"Amelia kita sudah menikah, ingat perjanjian kita jika pernikahan ini hanya sementara. Aku menikahimu karena terpaksa.. jangan berharap banyak dari pernikahan ini. Aku pun tidak akan menyentuhnya."ucap Rudi.
Amelia gadis berasal dari desa kidul, bertemu dengan Rudi pria asal ibukota,ia seorang kontraktor yang sedang membangun jalanan di desa Amelia.
Amelia terpaksa menerima lamaran Rudi karena ingin melunasi hutang kedua orang tuanya.
Rudi terpaksa menikahi Amelia karena tunangannya Sarah hilang entah ke mana menjelang 1 minggu pernikahan mereka.
Sementara undangan sudah menyebar kemana-mana.
Untuk menutupi aib keluarga Rudi memilih Amelia untuk ia nikahi.
"Apapun persyaratannya aku terima yang terpenting uang yang kamu janjikan harus tepati..." jawab Amelia tegas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur silawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32 Membeli sepeda motor.
Amelia menemani Reza ngopi di sebuah cafe setelah Pulang kerja. Reza bercerita tentang rumah tangganya dengan Intan yang kandas karena orang ketiga. Sehingga membuat Reza trauma untuk memulai berumah tangga lagi.
" Tidak semua wanita seperti mantan istri Pak Reza. Dan tidak semua laki-laki sama Seperti Mantan suamiku. Gagalnya pernikahan pertama saya ambil hikmahnya. Dan saya tidak mau trauma dan menganggap semua laki-laki sama. Sama saja menyiksa diri sendiri.." ucap Lia sambil menyeruput kopi cappucino yang ia pesan.
Reza menatap Amelia saat ia mengangkat gelas menyeruput kopinya. Reza benar-benar terpesona dengan kecantikan yang terpancar dari wajah tenang milik Amelia.
"Saya pun demikian, tidak trauma dan tidak menganggap semua wanita sama seperti intan. Saya bercerita seperti ini, hanya ingin berbagi beban denganmu. Kita sama-sama pernah mengalami gagal menikah, bedanya aku dikaruniai keturunan dan kamu belum." Reza tidak mau dianggap oleh Amelia trauma dan belum move on dari masa lalu.
"Rugi sendiri kalau kita trauma. Dan berlarut dalam kesedihan, sementara pasangan kita sudah happy-happy dengan pasangan barunya. Kalau saya sih tidak kompetisi untuk mendapatkan jodoh, Saya tidak mau tergesa-gesa mencari jodoh hanya karena mantan suami sudah menikah lagi. Saat ini aku, ingin memperbaiki perekonomian keluarga ku. Dan meniti karir terlebih dahulu. Sambil mempersiapkan diri menerima jodoh yang akan datang."jawab Amelia sambil mengaduk-aduk sendok di gelas yang berisi kopi.
Tiba-tiba perasaan Reza berdebar-debar saat menatap wajah tenang janda muda itu.
"Kriteria calon suamimu Seperti apa kalau boleh saya tahu?"tanya Reza dengan nada yang sangat lembut. Entah mengapa tiba-tiba Ia nervous saat berbicara dengan Amelia.
Amelia menjawab dengan gelengan kepala.
"Tidak ada standar untuk jodohku. Yang terbaik menurut Allah saja, jika kata Allah baik sudah tentu baik untuk dunia dan akhirat. Doaku Semoga pernikahan yang kedua untuk yang terakhir kalinya. Dan Allah menganugerahkan laki-laki yang menerimku apa adanya." Pembicaraan antara CEO dan stafnya perihal pekerjaan berganti tema masalah percintaan. Entah siapa yang memulainya keduanya sangat akrab untuk bercerita mengenai masa lalu masing-masing.
"Jadi kamu menikah dengan Rudi tidak dilandasi cinta?"tanya Reza penuh penasaran.
"Aku tidak pernah mencintai Mas Rudi saat ia ingin menikahiku, tetapi aku tidak punya niat untuk mempermainkan pernikahan. Aku yakin berjalannya waktu kami bisa saling mencintai jika selalu bersama. Perempuan sangat mudah membuka hati jika diperlakukan dengan baik oleh pasangannya. Berhubung Mas Rudi dari menjawab ijab qobul sampai kami bercerai. Ia tidak pernah memperlakukanku dengan baik Entah mengapa ia sangat membenciku. Sakit hati karena ditinggal oleh tunangan ia lampiaskan padaku, tidak sepatutnya Mas Rudi memperlakukanku seperti itu. Secara aku itu pahlawan penyelamat nama baik keluarganya."Reza tertawa mendengar kalimat terakhir yang diucapkan oleh Amelia.
Setiap ngobrol dengan Amelia ada saja kalimat yang terlantar dari bibirnya. Yang membuat Reza tertawa ringan, dan itu semua sangat menghibur Reza..
" Berhubung hari sudah sore saya pamit pulang Pak. Saya mau menyempatkan diri mampir ke showroom motor yang tidak jauh dari rumah saya.." Amelia memang berencana ingin membeli motor second untuk sekolah Anita dan Andita. Ia ingin membeli dua unit sepeda motor..satu untuknya dan satu untuk adiknya.
"Ayo saya antar pulang, sekalian saya temenin kamu untuk melihat motor second di showroom."Lia menggelengkan kepala ia tidak ingin merepotkan Reza. selain itu, Lia canggung jika harus ditemani oleh atasannya untuk membeli sesuatu.Lia tidak bisa leluasa untuk menawar Jika ia ditemani.
"Tidak perlu diantar Pak. Saya sudah terbiasa naik kereta. Jika saya bapak antar, kasihan dengan kereta kehilangan pelanggan setianya. selain itu rumah saya sangat jauh, jika naik mobil akan menempuh perjalanan 1 jam lebih belum kena macetnya. Sampai di kampungku showroom motornya sudah tutup." Sebisa mungkin Amelia menghalangi Reza untuk mengantarnya pulang..
Kali ini Reza menjadi laki-laki yang sangat pengertian. Egonya yang tinggi yang tidak ingin ditolak atau dibantah oleh siapapun. Di depan Amelia hari ini, ia turunkan egonya ia mengalah dan tidak memaksakan kehendak.
Amelia sempat terkesima melihat atasannya yang pasrah begitu saja saat lihat tolak. Biasanya akan ada perdebatan dan perseteruan jika keinginan Reza ditolak.
"Baiklah kalau kamu tidak mau aku antar sampai rumah. Tapi kamu tidak boleh menolak aku antar sampai stasiun."
"Sepakat..! Let's go."ucap Amelia lalu bangkit dari duduknya dan melenggang meninggalkan cafe kopi tersebut.
Hati Reza menghangat melihat sikap Amelia yang ceria dan sangat humble. Membuatnya nyaman dan selalu bahagia jika bersama dengan janda kampung yang suka ceplas dan ceplos itu.
Hanya butuh waktu 20 menit berkendaraan mereka sampai di stasiun kota. Amelia lekas turun dari mobil mewah itu. Setelah mengucapkan salam perpisahan dan ucapan terima kasih pada sang CEO.
"Terima kasih Pak, Sampai jumpa besok."ucap Amelia lalu melambaikan tangannya. Dibalas lambaian tangan oleh Reza.
"Hati-hati jika sudah sampai rumah jangan lupa kirim pesan."jawab Reza, Amelia mengganggu dan mengacungkan jempolnya.
Reza terus menatap tubuh langsing janda kampung yang sudah mengganggu tidurnya. Hingga tubuh itu hilang di kerumunan orang-orang.
"Kepala batu...! Mau diantar malah nolak. Padahal semua demi kenyamanannya."gumamnya dalam hati, lalu ia masuk ke dalam mobilnya dan meneruskan perjalanan pulang ke rumahnya. Niat menjemput Laiba di rumah mantan istri. Ia urungkan. Ia akan meminta sopir dan mamahnya untuk menjemput Sang Putri.
Amelia kini sudah berada di showroom motor. Kasih udah ada di sana ia yang telah sampai rumah terlebih dahulu mendapat pesan dari Amelia minta ditemani ke showroom motor. Langsung meluncur.
Showroom motor tersebut tidak jauh dari rumah Amelia. Dan memang sering tutup malam.
"Silakan dilihat-lihat mbak-mbak cantik."ucap pegawai showroom.
"Saya mau beli motor second produk Honda budgetnya 10 juta."ucapan Lia pada pegawai showroom.
Dengan semangat 45 pegawai showroom tersebut mencarikan motor sesuai dengan kriteria Lia.
"Memangnya harus Honda ya Lia? Nggak tertarik gitu, beli produk Yamaha? Yamaha kan selalu di depan? Sama seperti statusmu janda semakin di depan?"ledek kasih. Amelia tidak pernah sakit hati jika kasih sering ngeledeknya.
"Aku tuh wanita yang setia jika sudah mencintai satu brand tidak akan terkecoh dengan brand yang lain. Walaupun semakin di depan."pegawai showroom sangat terhibur dengan candaan kedua wanita cantik itu.
"Ini Mbak bead ini keluaran 3 tahun lalu, mesinnya masih bagus bodynya masih mulus. Kilometernya pun tidak terlalu jauh."Lia memilah dan memilih motor yang di rekomendasikan oleh pegawai showroom tersebut.
"Ini harganya berapa?"tanya Lia sambil mencoba menyalakan starter motor Beat tersebut.
"11 juta masih bisa digoyang."jawab pegawai sodom.
"Net 9 juta, aku ambil dua. Carikan satu lagi seperti yang Beat yang ini, tahunnya tidak terlalu tua sedang-sedang saja."pegawai showroom terbelalak. Mendengar Amelia ingin membeli dua unit sepeda motor.
"Jangan 9 juta Mbak modalnya tidak ketutup. 10 juta ya. Nanti saya kasih service gratis ganti oli."ucap pegawai showroom tersebut, kebetulan showroom itu memiliki bengkel motor."harga yang disebutkan pegawai showroom sudah sesuai dengan barang.
"Jangan mahal-mahal Bang. Langganan kita, nanti kami promosikan showroom Abang ini sama tetangga-tetangga kami."timpal kasih.
"Tidak dimahali cantik..! Termurahnya showroomku ini, coba kalian ke showroom yang lain buat ngecek. Motor Beat keluaran 3 tahun lalu 11 juta netnya."ucap pegawai showroom.
"Besok aja tukang dagang ngelesnya."jawab kasih. Pegawai showroom hanya menggelengkan kepala dan tersenyum menatap kasih.
"Oke net 10 juta, temennya ini mana yang seumuran keluarnya?"tanya Amelia, lalu ia ditunjukkan motor Beat yang berjejer keluaran 3 tahunan lalu dengan berbagai warna.
"Yang mana Kas, yang cocok untuk Anita dan Andita? " Tanya Lia pada sahabatnya itu.
"Yang silver saja, yang satu hitam kan pilihanmu? Yang silver cocok untuk kedua adikmu."Amelia sepakat dengan pilihan kasih.
Saat dia sedang ingin bertransaksi pembayaran hp-nya berdering pembayaran . Handphonenya berdering sangat kencang. Tertera di layar kaca tertulis bos Reza.
"Assalamualaikum Pak. Ada apa Bapak menelepon?"tanya Lia sedikit panik. Jika Reza menelpon pikiran Lia ada masalah dengan pekerjaan.
"Kamu sudah sampai mana? Kenapa belum ada kabar Jika kamu sudah sampai rumah."suara tegas terdengar di ujung telepon. Membuat Amelia tercekat mendengarnya..
"Astaghfirullahaladzim..! Mohon maaf Pak, saya lupa memberi kabar bapak jika saya sudah sampai di showroom motor. Sangking asik membeli motor saya sampai lupa memberi kabar maaf ya pak."pegawai showroom Dan kasih bengong menunggu Amelia selesai berbincang dengan Reza.
"Segitu khawatirnya Pak bos dengan stafnya? Sepertinya sebentar lagi akan ada cinta lokasi?"ledek kasih.
"Tidak mungkin itu terjadi.. masak CEO jatuh cinta dengan Upik abu. Kalaupun ada hanya di dunia dongeng. "Amelia melanjutkan transaksi pembayaran 2 unit motor sebesar 20 juta.
Setelah menerima kunci motor dan BPKB beserta STNK. Amelia pamit pada pegawai showroom.
"Mau diantar? Atau dibawa sendiri?"tanya pegawai showroom.
"Abang ini banyak kali basa-basi.. sudah tahu kami menaiki satu persatu motor ini? Sudah pasti kami kendarai satu persatu motornya."ucap kasih sewot.
Pegawai showroom tertawa sambil menepuk jidatnya.
"Maaf maaf saya selalu gagal fokus jika berhadapan dengan wanita-wanita cantik. Dan saya terlalu bahagia karena closing 2 unit motor tanpa ribet. Hati-hati di jalan mbak mbak cantik jangan lupa, ajak tetangganya untuk membeli motor di showroom 4 saudara."ucap pegawai showroom. Amelia menjawab dengan anggukan dan lambaian tangan.
Kedua wanita cantik itu meluncur di jalan raya menuju rumah mereka.
Semua sudah Lia rencanakan bersama kasih. Ia sengaja tidak membawa motor berangkat kerja. Supaya memudahkan mereka membawa motor yang dibeli Amelia.
Orang rumah tidak ada satupun yang tahu rencana Lia untuk membeli motor..
Lia sangat senang bisa membeli apa yang dia mau dari hasil keringatnya menulis dan kerja kantoran.
Satu persatu mimpinya untuk membahagiakan kedua orang tua dan adik-adiknya terwujud.
Hanya 20 menit mereka berkendaraan Akhirnya sampai di depan rumah minimalis yang baru dibangun.
Aisyah dan Kasim beserta Bude Gendis dan keluarga kasih. Terperangan melihat kedua wanita cantik mengendarai sepeda motor dengan merek sama dan tipe yang sama.
"Motor siapa yang kalian kendarai?"tanya kasim penuh keheranan.
"Surprise.!! Motor kita, aku beli motor satu untukku bekerja dan satu untuk untuk Nita dan Dita sekolah."mata kasih berbinar begitupun dengan Aisyah. Dan yang tak kalah bahagia adalah Anita dan Andita.
"Masya Allah Alhamdulillah. Lancar dan mereka rezeki Mbak Lia. Terima kasih ya Mbak telah mewujudkan mimpi kami ingin mengendarai sepeda motor jika berangkat sekolah."ucap Anita, disambut anggukan dan senyum manis Amelia.