Nafisha Retno Kinathi adalah seoarang ibu muda yang harus berjuang sendiri menghidupi rumah tangganya, meskipun sosok suaminya masih berdiri gagah.
Hidup berdampingan dengan suami yang begitu menjunjung tinggi rasa hormatnya kepada ibundanya membuat Nafis harus sering mengalah. suaminya selalu menyerahkan segala keputusan di tangan umminya. Termasuk dalam hal urusan rumah tangganya.
Dalam segala hal Nafis mencoba mengalah tapi, ketika ibu mertuanya mengingikan suaminya menikah lagi Nafis berontak.
Masih sangupkah Nafis mempertahankan rumah tangganya, atau dia memelih menyerah ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Setelah maghrib Azizah tiba-tiba kembali merengek ingin pulang kerumah saja, sudah di bujuk sedemikian rupa tetap tidak mempan. Nafis bingung di buatnya. Takutnya di rumah itu sedang ada istri baru Hanafi, apa yang akan dia katakan kalau Azizah bertanya.
" Pokoknya pulang bunda, aku nggak mau disini "
" Tapi, kakak kan belum pulih benar, disini dulu ya sayang. Besok deh kita pulang ?"
" Nggak mau bunda, mau sama Abi " Hati Nafis tersayat mendengan putrinya lebih mengiginkan Abinya.
" Ya Sudah, kalau kak Zizah mau hayo pakde antar " Nafis menatap kakaknya.
" Tidak apa-apa dek, mungkin memang sudah saatnya " Nafis terlihat menghela nafas.
Dokter pun terpaksa mengizinkan Zizah keluar rumah sakit dengan syarat jika kembali deman segera kembali ke rumah sakit. Karena keinginan Zizah benar-benar tidak bisa di tawar lagi.
Farid masih ikut mengantar karena mobil yang Nafis gunakan tidak cukup buat membawa mereka pulang. Beruntung mobil Farid besar. Jadi rombongan terbagi dalam 2 buah mobil. Zizah masih menolak satu mobil dengan Nafis, dia memilih satu mobil dengan pakdenya yang ikut ke dalam mobil Farid.
Begitu sampai semua di buat terkejut, ada tenda di depan rumah. Sepertinya sedang ada acara di rumah itu. Karena memang banyak orang di sana. Pantas Hanafi tidak segera datang meski pihak pesantren sudah memberi kabar kalau putrinya sakit bahkan sampai di larikan ke rumah sakit.
Kedatangan Nafis dengan rombongan tentu membuat tamu undangan terkejut. Naufal yang sudah teramat merindukan Abinya langsung berlari masuk. Nafis segera mengejar takut ada hal yang tidak di inginkan. Diikuti Zizah yang di papah oleh Eka.Zizah nampak terkejut abinya duduk bersama perempuan yang sedang Hamil.
" Abi...." Dengan lantang Naufal memangil nama abinya. Hanafi yang sedang menemani Istri mudanya terkejut, terlebih Naufal langsung memeluknya.
Namun reaksi Hanafi membuat semua orang terkejut. Dia menolak Naufal. Dia berusaha melepas pelukan putranya.
" Siapa dia mas ?" Istri muda Hanafi juga terkejut sepertinya. Sementara Nafis menunggu jawaban apa yang akan di lontarkan Hanafi.
" Dia keponakan jauh mas dek tapi, biasa memangil mas Abi " Nafas Nafis memburu.
Dia dengan langkah tegas mendekat kearah Hanafi lalu,
" Plaaaakkkk..." Sebuah tamparan keras dia layangkan ke pipi Hanafi tanpa bisa di elak.
" Bagus kamu Hanafi, sudah semakin lupa diri kamu ?" Semua orang terkejut. Termasuk istri Hanafi yang terlihat shock.
Sementara Azizah menatap abinya tak percaya, sorot matanya memancarkan kekecewaan yang mendalam. Dia sekarang mulai paham kenapa bunda dan adiknya pergi dari rumah. Abinya telah berkhianat. Dia menenggelamkan mukanya di dada Andini yang kebetulan ada disebelahnya.
" Buka matamu Hanafi, kamu boleh lupa siapa aku tapi, tidak dengan dua anak ini Hanafi. Dia PUTRAMU Hanafi, PUTRAMU ! " Teriak Nafis lantang.
" Ada apa ini ?" Seorang wanita seusia bu Ningsih datang dengan wajah bingung.
" Katakan kepada mereka siap aku Hanafi, jangan menjadi pria pengecut !" Hanafi tertunduk.
" Pantas kamu tidak peduli pada Azizah. Rupanya kamu sedang berbahagia dengan maduku. Kamu tau Zizah di larikan kerumah sakit. Di mana kamu dan ummimu yang sok memisahkan aku dengan putriku, dimana tangung jawabmu sebagai seorang ayah Hanafi ?"
" Rupanya kamu sedang berbahagia di sini. Kamu pakai rumah ku untuk menyenangkan maduku , nggak malu kamu ?"
" Anda ini siapa sebenarnya ?"
" Apa masih kurang jelas saya bicara dari tadi ?"
" Saya sampai saat ini saya masih berstatus istri dari saudara Hanafi, rumah tangga kami baik-baik saja hingga 4 bulan lalu, ibu Aminah mengatakan Hanafi akan menikah lagi. Sejak saat itu saya mundur, buat apa mempertahankan pria yang cara bertangung jawab pun tidak tau ?"
" Tapi, saya juga mau berterima kasih dengan begini beban saya yang selama ini menjadi pemenuh segala kebutuhan Hanafi anda gantikan."
" Jadi kamu sudah punya istri Hanafi, kamu bohongi kami ?"
" Bukan cuma istri ibu, beliau sudah punya dua orang anak tapi, sepertinya dia amnesia " Eka yang sedari tadi gemas pun ikut angkat bicara.
" Ada apa ini ?" Sepertinya ummi Aminah baru menyadari terjadi huru-hara dalam acaranya.
" Selamat malam ibu Aminah, maaf kami bertamu di saat waktu yang tidak tepat." Pak Jatmiko mendekat. Ummi Aminah terkejut sepertinya.
" Selamat malam juga pak Jatmiko " Baliau kikuk sendiri. Seperti maling yang tertangkap basah mencuri.
Abi Rahmad yang baru datang karena di beri tahu oleh Choir pun meminta Nafis dan rombongan masuk kedalam. Sementara Azizah dan Naufal di bawa Andini kembali kedalam mobil.
Kyai Ahmad yang tidak tau menahu apa yang terjadi pun bingung sepertinya.
" Ini ada apa bu Aminah, kenapa menjadi kacau begini ?"
" Mohon maaf kyai, silahkan duduk. Panjenengan akan segera tau " Ucap abi Rahmad.
" Mohon maaf pak Rahmad saya bertamu dengan rombongan begini dan situasinya tidak tepat rupanya" Ucap pak Jatmiko yang kini duduk di sebelah Nafis.
" Saya yang minta maaf kepada semuanya. Si tuasi menjadi begini karena ulah putra dan istri saya."
" Sebenarnya jika buan karena Azizah sedang sakit dan sanggat ingin bertemu abinya saya juga tidak akan kemari pak ?"
" Azizah sakit ?"
" Betul pak, bahkan sampai dilarikan ke rumah sakit pagi tadi, harusnya juga belum boleh pulang tapi, Azizah kekeh ingin bertemu dan di rawat abinya, tidak menyangka jika akan seperti ini jadinya."
" Dan menurut pihak pesantren sudah mengabari keluaga jika Azizah sakit sejak dia masuk pesantren tapi, tidak ada satupun yang datang menjenguknya. Bahkan saat Azizah pingsan hari ini sudah berusaha menghubungi keluarga tapi, ada yang merespon. Beruntung ada kawan kami yang sedang mengantar keponakannya kemabli ke pesantren dan mengenali Azizah. Kalau tidak dapat anda bayangkan apa yang terjadi dengan cucu kita kan pak Rahmad ?" Abi Rahmad menatap Hanafi dengan tatapan kecewa.
" Kamu dan ummimu mengasingkan Azizah tapi, kalian tidak ada yang bertangung jawab. Kenapa kamu tidak pernah berubah Hanafi, bukankah abi sudah berkali-kali mengingatkanmu ?" Hanafi tertunduk.
" Sekarang penjelasan apa yang bisa kamu berikan pada kedua mertuamu ?"
" Hanafi maaf bapak tidak bermaksud membuat kamu semakin terpojok, bapak hanya mau bertanya satu hal. Kenapa kamu memperlakukan putri bapak seperti ini, 15 tahun Hanafi, kamu biarkan anak bapak terlunta-lunta seorang diri, bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga ini. Berjuang sendiri agar segera punya rumah sendiri. Tapi, kenapa kamu menambah lukanya dengan mendua, masih kurangkah luka yang harus dia tangung. Lima belas tahun punya suami tapi, seperti perempuan lajang yang apa-apa harus mengupayakan sendiri bahkan juga memenuhi kebutuhanmu"
" Bahkan kamu tidak lupakan, jika cincin yang kamu sematkan di jari manis istri mudamu itu adalah hasil keringat istri tuamu. Kamu bahkan mengunakan uang pendidikan Zizah untuk menyenangkan istri barumu kan ?"
" Jangan salahkan Hanafi, dia hanya sedang berusaha berbakti kepada ibunya " Teriak ummi Aminah yang sepertinya tidak terima putranya di pojokkan.
" Berbakti tapi, dengan cara zalim pada istri dan anaknya. Anda tahu berapa nafis harus menutup biaya pendidikan Azizah yang di gelapkan ayahnya sendiri ?"
" 20 juta lebih anda tau ?"
" Lalu berapa banyak Nafis harus menangung kerugian butik karena anda mengambil seserahan untuk menantu baru anda, hampir mencapai 150 juta. Butik itu sudah beralih ke tangan orang lain kalau anda mau tau " Ucap Angga berapi-api.
" Boleh poligami tapi, harus mengukur diri. Satu istri saja mencari nafkah sendiri, lalu mau dikasih makan apa jika dua orang istri. Anda mau jadikan Nafis ATM berjalan, bertanggung jawab atas istri muda Hanafi, waras anda bu Aminah ?"
" Jaga bicaramu !" Angga terkekeh.
" Saya bicara kenyataan bukan. Baju kamu saja di beli pakai keringat istrimu kenapa kamu PD menikah lagi Hanafi ?"
" Kamu !"
" Sudah diam Aminah " Bentak abi Rahmad.
" Saya benar-benar minta maaf kepada semua pihak. Ini bentuk kegagalan saya dalam mengurus keluarga ini. Saya membiarkan istri saya berbuat zalim dan membohongi semua orang tentang status Hanafi. Pak Jatmiko dari lubuk hati yang paling dalam saya mohon maaf."
" Saya tidak menyalahkan anda pak Rahmad. Saya hanya menyayangkan sikap Hanafi saja. Bukankah dia sudah berbahagia dengan keluarga barunya lalu, kenapa kamu mempersulit proses di persidangan ?"
" Saya masih butuh dek Nafis pak " jawab Hanafi yang di sambut kekehan Eka dan Angga.
" Butuh Nafis atau uangnya Nafis ?" Hanafi tertunduk, tak mampu menjawab sindiran Eka.
" Sejauh pembahasan ini saya cuma merasa tidak faham dengan jalan pikiran anda bu Aminah. Jika anda tidak suka dengan putri saya kenapa dulu anda merestui Hanafi meminangnya ?"
" Saya terpaksa dari pada Nafis dan hanafi nekat melakukan hal yang tidak-tidak. Ilmu agama Nafis tidak luas " Nafis tersenyum mendengar ucapan ummi Aminah.
" Saya tidak serendah itu bu Aminah. Meskipun bukan putri kyai dan juga bukan lulusan pesantren tapi, saya di dididik untuk menjadi wanita yang tau bagaimana menjaga diri "
" Semua orang boleh memiliki cita-cita dan apa yang menjadi cita-cita anda bukan tidak bagus. Akan tetapi, cara anda meraihnya itu yang tidak tetap. Saya juga tidak mau menjadi penghalang seseorang meraih mimpinya. Untuk itu tolong minta putra anda agar tidak mempersulit proses persidangan dengan begitu mimpi anda aka berjalan mulus"
" Tidak bisa dek, mas tidak mau pisah sama kamu "
' Sudah sejauh ini kamu masih tidak sadar mas. Kamu menyakiti banyak hati. Lihat istri barumu, dia sedang berjuang mengandung buah hatimu, tidak kah kamu mau berubah menjadi pria yang mengerti tangung jawabmu sebagai seorang suami mas. Masih mau gagal kah kamu ?"
" Maaf mas aku tidak bisa bertahan dengan orang-orang yang mengharap kehadiranku pun tidak. Kalian hanya takut jika aku pergi maka segala sokongan yang selama ini akau berikan pada keluarga ini lenyap bukan?"
" Aku lelah mas. Aku menyerah, jika kamu memang tidak berkenan memberikan kebebasan itu maka aku akan mencari kebebasan itu sendiri "
" Berbahagialah dia tas luka yang sudah kamu toreh mas, nikmatilah waktu kamu hidup nyaman dia tas cucuran keringatku, karena rumah ini akan segera aku jual. Karena demi Allah aku tidak ridho rumah yang ku bangun denga cucuran keringatku kamu tempati dengan perempuan lain. "
" Aku dan anak-anak akan menjauh sehingga kedepannya tidak akan menganggu kehidupan nyamanmu. Aku juga berharap kedepannya kamu tidak datang pada kami dengan alasan apapun. Karena kamu sendiri yang memilih tidak mengakui anak-anakku "
" Aku harap kamu kosongkan rumah ini besok, karena pemilik barunya juga akan segera datang. Jangan lupa kamu juga harus menganti kerugian butik . Aku tunggu itikad baikmu. Sebelum aku bawa semua ini ke ranah hukum "
" Kita pulang pak, tidak ada gunanya kita berlama-lama disini. Kasian anak-anak " Ucap Nafis tanpa amit kepada seisi ruangan.
" Inggat Hanafi kosongkan ruamh ini besok, kamu tidak hak sama sekali atas ruamh ini karena tak ada seperserpun hartamu di sini "
semoga kluarga istri ke 2 dan kluarga suami zalim dpt karma.
kl ortu istri ke 2 punya harga diri hrse cerai kan anak nya bukan mlh laki orang Mau di bawa pulang. alasan ae buat di didik. aslinya ya biar menang istri 2 dpt hanafi sepenuhnya tanpa berbagi. pasti alasan hamil di pake buat itu. istri ke 2 pling jg gk Mau ngalah merasa menang krn istri pertama mundur.. semoga dpt karma orang ngerti agama tp pada bejat.
nunggu karma nya, semoga anak Dr istri ke 2 gk lahir normal kasian anak Dr istri pertama dpt saudara tiri Dr Pelakor.
ya Pelakor Mau se sholehah apa pun wanita kl sdh merusak rumah tangga orang lain ttp Pelakor Dan ortu perempuan ttp mendukung 🤣🤣 Gila sih label kyai sekarang serem serem dng dalil agama.
hrse cerai semua, istri ke 2 tau diri nglepas hanafi bukan me lanjut kan pernikhan. mang dasarnya istri ke 2 doyan saja.
kl takut melukai ya hrse pisah.
hanafi me lanjut kan dakwah eh siapa yg Mau denger dakwah laki model bgitu. yg di omongin pasti poligami tok🤣. ustad cabul.