NovelToon NovelToon
Call Me Wiway

Call Me Wiway

Status: tamat
Genre:Horor / Romantis / Komedi / Balas Dendam / Cinta Beda Dunia / Hantu / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:497.9k
Nilai: 5
Nama Author: Its Zahra CHAN Gacha

Bagaimana jadinya jika sesosok hantu jatuh cinta pada manusia. Wiway seorang hantu patah hati yang diselingkuhi pasangannya jatuh hati dengan seorang playboy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25. Salah sangka

"Woii bangun, gak boleh tidur saat Magrib, pamali tau," ucap Berlin mengguncang Wiway yang terbaring diatas ranjangnya.

Berlin menghampiri gadis itu dan berusaha membuka selimut yang membungkus tubuh Wiway.

"Kenapa tiba-tiba jadi merinding gini," ucap gadis itu segera mengurungkan niatnya

Sementara itu di luar Ezza terlihat gelisah, lelaki itu terus mondar-mandir di depan kamar Wiway.

"Kamu kenapa Za, Lo pasti takut ya kalau Wiway sama Berlin bertengkar di dalam," ucap Derry

"Begitulah,"

"Makannya jangan pernah tempatkan Ratu dan Selir dalam satu kamar, bahaya." ujar Derry menggodanya.

"Sue Lo!"

*Prannggg!!

Keduanya langsung terkejut mendengar suara benda pecah dari kamar Wiway.

"Sepertinya perang dunia sudah dimulai Za," ucap Derry menakuti Ezza.

"Be...ada apa!" seru Ezza mengetuk pintu kamar itu, namun bukannya membuka pintu kamarnya Berlin malah menjerit histeris membuat Ezza segera mendobrak pintu kamar itu untuk memastikan apa yang terjadi.

"Ezza!" seru Berlin langsung memeluknya

"Ada apa Be?" tanyanya khawatir

"Ada kecoa di kamar mandi Za," sahut gadis itu ketakutan

"Oh kecoa, aku kirain apa." Ezza segera melepaskan pelukannya dan memeriksa ke kamar mandi.

"Haish, cuma kecoa aja takut," Ezza segera membuang kecoa itu ke dalam kloset.

"Btw dimana Wiway, kenapa dia tidak ada?" ucap Ezza

"Wiway sudah tidur dari jam lima dan dia belum bangun-bangun sampai sekarang, padahal udah gue bangunin tetep aja tuh cewek tidur kaya kebo," sahut Berlin kesal

Ezza segera menghampiri Wiway yang menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

Perlahan lelaki itu menyingkap selimutnya, "Astoge," ucap Ezza langsung menutup kembali selimut Wiway.

"Be...bisa kamu ambilkan air putih di dapur, aku haus," ucap Ezza

"Ok,"

Ezza segera membuka selimut Wiway.

"Untung kamu datang Za, hampir saja aku mati untuk k dua kalinya karena kehabisan napas," ucap Wiway gusar.

Melihat wajah gusar Wiway membuat Ezza langsung memeluk erat gadis itu. "Maaf aku telat menemui mu," bisiknya sembari mengusap lembut rambutnya.

Ezza segera melepaskan pelukannya dan kembali menutup tubuh Wiway ketika melihat Berlin memasuki ruangan itu.

"Sayang, minumnya," ucap gadis itu melirik kearah Wiway

"Makasih Be," ucap Ezza segera mengambil air pemberian Berlin.

"Jangan lupa jam 8 kita barbequean di halaman depan," ujar Ezza kemudian meninggalkan kamar Berlin.

Pukul delapan malam Semua orang berkumpul di halaman Villa. Mereka semuanya asyik menikmati pesta barbeque di halaman depan Villa.

"Selamat malam semuanya," sapa seorang lelaki tampan menghampiri mereka.

"Malam,"

"Bukankah dia kak Arya, bagaimana dia bisa datang kesini?" tanya Ezza kebingungan

"Aku yang undang dia kesini Za." jawab Berlin kemudian bergegas menyambut kedatangannya.

"Malam kak," sapa gadis itu kemudian membawa Arya menemui Ezza.

"Aku mengajak kak Arya ikut gabung dalam acara kita agar dia mau memberikan tips bagaimana cara membuat makalah yang bagus agar lulus di mata kuliah pak Saragih," ucap Berlin menatap satu persatu semua yang ada di sana.

"Tapi bukankah Pak Saragih menyuruh kita mempelajari makalah Ezza dan bertanya padanya jika ada kesulitan dalam mengerjakan tugas makalah darinya,"

"Benar, tapi tidak ada salahnya jika kita belajar juga pada masternya bukan," sahut Berlin

"Oh ok kalau gitu," jawab yang lainnya.

Tidak lama Wiway keluar dari kamarnya dan menghampiri Ezza.

"Siapa dia?" tanya Arya menatap lekat kearah Wiway

"Dia Wiway Pengurus Villa ini," sahut Berlin

"Hai Ezza," sapa Wiway ramah

"Hmmm," sahut Ezza dingin

Seakan tahu jika Ezza berusaha menjauh darinya, Wiway pun segera meninggalkan lelaki itu.

"Sini Wi," sapa Derry melambaikan tangannya membuat gadis itu segera menghampirinya.

"Sini makan sosis," Derry memberikan sebuah sosis bakar padanya.

"Makasih," ucap Wiway langsung menyantap sosis itu dengan lahap

"Sama-sama,"

"Boleh minta lagi?"

"Tentu saja, makan saja sepuasnya," sahut Derry

"Boleh kenalan," sapa Arya menghampiri Wiway

"Tentu saja, aku Wiway kamu siapa?" tanyanya ramah

"Arya," sahut lelaki itu menyalaminya

Keduanya kemudian asyik mengobrol sembari menikmati sosis bakar membuat Berlin kesal melihat kedekatan Wiway dengan Arya.

Gadis itu sengaja mengguncang tubuh Wiway saat gadis itu membawakan minuman untuk Arya.

*Buuggghhh!!

Wiway dengan sigap menangkap gelas yang terjatuh dari baki yang dibawanya.

"Kamu tidak papa Wi," ucap Arya menghampirinya

"It's Ok," jawab gadis itu dengan senyum khasnya

"Sial, bukannya membuat Arya ill feel dengan si Wiway malah dia makin lengket," keluh Berlin

"Awww, kenapa tubuhnya keras sekali," ucap Berlin memegangi lengannya.

Gadis itu seketika membulatkan matanya ketika melihat tangannya membiru.

"Kamu kenapa Be?" sapa Ezza menghampiri Berlin.

"Gak papa kok Za, cuma sakit dikit," sahut gadis itu sengaja memperlihatkan lengannya yang lebam.

"Lenganmu lebam gini bagaimana bisa kau bilang tidak apa-apa, ayo sini aku obati," ucap Ezza khawatir

"Tunggu di sini, aku akan membawakan obat gosok untuk mengobati luka lebamnya," Ezza segera berlari ke dalam Villa dan tak lama kembali membawa minyak gosok.

Wiway hanya menatap gusar keduanya dari kejauhan.

"Andai saja aku ini manusia apa kau akan membalas cintaku," ucapnya gusar.

Melihat kegusaran dalam diri Wiway membuat Berlin sengaja mempertontonkan kemesraannya dengan Ezza.

Wiway segera berlari meninggalkan tempat itu dan duduk menyendiri di dekat kolam renang.

"Semoga lukanya cepat membaik," ucap Ezza kemudian meninggalkan Berlin.

"Mau kemana Za?" tanya Berlin

"Aku mau menaruh minyak gosok ini ke dalam," jawabnya singkat

Ezza menatap Wiway yang tampak murung di tepi kolam renang.

"Ternyata kau masih peduli dengannya," ucap Berlin menatap sinis kearah Ezza yang terus memperhatikan Wiway.

Wanita itu berjalan menghampiri Wiway dan duduk disampingnya.

"Ngapain di sini, lebih baik kita kembali ke pesta yuk," ajak Berlin ramah.

"Sepertinya aku disini saja, lagipula aku tidak begitu suka dengan keramaian," tolak Wiway

"Sayang sekali,"

*Byuuurr!!

"Saat gadis itu beranjak dari duduknya, tiba-tiba saja ia terjatuh ke dalam kolam renang.

"Tolong!!" seru gadis itu melambaikan tangannya.

Wiway begitu panik ketika melihat kejadian itu, "Bagaimana ini, aku ingin sekali menolongnya tapi aku tidak bisa berenang," ucapnya panik.

"Tolong... tolong!!" seru gadis itu membuat semuanya berlari menghampirinya.

Melihat Berlin tenggelam Ezza segera menceburkan dirinya kedalam air dan menolong wanita itu

Tidak lama kemudian Ezza sudah keluar dari kolam renang membawa tubuh Berlin ke tepi kolam renang.

Ia berusaha mengeluarkan air yang diminum oleh Berlin dan memberikan pertolongan pertama padanya hingga gadis itu kembali sadar.

"Hueek!!" Berlin langsung memuntahkan semua air yang diminumnya.

Arya kemudian memberikan handuk padanya dan membawa gadis itu masuk ke kamarnya.

"Syukurlah dia selamat," ucap Wiway lega.

Ezza segera menarik gadis itu dan membawanya menjauh dari tempat itu.

"Aku begitu percaya jika kau ini hantu yang baik Wi, hingga aku mengizinkan mu tinggal di rumah ku. Tapi aku tidak menyangka jika kau tega melakukan semua ini hanya karena cemburu,"

"Apa maksudmu, aku tidak mengerti," sahut Wiway

"Aku tahu kau sengaja membuat Berlin jatuh ke kolam renang karena kau cemburu dengannya bukan?" tanya Ezza membuat Wiway begitu tercengang mendengarnya.

"Teganya kau memfitnah ku seperti itu Za, meskipun aku cemburu melihat kemesraan kalian tapi aku tidak pernah berbuat jahat seperti itu," jawab Wiway kecewa.

"Jangan bohong Wi, aku tahu kau begitu membencinya karena aku lebih memilihnya daripada dirimu,"

"Terserah apa katamu, yang jelas aku tidak pernah melakukan itu pada Berlin," jawab Wiway kemudian meninggalkan Ezza

1
Rey_chi
hampir semua novel thor aku baca..dan semua nya bikin ngakan olus bengek thor..aku samoe pake 2 akun baca semua judul novel outhor..love² sekebon toge thor
Haickoka
ye....babang lingga is coming
FiaNasa
kok sudah tamat padahal critanya ngegantung,,apakah itu wiway beneran ya🤔🤔
FiaNasa
ujian bara bikin kepala atas bawah cenat cenut 🤣🤣🤣
FiaNasa
ini yg aq rindukan,walaupun darurat nyawa dah diujung tombak,,masih bisa²nya mereka ngebanyol bikin ngakak,, 🤣🤣 dasar trio somplak dr dulu masih aja sama 🤣🤣🤣
FiaNasa
ah si barra ada² saja,,🤣
FiaNasa
dr sekian bab baru komen nih,,makasih ya author udah mengobati kerinduanku sama mereka,barra,,Rangga,,Gilang,,pokoknya lope lope deh😊😊😊🤭
FiaNasa
ya elaaahhh....asisten Mak Erot lagi🤣🤣🤣
adesri
semangat kk makin seru ceritanya
adesri
bagus kak aku suka setiap karyamu
Shella Saelani
😅😅🙈
istrinya_kimseokjin
wahhh ada lingga nih..
Nur Azizah
oke keren ini
Furi Wijayanti Wijayanti
lah itu wiway bukan
Aqiyu
bisa jadi matinya karena disengaja sama mertua lucknut
Aqiyu
ya ampun Fatiman mantan asustant nya mak Erot😁
Aqiyu
wow.....
Lubna Aysha
gak mau nerima tp jg gak mau nglepas hahaha egoiss babang eza mah ih
Lubna Aysha
sedihnyaa... :(
Lubna Aysha
ih eza pedes bngt ngomngnya, kasian wiway
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!