NovelToon NovelToon
Bernafas Tanpamu

Bernafas Tanpamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:515
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

Udara terasa berbeda hari itu lebih berat, lebih sunyi. Ia mengucapkan sebuah kalimat yang telah lama ia simpan, berharap waktu masih cukup untuk mendengarnya kembali.

Tak ada balasan.

Hanya diam yang terlalu lama untuk diabaikan.

Detik demi detik berlalu tanpa perubahan, seakan sesuatu telah bergeser tanpa bisa dikembalikan. Kata cinta itu menggantung, tidak jatuh, tidak pula sampai, meninggalkan pertanyaan yang tak terjawab.
Apakah kejujuran memang selalu datang terlambat?

Atau ada perasaan yang memang ditakdirkan untuk tak pernah didengar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28 The Bitter Riddle

Selama beberapa hari terakhir, Leo menyadari ada yang aneh dengan asisten kepercayaannya. Jacob sering menghilang di jam kerja, ponselnya selalu sibuk, dan yang paling mencurigakan adalah saat Leo mendapati Jacob sedang membeli bubur halus serta obat-obatan di apotek dekat toko buku.

​Kecemburuan dan rasa rendah diri Leo kembali membara. Di kepalanya yang dipenuhi kabut kebencian, ia menyimpulkan satu hal Jacob telah berkhianat. Jacob telah jatuh ke dalam jerat "wanita parasit" itu.

​Malam itu, saat Jacob kembali ke mansion dengan wajah lelah, Leo sudah menunggunya di ruang tengah yang remang-remang, duduk di kursi kebesarannya dengan segelas wiski di tangan.

​"Sejak kapan kau menjadi anjing peliharaan Liora, Jacob?" suara Leo dingin, memotong kesunyian malam.

​Jacob menghentikan langkahnya, namun ia tidak tampak terkejut. "Saya tidak mengerti maksud Anda, Tuan."

​"Jangan berbohong padaku!" Leo bangkit, membanting gelasnya ke meja hingga isinya terciprat. "Aku tahu kau sering menemuinya. Kau membawakannya makanan, kau mengurusnya. Apa kau sudah mulai tidur dengannya? Apa dia memberikan 'servis' yang sama seperti yang dia lakukan untuk merayu Ibuku?"

​Wajah Jacob yang biasanya tenang mendadak mengeras. Tangannya mengepal kuat di samping tubuhnya. Penghinaan Leo terhadap pengorbanan suci Liora sudah melampaui batas kewarasan.

​"Tuan Leo," ucap Jacob dengan suara rendah yang bergetar karena menahan emosi. "Jika Anda berpikir saya memiliki hubungan asmara dengan Nona Liora, maka Anda sedang menghina ketulusan yang bahkan tidak sanggup Anda bayangkan."

​"Lalu apa?! Kenapa kau begitu membelanya?!" bentak Leo. "Dia wanita busuk yang bahkan tidak sudi menjenguk Ibuku yang sedang sekarat!"

​Jacob menatap mata Leo dalam-dalam. Ada rasa iba, amarah, dan penghinaan yang terpancar dari tatapan Jacob. Ia ingat janjinya pada Liora untuk tidak membocorkan rahasia itu, namun ia tidak bisa membiarkan Leo terus hidup dalam kegelapan yang sombong.

​"Anda ingin tahu kenapa saya menjaganya?" Jacob melangkah maju, berdiri tepat di depan Leo. "Saya menjaganya karena saya sedang melihat seorang martir yang sedang menghitung sisa napasnya. Sementara Anda... Anda hanyalah seorang buta yang sedang memaki matahari karena merasa kepanasan."

​Leo mengerutkan kening. "Apa maksudmu dengan teka-teki bodoh itu?!"

​Jacob tersenyum pahit, sebuah senyum yang membuat bulu kuduk Leo meremang. "Tuan, pernahkah Anda berpikir kenapa Nyonya Eleanor mendadak sembuh dengan begitu ajaib? Pernahkah Anda bertanya-tanya, kemana perginya 'hati' yang paling tulus di rumah ini saat Anda sedang sibuk mengutuknya?"

​"Apa hubungannya dengan Liora?!"

​"Hubungannya adalah sebuah kebenaran yang akan membuat Anda ingin mencungkil mata Anda sendiri saat mengetahuinya nanti," jawab Jacob dingin. "Ingatlah ini, Tuan Leo: Suatu hari nanti, Anda akan menyadari bahwa orang yang Anda sebut 'sampah' adalah orang yang memberikan darah dan dagingnya agar Anda tidak menjadi yatim piatu. Dan di hari itu, saya harap Anda masih punya cukup air mata untuk menangis, karena permintaan maaf Anda tidak akan pernah cukup untuk membayar satu tetes darah yang tumpah karena keegoisan Anda."

​Jacob membungkuk hormat dengan formalitas yang terasa sangat dingin, lalu berbalik meninggalkan Leo yang mematung seribu bahasa.

​Leo berdiri sendirian di ruangan luas itu. Jantungnya berdegup kencang secara tidak wajar. Teka-teki Jacob berputar-putar di kepalanya. Memberikan darah dan daging? Menghitung sisa napas?

​"Apa yang kau sembunyikan dariku, Jacob..." gumam Leo, suaranya goyah.

​Rasa takut yang tidak bisa ia jelaskan mulai merayap di hatinya. Leo menatap tangannya yang bersih, namun entah kenapa, ia tiba-tiba teringat aroma antiseptik rumah sakit dan wajah Liora yang pucat pasi di toko buku. Ada potongan puzzle yang mulai menyambung di pikirannya, namun egonya masih menolak untuk percaya pada kenyataan yang begitu mengerikan itu.

​"Teka-teki Jacob adalah racun yang sengaja ia suntikkan ke dalam ego Leo, membiarkannya membusuk perlahan oleh rasa penasaran."

​"Leo adalah pemilik segalanya, namun di depan kebenaran Jacob, ia hanyalah seorang pengemis yang tidak tahu apa-apa."

​"Kebenaran seringkali datang bukan sebagai cahaya yang menerangi, melainkan sebagai petir yang menghancurkan pondasi kesombongan."

​"Jacob sadar bahwa cara terbaik menghukum Leo bukanlah dengan memberi tahu rahasianya, melainkan dengan membiarkannya dihantui oleh ketidakpastian."

1
brawijaya Viloid
Thorr update setiap harii bintang 6 untuk author 🥰🥰
Ra H Fadillah: "Wow, terima kasih atas rating bintang 5 nya 💞! 🙏 Rasanya senang banget ceritanya bisa menyentuh hati kamu. Kalau penasaran dengan kisah lain yang penuh emosi dan drama, aku baru saja merilis ‘Breathing Without You’. Siap-siap terbawa perasaan, ya!"
total 1 replies
Anonymous
mo nangiss bgt wajib baca sihh 😢
Anonymous
jgn ngagantung dong authro plis 😭
Anonymous
awas menyesal leo 🥺
Anonymous
seru bgt mo nangisss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!