Kisah seru sepasang sahabat dari Masa Sekolah, Kuliah, hingga bekerja saat ini, Tidak ada yang tau jodoh seseorang, hingga akhirnya mereka di satukan dalam ikatan perjodohan oleh kedua orang tuanya
Munculah kisah-kisah seru dan kocak di perjalanan hidup keduanya, setelah liku-liku percintaan yang kandas di tengah jalan, Teman dan sahabat yang saling mendukung dengan semua kehebohanya hingga akhirnya keduanya bersatu dalam sebuah ikatan
Percikan Asmara dan cinta akhirnya tumbuh diantara keduanya, namun mampukah mereka menghadapi badai ujian yang datang menghantam hubungan yang di jalaninya sampai ke pelaminan?
Yuk ikuti Cerita selanjutnya
Kisah ini merupakan lanjutan dari karya Author yang pertama yaitu "POWER OF WOMAN"
Salam dari Sinho
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25 (Menikah)
Hari ini adalah hari dimana Ira dan Satria akan mengikrarkan janji suci dalam sebuah ikatan pernikahan yang sah di mata hukum dan agama, bunga-bunga telah tersusun rapi di setiap sudut dan beberapa tempat yang membuat keindahan ruangan itu terlihat nyata, Hati Ira dan Satria bergetar, perasaan takut dan cemas kini menyelimuti mereka
Rombongan keluarga Ira sudah berada di gedung pernikahan, disusul tak lama kemudian keluarga Satria juga datang, Kini kedua keluarga saling bertemu dengan raut wajah kebahagiaan, sementara di sebuah ruangan Ira sedang di rias di dampingi oleh ke dua sahabatnya
"Baru kali ini aku merasa mau di kasih hukuman tembak mati" ucap Ira
"Menikah itu mau di tembak enak, bukan ditembak mati Ira" ucap Siska
"Iya kalau nikahnya udah mantap, lah ini nikahnya sama Satria, masih ragu aku ma tuh orang" jawab Ira
"Kok bisa ragu, gila ya kamu Ir, terus kalau gitu ngapain memutuskan untuk menikah?" Sahut Reyna
"Gara-gara emosi jiwa dituduh yang enggak-enggak sama Satria, ya sudah deh, bubur dah jadi nasi" ucap Ira membuat para perias senyum geli
"Kebalik Ira, nasi dah jadi bubur" sahut Siska
"Ya tinggal balikin aja Sis, gak perlu repot" ucap Ira
"Mumet pasti kamu ya Ir, ngomongnya di bolak balik gitu" ucap Siska
Sementara Reyna sudah ikutan terkikik
*
Saat ini Iwan sudah datang untuk mendampingi Satria di sebuah ruangan
"Wan, gue kok takut ya" ucap Satria
"Emang apa yang loe takuti, Tenang, Ira cantik banget pasti, gak kayak Mak lampir"
"Kalau itu ya pastinya, Bukan itu Wan"
"Lah terus apa, kan udah gue briefing gimana caranya, cukup loe bilang, saya terima nikahnya"
"Bukan itu kali, gue takut salah mengambil keputusan wan"
"Keputusan gimana maksud loe, gak usah macem-macem deh pikiran kamu Sat, tamu undangan dah pada ngumpul noh, masak loe mau bubarin gitu aja, bisa di demo masal loe, panjang urusannya"
"Ya gak gitu juga wan, tau ah, Bismillah, Mantap dah mantap" ucap Satria
"Nah gitu dong, diajari yang enak-enak kok malah ribet" sahut Iwan
"Iya percaya gue, lihat tuh Siska istri kamu sampai kembung gitu, saking seringnya loe enakin"
"Anjir, diam gak loe, dasar pengantin nyinyir"
Satria terkekeh melihat ekspresi jengkel Iwan sahabatnya, Akhirnya Satria tersenyum pasrah dan berusaha memantapkan hatinya, pintu pun terbuka, Satria merapikan diri, menatap sekitar kemudian turun kebawah di dampingi oleh kedua orang tuanya juga para sahabatnya, Satria berjalan dan duduk di tempat yang sudah disediakan untuk melakukan prosesi akad nikah
Sementara itu Ira menghela nafas panjang dan memejamkan mata kemudian membukanya kembali, tak lama kemudian pintu pun terbuka, Ira menuruni tangga perlahan di dampingi oleh kedua orang tuanya dan kedua sahabatnya yaitu Reyna dan Siska
Duo gesrek pun segera beraksi dengan ke kepoannya, Dengan membisikkan sesuatu di telinga Satria
"Gila Sat, bini loe cantik banget, pangling gue" ucap Rio lirih
Sementara Andre berdecak kagum dengan kecantikan Ira yang berbalut gaun pengantin berwarna putih yang menampakkan keanggunannya
Satria berdiri dan menyambut kedatangan calon istri nya, saat dirinya melihat kecantikan dan keanggunan calon istri nya, jantungnya berdetak kencang seolah mau keluar, hatinya bergetar saat tangannya menyentuh tangan Ira dan kemudian membawanya duduk disebelahnya
Ketika dirasa semua sudah siap, acara segera dimulai, dengan memantapkan hatinya, Satria mengucapkan ikrar pernikahan dengan lancar dan tanpa mengulanginya sekalipun, hingga membuat sanak saudara dan teman-teman dekat yang hadir diruangan itu kompak meneriakkan kata
"SAH !"
Satria langsung bernafas lega, begitu pula dengan Ira, orang tua dan semua orang yang hadir menyaksikannya
Satria mengulurkan tangannya dengan sedikit gemetar, Ira pun membalas uluran tangan dengan tak kalah gemetarnya, kini kedua tangan bersatu dan saling menggenggam dengan erat, Satria mencium kening Ira dengan lembut, dan disaat itulah terdengar teriakan dari arah tamu yang kebanyakan kaum muda mudi
"Cium, Cium, Cium!"
Ira dan Satria saling pandang dan kaget, sesaat kemudian Ira menggelengkan kepalanya pertanda tidak setuju, Satria hanya tersenyum kemudian mengambil Mik dan berbicara
"Maaf, Adegan ciuman kita skip untuk nanti saja di dalam kamar, takut ada yang belum 17 tahun!"
"Huu..!"
Terdengar suara olok-olokan dari para muda mudi yang hadir di acara itu, Ira dan Satria kemudian berjalan ke arah dua kursi yang telah disediakan dan sudah di hias indah dengan di kelilingi padu padan bunga bernuansa putih, tampak di sisi keduanya para orang tua saling mendampingi
Kini Satriya berada diatas pelaminan Bersama dengan Ira, tanpa sadar keduanya saling menatap satu sama lain, hingga di kejutkan dengan suara yang tidak asing
"Saling pandangnya nanti diteruskan di kamar, entar ***** disini malah bahaya lo" ucap Rio yang kini sudah berdiri di depan pengantin
"Dasar loe, ngagetin aja, cepet nyusul biar enaknya barengan" jawab Satria
"Nggak usah nyusul elo, dia udah enak-enak duluan Sat" sahut Andre
Ketiganya saling pandang dan kemudian terkekeh, setelah ketiganya saling berpelukan dan mengucapkan selamat, Keduanya melanjutkan langkahnya dan gantian dengan tamu yang lain
kini kehidupan Baru segera dimulai oleh keduanya, Ira sudah berada di kamar Satria dan berhenti di pintu kamar sebelum masuk, sedangkan Satria sudah berada di dalam kamar melepas baju pernikahannya, Ira kini berjalan masuk ke dalam kamar mencari kopernya yang berisi pakaian ganti, saking fokusnya memilih pakaian, Ira sampai tidak menyadari kalau Satria sudah keluar kamar Mandi dan berdiri di ambang pintu, saat Ira menoleh ke Satria, dirinya langsung menjerit dan menutup matanya
"Satria!, sial*an, kenapa kamu telan*jang gitu sih?!" Teriak Ira
Ira kaget melihat Satria yang sudah bertela*njang dada dan hanya menggunakan handuk yang dililitkan ke tubuh bagian bawahnya, dada sixpack Satria merupakan pemandangan yang indah sih, tapi tetap saja ini sangat Vul*gar bagi dirinya
"Apaan si Ir, teriak kenceng banget, belum juga di masuki" ucap Satria
"Masukin apaan emang, setan, jin?" Jawab Ira
"Masukin ini!" Ucap Satria menggoda Ira dengan berakting akan membuka handuk yang menutupi bagian bawahnya
"Bang*sat, Satria!!"
Teriak Ira Langsung ngacir ke Balkon sambil menutupi matanya
Satria tertawa kemudian segera berganti baju dan menyusul Ira yang sedang duduk termenung di Balkon
"Ngapain kamu disitu Ir, dingin Lo, masuk, nanti masuk angin" ucap Satria
"Nggak, aku nggak mau mataku kamu perawanin lagi" ucap Ira
"Bentar lagi bukan hanya mata kamu, seluruh tubuh kamu bakal aku perawanin"
"Hah, yang bener Sat, aku kan belum siap Satria" ucap Ira merengek
"Nggak bisa, dosa kamu ngelawan Suami, tau nggak?"
"Iya Sat, aku tau, tapi aku belum siap, jangan sekarang ya, please Sat, tolong ya Sat, aku belum siap kamu sakiti"
"Eh, siapa juga yang mau nyakitin kamu"
"Ya kan kata orang-orang malam pertama itu sakit, perih, ngilu, nyeri dan lain-lain dah pokoknya, aku masih takut Sat"
"Kalau belum dicoba kan gak tau bener apa nggak rumor itu, gimana kita coba sekarang?, Ntar kalau sakit aku stop deh" ucap Satria sambil terus berjalan maju mendesak Ira yang sudah mundur pelan-pelan
"Jangan macam-macam ya Sat, stop, jangan maju lagi Sat!" ancam Ira
Namun Satria tidak berhenti malah maju dan langsung mendekap Ira kemudian menggendong paksa masuk ke dalam kamar
"Satria!, Lepasin, aku gak mau, lepasin!!" Teriak Ira
Satria melepaskan Ira di atas kasur dan mendekapnya, Ira makin ketakutan hingga akhirnya Satria tertawa ngakak, membuat Ira melebarkan matanya heran
BUK
Satria melempar bantal ke muka Ira
"Aku cuma iseng aja Ir, gak akan maksa kamu kalau belum siap, yok tidur, ngantuk ni, capek banget" ucap satria
Ira melongo tidak menjawab dan hanya menatap Satria yang sudah tidur di sisi ranjang sambil memeluk guling
Bersambung
Kisah ini kelanjutan dari Karya Author yang pertama "POWER OF WOMAN"
Masih bisa Up sekali sehari 1 Episode
Jangan lupa berikan dukungan Author
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
FAVORIT FAVORIT FAVORIT
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
Imanmu setipis kulit bawang di belah 1000 bang Sat.. 🤦🏻♀️🤦🏻♀️
Pantes mereka cocok karena karakternya sama!
Sama2 ngga bisa tegas ke perempuan!
Satria yang paling fatal!
Ntar klo sampe kehilangan perusahaan n Ira baru nyesel..
Makanya jadi laki2 kudu punya sikap!
Katanya pemilik perusahaan tapi ngga ada bijak2nya! 🤦🏻♀️
Menurutku Satria ini kurang tegas sebagai laki2 apalagi laki2 yg sudah punya istri
Tapi dari awal sebelum nikah pun Satria ini terlalu baik hingga lupaa batasan dg mantan
Bahkan setelah nikah pun masih ajaa ngga tegas.. seolah masih ngasu harapan dan mauu ajaa di bego2in sama Imelda
Harusnya sebagai laki2 yg sudah punya istri bisa ngasi batasan tegas sama Imelda 😤🤦🏻♀️