa kebahagiaan untukmu. Kamu yakin dia membawamu dekat dengan Tuhanmu. Dan kamu yakin dia mencintaimu, begitu juga dengan kamu" lanjut Ansel.

Drabia yang masih berada di pelukan Ansel terdiam memikirkan apa yang baru dikatakan Ansel.

"Aku memang bukan suami yang baik Drabia. Tapi jika kamu memberiku kesempatan, aku akan berusaha menjadi suami yang baik untukmu. Aku akan memberikan cinta dan kasih sayangku padamu. Aku berjanji akan berusaha menjadi imam yang baik untumu Drabia. Kumohon! beri aku kesempatan itu, sekali saja" bujuk Ansel terdengar lirih.

"Jika kamu membutuhkan waktu untuk mengobati lukamu, aku akan berikan. Tapi, please! jangan menikah dengan Kevin atau pria manapun. Aku janji tidak akan mengganggumu, sampai hatimu siap menerimaku lagi" tambah Ansel.

Jujur Drabia masih mencintai Ansel, tapi dia sudah sakit hati dengan apa yang sudah dilakukan Ansel padanya. Berpisah dengan Ansel selamanya, itu juga bukan hal yang mudah bagi Drabia, sebab dia sudah mencintai Ansel sejak lama.

"Tapi kalau bisa, aku ingin sekarang juga kita berbaikan. Membina rumah tangga bagaimana mestinya" bujuk Ansel lagi.

Drabia ragu, hatinya menjadi bimbang tidak bisa menganbil keputusan. Menolak atau menerima Ansel kembali. Cinta memang sangat luar biasa. Bisa menggoyahkan tembok yang kokoh.

"Drabia, mau ya kita sekarang berbaikan. Aku janji deh! nanti ngelakuinnya pelan pelan."

"Aw!" tiba tiba Ansel mengeluh merasakan sakit di bagian pinggangnya, karna Drabia mencubitnya.

"Siapa juga yang mau berbaikan sama kamu" cetus Drabia.

Ansel mengulas senyumnya, ia pun melepaskan sebelah tangannya dari tubuh Drabia. Lalu mencolek dagu istri cantiknya itu.

"Siapa lagi kalau bukan kamu istriku" ucapnya tersenyum menggoda.

Drabia mendengus dan megalihkan wajah meronanya ke arah lain. Malu mengingat Ansel sudah melihat bagian bawah tubuhnya. Aduh!

"Uhh! istriku wajahnya merona, cantik banget" goda Ansel lagi melihat wajah Drabia salah tingkah.

Ansel pun kembali memeluk erat tubuh Drabia." Terkadang aku kangen dengan kejahilanmu." Ansel tersenyum mengenang masa kecil mereka.

"Kamu yang memutuskan pertemanan kita" lirih Drabia." Kau membenciku."

"Maaf" ucap Ansel." Aku hanya kece..."

Tok tok tok!

Kalimat Ansel terputus saat mendengar pintu kamar Drabia di ketuk dari luar.

"Drabia! Ansel! buka pintunya!" seru Pak Ilham dari luar." Ngapain kalian di dalam!."

Ansel menghela napasnya dan melepas pelukannya dari tubuh Drabia lantas berjalan ke arah pintu. Pertanyaan macam apa itu?, suami istri di pertanyakan ngapain di dalam kamar.

"Kenapa kamarnya di kunci?" Pak Ilham menajamkan pandangannya ke arah Ansel yang membuka pintu. Mengingat Ansel sudah menggugat cerai Drabia, itu sudah bisa dikatakan jatuh talak. Pak Ilham kawatir Ansel dan Drabia melakukan pencampuran.

"Ngapain lagi" jawab Ansel ambigu.

Tapi di lihat dari penampilan keduanya, tidak ada yang mencurigakan.

"Waktu berkunjung sudah habis, sana pulang" usir Pak Ilham menarik Ansel keluar dari kamar Drabia, hampir saja Ansel terjatuh.

"Ayah, aku merujuk Drabia sekarang. Dia juga sudah setuju" ucap Ansel tak ingin pergi dari kamar Drabia.

"Gak!" tolak Drabia galak.

*Bersambung

1
Amiera Syaqilla
hello author😍
IndahMulya
bagus ceritanya
﷽✯͜͡ᶜᶥᶜᶥ͢cɦιєɭɭα
Hafshah setres to ternyata🤣🤣🤣
﷽✯͜͡ᶜᶥᶜᶥ͢cɦιєɭɭα
seru nih😄😄😄
﷽✯͜͡ᶜᶥᶜᶥ͢cɦιєɭɭα
jahat bgt si Kevin
﷽✯͜͡ᶜᶥᶜᶥ͢cɦιєɭɭα
drabia jahil bgt si😄😄😄rasain lu ansel🤣🤣🤣
﷽✯͜͡ᶜᶥᶜᶥ͢cɦιєɭɭα
duh Ansel mnis bgt si /CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
﷽✯͜͡ᶜᶥᶜᶥ͢cɦιєɭɭα
Hafshah kok gtu to...apakah Hafshah doyan mabuk juga🤭
﷽✯͜͡ᶜᶥᶜᶥ͢cɦιєɭɭα
waduh Hafshah kok kasar😄😄😄😄
﷽✯͜͡ᶜᶥᶜᶥ͢cɦιєɭɭα
biarin drabia sama Irham aja yah jgn sama ansel
min yoongi
mending cerai jadi janda perawan, ersembahkan keperwanan buat suami yg mencintai,ini malah maunya di ewe dulu baru di jandain duh bodohnya perempuan cara berpikirnya padahal di kasih otak untuk berfikir untung ruginya untuk diri sendiri
Dayu Santi
lanjut thor, ceritanya menarik...
Rose Mustika Rini
ya emank semua orang bukan laki2 aja perempuan jg pengen pasangan yg masih suci...tp ga gitu jg kan menyikapinya sampe berbuat kasar, salah dr sikap yg diambil tidak berfikir dengan tenang dicari permasalahannya ditanya kejadiannya..ya itu sih dr personalnya lg..yg jelas semua bisa diatasi dengan kepala dingin
Rose Mustika Rini
isshh kamu Drabia kayak ga ada laki2 yg lebih baik aja..udah tau Ansel gitu sifatnya berarti kedepannya dia suka gitu jg ga bisa menahan mulut nafsu amarah pokoknya ga berhati lapang..
Rose Mustika Rini
mudah2an aja ada lelaki yg nerima kamu baik buruknya..

sama si polisi aja tuh biar nyahooo kamu jd kakak iparnya
Rose Mustika Rini
eehh ternyata si calon yg disukai sama aja dengan istrinya....siapa tau kan blm tau masa lalunya
Rose Mustika Rini
dodol lu aja kaga denger panggilan istrimu bangunin untuk solat
Rose Mustika Rini
lah yg salah kamu lah nerima, ga bisa apa bilang jujur ke Pak Ilham
Rose Mustika Rini
buat saya aja bi gajinya hehher lg butuh duit bi
Rose Mustika Rini
nah gitu kamu ngerasa pria baik mulut hati dan sikapmu ga menunjukkan manusia yg baik..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!