NovelToon NovelToon
Permaisuri Gendut

Permaisuri Gendut

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Tiara Mo akan menghadiri kompetisi tinju tahunan, namun dalam perjalanan ia mengalami kecelakaan dengan truk tangki minyak , saat sadar ia sudah menempati tubuh permaisuri 200kg.

" APA APA INI ! APA PEMILIK TUBUH ASLI TIDAK BISA MENAHAN RASA LAPAR !" Pekik tiara mo kesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11 : Kaisar dan Selir Ning

Suara ayam berkok berbunyi, matahari mulai muncul, suasana di Paviliun Teratai tidak seperti biasanya. Lin Yue berdiri di tengah halaman, hanya mengenakan pakaian dalam hanfu yang tipis namun cukup kuat untuk menahan gerakannya. Napasnya terlihat mengepul di udara pagi yang dingin. Di depannya, berdiri tiga orang pelayan yang kemarin tertawa paling keras saat ia dihina oleh rombongan Ibu Suri.

​"Kalian bertiga," panggil Lin Yue dengan suara rendah yang menggelegar.

​Ketiga pelayan itu, dipimpin oleh seorang wanita bernama Mei Mei, menatap Lin Yue dengan pandangan malas. "Ada apa, Yang Mulia? Ini masih terlalu pagi untuk jatah makan Anda yang luar biasa itu," ucap Mei Mei sambil memutar bola matanya. Dua pelayan lainnya menutup mulut, berusaha menahan tawa.

​Lin Yue tidak tersenyum. Ia melangkah maju satu langkah. Tanah di bawah kakinya terasa bergetar karena beban tubuhnya, namun gerakannya kini jauh lebih stabil.

​"Sejak kapan seorang pelayan diizinkan berbicara tanpa menundukkan kepala di depan permaisurinya?" tanya Lin Yue.

​Mei Mei mendengus. "Permaisuri? Oh, maksud Anda lambang kekalahan perang? Yang Mulia Kaisar sendiri tidak pernah menganggap Anda ada. Jadi, untuk apa kami bersusah payah?"

​Tiba-tiba, sebuah bayangan besar bergerak secepat kilat.

​PLAK!

​Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Mei Mei, membuatnya terpelanting ke lantai batu. Bukan tamparan wanita biasa yang lemah tetapi ini adalah tamparan dengan teknik dorongan bahu seorang petinju. Pipinya langsung membiru dan sudut bibirnya pecah.

​Dua pelayan lainnya menjerit ketakutan dan mundur seketika.

​"Itu karena mulutmu yang tidak tahu aturan," ucap Lin Yue dingin. Ia menatap telapak tangannya sendiri yang memerah. Masih terlalu lambat, tapi cukup efektif, batinnya.

​Mei Mei mencoba bangkit sambil memegang pipinya yang berdenyut.

"Kau... kau berani memukulku?! Aku adalah orang kiriman Selir Ning! Aku akan melaporkan ini!"

​"Laporkan saja," balas Lin Yue tenang. Ia mendekati Mei Mei yang terduduk lemas.

"Tapi sebelum kau keluar dari paviliun ini, kau harus tahu satu hal. Di ring... maksudku, di tempatku berasal, kami punya aturan sederhana . jika kau ingin menyerang, pastikan kau punya kekuatan untuk bertahan. Dan kau... kau tidak punya apa-apa selain lidah yang busuk."

​Lin Yue kemudian menoleh ke arah dua pelayan lainnya yang sudah gemetar.

"Kalian berdua. Ambil ember besar. Isi dengan air dari sumur dan angkat melilingi paviliun ini sepuluh kali."

​"T-tapi Yang Mulia, itu tugas pelayan laki-laki!" protes salah satu dari mereka.

​Lin Yue mengepalkan tangannya di depan wajah pelayan itu. Suara gesekan tulang jemarinya terdengar jelas di keheningan pagi. "Mau melakukannya dengan ember, atau mau merasakan bagaimana rasanya rahangmu bergeser?"

​Tanpa menunggu perintah kedua, mereka berlari ketakutan untuk mengambil ember.

​Sepanjang pagi itu, Lin Yue mengawasi mereka sambil ia sendiri melakukan latihan beban menggunakan batu-batu taman. Ia ingin menunjukkan bahwa paviliun ini bukan lagi tempat sampah bagi pelayan-pelayan buangan. Ia sedang membangun "kamp pelatihan" kecilnya sendiri.

​Xiao Xiao memperhatikan dari jauh dengan mata berbinar. Ia merasa bangga sekaligus ngeri melihat perubahan majikannya.

​Namun, ketenangan itu terusik saat suara terompet istana terdengar dari arah gerbang depan. Tak lama kemudian, seorang kasim senior masuk dengan wajah tegang.

​"Yang Mulia Permaisuri, Yang Mulia Kaisar Long Wei akan berkunjung ke Paviliun Teratai dalam waktu satu jam," seru kasim itu dengan nada yang tidak percaya.

​Mei Mei, yang masih memar, tersenyum licik. Mampus kau, wanita gendut. Kaisar pasti akan menghukummu karena telah menyiksa pelayan kesayangan Selir Ning, pikirnya.

​Lin Yue menarik napas dalam. Ini dia. Pertemuan pertama yang sesungguhnya dengan pria yang telah mengkhianati Bangsa Tang dan membiarkannya membusuk dalam lemak.

​"Xiao Xiao, siapkan teh hijau yang paling pahit. Dan ambilkan aku cadar sutra hitamku," perintah Lin Yue.

​Ia duduk di kursi utama paviliunnya, menunggu dengan ketenangan seorang petinju yang sedang menunggu bel ronde pertama dimulai.

***

​Tepat satu jam kemudian, Long Wei masuk dengan jubah emasnya yang berkilau, didampingi oleh Selir Ning yang tampak sangat cantik dengan gaun merah menyala. Begitu masuk, Selir Ning langsung berteriak kecil saat melihat wajah Mei Mei yang babak belur.

​"Yang Mulia! Lihatlah! Permaisuri telah menyiksa pelayan hamba yang malang!" seru Selir Ning sambil bergelayut di lengan Long Wei.

​Long Wei menatap Lin Yue dengan tatapan muak. "Lin Yue! Kau sudah cukup memalukan dengan tubuhmu itu, sekarang kau juga bertingkah seperti binatang buas yang haus darah? Apa kau ingin aku mengirimmu ke penjara bawah tanah sekarang juga?"

​Lin Yue tidak berdiri. Ia tetap duduk, menatap Long Wei lurus ke matanya—sebuah pelanggaran protokol yang berat.

​"Yang Mulia," suara Lin Yue terdengar stabil dan dalam. "Binatang buas hanya menyerang jika mereka merasa terancam atau lapar. Dan pelayan ini... dia mengancam otoritas kekaisaran dengan menghina lambang perdamaian yang Anda ciptakan sendiri. Bukankah Anda yang bilang saya adalah simbol kekalahan Tang? Menghina saya berarti menghina kemenangan Anda, bukan?"

​Long Wei tertegun. Ia tidak menyangka wanita yang biasanya hanya menangis dan makan itu bisa memberikan argumen yang memutarbalikkan logika.

​"Lancang!" teriak Long Wei. Ia melangkah maju, tangannya terangkat seolah hendak memukul.

​Namun, dari sudut ruangan, bayangan Han Shuo tampak bergerak sedikit, meski tidak terlihat oleh orang lain. Ia sudah bersiap untuk mengintervensi jika nyawa Lin Yue benar-benar terancam.

​Lin Yue tidak bergeming. Ia justru sedikit memajukan wajahnya. "Pukul saja, Yang Mulia. Biarkan Bangsa Tang tahu bahwa pahlawan mereka dipukul oleh Kaisar yang besar karena menyerang wanita yang bahkan sulit untuk berdiri."

​Tangan Long Wei gemetar karena amarah yang tertahan. Ia merasa ada yang salah dengan atmosfir di ruangan ini. Wanita di depannya ini memiliki aura yang sama sekali berbeda dengan Lin Yue yang dulu.​

"Pergi dari hadapanku!" Long Wei akhirnya menurunkan tangannya. "Selir Ning, kita pergi. Tempat ini bau daging busuk."

​Saat rombongan itu pergi, Selir Ning menoleh ke belakang, memberikan tatapan yang sangat tajam pada Lin Yue.

Ia tahu, rencananya untuk menghancurkan Lin Yue secara perlahan telah gagal. Sekarang, ia harus menggunakan cara yang jauh lebih mematikan.

​Setelah mereka pergi, Han Shuo muncul dari balik pilar, berdiri di depan Lin Yue.

​"Kau bermain api," ucap Han Shuo pendek.

​Lin Yue menyesap teh hijaunya yang pahit. "Aku adalah api itu sendiri, Han Shuo. Long Wei hanya belum menyadari bahwa dia sedang berjalan menuju kebakaran besar."

​Lin Yue menatap tangannya lagi. Hari ini ia memenangkan satu ronde kecil, namun ia tahu perang yang sesungguhnya baru saja dimulai.

​"Besok," ucap Lin Yue pada Xiao Xiao, "kita akan mulai latihan lari. Aku ingin berat tubuh ini turun lebih cepat. Aku harus bisa bergerak secepat pikiran pria itu."

​Han Shuo menatap Lin Yue dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada secercah harapan di matanya—harapan bahwa takhtanya mungkin akan kembali lebih cepat dari yang ia duga, melalui bantuan "permaisuri gagal" ini.

***

Mohon Dukungan untuk :

• Like

• Komen

• Subscribe

• Follow Penulis

Terimakasih banyak❤️

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
mampir kak
ANWi: makasi udah mampir kaka cantik ~
total 1 replies
Erlina Ibrik
Berarti Han shuo adalah Putra mahkota atau Kaisar yang sesungguhnya..?
🧐
Erlina Ibrik
Semangat Author , awal cerita keliatan menarik 👍
ANWi: terimakasih sudah mampir kak erlina ~
total 1 replies
sahabat pena
happy ending... di tunggu karya baru nya Kak💪💪💕
sahabat pena: Sama-sama Kak
total 2 replies
sahabat pena
pilihan yg terbaik adalah mengikuti kata hati mu tiara mo. semangat lanjut Kak 💪💪💪
sahabat pena: sama sama kak
total 2 replies
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪
ANWi: siap kakak cantik~
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
ANWi: siap kak, terimakasi sudah mampir~
total 1 replies
sahabat pena
kurang waspada
ANWi: iya nih Lin Yue ga fokus , kenapa ya~
total 1 replies
sahabat pena
jangan bilang jodoh nya permaisuri itu han suo lagi? 🤣🤣🤣🤣
ANWi: waduh~
total 1 replies
sahabat pena
lanjut kak💪💪💪😘
sahabat pena
part awal masih penasaran. lanjut kak💪💪💪
sahabat pena: sama sama trs semangat kak💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!