Rizar Abran Maulana seorang pria tampan dan sholeh sudah jatuh cinta kepada seorang wanita cantik yang dia temui di sebuah pesta tapi wanita itu tidak menyadarinya, hingga suatu saat sahabatnya ingin menjodohkannya dengan adik kandungnya sendiri yang ternyata adalah wanita yang selama ini Rizar cari.
Jihan Addara Puteri seorang wanita cantik yang merupakan seorang artis dan model papan atas, Jihan yang biasa dipanggil Darra tidak menyangka kalau hidupnya sangat menyedihkan, disaat pacar yang dia cintai mengkhianatinya dan selingkuh dengan sahabatnya sendiri, sekarang Darra harus menerima perjodohan dengan pria yang sama sekali tidak dia kenal.
Akankah Rizar bisa membuat Darra jatuh cinta kepadanya dan menerima Rizar sebagai suami seutuhnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan Romantis
✈️
✈️
✈️
✈️
✈️
Keesokkan harinya....
Semuanya sudah menunggu di Bandara, untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju China tempat tujuan mereka.
Darra datang bersama Rizar dengan senyum yang tersungging di bibir keduanya sembari bergandengan tangan membuat semua orang melihat tak percaya.
"Darra!" teriak Amel.
Amel langsung berlari dan memeluk sahabatnya itu, sedangkan Eriska tampak sangat kesal begitu pun dengan Jeslin.
"Darra, jadi benar kan kalau Pilot tampan ini kekasih kamu?" tanya salah satu wartawan.
"Bukan." sahut Darra.
"Hah...terus apa dong?"
"Bukan kekasih, tapi suami," sahut Darra dengan senyumannya.
"Apa!" semuanya tampak terkejut dengan ucapan Darra.
Pasalnya selama ini Darra tidak pernah terlihat menggandeng seorang pria, walaupun banyak lawan mainnya yang terang-terangan mengungkapkan cintanya kepada Darra tapi tidak ada satu pun yang nyangkut di hati Darra. Tapi sekarang, tiba-tiba Darra mengungkapka kalau pria itu suaminya.
Para wartawan yang ikut segera menyalakan kameranya, ini adalah kesempatan mereka untuk mewawancari Darra dan Rizar.
"Darra, kapan kalian menikah? kenapa pernikahan kalian di sembunyikan?" tanya salah satu wartawan.
Darra menatap Rizar, dan Rizar pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya pertanda kalau Darra harus memberitahukan semuanya.
"Sebenarnya, awalnya kita di jodohin karena aku sama sekali tidak mencintai Mas Rizar makannya aku meminta untuk menikah diam-diam, tapi dengan seiring berjalannya waktu ternyata aku malah jatuh cinta kepada suamiku sendiri. Mas Rizar adalah suami yang sangat baik dan sabar, maka dari itu aku bisa luluh dengan kesabaran suamiku ini," seru Darra yang tersenyum menatap Rizar.
Rizar pun reflek mencium pipi Darra, membuat semuanya bersorak dan bertepuk tangan.
"Ya ampun, so sweet banget sih mereka," seru Amel yang tidak sadar merangkul lengan Galih.
Sementara itu Galih hanya bisa diam, detak jantungnya mulai tidak beraturan. Setelah sesi wawancara, mereka pun masuk ke dalam pesawat menuju tempat tujuan mereka awal ke China.
Kali ini bukan Kapten Roy dan Galih melainkan Pilot lain dari Maskapai Hongkong. Galih memutuskan untuk ikut ke China, sedangkan Kapten Roy kembali ke Indonesia untuk mendapatkan pengobatan.
"Kenapa senyum-senyum?" tanya Rizar yang saat ini sudaj duduk di dalam pesawat.
"Darra senang Mas, akhirnya Darra merasa lega juga karena mulai sekarang kita sudah tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi."
"Memang seharusnya itu dari dulu kaya gitu, cuma kamunya saja yang ga mau," seru Rizar dengan mencolek hidung Darra.
"Hehehe...iya, maafin Darra ya Mas."
Rizar mengusap kepala Darra dan mencium kening Darra. Saat ini mereka sangat bahagia, tidak ada lagi hal yang mesti di rahasiakan.
***
Akhirnya, setelah menjalani perjalanan panjang semua pun sampai di China dalam keadaan selamat. Mereka semua langsung menuju hotel yang sudah di tentukan.
"Ra, temenin ke toilet dulu yuk," ajak Amel.
"Mas, Darra antar Amel ke toilet dulu ya."
"Jangan lama-lama."
"Iya."
Darra pun dan Amel melangkahkan kakinya menuju toilet, sedangkan Rizar dan Galih duduk-duduk menunggu Darra dan Amel.
Eriska tampak tersenyum, merasa dia ada kesempatan untuk mendekati Rizar karena dia lihat Darra tadi pergi. Dengan percaya dirinya, Eriska melangkahkan kaki mendekati Rizar yang saat ini sedang mengotak-ngatik ponselnya.
Rizar tidak tahu kalau Eriska menghampirinya, hingga akhirnya Eriska pura-pura tersandung dan jatuh tepat di pangkuan Rizar.
"Allohuakbar, Eriska apa-apaan kamu?" bentak Rizar.
"Maaf, Rizar tadi aku kesandung kaki aku sakit," rengek Eriska pura-pura kesakitan.
"Minggir ga, aku ga mau sampai Darra salah paham."
"Yaelah, kelihatan banget kalau itu cuma pura-pura," ledek Galih.
Eriska mendelikkan matanya ke arah Galih, dan Eriska kembali pura-pura memegang kakinya. Rizar ingin beranjak dari duduknya, tapi Eriska malah mengalungkan tangannya ke leher Rizar membuat Rizar susah bergerak.
"Eriska, jangan buat aku emosi."
Darra dan Amel melangkahkan kakinya keluar dari toilet.
"Astaga Ra, lihat tuh si pelakor ngapain duduk di pangkuan Mas Ri?" seru Amel.
Darra terlihat sangat emosi, apalagi Rizar tampak kewalahan menghadapi Eriska.
"Kurang ajar, masih belum kapok dia."
Darra merebut air mineral botolan dari tangan Amel, dan dengan langkah yang terlihat emosi Darra menghampiri Eriska. Darra membuka tutup botol air mineral itu dan...
Byuuuuurrrrr.....
Darra menyiram kepala Eriska dengan air mineral itu hingga Eriska terkejut dan langsung berdiri dari pangkuan Rizar.
"Dasar ga tahu malu, masih saja gangguin suami orang, belum kapok? mau aku jambak lagi rambut kamu sampai botak!" bentak Darra.
"Nyebelin banget sih kamu, denger ya Rizar itu dulu sangat mencintaiku aku dan aku yakin sekarang juga dia masih mencintaiku. Rizar menikah denganmu karena sebagai pelampiasan saja, ingin buat aku cemburu, iya kan sayang?" seru Eriska mengelus pipi Rizar.
Tapi dengan cepat Darra menghempaskan tangan Eriska.
"Jangan pernah sentuh suami aku dengan tangan kotormu itu, atau aku patahkan tanganmu," ancam Darra.
Darra menarik tangan Rizar, dan meninggalkan tempat itu.
"Ckckck....makin kesini pelakor makin ga tahu diri ya, makannya move on Bos jangan gangguin suami orang. Cantik-cantik hobinya gangguin rumah tangga orang," sindir Amel.
Eriska tampak emosi dan hendak menampar Amel, tapi dengan sigap Galih menahan tangan Eriska.
"Tidak usah main kekerasan, itu akan membuat image kamu semakin buruk," seru Galih.
Galih menghempaskan tangan Eriska dan menarik tangan Amel untuk meninggalkan wanita stres itu.
"Aaarrrggghhh...awas kalian semua, kalian harus membayar semua penghinaan ini," geram Eriska.
Eriska pun akhirnya menuju kamarnya, dari kejauhan Jeslin melihat kejadiannya dari awal.
"Ternyata Eriska menyukai suami Darra, menarik nih," gumam Jeslin dengan senyuman penuh arti.
Sesampainya di kamar hotel, Darra mendudukan Rizar di bibir ranjang dengan wajah yang cemberut. Rizar hanya menurut saja daripada nanti urusannya makin runyam.
Darra mengambil tisu basah dari dalam tasnya dan dengan kesalnya Darra duduk di pangkuan Rizar dengan cara mengangkang membuat Rizar mengulum senyumnya.
"Menyebalkan sekali, tangannya gatel banget sudah berani-berani menyentuh punya aku," kesal Darra dengan mengusap wajah dan leher Rizar dengan tisu basah.
Rizar melingkarkan tangannya di pinggang Darra sembari senyum-senyum melihat wajah cantik istrinya yang saat ini sedang kesal.
"Jangan senyum-senyum ga lucu, buka bajunya," seru Darra.
"Hah...memangnya kamu ga capek sayang? kita baru saja sampai loh masa mau-----"
Ucapan Rizar terhenti karena mulut Rizar di tutup oleh tangan Darra.
"Jangan berpikiran macam-macam, Darra cuma ga mau bau tuh Pelakor nempel di baju Mas," ketus Darra.
Rizar mencium tangan Darra yang sedang menutup mulutnya sehingga Darra melepaskannya.
"Jangan marah-marah terus, nanti cantiknya hilang loh."
"Bodo."
Rizar mengangkat kedua tangannya mbuat Darra mengangkat sebelah alisnya.
"Katanya di suruh buka baju, bukain dong bajunya," seru Rizar dengan senyuman jahilnya.
"Idih, buka aja sendiri."
Darra hendak bangkit dari pangkuan Rizar tapi dengan cepat Rizar menahannya dan malah menggulingkan tubuh Darra ke atas tempat tidur.
"Mas, lepasin ga?"
"Ga mau."
"Mas, ih nyebelin deh."
Rizar yang dari tadi gemas dengan tingkah Darra tidak bisa menahannya lagi, Darra memang bagaikan candu buat Rizar selalu bisa membuat Rizar on walau pun hanya dengan pegangan tangan.
Hingga akhirnya proses pembuahan pun terjadi lagi. Darra memang tidak habis pikir dengan isi otak suaminya yang selalu saja tidak bisa menahannya kalau lagi deket-deket dengannya.
***
Malam pun tiba....
Setelah shalat isya berjama'ah, Rizar dan Darra pun sudah siap-siap.
"Mas, memangnya kita mau kemana sih?" tanya Darra yang saat ini sedang bersolek di depan cermin.
"Kita makan malamlah, jarang-jarang Mas ngajak wanita makan malam romantis di China pula."
Darra pun sudah selesai merias diri...
"Ayo, kita berangkat sekarang?"
"Sayang, kok kamu cantik banget sih. Bisa ga dandannya biasa saja."
"Ini sudah sangat biasa, Mas. Darra ga dandan yang gimana-mana."
"Tapi kamu cantik banget, Mas ga mau kamu jadi pusat perhatian para ria di luar sana."
Darra mengambil tas kecilnya dan merangkul lengan Rizar.
"Sudah yuk berangkat, jangan kebanyakan berdebat."
Darra menarik tangan Rizar, Darra tahu kalau di lanjutkan akan berakhir dengan adu mulut yang tidak akan ada ujungnya.
Rizar mengajak Darra ke sebuah restoran yang ada di hotel itu.
"Loh Mas, kok restorannya sepi sih?" tanya Darra.
"Iya, Mas sudah membookingnya karena malam ini Mas tidak mau ada yang mengganggu kita."
"Hah..."
Lagi-lagi Darra menganga mendengar ucapan Rizar, sebenarnya seberapa kaya suaminya sampai-sampai bisa membooking sebuah restoran.
"Jangan menganga seperti itu, nanti lidah Mas bisa masuk ke sana."
Darra memukul lengan Rizar dengan gemasnya, Darra baru tahu kalau seorang Rizar begitu sangat vulgar kalau berbicara.
Rizar menarik kursi supaya Darra duduk...
"Terima kasih Mas. Makanannya banyak banget, apa ini semua Mas sudah menyiapkannya?"
"Iya dong, memangnya siapa lagi. Oh iya, sebentar ya Mas mau ke toilet dulu."
"Jangan lama-lama, Mas."
"Iya sayang."
Sepuluh menit pun berlalu dan Rizar pun belum juga kembali, membuat Darra gelisah.
"Kemana sih, Mas Rizar? lama banget," gumam Darra.
Tiba-tiba lampu restoran itu padam membuat Darra panik dan sedetik kemudian, lilin-lilin yang ada di sekitar meja menyala. Darra tampak bingung dan beranjak dari duduknya tapi di saat Darra membalikkan tubuhnya, Rizar muncul dengan membawa buket bunga di belakang tampak Galih memainkan gitarnya.
**Orang Yang Sama**
***Teringat lagi hal yang buat hatiku
Jatuh cinta dengan hebatnya padamu
Hingga kini ku belum mampu percaya
Kau milikku s'lamanya
Ku temukan arti cinta
Di waktu hidup denganmu yang tak terduga
Seperti nadimu yang slalu denyutkan setia
Aku bahagia menjadi pemiliknya
Bagaimana bisa aku jatuh cinta
Berulang kali, berulang kali
Pada orang yang sama
Terima kasih kau tetap di sampingku
Di tengah kencang badai hidup menerpa
Saat dunia memaksamu tuk pergi
Kau tetap setia
Ku temukan arti cinta
Di waktu hidup denganmu yang tak terduga
Bila waktu izinkan kita menua bersama
Di mata indahmu tetaplah sama***
Darra hanya mampu terdiam, dia merasa terharu dengan apa yang dilakukan suaminya itu. Rizar mendekati Darra dan berlutut di hadapan Darra dengan memberikan buket bunga, Darra menerima buket bunga itu denfan senyum terharu matanya sudah mulai berkaca-kaca.
Rizar membuka kotak kecil yang isinya sebuah cincin yang sangat indah.
"Maaf, Mas terlambat memberikan ini bukan karena Mas menyepelekan pernikahan kita tapi Mas ingin memberikan cincin ini saat kamu sudah mau menerima Mas apa adanya dengan sepenuh hati kamu."
Rizar menarik tangan Darra dan memakaikan cincin itu di jari manis Darra sangat pas di jari Darra. Kemudian Rizar mencium tangan Darra setelah itu mencium perut Darra.
"Semoga di sini cepat-cepat tumbuh buah cinta kita."
Akhirnya luruh sudah airmata Darra, Darra mengusap kepala Rizar. Rizar pun berdiri dan mengusap airmata Darra, Darra langsung memeluk suaminya itu.
"Terima kasih Mas, terima kasih. Maafkan Darra karena Darra belum bisa menjadi istri yang baik buat Mas."
"Kamu istri Mas yang terbaik, I love you istriku."
"I love you too, suamiku."
Darra semakin mengeratkan pelukkannya, sungguh baru kali ini Darra merasakan menjadi wanita yang paling bahagia.
✈️
✈️
✈️
✈️
✈️
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU