NovelToon NovelToon
Queenora, Ibu Susu Bayi CEO Dingin

Queenora, Ibu Susu Bayi CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / CEO / Hamil di luar nikah / Ibu susu / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Realrf

Queenora kehilangan bayinya sebelum sempat menimangnya, dia difitnah, dan dihancurkan oleh keluarga yang seharusnya melindungi.

Namun di ruang rumah sakit, tangisan bayi yang kehilangan ibunya menjadi panggilan hidup baru.

Saat bayi itu tenang di pelukannya, Queenora tahu, cinta tak selalu lahir dari darah yang sama, tapi dari luka yang memilih untuk mencinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Realrf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka yang sama

“Dia ingin tahu segalanya tentangmu, Queenora. Sedalam-dalamnya.”

Kata-kata itu jatuh seperti batu nisan di atas keheningan koridor. Udara yang tipis di antara mereka bergetar, lalu membeku. Bagi Darian, ini adalah pernyataan perang, sebuah langkah catur yang harus diantisipasi.

Bagi Queenora, ini adalah lonceng kematian. Detektif swasta. Itu berarti tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi. Setiap kebohongan yang ia rangkai untuk bertahan hidup, setiap luka yang ia kubur dalam-dalam, akan digali paksa dan dipertontonkan di bawah cahaya yang paling kejam.

Jantung Queenora berdebar begitu kencang, memukul-mukul tulang rusuknya seperti burung yang terperangkap.

Jaring laba-laba yang ia lihat di foto itu, jaring yang menghubungkan Darian dengan para monsternya, kini terasa mencekik lehernya. Estrel tidak perlu menggali terlalu dalam. Ia hanya perlu menarik satu benang yang salah, dan seluruh dunianya akan runtuh, menimpa Darian dan Elios bersamanya.

“Aku… aku tidak punya apa-apa untuk disembunyikan,” bisiknya, sebuah kebohongan yang terasa seperti abu di lidahnya.

Darian menatapnya, matanya yang tajam seolah bisa melihat langsung ke dalam jiwa Queenora yang gemetar. Ia tidak terlihat percaya, tetapi ia juga tidak membantah.

“Itu tidak penting,” katanya, suaranya kembali menjadi nada seorang pengusaha yang menghadapi krisis.

“Yang penting adalah apa yang bisa Estrel ciptakan. Dia bisa memutarbalikkan fakta sekecil apa pun menjadi senjata. Kau tidak punya keluarga yang bisa membelamu, tidak punya status. Di mata hukum, kau hanya seorang karyawan kontrak. Posisi yang sangat rentan.”

Setiap kata adalah tusukan yang akurat. Ia benar. Queenora adalah sebatang kara, sebuah anomali tanpa akar yang bisa dengan mudah dicabut dan dibuang.

“Ikut aku,” perintah Darian, suaranya tidak menerima penolakan. Ia berbalik dan berjalan menuju ruang kerjanya, mengharapkan Queenora untuk mengikutinya.

Dengan kaki yang terasa seperti timah, Queenora melangkah masuk ke dalam ruangan yang beraroma kulit dan kertas mahal itu.

Ini adalah pusat kendali Darian, tempat pria itu membangun dan menghancurkan kerajaan. Darian tidak duduk. Ia berdiri di belakang meja mahoni besarnya, jemarinya mengetuk-ngetuk permukaan kayu dengan irama yang tegang.

“Aku tidak akan membiarkan dia merebut Elios,” Darian memulai, lebih pada dirinya sendiri daripada pada Queenora.

“Tapi kita harus bergerak cepat. Kita harus memperkuat posisimu. Membuatmu tidak tersentuh.”

Queenora hanya diam, menelan ludah pahit yang tiba-tiba terasa seperti bara.

“Apa… apa yang akan Tuan lakukan?”

Darian menatapnya lurus.

“Aku akan meminta Anton menyiapkan kontrak kerja baru. Kontrak jangka panjang, dengan klausul yang mengikatmu sebagai pengasuh utama Elios hingga ia dewasa. Itu akan memberimu sedikit perlindungan hukum.”

Pikiran tentang kontrak baru membuat perut Queenora mual. Kontrak berarti pemeriksaan latar belakang. Berarti nama-nama yang harus dihubungi. Nama Ayahnya. Nama Arya.

“Saya… saya rasa itu bukan ide yang bagus, Tuan.”

“Kenapa tidak?” tanya Darian, alisnya bertaut.

“Ini untuk melindungimu.”

“Justru karena itu akan membahayakan Tuan,” jawab Queenora, suaranya bergetar.

“Latar belakang saya… tidak bersih. Jika mereka memeriksanya, mereka akan menemukan hal-hal yang bisa Estrel gunakan.”

Frustrasi melintas di wajah Darian. Ia mengusap wajahnya dengan kasar.

“Kalau begitu apa? Kita diam saja dan membiarkan dia menghancurkanmu? Menjadikanmu alasan untuk mengambil putraku?”

Keheningan yang pekat memenuhi ruangan. Darian mondar-mandir, otaknya yang strategis bekerja keras mencari celah, mencari solusi. Tiba-tiba, ia berhenti. Ia menatap Queenora dengan sorot mata yang aneh, dingin dan penuh kalkulasi, seolah sedang menimbang sebuah langkah bisnis yang sangat berisiko.

“Ada cara lain,” kata Darian pelan, suaranya nyaris tak terdengar.

“Satu cara yang akan membuatnya bungkam selamanya. Cara yang akan mengikatmu pada Elios secara hukum, lebih kuat dari ikatan darah sekalipun.”

Queenora menahan napas.

“Cara apa?”

Darian menatap lurus ke matanya, tanpa emosi, seolah sedang mendiskusikan merger perusahaan.

“Pernikahan.”

Satu kata itu meledak di udara seperti granat. Queenora mundur selangkah, seolah Darian baru saja menamparnya. Tawa histeris dan getir nyaris keluar dari tenggorokannya.

Menikah? Dengan pria ini? Pria yang dunianya bersinggungan dengan nerakanya? Itu bukan perlindungan. Itu adalah vonis seumur hidup di dalam sangkar yang sama dengan para hantunya.

“Anda sudah gila,” desis Quuenora, rasa takut memberinya keberanian sesaat.

“Aku tidak gila, aku hanya berpikir logis,” balas Darian, nadanya masih datar.

“Pikirkan, Queenora. Sebagai istriku, kau akan menjadi ibu tiri Elios. Estrel tidak akan punya dasar hukum untuk mempertanyakan posisimu. Semua investigasinya akan menjadi sia-sia. Ini solusi paling efisien.”

“Solusi? Ini kegilaan bukan solusi.” Queenora menggelengkan kepalanya dengan hebat, air mata mulai menggenang.

“Itu bukan solusi! Itu… itu jebakan! Saya tidak bisa!”

“Kenapa tidak bisa?” Darian maju selangkah, suaranya mulai diwarnai frustrasi.

“Aku tidak bicara tentang cinta atau perasaan. Ini adalah transaksi bisnis untuk melindungi putraku. Untuk melindungi kita semua. Apa yang membuatmu begitu ketakutan?”

“Karena Tuan tidak mengerti!” jerit Queenora pelan.

“Tuan tidak tahu apa-apa tentang saya! Tentang masa lalu saya! Jika Tuan tahu, Tuan tidak akan pernah… Tuan akan jijik pada saya.”

Rasa sakit yang tulus melintas di mata Darian melihat keputusasaan Queenora. Ia menghela napas panjang, ide gilanya menguap secepat kemunculannya.

“Baiklah,” katanya lebih lembut. “Lupakan soal itu. Itu ide bodoh.” Darian mengalah sejenak.

Queenora masih terengah-engah, tubuhnya gemetar hebat.

“Tapi aku tidak akan tinggal diam,” lanjut Darian, tekadnya kembali mengeras.

“Jika kau menolak perlindungan hukum, maka aku akan memberimu perlindungan fisik. Mulai besok, aku akan bekerja dari rumah. Aku tidak akan membiarkanmu dan Elios sendirian. Aku akan ada di sini, setiap saat. Estrel atau orang-orangnya tidak akan bisa mendekatimu tanpa melewati lebih dulu.”

Jika beberapa hari yang lalu tawaran itu akan terasa seperti sebuah anugerah, kini tawaran itu terasa seperti jerat yang mengencang.

Darian di rumah. Setiap saat. Mengawasinya. Mengamatinya. Tidak ada lagi ruang untuk bernapas, tidak ada lagi celah untuk menyembunyikan ketakutannya yang semakin menjadi-jadi. Sangkar emasnya kini benar-benar terkunci dari luar, dengan penjaganya duduk di dalam.

***

Dua hari berikutnya adalah siksaan yang sunyi. Darian menepati janjinya. Kehadirannya memenuhi rumah yang biasanya lengang.

Ia akan bekerja di ruang kerjanya dengan pintu terbuka, atau kadang membawa laptopnya ke ruang keluarga, matanya selalu waspada. Setiap kali Queenora membawa Elios berjalan-jalan di taman belakang, Darian akan mengawasi dari jendela.

Queenora merasa seperti spesimen di bawah mikroskop. Ia bergerak dengan kaku, berbicara hanya jika perlu, senyumnya yang tulus untuk Elios kini terasa dipaksakan di bawah tatapan konstan Darian. Kehangatan yang dulu mulai tumbuh di antara mereka telah lenyap, digantikan oleh ketegangan seorang penjaga dan tawanannya.

Malam itu, kelelahan mental dan emosional akhirnya merenggut Queenora. Setelah memastikan Elios tertidur lelap, ia masuk ke kamarnya dan langsung ambruk ke tempat tidur, bahkan tanpa berganti pakaian.

Tidur tidak memberinya kelegaan. Tidur justru menyeretnya kembali ke dalam mimpi buruk yang sama, yang selalu datang menghantuinya.

Gelap. Dingin. Tawa serak yang menggema. Tangan-tangan kasar yang mencengkeram. Rasa sakit yang merobek jiwa Quuenora. Perasaan itu mencabik-cabik nya setiap malam dalam tidur.

Lalu pemandangan berganti. Lantai dingin berdebu di gudang rumah ayahnya. Perutnya yang keram luar biasa. Darah. Begitu banyak darah. Dan kemudian, keheningan yang memekakkan telinga. Keheningan di tempat yang seharusnya ada detak jantung.

“Jangan…” Queenora merintih dalam tidurnya, tubuhnya mulai bergerak gelisah. Keringat dingin membasahi pelipisnya.

“Jangan ambil dia… kumohon…”

Di koridor, Darian baru saja selesai dengan panggilan video larut malam. Ia berjalan melewati kamar Queenora saat mendengar suara itu, rintihan pilu yang menyayat hati. Khawatir gadis itu sakit, ia mendorong pintu yang sedikit terbuka.

Cahaya remang dari lorong menyinari pemandangan di dalam. Queenora menggeliat di tempat tidurnya, wajahnya basah oleh air mata, ekspresinya penuh dengan penderitaan yang tak terlukiskan. Ia terperangkap dalam teror yang tak terlihat.

“Dia milikku…” isaknya lagi, tangannya mencengkeram perutnya seolah mencoba melindungi sesuatu yang sudah tidak ada di sana.

Darian berdiri membeku, bingung dan khawatir. Ia mengira mimpi buruk Queenora adalah tentang Estrel, atau mungkin tentang dirinya. Tapi ini… ini berbeda, ia bisa merasakan luka yang sama, luka kehilangan yang teramat dalam.

Lalu, Queenora mengucapkan sebuah nama. Sebuah nama yang belum pernah Darian dengar, dibisikkan dengan kerinduan seorang ibu yang kehilangan segalanya.

“Elang… Mama di sini, Sayang… Jangan pergi…”

Sesuatu di dalam dada Darian, sesuatu yang ia kira sudah mati rasa, teremas dengan kejam. Elang? Nama bayinya. Ia tidak hanya mengalami keguguran. Ia telah mencintai anak itu. Ia telah menamainya.

Semua kepingan teka-teki tentang kesedihan Queenora yang dalam, tentang caranya memeluk Elios seolah Elios adalah sauh kehidupannya, kini menyatu menjadi sebuah gambaran yang menghancurkan hati.

Naluri yang tidak bisa ia kendalikan mengambil alih. Ia tidak lagi melihat Queenora sebagai karyawan, atau masalah, atau bahkan wanita yang mulai menarik hatinya. Ia melihatnya sebagai sesama jiwa yang hancur oleh duka.

Tanpa berpikir, Darian melangkah masuk ke dalam kamar yang gelap itu. Ia berlutut di sisi tempat tidur, menatap wajah Queenora yang tersiksa. Ia harus melakukan sesuatu. Ia harus menghentikan penderitaan ini.

Tangannya terangkat, gemetar, ragu-ragu di udara. Ia ingin menyentuh bahunya, membangunkannya dari neraka pribadinya itu. Jari besar Darian hanya berjarak beberapa sentimeter dari kulit Queenora yang dingin.

1
Jj^
semangat update Thor 🤗
Nar Sih
biarkan darian membatu mu queen ,kasih semagatt sja dan doa kan smoga mslh mu cpt selesai
Nar Sih
jujur sja queen ,biar semua terungkap
Nar Sih
darian mulai jatuh cinta dgn mu queen
Harmanto
miskin dialog terlalu banyak menceritakan suasana hayalan
Sumarni Ukkas
sangat bagus..
Realrf: makasih kak
total 1 replies
Harmanto
ceritanya terlalu banyak fariasi hayalan yg sangaaat pamjang jarang sekali dialog yg menghidupkam cerita. sering tidak kubaca fariasi2 itu
Realrf: baik kaka trimakasih masukannya
total 1 replies
Harmanto
Nora diberi makan apa untuk memproduksi asi tdk diceritakan, diberi sandang apa. dia dianggap mahluk bukan manusia yg punya rasa emosi
Harmanto
ceritanya membingungkan apa iya tadinya menawarkan berapa uang kau minta. dia tdk butuh uang .kok dia malah membelenggu dg seribu atran yg robot
Nar Sih
seperti nya darian udh mulai suka dng mu queen
Indah MB
di tunggu selalu bab selanjutnya 😍
Realrf
ma aciwww 😘
Indah MB
bacanya kayak makan permen nano nano ... manis asam asin rame rasanya .... selalu penasaran
Indah MB
lanjut ya thor... jgn berenti sampai di sini
Indah MB
atau jangan jangan , si Luna yg g pernah melahirkan, dan anaknya queenora yg diambil menggantikan anak luna yg meninggal... bisa aja kan?
Nar Sih
jgn ,,foto yg dilihat queenora adalah poto org di msa lalunya
Indah MB: mungkin foto org yg melecehkannya.. kan dia hamil
total 1 replies
Nar Sih
semagatt ya queenora💪
Realrf
hasek 💃💃💃💃
Nar Sih
kak thor sbr nya aku msih bingung dgn cerita queenora yg tiba,,keguguran trus msa lalu nya siapa ayah dri byi nya
Realrf: 🤭🤭🤭 pelan pelan ya ... pelan kita buka siapa dan mengapa
total 1 replies
Nar Sih
sabarr queenora yaa,hti mu yg bersih dan niat mu yg tulus demi nyawa seorang byi yg hampir dehidrasi smoga kebaikan mu dpt blsn bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!