Kisah cinta seorang gadis bernama Maya.
"Aku sangat mencintaimu... percayalah padaku." ujar Farhan meyakinkan Maya.
"Ta...Tapi aku takut..." Ucap Maya dengan gugup nya.
Farhan meraih jemari Maya, kemudian mengecup lembut keningnya, "Aku akan selalu ada untuk mu."
Kemudian Farhan memeluk Maya.
Dan....
Malam itu adalah malam yang menyisakan duka buat Maya, dan membuat hidupnya hancur selamanya.
Penasaran dengan kisah Maya, yuk baca cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Real Rey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUMAY 25
Happy Reading.
Maya terus berlari hatinya sangat sakit melihat pemandangan tadi.
"Maya tunggu ... " tarik Cindy namun di abaikan oleh Maya.
Cindy dan Salsha terus mengejar Maya.
Hampir saja Maya tertabrak motor untung segera di tarik oleh Cindy.
"Woii kalau jalan pake mata dong mau bunuh diri Lo ya" maki si pengguna motor nyaris saja menabrak Maya.
"Maaf ya bang" ucap Salsha.
Si pengguna motor tadi langsung meninggal kan mereka dengan kesal sebelum pergi dia bahkan sempat memaki.
"Kalau mau bunuh diri tidur di rel kereta api aja Mba jangan merugikan orang lain"
Cindy hilang kendali mendengar ucapan orang itu untung saja dia langsung tancap gas.
Maya menangis dan di peluk oleh Salsha.
"Kamu apa-apaan si Maya hampir aja kamu tertabrak" Cindy memarahi Maya namun Maya terus saja menangis.
Tampak Fahri menghampiri mereka dengan nafas tersengal karena habis berlarian.
"Sayang kamu gak apa-apa kan?' ucap Fahri khawatir.
Fahri mendekat tapi tangan nya yang ingin menyentuh Maya di tepis kan oleh Cindy.
"Ngapain kamu disini urus aja perempuan yang kamu peluk tadi" ucap Cindy kesal.
"Cindy ini semua salah paham kasih aku kesempatan buat jelasin ini semua pada Maya."
"Tidak ... aku gak akan izinin kamu buat sakiti Maya lagi." Tolak Cindy.
"Cindy aku mohon wanita itu tadi adalah Amanda aku juga gak tau kenapa dia ada disana" ucap Fahri meyakinkan Cindy.
"Sayang ... aku mohon kasih waktu aku buat menjelaskan setelah ini terserah padamu mau percaya atau tidaknya aku pasrah dengan keputusan mu" ucap Fahri penuh permohonan.
Dengan derai air mata Maya menoleh pada kedua sahabatnya meminta persetujuan, Cindy dan Salsha mengangguk tanda setuju.
Maya mengusap air matanya "Baiklah jelaskan padaku"
"Ayo kita duduk dulu di sana" ajak Fahri menunjuk bangku taman di cafe yang tadi.
Mereka berjalan menuju cafe tadi. Fahri mendekat pada Maya berjalan beriringan Fahri ingin merangkul pundak Maya namun di tepis oleh Maya.
Cindy dan Salsha meninggalkan keduanya memberikan waktu buat mereka bicara berdua.
Kemudian Salsha dan Cindy masuk ke dalam cafe menghampiri kekasih mereka.
Sesampai di dalam Cindy menghampiri Niko dan melayangkan tinjunya pada bagian perut Niko.
"Auhhhhhh sakit sayang ini apa-apan" Cindy terus menyerang Niko.
Niko dengan sigap mengunci Cindy dalam pelukan nya.
Malik dan Salsha hanya terbengong melihat Cindy menyerang Niko.
"Kamu kenapa sayang" tanya Niko pada Cindy.
"Lepaskan aku kamu pantas mendapatkan nya bahkan kau juga akan ku hajar" tunjuk Cindy pada Malik.
Malik yang di tunjuk hanya mengangkat tangan nya.
."Kenapa kalian membiarkan sahabat ku di sakiti kenapa kalian hanya memandangi wanita tadi memeluk Fahri" ucap Cindy dengan nada marah dan terus memberontak masih ingin menghajar Niko dan Malik.
"Tenang Cindy duduk dulu biar kita jelasin" ucap Malik.
"Sayang kamu lihat sekeliling mereka semua memandangi kita" bisik Niko.
Sontak Cindy tersadar dan melihat ke sekeliling barulah dia berusaha tenang dan duduk.
"Jadi gini sayang kita sedang duduk disini menanti kedatangan kalian dan kebetulan banget Amanda juga lagi ada disini tadi, tiba-tiba langsung nyamperin kita dan terus main peluk Fahri tadi juga Fahri udah meminta Amanda lepasin pelukan nya tapi Amanda tetep ngeyel gak lama kalian datang" ucap Niko menjelaskan pada Cindy dan Salsha.
"Pengen ku hajar tu perempuan" ucap Cindy dengan kesal.
"Kenapa jadi aku yang kamu hajar sayang ini sakit" rengek Niko.
Cindy cuek mendengar rengekan Niko dalam hati dia merasa bersalah sudah menyerang kekasihnya tanpa mendengar penjelasannya terlebih dahulu.
"Rasain emang enak" ujar Malik penuh ejekan.
"Harus nya kamu juga ku hajar tadi" ucap Cindy.
Malik hanya menanggapi dengan tertawa renyah.
"Kalian mau makan apa" tanya Malik pada yang lain.
"Aku lagi gak selera kita tunggu Fahri dan Maya aja" ucap Cindy.
"Biar mereka menyelesaikan masalahnya, semua nya pasti baik-baik aja percaya sama aku biar mereka menghabiskan waktu bersama" ucap Malik.
"Iya bener Cindy semoga aja Fahri dan Maya menemukan jalan tengah nya" ucap Salsha.
Cindy merasa ucapan Malik ada benarnya.
Cindy mengarahkan pandangan nya pada Niko dan Niko tersenyum sambil mengangguk meyakinkan Cindy.
Cindy langsung memeluk Niko. "Maafin aku ya sayang"
"Maaf untuk apa?" tanya Niko pura-pura gak tau.
"Buat yang tadi"
"Emang kamu tadi ngapain?" ucap Niko lagi.
Merasa kesal Cindy mencubit pinggang Niko.
"Aduh sakit ... baru aja minta maaf udah di ulang lagi ini KDRT namanya" sungut Niko sambil memeluk Cindy.
Ucapan Niko memancing gelak tawa yang lain nya.
...----------------...
Fahri dan Maya duduk di sebuah taman.
"Aku jelasin semua nya dari awal tapi tolong jangan di potong" ucap Fahri.
"Oke jelasin" ucap Maya.
Fahri menjelaskan semuanya pada Maya.
Bagaimana hubungannya dengan Amanda semuanya.
Maya mendengarkan dan juga Fahri menceritakan tidak tau akan kehadiran Maya di cafe tadi.
"Jadi kenapa kamu tidak pernah cerita padaku soal Amanda" tanya Maya.
"Aku rasa dia hanya masa lalu dan sudah tidak penting lagi"
"Apakah Amanda sudah tahu kalau sekarang aku lah kekasihmu?" tanya Maya lagi.
"Dia belum tau sayang, tapi aku akan segera beri tahu dia bila perlu sekarang bagaimana kalau kita telpon dia sekarang" ucap Fahri.
"Boleh aku ingin mendengar secara langsung" ucap Maya.
Fahri meraih ponsel nya dan membuka blokiran nomor Amanda di ponsel nya.
Maya melihat itu semua.
Fahri coba menghubungi Amanda.
📞 Hai sayang akhirnya kau mengubungi ku, aku sangat khawatir padamu kenapa tadi kau pergi terburu-buru.
📞Bisa kita bertemu di cafe tadi Manda.
📞Oke sayang aku segera kesana aku masih di butik sebelah.
Amanda mematikan ponsel nya.
Amanda sedang berada di butik tidak jauh dari cafe yang tadi.
Wajah Amanda berbinar bahagia tidak menyadari apa yang menantinya.
Mata Amanda tertuju pada Fahri yang tengah berdiri di sebuah taman tak menyadari ada Maya yang tengah duduk tak jauh dari Fahri.
Amanda menghampiri Fahri dengan senyuman di wajah nya ingin segera memeluk Fahri namun Fahri menghentikan aksinya.
"Kenapa Fahri" tanya Amanda.
"Sayang" panggil Fahri pada Maya.
Maya menghampiri Fahri dan Amanda.
"Apa ini Fahri dia siapa?" tanya Amanda.
"Amanda kenalkan dia Maya kekasihku" ucap Fahri.
"Ada apa ini Fahri kamu bercanda kan?" ucap Amanda masih tidak yakin.
"Ini bukan bercanda Amanda tapi ini kenyataan nya ... aku sudah melupakan mu aku sudah anggap hubungan kita selesai di saat kamu meninggalkan aku dulu, sudah tiga tahun Amanda aku harap kamu mendapatkan yang lebih dari ku karena sekarang aku sudah bahagia dengan pilihan ku" ucap Fahri sembari merengkuh Maya.
"Satu lagi aku harap kamu menjauh dari ku" ucap Fahri lagi dan menggandeng Maya masuk kedalam cafe.
"Fahri aku tetap mencintaimu ... kembali padaku saat kau sudah bosan dengan nya" ucap Amanda setengah berteriak.
Fahri mengabaikan ucapan Amanda.
Amanda menghentakkan kedua kaki nya dengan kesal.
"Kamu pasti akan kembali padaku ... aku gak akan menyerah"
Percaya diri sekali kamu Amanda.
❁ ════ ❃ BERSAMBUNG ❃ ════ ❁
Terimakasih yang sudah mampir terus beri komentar yang positif ya guys.
Terus dukung ya
Like
Komentar
Gift
Vote
Rate bintang lima
Favorite
Salam sayangku
Rey🥰
sehat2 slalu ya..
merry x'mass
Selamat akhirnya kamu lulus Maya👏👏👏🥳🥳🥳
Cinta buat orang gak waras...
Rindu itu berat,apa aku jg bisa melewatinyaaa...
Coz cinta bikin orang Galfok🙈