Naya, harus menerima kenyataan bahwa suaminya yang bernama Hanif,merupakan seorang Aktor ingin melakukan poligami terhadap dirinya dengan seorang aktris lawan main suaminya.
Kehidupan pernikahan mereka yang awalnya baik-baik saja harus hancur berantakan atas keputusan sepihak tersebut, sementara itu disisi lain, seorang Aktor terkenal bernama Kenzo mengetahui hal ini yang membuat dirinya menaruh iba dan perhatian kepada Naya.
Tapi siapa sangka, rasa iba itu berubah menjadi keinginan Kenzo untuk merebut Naya dari suaminya.
Apakah Kenzo dapat merebut Naya dari suaminya?
Novel ini hanya halu dari penulis. Mohon maaf jika ada isi yang kurang berkenan.
ig : reni_nofita79
fb : reni nofita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Dua Puluh Empat. PYTD.
Naya dikagetkan dengan kedatangan Kenzo yang mendadak. Wanita itu menghapus air matanya sebelum Kenzo melihat.
Naya berusaha tersenyum sewajar mungkin agar Kenzo tidak bertanya yang macam-macam. Namun, ternyata pria itu melihat air mata Naya.
"Kenapa menangis? Kamu capek kerja di sini?" tanya Kenzo.
"Bukan, Kak. Aku nggak capek, kok."
"Jadi apa yang membuat kamu menangis? Jangan katakan karena kamu masih ingat dan rindu Hanif!"
"Bukan juga,Kak," gumam Naya. Namun, suaranya masih dapat di dengar.
Pandangan Kenzo tertuju pada televisi yang sedang menyala dan melihat berita gosip yang sedang ditayangkan.
"Kamu masih belum ikhlas melepaskan Hanif? Kenapa kamu nggak balikan aja jika belum bisa ikhlas melepaskan."
"Bukannya aku nggak ikhlas,Kak. Cuma aku nggak bisa terima, kenapa harus menjelekkan aku. Jika emang nggak cinta seharusnya bisa disimpan dalam hati saja. Kami udah sepakat berpisah baik-baik."
"Apa berita tadi itu keluar dari mulut Hanif?"
"Bukan. Dari mulut Mbak Citra. Mungkin Mbak Citra tahu dari Mas Hanif."
"Kamu kenapa jadi ikutan berburuk sangka?" tanya Kenzo
"Maaf, Kak. Seharusnya aku emang tidak usah melihat berita gosip. Seperti kata kak Kenzo, itu belum tentu dari kak Hanif."
"Naya, aku boleh minta bantuan?"
"Bantuan apa, Kak?"
"Apa kamu mau menemani aku ke pesta salah satu sepupuku. Besok malam."
"Pesta?"
"Semua saudaraku datang dengan pasangan. Aku selalu saja jadi bahan ledekan karena datang sendirian."
"kenapa aku, Kak? Rekan sesama artis Kak Kenzo banyak. Aku malu kalau menghadiri pesta."
"Aku nggak suka ditemani rekan artis. Sudah sering ketemu di lokasi. Jadi nggak asyik aja dibawa ke pasta. Kalau kamu nggak mau, juga nggak apa. Aku nggak maksa."
"Aku takut membuat malu Kak Kenzo."
"Kenapa harus malu? Kak Alana akan hadir juga. Kamu ada teman mengobrol nantinya."
"Pestanya di mana, Kak?"
"Di villa. Pesta keluarga. Nanti kita akan menginap di sana. Aku udah minta izin dua hari, libur Kerja."
"Kita menginap?"
"Menginap di villa. Tapi kamu nggak usah kuatir. Sepupuku banyak yang cewek. Kamu bisa tidur dengan mereka."
"Butik siapa yang awasi?"
"Bisa di titip dengan Santi dulu."
"Baiklah,Kak. Karena ini pesta keluarga, aku masih bersedia. Kalau pesta artis, aku malu."
"Malu atau takut bertemu Hanif?"
"Kenapa aku harus takut bertemu Mas Hanif. Aku dan Mas Hanif, hanyalah sepenggal cerita masa lalu. Aku akan melupakan semuanya. Memulai lembaran baru. Jika aku terus memandang ke belakang, aku tidak pernah maju."
Kenzo tersenyum mendengar ucapan Naya. Wanita itu walau mungil tampak rapuh, namun memiliki prinsip yang kuat. Jika dilihat dari penampilan pasti akan mengira Naya wanita yang cengeng dan hanya menuruti apa maunya pria.
"Naya, Cara terbaik untuk melupakan masa lalu adalah bukan dengan menghindari atau menyesalinya. Namun dengan menerima dan memaafkannya. Semakin kamu berusaha melupakannya, semakin ia hadir dalam pikiranmu. Berhentilah meupakan, mulailah menerima kenyataan. Sudah saatnya kamu berdamai dengan takdir demi kebaikan hatimu," ucap Kenzo.
"Terima kasih, Kak. Aku udah ikhlas. Tapi untuk melupakan semuanya butuh waktu."
"Bukannya aku ingin ikut campur dengan rumah tanggamu. Aku mengatakan ini semua hanya karena rasa simpatiku. Sebelum kamu tahu pernikahan Hanif, aku nggak mau mengatakan karena tak mau dituduh sebagai perusak rumah tanggamu dengan mengadu domba."
"Aku mengerti, Kak."
"Lagi pula saat itu aku belum tahu pasti kebenarannya. Aku baru mendengar gosip dari kru sinetron. Untuk bertanya langsung dengan Hanif, aku takut dikatakan lancang."
"Nggak apa, Kak. Aku sudah benar-benar ikhlas melepaskan Mas Hanif. Mungkin Mas Hanif bukanlah yang terbaik bagiku. Aku mungkin susah untuk melepaskan masa lalu yang menyedihkan ini. Tapi aku punya pilihan untuk terus berbenah dan menjadi diri sendiri yang lebih baik di masa depan."
"Aku suka dengan semangat kamu. Aku harus kembali. Besok aku jemput di kost. Jangan lupa bawa pakaian ganti,kita akan menginap satu malam."
"Baik, Kak."
Kenzo meninggalkan ruang kerja Naya. Pria itu mengajak Naya, ke pesta keluarga atas desakan mama-nya. Mama Kenzo mendengar nama Naya dari Alana.
Setiap orang tentu memiliki masa lalu, baik masa lalu yang indah maupun menyakitkan. Masa lalu ini bisa menjadi kenangan yang sangat membekas bagi seseorang dan sulit untuk dilupakan. Meskipun masa lalu sulit untuk dilupakan, kamu harus tetap fokus menjalani hidup di masa sekarang dan berusaha memperbaiki diri agar memiliki masa depan yang cerah. Supaya bisa lebih berdamai dengan masa lalu
...****************...
Bersambung
Sebagian quote diambil dari google
selamat y sekarang sah jd suami istri
ceritanya bagus, gak bertele-tele dan banyak pelajaran yg bisa diambil..
akhirnya happy ending untuk Kenzo dan Naya..
Untuk Hanif, Citra dan Syifa jodohnya masih belum kelihatan hilalnya, hehe..
semoga kalian terus istiqomah memperbaiki diri..
keren mam ceritanya, aku suka..
cuss lanjut novel berikutnya..
semoga sehat terus ya mam..
tetap semangat dan semoga selalu..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩🤲🏻💕💕💕
(jangan bosen ya mam, hehe..)