NovelToon NovelToon
Terjerat Dosen Galak

Terjerat Dosen Galak

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Dosen / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers / Office Romance / Romansa / Tamat
Popularitas:19.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lunoxs

Demi menjaga nama baiknya sendiri Aylin sampai rela terjerat dosennya yang galak.

"Pak Aland = Sialand." Aylin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TDG Bab 30 - Bibir Yang Berantakan

"Mau mu tanggung jawab seperti apa? Pacaran sungguhan? Tidak akan berpisah meski keluarga ku menentang?" tanya Aland, dia sengaja menyerahkan semua keputusan pada Aylin.

Karena selain tidak ingin memaksa, Aland juga ingin tahu dari sudut pandang gadis ini.

Dan mendapati pertanyaan seperti itu, Aylin jadi merasa bingung sendiri. Seolah takdir tentang hubungan mereka berdua berada di tangannya. Padahal sudah jelas-jelas suatu saat nanti hubungan mereka berdua akan berakhir.

Tapi ternyata Ciuman bibir yang tadi mereka lakukan tadi benar-benar berdampak besar pada hubungan ini. Sampai pak Aland bicara tentang tanggung jawab.

Aylin tentu tak mampu menjawab secara langsung, sebab ini semua seperti berhubungan dengan masa depannya sendiri.

Di titik ini Aylin juga sebenarnya belum memikirkan tentang hubungan, Aylin masih ingin fokus dengan karirnya yang baru saja dijalani.

Masih banyak cita-cita yang ingin Aylin wujudkan, utamanya adalah membanggakan kedua orang tuanya dengan pencapaiannya di dunia bisnis.

Sejak kecil Aylin telah dididik layaknya seorang Nona muda dengan tanggung jawab yang besar, jadi untuk sekarang hubungan yang mengikat benar-benar bukan keinginannya.

"Kenapa jadi serius sekali," jawab Aylin kemudian, dia sedikit menunduk demi menghindari tatapan sang dosen yang nampak begitu dalam.

Tapi saat kembali mengangkat wajahnya, tatapan itu masih setia menatapnya.

Aland terdiam, memberi kesempatan Aylin untuk bicara lagi. Dia tak ingin memotong ataupun mempengaruhi pemikiran Aylin.

"Jangan menatapku seperti itu," ucap Aylin, malah bicara seperti ini. Bibirnya kemudian mencebik, tak tahu harus bicara apa lagi.

"Masih ingin mengakhiri hubungan kita?" tanya Aland kemudian dan dengan ragu Aylin mengangguk.

"Bagaimana jika aku ingin menciummu lagi?"

"Pak Alaaaand!!" kesal Aylin, dia bahkan reflek memukul dada pria di hadapannya tersebut.

Sementara Aland tak ingin munafik, beberapa hari mungkin dia masih mampu menahan diri tapi jika mereka terus bersama seperti ini tak menutup kemungkinan bahwa dia akan kembali mencium bibir buah Cherry milik Aylin tersebut.

Tapi dengan hubungan yang belum jelas arahnya akan sulit bagi Aland untuk melakukannya. Sementara dia adalah seorang pria yang tak suka ketidakpastian.

Aland paling benci perasaan yang bimbang. Iya iya atau tidak tidak.

"Jangan mencium ku lagi! Aku tidak mau ciuman seperti itu! mesyum!" balas Aylin buru-buru. Tubuhnya bahkan kembali merinding saat tiba-tiba ingat bagaimana rasanya lidah pak Aland.

Terasa kokoh dan lembut sekaligus.

Sumpah, hingga detik ini Aylin masih mengingat dengan jelas Bagaimana rasanya ciuman tersebut.

"Bukankah Bapak ingin fokus dengan pekerjaan? Bapak tidak ingin menjalin hubungan dengan wanita? Jadi tidak perlu membahas tentang hal ini, tentang ciuman tadi, lebih baik kita lupakan saja!" putus Aylin kemudian.

Dia pikir mereka masih memiliki tujuan hidup masing-masing, jadi tidak perlu terikat satu sama lain. Fokus Aylin tetap sama, ingin membuat pak Aland ataupun Tante Berta memutuskan hubungan mereka.

Dengan begini Aylin akan merasa lebih bebas.

"Jadi itu keputusan mu?" tanya Aland.

"Iya," balas Aylin dengan jawaban yang semakin yakin.

Tapi melihat Aylin menghindar dan menolaknya seperti ini membuat Aland merasa tidak suka. Hatinya berbisik dia tak ingin Aylin begini.

Entahlah, mungkin Aland sudah gila karena memiliki pemikiran seperti itu. Tapi inilah faktanya.

Aylin yang mampu merobohkan semua keyakinannya selama ini, nyatanya Aland ingin mereka berhubungan, nyatanya Aland ingin mereka terikat.

Tapi bagaimana cara mengungkapkannya. Sementara sang gadis tetap kukuh tak ingin meminta pertanggung jawabannya.

Belum apa-apa, kini Aland bahkan kembali menatap bibir Aylin.

"Bagaimana Minggu besok? Kamu ingin datang ke rumah?" tanya Aland kemudian, mengalihkan pembicaraan.

"Tidak mau."

"Bagaimana jika hari Senin mamaku datang ke sini lagi?"

"Besok minggu Bapak pulang sendiri saja, katakan padanya aku tidak ingin datang, katakan padanya bahwa aku belum mau menikah," jelas Aylin panjang lebar.

Aland mengangguk setuju.

Meski telah coba mengalihkan pembicaraan, nyatanya fokus Aland tak bisa berpaling dari bibir Aylin.

"Keluar lah, kembali ke meja kerjamu. Aku akan kembali ke kampus," kata Aland, dia mundur dan menciptakan jarak aman diantara mereka berdua.

Aland bahkan mendatangi kursi kerjanya agar semakin menjauh dari Aylin.

Gadis itu benar-benar berbahaya untuk karirnya.

"Sore nanti aku akan menjemput mu," kata Aland lagi.

"Bapak jadi bolak balik, nanti sore aku pulang naik taksi saja."

"Tidak, aku akan menjemput mu."

"Tidak mau, aku akan pulang naik taksi."

"Kamu ingin ku cium lagi?"

"Paaakkk, ih! Kenapa jadi mesyum sih!" kesal Aylin.

"Kamu yang mulai."

"Tidak usah dibahas!"

"Nanti ku jemput."

"Iya!" balas Aylin, setelahnya dia keluar dan menutup pintu dengan kuat.

BRAK!!

"Astaga." Sekretaris pak Aland yang kaget.

"Maaf Kak, tidak sengaja," ucap Aylin, menunduk begitu dalam saking merasa bersalah.

"Iya, lain kali jangan diulangi ya?"

"Siap Kak," jawab Aylin patuh.

Bagi sang sekretaris suara itu sangat mengagetkan, tapi bagi Aland suara itu begitu lucu.

Sepertinya Aland sudah benar-benar gila, tapi dia belum menyadarinya.

Aylin kembali ke meja kerja dan langsung bertemu dengan Nora. "Kamu tadi makan siang bersama pak Aland?" tanya Nora.

"Iya, kakakku juga datang tadi, jadi yang sebenarnya memanggilku tadi Kak Nathan bukan pak Aland," bohong Aylin, ngeles seperti bajaj.

"Oh, kamu makan apa sih? bibirmu sampai terlihat bengkak seperti itu, Ini juga, bibirmu seperti tergigit," balas Nora.

Aylin langsung mendelik, buru-buru dia megambil kaca di dalam tasnya. Menatap bibir yang berantakan.

Iihh pak Alaaaand! kesal Aylin.

1
Murni Asih
boleh di tiru.... jd semangat kan tuh...
Surat Surat
knp lma thor baru mau yium pak alandy😄🤣🤣
Arnasta Vintiani
bagus bgt suka banget sama critanya ngga bertele-tele konfliknya ringan ngga bikin pusing yg baca pokoknya & yang paling penting endingnya sesuai harapan 🤩
Arnasta Vintiani
suka banget bangett bangett , bener* ngga ngebosenin, setiap part ada aja gebrakannya & selalu bikin penasaran 🤭 ,konfiknya juga ngga begitu berat jadi ngga bikin frustasi bacanya,btw aku maraton baca novel ini saking demennya sama critanya, sukes selalu thor
Alfia Amira
ini priska temennya Bu Yogi ASN bersertifikasi itu kan , wkwwkwkwk
Nurul Aisyah
wkwkwk petjah 🤣
Nurul Aisyah
buahahahhaa 🤣
Nurul Aisyah
hahaha lucu lucu 😂
Nurul Aisyah
wkwkwk 🤣
Marina Tarigan
aneh bin ajIb marah aylin benar kamu gadis murahan mau diperalat oranh
Marina Tarigan
memang kamu gadis murahan aylin selalu bilang putus tapi kamu selalu datang ke Aland kalau mau putus diam ditempat saja dan keluar dari perusahaan itu orang tusmu kan punya perusahaan kenapa ketempat aland memang kamu tdl punya harga diri
Marina Tarigan
namanya juga gadis seperti si alyn kan gadis yg sombong sesukanya mempermainkan orang
Marina Tarigan
aku melihat tindakan Aylin minta terus tapi selalu mendekati alanf dan menciumnya sifat wanita sepeperyi iti nukan bat2 tapi memurut aku senagai wanita itu tfk punya etika dan kegatelan tdk punya malu itu ptedikst mu yg cocok
Marina Tarigan
kelakua aylin bukan saja barbar tapi kurang ajar kalau mau putus putus saja tapi kamu berusaha mendekati bekerja ke kantornya pergo jauh saja tdk ada yg metantaimu
Marina Tarigan
kok aland dan Ayilin kok jadi serupa kek brandalan tdk punya etika sih
Marina Tarigan
oke kamu jadi pegawai kontrak diperusaanku aylin
Marina Tarigan
gadis bar bar tfk punya etika sia2 sarjana
Marina Tarigan
aylin ini gadis apaan ini kok seperti jalang jalani saja apa sih pura2 saja ikuti alur keputusan kan hati kita siapa tahu berdebat terus tdk punya harga diri
Marina Tarigan
ameh gadis bar bar
Anne Hermawan
alaahh etah si nini bertha beuki rujit 🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!