NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Kaisar Bayang

Kembalinya Sang Kaisar Bayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Action
Popularitas:927
Nilai: 5
Nama Author: Muhamad Aditiar

SINOPSIS:

"Lima ratus tahun di dunia kultivasi mengajarkanku satu hal: kebaikan adalah kelemahan, dan pengkhianatan hanya bisa dibayar dengan darah."

Ethan Mahendra adalah seorang pemuda genius yang hidupnya dihancurkan dalam semalam oleh keserakahan Keluarga Wijaya—konglomerat penguasa kota. Dianiaya hingga sekarat di sebuah gang gelap, jiwanya justru terlempar ke Alam Kultivasi Bawah. Di sana, ia merangkak dari dasar lumpur, bertarung melintasi lautan darah, hingga berhasil menyentuh puncak tertinggi sebagai kultivator "Alam Kenaikan Abadi Bintang 9". Namun, tepat sebelum ia melangkah ke Alam Keabadian, sembilan sekte besar mengkhianatinya.

Alih-alih binasa, ledakan jiwanya justru melempar Ethan kembali ke masa lalu—masuk ke dalam tubuh mortal aslinya di Bumi, tepat beberapa menit setelah ia dipukuli hingga hampir mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhamad Aditiar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Warisan Raja Laut Kabut

Bab 21: Warisan Raja Laut Kabut

Raungan Penjaga Batu Naga masih menggema di seluruh kota kuno yang tersembunyi di bawah lautan kabut.

Retakan-retakan memenuhi tubuh raksasa batu itu. Cahaya keemasan yang sebelumnya menyelimuti seluruh tubuhnya kini berubah redup. Namun Ethan tidak menurunkan kewaspadaannya sedikit pun.

Makhluk seperti itu bukan lawan yang akan tumbang hanya karena serangan langsung.

Sebaliknya...

Musuh semacam ini biasanya memiliki inti kehidupan.

Ethan berdiri beberapa puluh meter dari raksasa batu sambil memperhatikan setiap aliran qi yang beredar di dalam tubuh lawannya.

*"Bukan di dada..."*

*"Bukan pula di kepala."*

Tatapannya bergerak perlahan.

Lalu matanya menyipit.

*"Di kaki kiri."*

Sangat tidak lazim.

Namun justru itulah alasan inti kehidupan berhasil tersembunyi selama ribuan tahun.

Penjaga Batu Naga mengangkat pedang batunya kembali.

WHOOM!

Tekanan luar biasa menghantam seluruh alun-alun.

Batu-batu kuno beterbangan.

Lantai retak semakin luas.

Lina yang berada di belakang pilar tua menggigit bibir.

"Apa dia benar-benar akan melawannya sendirian?"

Pria tua berjubah abu-abu di sampingnya menggeleng.

"Tidak..."

"Dia sedang mencari kelemahan."

Tatapan lelaki tua itu berubah semakin dalam.

"Anak itu bertarung seperti seseorang yang telah menghadapi ribuan musuh."

---

Pedang batu kembali turun.

BOOOOM!!

Seluruh tanah bergetar.

Ethan menghilang tepat sebelum pedang itu menghantam.

Bayangan hitam melintas di sisi kiri Penjaga Batu.

Seketika tangan Ethan menghantam pergelangan kaki kiri raksasa itu.

Bukan dengan tenaga penuh.

Melainkan sebuah dorongan qi yang sangat tipis.

Retakan kecil muncul.

Mata Ethan sedikit berbinar.

*"Benar."*

Namun pada saat bersamaan...

Mata naga Penjaga Batu berubah merah.

Ia menyadari kelemahannya telah ditemukan.

ROOOAAARRR!

Seluruh kota berguncang.

Puluhan tombak batu muncul dari tanah.

Ethan melompat mundur.

Satu tombak berhasil menggores bahunya.

Darah segar mengalir.

Lina tanpa sadar melangkah maju.

"Ethan!"

Namun pria tua itu langsung menahan bahunya.

"Jangan ikut campur."

"Kau hanya akan mengganggunya."

---

Di sisi lain kota.

Beberapa sosok berjubah hitam baru saja melewati gerbang kabut.

Mereka mengenakan topeng putih bergambar mata tunggal.

Pemimpin mereka berhenti.

"Aura Penjaga Batu..."

"Seseorang sedang mengambil warisan."

Seorang wanita bertopeng bertanya pelan.

"Apakah kita menyerang sekarang?"

"Tidak."

Pria itu menggeleng.

"Biarkan Penjaga Batu menguras tenaga mereka."

"Lalu kita mengambil semuanya."

Di balik topengnya...

Sepasang mata biru bersinar dingin.

---

Pertarungan kembali memanas.

Ethan kini mulai memanfaatkan seluruh medan.

Ia tidak pernah bertahan di satu tempat.

Sebaliknya...

Ia terus memancing Penjaga Batu menghancurkan bangunan-bangunan tua.

Setiap ayunan pedang batu menghancurkan pilar.

Setiap pilar yang runtuh menimpa tubuh raksasa itu sendiri.

Kerusakan perlahan bertambah.

Namun Ethan juga mulai kelelahan.

Tubuh modernnya jauh dari kemampuan tubuh lamanya ketika masih menjadi Kaisar Abadi.

Setiap penggunaan Teknik Langkah Bayangan menguras qi dalam jumlah besar.

*"Aku harus mengakhirinya sebelum qi habis."*

Penjaga Batu kembali mengangkat kedua tangannya.

Kali ini...

Seluruh kota mulai bersinar.

Lingkaran formasi kuno muncul di jalan-jalan batu.

Mata Ethan berubah serius.

*"Formasi pembunuh?"*

Dalam kehidupan sebelumnya...

Ia pernah melihat formasi serupa.

Jika aktif sepenuhnya...

Seluruh kota akan menjadi senjata.

---

Tanah mulai bergerak.

Patung-patung batu bangkit.

Puluhan.

Lalu ratusan.

Masing-masing membawa tombak.

Lina membelalakkan mata.

"Banyak sekali..."

Pria tua itu menghela napas.

"Penjaga Kota."

"Pasukan terakhir Raja Laut Kabut."

Patung-patung itu mulai mengepung Ethan.

Situasi berubah drastis.

Kini ia menghadapi satu raksasa...

Dan ratusan penjaga.

---

Ethan menarik napas panjang.

Ia menutup mata beberapa detik.

Lalu membuka kembali.

Tatapannya menjadi sangat tenang.

*"Kalau begitu..."*

*"Aku akan menggunakan cara lama."*

Ia mulai berlari.

Namun bukan menuju musuh.

Melainkan menuju setiap simpul formasi yang tersebar di seluruh kota.

Gerakannya tampak acak.

Bahkan Lina tidak mengerti.

"Apa yang sedang dia lakukan?"

Pria tua berjubah abu menjawab lirih.

"Dia..."

"Sedang menggambar ulang formasi."

Lina terdiam.

"Menggambar ulang?"

"Itu mustahil."

"Tidak."

Suara lelaki tua menjadi pelan.

"Itu mungkin..."

"...bagi seorang Grandmaster Formasi."

---

Satu demi satu.

Jari Ethan meninggalkan bekas qi di lantai batu.

Tidak ada ledakan.

Tidak ada cahaya mencolok.

Hanya garis-garis tipis yang hampir tak terlihat.

Penjaga Batu terus mengejar.

Patung-patung menyerang dari segala arah.

Beberapa tombak berhasil mengenai lengan Ethan.

Satu lagi melukai pahanya.

Darah mulai membasahi pakaiannya.

Namun ekspresinya tetap tenang.

*"Sedikit lagi..."*

---

Di luar kota.

Kabut tiba-tiba bergolak.

Puluhan kapal hitam muncul dari balik lautan kabut.

Bendera hitam berkibar.

Di atasnya terdapat lambang naga yang dipatahkan sebuah pedang.

Pria bertopeng putih tersenyum.

"Mereka juga datang."

Wanita bertopeng melihat ke arah armada itu.

"Klan Pemburu Naga?"

"Bukan."

Pria itu menjawab pelan.

"Mereka..."

"...Divisi Laut dari Organisasi Gerbang Hitam."

Ekspresinya berubah serius.

"Keadaan menjadi rumit."

---

Di pusat kota.

Penjaga Batu akhirnya tiba di depan Ethan.

Pedang raksasa terangkat tinggi.

Seluruh qi kota berkumpul.

Serangan terakhir.

Lina menahan napas.

"Ethan!"

Namun...

Ethan justru berhenti bergerak.

Ia memejamkan mata.

Lalu menepukkan telapak tangannya ke tanah.

"Formasi."

"Berbalik."

Hening.

Satu detik.

Dua detik.

Lalu...

BUUUUM!!

Seluruh garis qi yang tadi ia buat menyala bersamaan.

Lingkaran formasi kota berubah arah.

Qi yang semula mengalir menuju Penjaga Batu...

Kini justru mengikat tubuhnya sendiri.

Raksasa itu membeku.

Mata emasnya bergetar.

"Mustahil..."

Suara berat itu terdengar untuk pertama kalinya.

"Kau..."

"Menguasai Formasi Raja Laut?"

Ethan menggeleng pelan.

"Tidak."

"Aku hanya memperbaiki kesalahan kecil."

Kalimat sederhana itu membuat lelaki tua berjubah abu terdiam lama.

*"Memperbaiki?"*

*"Formasi berusia ribuan tahun... hanya kesalahan kecil?"*

Siapa sebenarnya pemuda itu?

---

Kesempatan itu dimanfaatkan Ethan.

Ia melompat.

Satu langkah.

Dua langkah.

Tiga langkah.

Hingga mencapai bahu Penjaga Batu.

Tangannya berubah seperti tombak.

Qi terkonsentrasi di ujung jari.

"Bayangan Menembus Langit."

Tusukan itu langsung menghantam retakan pada kaki kiri yang telah ia buat sebelumnya.

KRAAAAK!!

Retakan menjalar cepat.

Seluruh tubuh Penjaga Batu mulai pecah.

Dari dalamnya...

Muncul bola kristal biru seukuran kepalan tangan.

Inti kehidupan.

Ethan segera menangkapnya.

Saat inti itu terangkat...

Tubuh raksasa batu mulai runtuh perlahan.

Tidak ada ledakan.

Hanya suara batu-batu besar yang jatuh.

ROOOOM...

Sesaat sebelum benar-benar hancur...

Penjaga Batu memandang Ethan.

Tatapan emasnya tidak lagi dipenuhi permusuhan.

Melainkan penghormatan.

"Warisan..."

"...akhirnya menemukan penerus."

Tubuhnya berubah menjadi debu.

Angin laut membawanya menghilang.

---

Seluruh kota menjadi sunyi.

Beberapa detik kemudian...

Lantai istana mulai terbuka.

Tangga batu perlahan muncul menuju kedalaman.

Aura kuno yang jauh lebih tua daripada Penjaga Batu memenuhi udara.

Pria tua berjubah abu langsung membungkuk.

"Istana Raja..."

"Akhirnya terbuka."

Namun Ethan belum bergerak.

Karena...

Kristal biru di tangannya mulai berdenyut.

Di dalam kristal itu...

Muncul bayangan seorang pria berjubah biru tua dengan mahkota berbentuk ombak.

Ia menatap Ethan seolah mampu menembus waktu.

"Jika kau melihatku..."

"...berarti Penjaga Batu telah mengakuimu."

"Tetapi ingat."

"Warisanku bukanlah hadiah."

"Melainkan beban."

Wajah Ethan tetap tenang.

Namun jantungnya sedikit berdegup.

Aura pria itu...

Jauh melampaui Alam Inti Emas.

Bahkan...

Mungkin pernah mencapai Alam Transformasi Dewa.

Bayangan itu mengangkat tangan.

Sebuah peta bercahaya muncul.

Di tengah peta terdapat tujuh titik merah.

"Segel Laut Kabut..."

"...tinggal enam."

"Tetapi..."

Kalimat itu terhenti.

Tiba-tiba sebuah anak panah hitam menembus dada bayangan tersebut dari belakang.

Sosok Raja Laut Kabut menoleh dengan mata melebar.

Seolah disergap seseorang pada saat terakhir kehidupannya.

Suara dingin yang asing kemudian bergema dari dalam kristal.

"Akhirnya kami menemukanmu."

Kristal biru di tangan Ethan retak.

Pada saat yang sama...

Seluruh kota kuno berguncang hebat.

Dari pintu utama istana terdengar langkah kaki puluhan orang yang baru saja memasuki kota.

Dan suara seseorang bergema di antara kabut.

"Serahkan Warisan Raja Laut."

"Kalau tidak..."

"...tak seorang pun di kota ini akan keluar hidup-hidup."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!