"Aku tidak pernah mencintaimu, bahkan Aku tidak pernah menginginkan dirimu. Kau adalah gadis desa, gadis desa yang tidak pernah mengerti Bagaimana kehidupan orang kota!" seru Guntur.
"Tapi tidak harus seperti ini, Mas. aku bisa belajar beradaptasi, bahkan aku bisa belajar untuk menerima segala kekurangan dan kelebihanmu Mas!" seru Rima.
"Aku tidak pernah memiliki kekurangan. dan jangan main-main kau mengatakan mengenai kekurangan ku!" seru Guntur.
Hik..
Hik..
"Tapi, mas. apa kesalahanku hingga kau langsung menceraikan aku. Baru tadi pagi kita menikah!" seru Rima yang menangis tersedu-sedu.
Bagaimana kehidupan Rima yang akan terjadi selanjutnya pernikahan yang seumur jagung kemudian tiba-tiba dia harus menjadi janda akankah Rima bertemu dengan pria yang lebih baik.
**Revisi dari novelku mengejar cinta sang mantan yang tidak berlanjut**
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB.25
Semuanya terasa indah ketika Javier benar-benar merubah sikapnya terhadap Sahara. dari hari ke hari saat Sahara terluka Javier selalu memberikan perhatian kepada wanita itu, tentu saja Sahara juga menyukai seluruh perhatian yang diberikan oleh Javier hingga dia lupa lupa akan posisinya, lupa akan semua kodratnya. Bahkan dia juga lupa kalau dia hanyalah wanita yang dibayar untuk menjadi istri pura-pura dan pengasuh Putra Javier.
Hari itu Sahara berjalan ke lantai dua, di sana terlihat Javier sedang berbicara dengan Jeremy. pembicaraan dua orang itu terlihat begitu serius namun ada sesuatu yang terasa disembunyikan.
"Tuan, bolehkah saya bertanya sesuatu?" tanya Jeremy kepada Javier.
"Tentu, ada apa?" tanya Javier.
"Apakah Tuan Javier menyukai Nona Sahara?" tanya Jeremy kepada pria itu.
"Hehhhh..," Javier menghela nafasnya sambil menatap wajah Jeremy.
"Kau gila ya Jeremy, Mana mungkin aku akan mencintai wanita itu. bahkan status atau kedudukannya di rumah ini hanyalah sebagai seorang pelayan saja, dia bekerja untukku dan aku tidak akan mau memberikan cinta dan mencintai wanita itu." jawab Javier dengan kata-kata yang begitu yakin pria itu tidak tahu Karena Kau Ada sesuatu yang akan menunggunya.
Jeremy menatap majikannya itu, jelas saja kalau pria itu sedang berbohong. Javier benar-benar begitu sombong untuk mengakui perasaannya kepada Sahara. akan ada masanya ketika perasaan yang tertahan itu akan menunjukkan sebuah kehancuran.
Sahara yang mendengar perkataan Javier, terlihat wanita itu memegang dadanya saat dia mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Javier. kata-kata yang begitu menyakitkan kata-kata yang seolah menghina Sahara sebagai seorang wanita yang tidak akan pernah bisa dia cintai, dia hargai dan Sahara hanya akan mendapatkan tempat sebagai pembantu saja.
"Lalu Mengapa anda memberikan wanita itu perhatian?" tanya Jeremy.
"Memangnya kenapa Jeremy, Apakah aku tidak boleh memberikan dia perhatian. kalau aku sampai bermusuhan lagi dengannya kemungkinan besar wanita itu akan meninggalkan Putraku. aku pasti akan kehilangan anakku satu-satunya." jawab Javier angkuh.
"Apakah tidak ada alasan lain, Tuan?" tanya Jeremy yang terus berusaha untuk menyelidiki kebenaran mengenai perasaan Javier, terlihat Jeremi sangat khawatir jika Sahara akan mendapatkan cinta bertepuk sebelah tangan.
"Kau jangan bercanda Jeremy, aku tidak mungkin mencintai wanita desa itu. Bahkan dia tidak setara dengan ku, dia hanyalah wanita miskin tanpa derajat sama sekali. Kau kira aku akan gila jatuh cinta pada wanita seperti dia." jawab Javier.
Sakit, Betapa sakit hati Sahara saat mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Javier.
"Aku mengira perhatiannya selama ini padaku karena dia sudah memberikan aku tempat di hatinya, ternyata aku salah, benar-benar salah." ucap Sahara dalam hati sembari memejamkan matanya.
Langkah kaki Sahara berjalan menuruni tangga lantai dua, dia benar-benar tidak akan pernah mengharapkan cinta Javier, karena pria itu tidak akan pernah memberikan perasaan atau apapun padanya. ternyata selama ini Sahara hanyalah bermimpi di atas awan dia tidak pernah mendapatkan tempat sama sekali di hati Javier.
Sahara harus membuang jauh-jauh perasaannya, karena dia tidak ingin terluka dan dianggap bodoh karena mencintai seorang pria yang tidak akan pernah mencintainya. terasa hati itu benar-benar begitu sakit, sakit karena mencintai dan tidak akan pernah dicintai.
Pagi ini Javier sudah menunggu Sahara di pintu rumahnya, terlihat pria itu sudah berdiri sambil tersenyum melihat Sahara yang sudah keluar bersama dengan putranya. senyum yang begitu tulus ditunjukkan oleh Javier kepada Sahara, namun sayangnya sakit yang dirasakan oleh Sahara terasa tidak bisa ditutupi.
"Kalian sudah siap?" tanya Javier kepada Sahara.
Wanita itu menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian Ronald memasuki mobil Papa nya. sedangkan Sahara terlihat wanita itu berdiri sambil menunggu seseorang.
"Kenapa kau tidak masuk?!" seru Javier.
"Maaf, sebaiknya tuan berangkat terlebih dahulu karena saya masih ada urusan lain." jawab Sahara acuh.
Javier sedikit terkejut, pria itu mengangkat salah satu alisnya saat Sahara kembali memanggilnya tuan. Sudah beberapa hari ini wanita itu tidak memanggilnya Tuan namun hari ini Sahara ingin mempertegas batas hubungan mereka.
"Baiklah kalau begitu." jawab Javier.
Akhirnya pria itu meninggalkan Sahara dan pergi mengantarkan putranya ke sekolah kemudian berangkat ke perusahaan. terlihat sebuah mobil sudah menjemput Sahara di luar gerbang rumah Javier.
Scott Louis, ternyata pria itu menjemput Sahara di rumah Javier. karena hari ini dirinya harus mengajak salah satu itu wakil dari perusahaan Javier untuk melihat beberapa tempat yang akan dijadikan sebuah hotel berbintang.
"Kau sudah lama menunggu ku?" tanya Louis kepada Sahara. tentu saja wanita itu menggelengkan kepalanya.
"Tidak tuan, aku baru saja menunggumu. apalagi Tuan Javier dia juga barusan berangkat mengantar putranya." jawab Sahara yang terlihat menunjukkan senyumnya senyum penuh dengan sandiwara yang harus Sahara lepaskan untuk selamanya.
Sebenarnya Scott Louis sudah mengetahui siapa Sahara sebenarnya, seorang wanita yang telah menyelamatkan Javier, melakukan perjanjian kontrak pernikahan untuk menyelamatkan perusahaan pria itu. bahkan Sahara juga harus menjadi pengasuh Putra Javier.
"Apakah kita langsung ke lokasi, Tuan?" tanya Sahara kepada Louis.
"Tentu saja, Apakah kau mau pergi ke suatu tempat dengan ku?" tanya Louis kepada Sahara.
tentu saja Sahara menggelengkan kepalanya. sudah cukup baginya untuk bermain-main Sahara harus segera mencari jati dirinya sendiri dan berusaha untuk melupakan kepahitan ini.
Memangnya dia mau kemana dengan pria itu, apalagi Sahara sedikit menjaga jarak dengan seorang pria yang bernama Scott Louis. seorang pria yang begitu suka dengan wanita berstatus single parent, single dan sebagainya.
"Ada apa dengan wajahmu, kelihatannya kau tidak semangat sekali hari ini?" tanya Luis kepada Sahara saat melihat wajah wanita itu begitu lesu.
"Tidak apa-apa, hanya saja kemarin tidak bisa tidur saja." jawab Sahara.
"Memangnya ada apa?" tanya Luis kembali.
"Entahlah, mungkin hanya rindu sama almarhum keluargaku saja." jawab Sahara singkat.
"Kapan-kapan kalau ada waktu mau tidak kau ikut bersamaku ke Indonesia, karena aku juga punya perusahaan di sana lo.." ucap Luis.
Tatapan mata Sahara menatap Louis, tatapan mata itu begitu tajam, sebenarnya Sahara benar-benar mengharap ingin kembali ke Jakarta, ke Indonesia negaranya dan tempat keberadaannya.
"Oh ya, boleh aku tanya tidak?" tanya Luis kepada Sahara.
"Memangnya ada apa?" tanya Sahara kembali.
"Kalau aku lihat kamu begitu tidak suka dengan Guntur, Memangnya kau punya hubungan apa dengan pria itu?" tanya Luis kepada Sahara.
Tentu saja Sahara tidak ingin menjawabnya, masa lalu yang begitu kelam itu harus segera dia lupakan dia buang jauh-jauh, bahkan Sahara tidak ingin mengingat mantan suaminya yang begitu kejam.
** bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William