Dalam masa revisi!
Tyara Queen Nesya, gadis berusia 23tahun. yang harus menihkah dengan laki-laki dingin bernama Alfin Sanjaya. hanya untuk melunasi hutang Ayahnya yang berjumlah Milyaran rupiah!
Bagaimana kehidupan Tyara setelah menihkah dengan Alfin? Akankah hidupnya akan bahagia atau sebaliknya.
Sampai Tyara meninggal kan Alfin. dan membawa anak dalam kandungan nya pergi jauh dari kehidupan Alfin.
Saat umur Anak Tyara, berusia 17 tahun ia berniat membalas kan dendam kepada Papah nya karna mengira telah melantar kan nya begitu saja. sampai saatt di mana diri nya mengetahui jika Papah nya tidak bersalah dan dalang ke hancuran keluarga nya di sebabkan oleh paman nya sendiri..!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
Tyara bangun terlebih dahulu mengucek mata nya. dan melirik Alfin yang tertidur di sebelah nya turun dari ranjang. tapi baru saja Tyara ingin melangkahkan kaki nya keluar kamar suara berat dari Alfin menghentikan nya.
"Buatkan aku kopi"
"Baik Tuan" baru saja diri nya menyentuh gagang.
Tiba-tiba saja kepala Tyara merasa pusing, semua pandangannya gelap, hingga badannya hampir saja terjatuh jika Alfin tidak langsung turun dari ranjang dan berlari ke arah nya.
"Tyara kau kenapa" Ujar Alfin, tersirat nada khawatir dalam ucapannya.
"Bangun Tyara?" Tambahnya lagi seraya menepuk-nepuk pelan pipi Tyara.
Alfin pun lantas membopong tubuh mungil Tyara ke atas tempat tidur merebahkan dengan hati-hati.. setelah itu dirinya pun lantas menelvon dokter pribadinya.
Tidak lama kemudian dokter pun datang dan langsung memeriksa keadaan Tyara.
setelah hampir 20menit. memeriksa ia pun langsung menghampiri Alfin..
"Tuan Alfin" Panggil dokter tersebut Alfin yang mendengar namanya dipanggil pun lantas bangkit berdiri dari duduknya.
"Bagaimana keadaan dia dokter?" Ujar Alfin cemas.
"Nona tidak kenapa-kenapa dirinya baik-baik saja" Ucap Dokter tersebut dengan senyum dibibirnya.
"Apa kau bilang baik-baik saja. jika dia baik-baik saja lalu kenapa dia pingsan?" Ujar Alfin mengeratkan rahangnya.
"Tenang Tuan, kondisi seperti itu sudah biasa dialami saatt hamil muda" Ucapan yang dilontarkan dokter tersebut langsung membuat Alfin terdiam seketika.
"Baik, kalau begitu saja permisi, sekali lagi selamat untuk anda Tuan" Ujar Dokter tersebut berlalu pergi meninggalkan Alfin yang masih terdiam.
*******
Tyara, terbangun matanya menelusuri kamar mencari keberadaan Suami nya sampai pintu kamar terbuka nampaklah Alfin. Alfin berjalan kearah nya Tyara yang melihat itu pun Langsung mencoba mendudukkan dirinya tapi pusing dikepala nya masih sangat terasa sakit sekali.
"Aaachhhhh" Ringis Tyara sambil memegangi kepalanya.
"Tyara, cepat kau katakan kepadaku anak siapa yang ada di dalam kandungan mu itu!" Ujar Alfin berteriak dengan keras, yang mana membuat Tyara terkejut.
"Maksud Tuan?" Ucap Tyara bingung.
"Sekali lagi jawab pertanyaan ku anak siapa yang ada didalam kandungan mu itu" Ulang Alfin seraya menatap tajam kearah Tyara.
"Tuan saya tidak pernah melakukan hubungan seperti itu dengan orang lain kecuali Tuan" Ucap Tyara dengan bibir gemetar.
"Kita hanya melakukannya beberapa kali saja, kau tidak mungkin hamil" Ujar Alfin berjalan menghampiri Tyara.
"Saatt melakukannya saya sedang masa subur-suburnya Tuan" Ucap Tyara menunduk.
"Apa benar itu anak saya! kita lakukan test DNA nanti" Ujar Alfin membuang pandangannya kesamping.
Degg! Jantung Tyara seketika berdetak dengan sangat kencang, saatt mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh Alfin, airmata Tyara langsung turun dengan sangat deras nya
"Tuan ini adalah darah daging mu, tolong percaya kepada saya. saya tidak pernah melakukan hubungan dengan pria lain. selain anda!" Ucap Tyara menahan kepalanya yang pusing untuk bangkit dan berlutut di kaki Alfin.
"Bangun Tyara! jaga baik-baik kandungan mu, aku percaya bahwa itu adalah darah dagingku. Tadi aku hanya mengetes diri mu saja" Alfin membantu Tyara untuk bangkit berdiri. mengusap lembut air mata yang jatuh di pipi mulus Tyara.
"Tetaplah diam di hottel Tyara, dan jangan membukakan pintu kepada siapa pun yang datang ke sini. Kau mengerti?" tanya Alfin Tyara menganggukkan kepalanya.
Salam hangat dari aku ❤.
berasa pipiku yg ditampar tour🤪🤪😵😵