NovelToon NovelToon
Mendadak Dikejar Setan

Mendadak Dikejar Setan

Status: tamat
Genre:Komedi / Misteri / Horor / Indigo / Kutukan / Pusaka Ajaib / Roh Supernatural / Hantu / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reina aka dian

Siapa sangka cincin dapet nemu malah bikin aku mendadak jadi incaran semua hantu?


Banyak hal aneh yang terjadi hingga aku mengalami kejadian demi kejadian diluar nalar, terjebak di hutan terlarang dengan pak bos hingga terjebak perasaan dengan teman sendiri yang koplaknya naudzubillah, membuat perjalananku untuk menyelesaikan teka-teki ini semakin rumit.

Hanya ada dua kemungkinan, aku bisa melepaskan keterikatan dengan cincin ini, ataukah aku akan menjadi tawanan sosok makhluk menyeramkan itu selamanya?

Novel horor yang dikemas dengan balutan komedi ini pasti bikin kamu ketagihan buat baca lagi dan lagi, percaya deh!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reina aka dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pindah

Karena ini kosan cewek, si Ridho udah pasti nggak boleh masuk. Dia nungguin di luar selagi aku packing barang di kamar. Pintu sengaja aku tutup, takut kalau ada syaithon yang numpang lewat.

Lagi ribet-ribetnya masukin baju ke dalam koper, hape tiba-tiba bunyi. Siapa lagi kalau bukan Ridho yang nelfon! Ya udah sih, aku langsung angkat aja.

"Gimana? ini masih packing combro! sabar dulu napa? barangku lumayan banyak ada 2 koper, belum lagi printilan yang lain-lain! iya iya duduk aja dulu disitu, bentar lagi juga selese," ucapku pada Ridho di telepon.

Aku sakuin hape, dan lanjutin apa yang sempat tertunda tadi. Aku emang tipe orang yang nggak suka numpuk barang. Jadi, pas pindahan kayak gini ya cuma butuh waktu satu jam buat berkemas.

Aku tutup satu koperku yang berwarna merah, lalu beralih pada satu koper satunya yang berwarna hitam. Aku masukkan alat make up dan skincare beserta pernak-pernik lainnya.

"Ah, ini selimut lupa lagi belum dimasukin," aku kembali menuju koper hitam dan memasukkan selimut ke dalam sana. Beberapa kali aku menghela nafas. Meskipun bukan kategori kosan yang mewah, tapi aku sangat nyaman disini termasuk para penghuninya yang baek-baek banget.

Hapeku bunyi lagi, bukan dari Ridho melainkan dari bengkel.

"Mbak motornya udah selesai, kapan mau diambil?" tanya kang montir.

"Besok ya, Pak..."

"Oh, ya sudah. Kami tunggu..." kata kang montir yang kemudian mematikan sambungan telepon itu.

Aku mengantongi lagi si hape ke dalam saku, kemudian menutup koper terakhirku dan mendorongnya disamping koperku yang berwarna merah. Aku duduk di tepi ranjang sambil mengambil beberapa foto berikut notes target pencapaian hidup yang ditempel di dinding dan dilewati lampu-lampu kecil yang berwarna warm white.

Aku masukkan barang yang aku ambil tadi ke dalam tasku. Namun, ketika aku akan beranjak tiba-tiba pintuku diketuk dari luar. Aku segera membukanya, aku pikir itu ibu kos yang datang untuk mengambil kunci kamar, ternyata aku salah.

"Mbak Sena?" aku menautkan alisku. Aku lupa belum pakai masker, aku yang gugup pun langsung berbalik ingin mengambil sesuatu yang bisa menutupi wajahku yang masih lebam, namun tanganku di cegahnya.

"Nggak usah ditutupi," kata mbak Sena. Aku pun berdiri di hadapan wanita berambut panjang itu tanpa penutup wajah.

"Ehm, ada perlu apa ya, Mbak?" tanyaku sedikit canggung.

Aku buka pintu lebar, "Masuk dulu, Mbak..."

Mbak Sena pun masuk dan duduk di tepi ranjang yang sudah tidak dilapisi sprei.

"Kamu nggak apa-apa?" tanya mbak Sena.

Aku menunjuk wajahku sendiri, "Oh, ini? nggak apa-apa, Mbak! cuma luka dan memar dikit, biasa nggak hati-hati pas naik motor," aku berbohong.

"Bukan ulah anak kecil yang selalu ada di depan kamar kamu ini, kan?" tanya mbak Sena.

"Anak kecil? siapa, Mbak? nggak ada anak kecil disini," aku sebenernya tau maksud dari mbak Sena tapi aku pura-pura bego aja.

"Hantu anak kecil yang selalu duduk di depan pintu kamar kamu," kata mbak Sena.

"Bukan kok! eh, maksudnya ini karena..."

Dan Ridho telfon lagi saat aku belum selesai melanjutkan penjelasanku.

"Aku angkat telfon dulu, Mbak..." ucapku pada mbak Sena.

Kemudian aku menjawab panggilan dari Ridho, "Ya, Dho. Ini juga udah selesai, ini mau turun..." aku mematikan sambungan telepon dari Ridho.

"Mbak, temenku udah nungguin di bawah..."

"Ya udah aku bantuin bawa satu kopermu sini," ucap mbak Sena.

"Nanti ngerepotin,"

"Nggak. Aku juga kan sekalian turun ke bawah,"

Mbak Sena pun mengambil koper hitamku dan membantuku untuk membawanya ke bawah setelah aku mengunci pintu kamar.

Mbak Sena yang terkenal pendiam dan jarang keluar kamar, ternyata orangnya baik dan care juga. Aku nyesel nggak mencoba mengenal dia dari dulu.

Yang aku tau dari mbak Sena, dia itu seorang novelis. Mungkin itu yang membuatnya menjadi seseorang yang introvert. Mungkin ini yang dibilang jangan menilai buku dari covernya. Tapi ya udahlah, aku cukup tau aja kalau mbak Sena itu ternyata bisa peduli juga sama orang lain.

Akhirnya sampai juga di lantai bawah. Aku menyerahkan kunci kamarku pada ibu kos sebelum menemui mbak Sena yang berdiri di depan kedua koperku yang dia taruh tak jauh dari pintu gerbang.

"Makasih ya Mbak udah dibantuin angkat koper," ucapku cipika-cipiki dulu sebelum pamit.

"Kamu hati-hati ya, Reva..." ucap mbak Sena yang ternyata punya bakat melihat hantu sama kayak Ridho.

"Boleh tukeran nomor hape?" tanya mbak Sena.

Aku mengangguk, "Boleh banget, Mbak!" aku langsung nyodorin hape. Dia langsung ngetik nomor hapenya dan dia langsung missed call ke hapenya sendiri.

"Aku langsung save," ucap mbak Sena menggoyangkan hapeku yang ada di tangannya. Dan dia menyerahkan benda itu lagi sama aku. Aku melihat kontak yang baru saja mbak Sena buat.

"Sena Maheswari," lirihku.

"Itu namaku," ucap mbak Sena yang ternyata mendengar saat aku mengucapkan namanya.

"Baiklah Mbak Sena. Aku pamit," ucapku setelah memasukkan hape ke dalam tas yang aku cangkolkan di bahu kanan. Kemudian aku memeluknya sebagai ucapan perpisahan.

"Aku tau banyak dari mereka yang ingin mencelakai kamu. Telfon aku jika kamu butuh bantuan. Semoga kamu beruntung," ucapan mbak Sena bikin aku tersentuh. Aku jadi kayak punya kakak perempuan yang sayang sama aku.

Aku mengangguk, "Pasti..." lalu aku melepaskan pelukan itu.

"Aku pergi..." kataku sebelum pergi dengan dua koper di tanganku. Mbak Sena membantuku membuka gerbang kosan.

"Dho..." aku memanggil pria yang sepertinya baru saja mengakhiri percakapannya di telepon.

"Cuma ini?" tanya Ridho yang langsung menyambar satu koperku. Sedangkan koper yang satunya aku bawa sendiri.

Aku melambaikan tanganku pada Mbak Sena sebelum aku berjalan menuju mobil yang ternyata sudah menunggu kami.

"Kamu masuk duluan, biar aku masukin koper kamu di bagasi dulu," kata Ridho. Aku menurut, aku membuka pintu dan masuk ke dalam.

Sedangkan Ridho dibantu sang supir memasukkan koper-koperku ke dalam bagasi. Setelah semuanya selesai, mobil pun bergerak meninggalkan kosan dengan sejuta kenangan.

"Dho?" aku mulai pembicaraan.

Ridho nengok ke aku, "Kenapa?"

"Kamu bisa bantu aku ambilin motor di bengkel? aku udah di telfon, katanya motornya udah selesai dan bisa diambiil besok,"

"Iya," kata Ridho singkat.

Tumben banget si Ridho nggak banyak ngomong. Biasanya kan nyap-nyap bae. Aku malah ngerasa aneh kalau nih manusia kamfret malah diem kayak gini, persis kayak orang yang lagi sakit gigi. Apa dia bete perkara nunggu kelamaan?

"Kamu kenapa, Dho?" aku nanya sama cowok yang duduk disampingku ini.

"Nggak apa-apa. Oh ya, aku udah telfon pak Karan dan bilang mulai malam ini kamu udah pindah," kata Ridho dengan nada biasa tanpa slengean.

"Kenapa kamu ngasih tau dia?"

"Nggak apa-apa, kan dia yang bakal bayarin kosan aku sebagai kompensasi karena aku keluar dari kontrakanku," ucap Ridho rada nylekit. Tapi ya udahlah, mungkin dia lagi badmood aja kali.

Yang penting malam ini aku bisa tidur nyenyak tanpa ada gangguan dari makhluk jahanam.

1
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
si karan ni mrintah" orang, gk mkir dy udh brkli" bkin reva clka juga
MamAnda
novel yg menarik pake banget, dan baru Nemu ne novel th 2025 😁
Dengan penulisan yg asyik, horor yg menegangkan tapi ada humornya jg jadi creepy crispy deh bacanya 🤣
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: terimakasih bintang 5 nya...
total 1 replies
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
bca 2 kli novel ini. msih gregetan sma si Reva
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: author jg nulis di apk lain, sama horor komedi jg
total 3 replies
Sri Wiludjeng
Knapa sih cerita nya kayak gini .. ???
Bikin orang jadi gak tenang aja .

Jadi kepengen BaaaaCaaaa Terrruuussss ...
Cerita nya Nagiiiiihhh ... gak bisa brenti baca jadi nya.
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: terima kasih bintang 5 nya, semoga bisa sampai ending ya bacanya
total 1 replies
Laila Arum
ak jg muak lihat sifat reva gebantah trus kalau di kasih tau
Laila Arum
muak lihat tingkas reva terllu
Radhita Indrawati
monaa kemana, Thor?
Radhita Indrawati
Rava di kerjain orang sekampung /Drool//Drool//Smile//Smile//Smile//Smile/
Dwi Ratih
seru tp lucu walaupun tuh si Reva mulutnya nyebelin
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: sabar ya.....
total 1 replies
Dwi Ratih
Buruk
Dwi Ratih
bahasanya si Reva GK ketolongan kasar banget
sasip
mendadak merinding disko bacanya kak.. 🫣
Henry Setiawan
Jangan-jangan cewek yang telfonan di kantin pelakunya
Henry Setiawan
To the bone mah lagu
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: wkwk🤣
total 1 replies
Helmina Sari
Luar biasa
Muh Faisal K
baru baca udh tertawa
ANNTIE
/Smile/
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
🤣🤣🤣🤣🤣
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021: mampir juga yuk ke cerita ku, Serupa 😁
total 2 replies
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
😭😭😭😭
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
dri awal gk suka sama karan ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!