Update hari Senin, Rabu & Jumat pukul 15.00 WIB.
Sebagai satu - satunya laki - laki keturunan keluarga White,Samuel akan di nobatkan sebagai Duke yang baru.Sebenarnya Samuel tidak menginginkan gelar itu ,tetapi keadaan memaksanya.
Claudia ,putri bangsawan desa ,memutuskan pergi ke sana untuk menemani Samuel dengan alasan untuk belajar tata krama.Ternyata keluarga White dan bangsawan lainnya meremehkan Claudia.
Dengan dalih demi kebaikan Samuel ,Dino memaksa Claudia untuk mengingkari janjinya untuk selalu mendampingi Samuel.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya ? Ikuti saja di karya terbaru ku
Jangan lupa kalau kalian suka Like ,Favorit ,Rate dan Komentar positif ya so Vote.Makasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25.
Raja Philip menyipitkan sepasang matanya yang tajam kepada Claudia yang di lihatnya telah hadir kembali di aula pesta penyambutan kepulangan dirinya ke Istana.
" Akhirnya kamu kembali juga kepadaku, Clau.Aku tidak 'kan pernah membiarkanmu pergi lagi dariku kepada siapapun yang selalu mengganggu rasa di hatiku ini terhadapmu." Kata Raja Philip menemui Claudia di sudut kanan aula pesta.
" Yang Mulia, Aku mohon diri untuk kembali ke kamar ku karena malam hari ini aku sangat lelah." Kata Clau dengan lembut dan hormat kepada Raja Philip.
" Ya, silakan." Jawab Raja Philip tersenyum manis kepada Claudia.
Claudia segera meninggalkan aula pesta dengan langkah anggunnya, gadis ini menyelusuri lorong menuju ke bagian kanan sayap Istana untuk Clau bisa segera sampai di kamar khusus untuk nya.
" Ah, Aku sangat lelah sekali.." Kata Claudia yang menjatuhkan dirinya di sofa panjang di ruangan kamarnya.
Senyuman lembut menghiasi wajah cantik Claudia yang mengenang kembali sentuhan Samuel pada dirinya di taman belakang aula pesta, gadis manis ini semakin melembut saat dirinya menaruh jemari manis nya di bagian bawah perutnya yang masih rata itu.
" Aku harus melindungi hadiah terindah yang Aku dapatkan dari Samuel yang sangat ku cintai di dalam hidupku." Kata Claudia memandangi wajah manisnya di balik cermin rias di kamarnya itu.
Di pagi hari yang cukup cerah dan sesuai dengan janji yang mereka ucapkan sebelum berpisah di pintu aula pesta Raja Philip semalam itu.Samuel dan Claudia saling berjumpa di pintu gerbang Istana.
" Mari kita berwisata melihat -lihat keindahan alam Ibukota Lovenia." Kata Samuel membantu Claudia menaiki kuda putihnya.
" Iya, mari." Jawab Claudia dengan senyum manis di bibir indahnya kepada Samuel.
Raja Philip yang mengetahui mereka berdua telah diam -diam berjumpa dan berwisata seharian itu menjadi berang dan memberikan perintah kepada para pengawalnya untuk memanggil Claudia untuk menghadapnya segera.
" Yang Mulia, bagaimana kalau Anda pakai cara yang lebih elegan untuk Anda bisa menekan dan membalas kesombongan Duke White yang telah menghina Anda dengan mengencani gadis yang di inginkan oleh Anda ?" Ucap Duke Berlioz Muda di Istana kepada Raja Philip.
"Kamu punya ide apa?" Tanya Raja Philip dengan rahang mengeras.
" Perburuan di hutan Istana pada akhir pekan ini." Jawab Duke Berlioz Muda yang mencari akal di otaknya untuk membalas kesombongan Samuel White terhadap dirinya semalam.
" Ide yang cemerlang.Ku serahkan urusan penting ini kepadamu." Kata Raja Philip memberikan tugas itu kepada Duke Berlioz muda.
" Dengan senang hati akan Saya laksanakan tugas yang Anda berikan kepada Saya ini dengan sangat baik dan sempurna." Kata Duke Berlioz muda nada hormat kepada Raja Philip.
Sementara itu, Dino Baskoro mengusulkan Sonya untuk datang ke Ibukota kepada Samuel di rumah kediaman Duke White yang berada di Ibukota agar Adik tirinya Samuel bisa mulai bersosialisasi di kalangan bangsawan.
" Ya,lakukan sajalah yang menurutmu sangat baik untuk Sonya." Jawab Samuel White dengan ramah kepada Dino Baskoro di ruang pribadinya.
" Sam..Coba kamu lihat lukisan yang Aku buat ini. Apakah menurut mu lukisan ku ini persis dengan hutan bunga melati dan anggrek putih di belakang Kediaman mu ini ?" Claudia dengan sikap anggun menghampirinya.
" Ya, persis sekali karena yang melukis lukisan ini adalah dirimu yang sangat berbakat dalam bidang melukis." Jawab Samuel melebarkan kedua lengan untuk Claudia dapat masuk kepelukannya.
"Terimakasih atas pujianmu itu padaku,Sam." Kata Claudia mengecup pipi Samuel sebagai hadiah pujian yang di lontarkan Samuel kepada lukisan karyanya itu.
"Clau, apakah kamu sudah memeriksakan dirimu dengan benar kepada Dokter sebelumnya?" Tanya Samuel menggendongnya dari sofa menuju ke ruang pribadi pria itu.
" Belum..Karena Aku takut tanpa ada yang temani Aku pergi ke Dokter untuk memeriksakan kondisi ku ini." Jawab Claudia di atas tempat tidur milik Samuel.
" Kalau begitu aku akan memanggil Dokter Regan ke sini untuk memeriksa kondisimu agar Aku tahu berapa lama waktu yang harus ku lakukan untuk Aku bisa segera melamar dan menikahimu secara resmi di hadapan Duke dan Duchess Fillan." Kata Samuel membelai lembut tiap kulit indah Claudia.
"Iya, sesukamulah.Aku hanya bisa menurutimu saja." Kata Claudia yang mengerang lembut di tiap sentuhan hangat Samuel di seluruh wajah dan juga tubuh indahnya.
"Emmm..Kau sungguh manis sekali.." Kata Samuel mencium lembut bibir Claudia sesudah Samuel merasa puas dan bahagia mendapatkan cinta dan keindahan Claudia untuk kedua kalinya setelah Ia pernah melakukan hal itu di Bukit Pelangi sebelum Ia pergi ke Ibukota yaitu di hari pesta kebunnya di Kediaman Duke White di desa besar tanpa nama.
"Baiklah, Sam.Aku harus segera kembali ke Istana untuk ya menemani Raja Philip sesuai perintahnya dengan mengajak ku datang ke Ibukota..Ahh..Aku merasa diriku sungguh tak berguna." Kata Claudia melepaskan dirinya dari pelukan Samuel White di pintu rumah Kediaman Duke White di Ibukota.
" Emm..Ya,Clau..Sampai jumpa besok atau lusa hari ya ?Aku ingin menyakinkan dirimu dan calon buah hati kita yang saat ini sedang tumbuh di perut mu itu dalam keadaan sehat dan baik -baik saja." Kata Samuel dengan berat hati membiarkan Claudia pergi bersama dengan para pengawal dari Raja Philip yang telah menjemput gadisnya itu dari sisinya melalui perintah resmi dari Raja Philip.
Raja Philip menunggu di ruang pribadinya dengan menyibukkan dirinya melalui pekerjaannya yang di datangkan langsung oleh pihak sekretaris Istana kepadanya.
" Yang Mulia.." Panggil Clau membuka pintu ruang kerja Raja Philip.
" Masuklah." Perintah Raja Philip tanpa menatap Claudia yang berjalan anggun melangkah ke arah tengah ruang pribadi Raja Philip.
".."
" Clau, Aku tidak pernah tahu apa hubungan mu dengan Duke White..!Aku cuma ingin kamu harus tahu bagaimana cara mu bersikap di muka umum di Ibukota dengan baik..!Hal ini karena seluruh para bangsawan di Ibukota mengetahui Akulah yang sudah membawamu dari desa kecil mu yang terpencil itu ke Ibukota.Oleh sebab itu, Aku akan melarang untuk keluar dari Istana ini tanpa izin dari ku.Sekarang,kamu harus selalu berdiam diri di kamarmu sampai Aku memberikanmu izin." Kata Raja Philip mengangkat tatapan matanya kepada Claudia yang menaruh kedua telapak tangan gadis itu di pangkuan gadis itu dengan sopan dan juga terhormat sekali.
" Yang Mulia..Kenapa Anda terlihat sedikit berbeda dengan Anda yang pernah Saya kenal sebelumnya di desa kecil Saya?" Tanya Claudia mengerutkan keningnya mendengar perintah dirinya yang kini di kurung di dalam kamarnya sendiri oleh Raja Philip.
" Karna Aku adalah Raja negeri ini.Maka apa pun yang ku katakan ini kamu harus mematuhi aku dengan baik." Jawab Raja Philip begitu dingin dan ketus kepada Claudia.
Bersambung...!!