"Kumohon, menikahlah denganku," ucap Kiara Jasmin dengan putus asa.
"Bukannya kamu itu pacar Fero -keponakanku?" jawab Kaisar sambil menatap tajam.
"Tidak, kami sudah putus!" jawab Kiara- cepat.
Ya, kami putus setelah aku tau dia selingkuh dengan adik tiriku, dan kau adalah caraku membalas dendam padanya.
Kaisar Julian, tidak hanya tampan, tapi dia sangat dingin dan sangat kaya. Bahkan dia adalah sumber dana bagi Fero yang pemalas tapi suka berfoya-foya.
Dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Kiara mendekati Kaisar yang merupakan CEO di tempatnya bekerja, menawarkan kontrak hubungan palsu.
Namun hubungan yang awalnya hanya sebuah kontrak, entah sejak kapan makin terasa nyata seperti bukan sekedar sandiwara. Dan Kaisar, paman sang mantan -yang dingin itu ternyata menyimpan api yang lebih berbahaya dari yang pernah Kiara bayangkan. Kini jarak antara kebohongan dan kenyataan semakin samar.
Apakah balas dendam terus berlanjut atau...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kaisar muak.
Kaisar melirik arloji mahal yang melingkari pergelangan tangannya, lalu mendesah saat melihat jarum panjangnya menunjuk di angka sembilan. Dia masih ingin melanjutkan pekerjaannya, namun merasa kasihan pada Aldo -asistennya- yang masih setia bertahan di kantor karena dirinya belum pulang.
"Lebih baik, aku lanjutkan di rumah saja," gumamnya sambil bangkit dari duduknya dan mengambil jas kemudian memakainya.
Aldo yang melihat bosnya sudah berkemas, dengan segera ikut berkemas.
"Aku akan melanjutkan di rumah, kau pulang saja," ucap Kaisar pada Aldo yang sudah berdiri menunggunya di dekat meja.
"Baiklah, Saya akan pulang setelah mengantar Anda, Bos!'' ucap Aldo.
"Tidak usah, kau langsung pulang saja! aku ada sopir," ucapnya.
Aldo pun tampak tersenyum, "Baiklah, Saya permisi, bos!" pekiknya senang.
Kaisar terkekeh, "dasar!" gumamnya, tak bisa kesal pada assistenn yang sangat loyal dan setia padanya itu.
.
Sopir mengantarkan Kaisar pulang, lalu setelah itu, dia pun bergegas pulang menaiki kendaraan umum.
Kaisar menghentikkan langkahnya saat melihat lampu rumahnya tampak menyala dengan terang, "bukankah tadi pagi aku sudah mematikan semua lampu? kenapa bisa terang begini?" gumamnya heran.
Kaisar pun kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, yang ternyata pintu depannya tak terkunci. "Siapa yang begitu ceroboh!" geramnya kesal.
Saat melangkah masuk, kembali Kaisar mengernyitkan alis karena mendapati ada dua pasang sepatu yang berantakan di depan pintu, tidak di letakkan dengan rapi di rak sepatu yang jaraknya hanya beberapa centi saja.
Kaisar mendesah kesal, lalu merapihkan sepatu yang berantakan itu, dan meletakkannya di rak.
Setelah kaisar melepaskan sepatunya, dia melangkah masuk dan tau siapa orang ceroboh yang membuat rumahnya berantakan.
"Kai! kamu sudah pulang?" ucap Ratu -kakak Kaisar- dengan nada ceria yang di buat-buat. Lalu Kaisar juga melihat seorang lelaki sedang duduk dengan santainya di sofa ruang TV nya. Dia bahkan menaikkan salah satu kakinya yang mengenakan kaos kaki yang tampak kotor dan berlubang di beberapa bagian.
Kaisar menggelengkan kepalanya sambil kembali mendesah.
"Ini, aku buatkan makan malam. Mi goreng dan telor mata sapi, "ucap Retu dengan bangga, sambil menunjukkan sepiring mi goreng instan dan sebuah telor ceplok menghiasi di atasnya.
Kaisar melirik meja makan, di sana juga ada dua piring mi goreng dengan toping yang lebih komplit. Dua telor mata sapi dan dua buah sosis panggang.
Kaisar terkekeh sambil tersenyum sinis.
"Ada apa kak Ratu kemari?" ketusnya, enggan melangkah ke dapur. Dia memang sedikit lapar, tapi dia tak ada keinginan sedikitpun untuk makan makanan buatan kakaknya, ya walaupun semua bahan-bahan dari makanan itu Ratu ambil dari dapurnya.
"Kita makan dulu ya, setelah itu baru ngobrol," ucap Ratu sambil tersenyum.
"Sayang, ayo makan, sini!" panggil Ratu pada lelaki yang duduk di sofa.
Lelaki bertubuh tinggi besar dengan kumis tipis di atas bibirnya itupun dengan malas-malasan bangun dari duduknya, lalu duduk di meja makan. Duduk di kepala meja yang merupakan tempat bagi kepala rumah tangga, dan itu adalah kursi milik Kaisar.
lelaki yang bernama Gito itu duduk sambil berdecih, "mana kopinya?" ucapnya karena tak melihat kopi untuknya.
"Sudah malam mau ngopi?" tanya Ratu dengan lembut.
"Kamu kan tahu sendiri, aku nggak bisa makan tanpa kopi!" ucapnya dengan ketus.
"Memangnya kopinya mau di siramkan ke makananmu?!" ucap Kaisar sambil menatap tajam lelaki yang duduk di singgahsana milik Kaisar itu.
"Baiklah, nggak apa-apa, sebentar aku buatkan," ucap Ratu dengan patuh, dan tentu saja itu membuat Kaisar makin kesal.
Kakak perempuannya ini, kenapa begitu bodoh! Sekolah tak tamat, malah hamil duluan. Setelah melahirkan, lelaki yang menghamilinya kabur entah kemana. Lalu dia sibuk bermain-main dan tak mau melanjutkan sekolah, dan yang paling menyebalkan adalah dia selalu salah dalam memilih pasangan. Pacar-pacarnya selama ini selalu laki-laki nggak ada otak dan pemalas! makanya orang tua mereka sangat kesal dan mengusir Ratu dari rumah, enggan mengurusi Ratu yang susah di atur.
Takut amarahnya meledak, Kaisar memilih berjalan menuju anak tangga karena kamarnya ada di lantai dua rumah megah ini.
"Setelah selesai makan, pergilah kalian dari rumahku!" kesalnya.
"Kai! kok kamu begitu sih sama kakak sendiri! Rumahmu kan begitu besar, masa kakak tidur di sini, nggak boleh?" kesal Ratu.
kaisar menghentikan langkahnya, lalu menoleh untuk menatap Ratu. "Kakak boleh tidur di sini, tapi tidak laki-laki itu! dia bukan keluargaku!"
"Tapi kami akan menikah, sebentar lagi dia jadi kakak iparmu, Kai!" balas Ratu tak mau kalah.
"Sebentar lagi?" Kaisar terkekeh, "Baiklah sebentar lagi dia akan jadi kakak iparku, saat itu tiba, dia baru boleh tidur di rumahku!" ucap Kaisar sambil berjalan masuk ke kamarnya dan membanting pintu.
Kaisar melepaskan jas dan dasi yang terasa mencekik lehernya, sayup-sayup dia mendengar kakaknya bertengkar dengan pacarnya.
Lalu tak lama kemudian, kaisar mendengar pintu kamarnya di ketuk.
Setelah selesai berganti baju, Kaisar pun mendekati pintu dan membukanya.
Dia melihat Ratu dengan wajah yang terlihat sedih dan air mata meleleh di kedua pipinya. Kaisar mendesah, "lagu lama, judul baru!" geramnya kesal. Kaisar tau betul, jika kakaknya bersikap begini pasti ada sesuatu yang dia inginkan dari dirinya. Dan Kaisar sudah tau pasti apa yang bakal di minta kakaknya itu.
"kenapa?" tanya Kaisar sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Gito sudah pergi, Kai," ucap Ratu dengan sedih.
"Kalian putus?"
"Bukan! dia pulang, karena kamu mengusirnya."
"Baguslah, kan dia punya rumah, kenapa harus numpang di rumahku!" kesal kaisar sambil berjalan menuju ruang TV dan melihat sofanya dengan kesal. Sofanya pasti bau kaki si Gito tadi. Kaisar mengambil ponselnya dan menghubungi Aldo, dan untungnya Aldo belum tidur.
"Do, tolong carikan tempat yang mau mencuci sofa! untuk besok tentu saja," ucap Kaisar sambil duduk di sofa lain yang tak di duduki Gito.
"Kenapa sih kamu? memangnya Gito itu najis, sampai kamu nggak mau duduk di bekas tempatnya duduk?" kesal Ratu.
Kaisar menatap kakaknya, "dia duduk di sofa ku dengan kaki terangkat dan memakai kaoskaki super kotor! coba saja kakak cium sofa itu! bahkan dari sini aku bisa mencium bau busuknya!" kesal Kaisar.
Ratu tampak malu dan menelan salivanya beberapa kali, "Maafkan aku, kakak akan ganti biaya cuci sofanya, bilang saja berapa angkanya," ucap Ratu.
"Cih!" kekeh Kaisar sambil mengangkat salah satu alisnya dengan sinis.
"Katakan saja apa maksud kedatangan kakak ke sini?"
"Begini," Ratu langsung berubah ceria dan mendekati Kaisar, dia duduk di sebelah Kaisar sambil menarik ujung lengan baju adik lelakinya itu. "Gito mau memulai bisnis baru, bisnis batu bara! hebat sekali kan? dan dia kekurangan modal, jadi aku ingin membantunya. Bisakah kamu pinjami kakak uang untuk membantu Gito? tenang saja, Gito akan mengembalikannya nggak sampai satu tahun."
"Bisnis batu bara?" kaget Kaisar. kakaknya benar-benar bodoh, memang dikiranya bisnis seperti itu bisa dilakukan oleh sembarang orang? apalagi si Gito yang tampaknya tak berotak.
"Memangnya Gito bisa menjalankan bisnis itu?" tanya Kaisar dengan sinis.
"Bisa! dia pernah bekerja di tambang batu bara selama enam bulan, jadi dia sudah tau caranya berbisnis," ucap Ratu dengan wajah yang sangat ceria.
"Lalu kenapa dia berhenti bekerja? padahal baru enam bulan?" selidik Kaisar.
"Itu karena passionnya bukan pekerja, dia maunya jadi pengusahanya, bosnya," jelas Ratu.
"Astaga..." desah Kaisar dengan kesal sambil menepuk wajah dengan kedua tangannya. "Kenapa bisa aku punya kakak sebodoh kamu!" gumam Kaisar.
"Gimana? Kai? bisa kan? kamu cukup meminjami kami uang 200 juta, tak banyak kok."
"Kak, sudah berapa kali aku meminjami kamu uang dan tak ada yang kembali sampai sekarang? seharusnya kamu bisa berpikir kenapa itu semua bisa terjadi? apa yang salah? lalu perbaiki! bukannya malah selalu mengandalkan aku untuk masalah keuanganmu! Aku sudah membelikanmu apartemen, aku belikan Fero mobil, aku beri uang belanja tiap bulan dua puluh juta, tapi tetap saja kamu merasa kurang! aku juga lelah, kak!" kesal Kaisar.
"Karena Fero sudah memiliki pekerjaan, mulai bulan depan aku akan menghentikan uang bulananku untukmu. Karena aku akan menikah dan aku tak mau istriku kesal karena aku terus menghidupi kalian!" lanjut Kaisar.
"Apa! kenapa? jangan begitu dong kai! jangan kejam pada keluarga sendiri!" rengek Ratu.
"Siapa yang kejam, kak? kakak lah yang kejam padaku! kurang apa aku membantu hidupmu? tapi kakak selalu merasa kurang. Kakak pikir mendapatkan uang itu mudah! sejak kuliah aku sudah bekerja sampai tak tidur semalaman, sedangkan kakak? apa yang kakak lakukan? hanya bersenang-senag! pacaran! menghabiskan uang untuk pacar-pacar kakak! aku juga sudah lelah!" kesal Kaisar.
"Kau juga selalu dibantu Ayah, kan? nggak mungkin bisnismu sebesar sekarang kalau bukan dapat bantuan dari Ayah," balas Ratu.
Kaisar menatap tajam ke arah kakaknya yang sudah berani bicara lancang dengannya, "aku nggak pernah pakai uang Ayah seperspun untuk bisnisku! kalau kakak nggak percaya, tanya saja!"
Kaisar bangun dari duduknya, "pergilah dari rumahku, dan jangan datang lagi!" usir Kaisar sambil kembali ke kamarnya dan membanting pintu dengan keras.
🤭
Km kira ini gaun buat pengantin baru yg mau unboxing 🤣