NovelToon NovelToon
Alexandria

Alexandria

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Berondong / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: ayyona

Alexandria adalah seorang gadis berumur 30 tahun yang memiliki luka masa lalu. Rencana pesta pernikahannya gagal di hari H saat seorang wanita berbadan dua hasil perbuatan calon suaminya Mahesa datang.

Lima tahun berlalu sejak saat itu Alexa berusaha mengubur lukanya dengan menjadi pribadi yang dingin terhadap orang yang belum dekat terutama lawan jenis. Seorang workaholic dan mengisi hidup untuk mewujudkan isi bucket listnya.

Kehidupan baru Alexa terusik ketika dia harus menjadi mentor Devon putra bungsu pemilik Brahmana Corporation tempat dia dan Theo suami Arika sahabatnya bekerja. Devon pemuda berusia 22 tahun terkenal karena susah diatur, suka berfoya-foya dan tidak serius menyelesaikan kuliahnya.

Selain itu satu per satu masa lalu mulai menghampiri gadis itu kembali.

Apakah Alexa akan berjodoh dengan masa lalunya?

Ataukah dia menemukan kebahagian lain?

Apakah waktu bisa menyembuhkan luka hatinya?

Berisi lagu-lagu romantis yang sesuai dengan tema chapter.

IG:ayyona_18

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayyona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25 - Kejutan

"Mau langsung ketemu Anthony?” tanya Devon saat mereka sudah berada di mobil yang diutus Natasya untuk menjemput mereka.

“Aku belum info Anthony, mau kasih kejutan," ujar Alexandria dengan mata yang terlihat berbinar.

“Loh ini Neotel Clarke Quay? Kita stay di sini?”

Alexa berusaha memahami apa yang terjadi ketika modil sedan mewah yang mereka tumpangi sampai di sebuah hotel persis seperti foto yang dikirim Anthony kemarin.

Bagaimana bisa mereka akan menginap di hotel yang sama dengan Anthony. Bukankah kemarin Devon bilang mereka akan menginap di daerah Bencoolen?

Devon hanya diam tak menjawab keingintahuan gadis itu.

Alexa pun tidak bertanya lagi, ia mengikuti Devon yang telah terlebih dahulu melangkah ke arah receptionist. Setelah segala urusan adminsitrasi selesai, petugas bellboy pun mengantarkan mereka ke kamar yang telah dipesan.

Mereka menempati kamar business suite yang merupakan kamar berukuran besar yang terdiri dari 2 kamar tidur dengan kamar mandi di masing-masing kamarnya, ruang  tamu sekaligus ruang TV yang menyatu dengan ruang makan di bagian tengah.

Tentu fasilitas itu tergolong mewah untuk level supervisor seperti dirinya. Pasti ini dia dapat karena sedang dalam perjalanan bisnis dengan seorang tuan muda pikir Alexa dalam hatinya.

Mereka memutuskan untuk memesan makan malam melalui jasa layanan kamar. Mungkin karena telah sering bersama, keduanya sudah tidak terlihat kaku.

Alexa yang masih penasaran kenapa mereka bisa satu hotel dengan adiknya, berusaha kembali mencari kebenaran dari Devon.

“Kayaknya ada yang aneh deh, tiba-tiba di suruh ke sini padahal harusnya kalo memang pemeriksaan, tim audit dong yang turun," ujar Alexa disela-sela mulutnya yang masih mengunyah nasi ayam Hainan di depannya.

“Iya sengaja biar bisa jalan-jalan. Bosan di Jakarta," balas Devon yang juga menikmati menu pasta yang dipilihnya.

“Is..benarkan. Ninggalin kerja sih masih oke, ga ngaruh banyak buat kamu Dev, tapi kuliah kamu kapan mau selesai jika gini terus."

Alexa mulai mengomeli Devon seolah tuan muda itu adalah Anthony.

“Udah ijin dan sebagai ganti kehadiran disuruh buat paper. Udah selesai kemaren dan hasilnya bagus dapat A dan nanti mau ambil data yang  di sini buat tugas mata kuliah yang lain. Ga bohong-bohong banget kan," terang Devon.

Namun pemuda itu tetap tidak memberitahu jika dia sudah sejauh ini merencanakan agar Alexa bisa bertemu Anthony. Bahkan last minute dia meminta Natasya untuk memesan hotel yang sama dengan tempat seminar Anthony.

Gadis itu pun sudah tahu jika Devon akan punya banyak jawaban untuk setiap pertanyaan yang diajukannya. Dia pun memutuskan untuk tidak membahas lagi program perjalanan dinas yang serba mendadak dan serba kebetulan ini. Apa pun itu yang terpenting ia akan membuat kejutan pada adik semata wayangnya.

Keesokan harinya sebelum berangkat ke kantor Brahmana Corporation cabang Singapura yang berada di daerah Bencoolen, Alexa dan Devon menikmati sarapan terlebih dahulu di restoran hotel yang berada di lantai yang sama dengan lobby.

Alexa masih sempat bertukar pesan dengan Anthony yang mengabarkan jika ia sudah di ruang pertemuan namun gadis itu masih belum memberitahukan jika ia juga berada di hotel yang sama.

Anthony sedang menuju ke arah receptionis untuk mengambil beberapa bahan seminar yang tertinggal di concierge ketika ia merasa mengenali sosok seorang gadis dalam balutan baju kerja sedang berjalan bersama seorang pemuda.

Sebenar itu pemandangan yang biasa terjadi di sebuah hotel, namun postur tubuh, gaya berpakaian dan terlebih tas yang terjuntai di bahu kiri gadis itu sangat familiar dengannya.

Ah, barang pabrik bisa dimiliki siapa sajakan gumamnya dalam hati dan meneruskan langkahnya ke area concierge yang berada dekat dengan receptionist.

Setelah mendapatkan barang yang dia butuhkan, rasa penasaran kembali menuntun langkahnya mengikuti arah sepasang muda mudi yang sebelumnya terlihat menuju restoran.

Bola matanya menyisir setiap sudut yang ada di restaurant itu, ia hanya tersenyum dan mengibaskan tangannya ketika seorang pelayan menawarkan bantuan.

Seketika matanya mengernyit memastikan pemandangan yang ditangkapnya di sudut restaurant yang terlihat tidak terlalu ramai itu. Kemudian ia pun  mengambil sebuah piring kecil dari buffet dan meletakan beberapa potong kue di atasnya. Dia berjalan mendekati sepasang muda-mudi yang terlihat sedang menikmati sarapan pagi sambil berbincang-bincang itu.

“Excuse me, your cakes, Madam," ujarnya dengan sopan dengan gerakan seperti seorang pelayan ketika sampai di meja gadis itu.

“Sorry, I didn’t… " Kalimat Alexa terhenti ketika matanya melihat sosok laki-laki yang berdiri dengan tangan kiri berada di belakang pinggang sedangkan tangan kanan meletakan piring kue di meja.

Alexa langsung berdiri memeluk laki-laki itu. Devon yang kemudian juga memalingkan wajahnya bisa mengenali bahwa laki-laki itu adalah Anthony.

“Ih, kok jadi kebalik sih, harusnya Mbak yang kasih kejutan," sungut Alexa sambil memukul lengan Anthony yang sudah meraih kursi dan duduk bergabung di meja itu.

“Hampir berhasil sih, kalo ga gara-gara tas butut yang masih dibawa-bawa itu," ejek Anthony menunjuk tas yang tergelatak di belakang punggung Alexa dan kemudian matanya menatap Devon.

Alexa yang mengerti arti tatapan adiknya itu pun kemudian memperkenalkan anak magangnya itu kepada Anthony.

"Oh ya, sampai lupa. Tuan Devon, ini Nobita adik semata wayang saya," ujarnya.

Anthony pun kemudian mengangguk mendengar Alexa menyebut kata 'Tuan' di depan nama pria itu. Dia memperkirakan setidaknya pria itu memililki jabatan yang lebih tinggi dari kakaknya. Devon yang melihat sikap Anthony yang menjadi kaku ia pun langsung berdiri dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman.

“Panggil Dave saja, ga usah ikutan lebay," Devon berkata sambil melirik Alexa yang masih terlihat senang.

“Anthony, bukan Nobita," ucap Anthony sambil ikut melirik ke arah kakaknya yang terlihat mulai tertawa merasa senang atas keusilannya.

Anthony pun tak lama tersadar tujuannya kembali ke lobby karena harus mengambil barang-barang yang harus dibawanya kembali ke ruangan seminar.

“Mbak, aku harus kembali ke ruangan meeting. Nanti telpon ya," ujarnya sambil merangkul kembali kakaknya berpamitan.

“Saya permisi Tuan Devon," angguknya kemudian ke arah Devon yang juga melakukan hal yang sama untuk membalasnya.

Alexa menatap punggung adiknya yang terlihat makin dewasa dengan tubuh tegapnya.

1
jawir
Rasanya pingin loncat2 aja bacany langsung ke part di mn devon udh jd suami alexa ,,hmmm tp penasaran y weslah pelan2 aj bcny 🤭😅
jawir
Makmur makmur amat ya manusia2 di dunua pernovelan ,aaah andai saja .......
jawir
Telat membaca sepertinya ,baiklah mari membaca marathon !!! semoga ceritanya ta membosankan heeee
💐Nie Surtian💐
Baru mulai baca... Menarik... bikin penasaran...
Etik Widarwati Dtt Wtda
kerennnnnnn ..semoga bisa menulis dengan cerita yg kerennnn semangat ..../Good//Good//Good//Good/
Etik Widarwati Dtt Wtda
buket lust sudah dilengkapi
Etik Widarwati Dtt Wtda
waktu terus berlalu umur semakin bertambah anak2 sudah beranjak remaja ...pa lagi selain menikmati dan bersyukur ..badai yg takhenti2 sudah dilalui
Etik Widarwati Dtt Wtda
50 th ...42
Etik Widarwati Dtt Wtda
momo dokter mujarab
Etik Widarwati Dtt Wtda
jgn devon ....
Etik Widarwati Dtt Wtda
raymundo itu lexa
Etik Widarwati Dtt Wtda
nobita sudah dewasa
Etik Widarwati Dtt Wtda
wah jadian athony jasmine
Etik Widarwati Dtt Wtda
udah jadian saja
Etik Widarwati Dtt Wtda
perasaan alexa kan kuat dan g gampang menyerah
Etik Widarwati Dtt Wtda
kasian adrian kena batu sendiri
Etik Widarwati Dtt Wtda
sedihhhhjj bahagia
Etik Widarwati Dtt Wtda
kena batu nya ..adik2nya g tau diri
Etik Widarwati Dtt Wtda
haduuhh sembrono ah alexa
Etik Widarwati Dtt Wtda
jgn2 adtian yg masuk rs
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!