cerita ini mengisahkan kembali tentang Aisyah dan Ikhsan. Aisyah yang awal nya begitu di cintai oleh Ikhsan, Aisyah yang adalah segalanya dan impian Ikhsan. Karna sebuah kesalahpahaman membuat Ikhsan membenci Aisyah sampai ke tulang. untuk melampiasakan kebencian ini, Ikhsan menikahi Aisyah tapi bukan karna cinta melainkan benci.
hari - hari Aisyah berlangsung dengan banyak nya gangguan dari Ikhsan. mampukah Aisyah tetap mempertahankan rumah tangga nya? akan kah Ikhsan jatuh hati lagi pada Aisyah?
yuk ikuti kisah nya di Pernikahan Paksaan.
Di sarankan untuk membaca Novel 'Cinta yang Rumit' lebih dulu .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini IR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Ikhsan 3
***
"Tuan Muda, Seperti nya ada mobil di depan Gerbang Rumah" Kata Andrew, ia menyipitkan matanya. Tampak mobil Sporty berwarna Hitam terpakir di depan Gerbang Rumah Ikhsan.
"Mobil itu? Punya Aldo? " Celetuk Aisyah spontan saat mengenali Mobil itu.
"Diam di Mobil. Jangan keluar tanpa seizin saya" kata Ikhsan, ia sudah begitu geram dengan Dokter yang menyukai istrinya ini.
Aisyah hanya diam. Ia tak kuasa untuk melawan titah Ikhsan yang kelihatan sangat marah.
Brukkkk!!
Ikhsan membanting kasar pintu mobil itu. Namun dengan tenang Berjalan ke arah Aldo berdiri.
"Eh, Presdir Ikhsan? Bisa ketemu sama Aisyah? Kok dia hari ini enggak masuk kerja? " tanya Aldo sopan.
"Aisyah di mobil itu. Dia capek, mau tidur. Gimana lagi, dia baru aja menjalani kewajiban nya sebagai istri. Yaitu, melayani suaminya. Harap Dokter Aldo memaklumi nya. Silahkan pergi, Aisyah lelah" Sinis Ikhsan tersenyum menang. Bagaimana tidak senang? Saat lawan yang di ajak nya berbicara ini mengepal kan tangan nya kuat, sembari menahan amarah yang luar biasa itu.
"Tapi saya cuma mau berbicara sebentar saja dengan Aisyah. Mohon presdir Ikhsan Menyetujuinya" pinta Aldo lagi, matanya benar - benar terlihat berapi - api.
"Mereka ngomongin apa yah? Kok Kayak nya serius?" Gumam Aisyah membulatkan matanya menatap lekat - lekat Ikhsan dan Aldo di sana.
"Nyonya muda di sini aja. Takut nya kalau keluar, Presdir Ikhsan bisa ngamuk loh" peringat Andrew yang duduk di kursi kemudi. Andrew bukan tanpa sebab mengucapkan hal itu. Itu karna ia Melihat Aisyah yang gelisah.
"Iyah" sahut Aisyah singkat. Sikap dingin nya kembali, saat ia ada di area Rumah 25 M itu.
"Katakan saja pada Saya. Saya akan menyampaikan nya pada Aisyah" ucap Ikhsan santai.
"Ini hal yang bersifat Pribadi" Ucap Aldo lagi, yang masih bersikeras untuk bertemu Aisyah.
"Apa yang lebih bersifat Pribadi dari Hubungan Suami Istri. Tentu hubungan nya lebih erat dari sekedar Rekan kerja" Pekik Halus Ikhsan. Soal cibir mencibir apalagi Nyindir itu memang lah ke ahlian Ikhsan.
Aldo sudah menahan emosi nya. Tampak tubuh nya sedikit bergetar menahan luapan emosinya.
"Baiklah. Presdir Ikhsan, Saya ingin menyampaikan pada Dokter Aisyah. Agar ia besok datang tepat waktu. Ada Rapat tentang Rumah Sakit"
"Oh? Begitukah? Seperti nya Rapat nya penting. Sayang sekali Aisyah tidak akan datang. Dia sudah berhenti bekerja"
"Kenapa?? Dokter Aisyah sangat berbakat"
"Biarkan Saya Suami nya yang menikmati bakat nya. Oh yah, ini sudah larut. Silahkan Anda mengangkat kaki dari Rumah saya." Ucap Ikhsan halus, namun penuh dengan Makna mencibir tentu nya.
Aldo diam seribu bahasa. Ia tidak tau harus menjawab apa pada semua Cibiran Ikhsan yang membuat nya tersudut.
"Kenapa masih diam? Nunggu di Usir? Harga diri nya kemana? " Sinis Ikhsan dengan nada santai.
Brakkk!!
Aldo memukul bagian depan Mobil Sporty mewah itu. Ia langsung menjalankan Mobil nya begitu saja.
"Aldo bilang apa? " tanya Aisyah saat Ikhsan sudah kembali masuk ke Mobil.
Ikhsan mengepalkan tangan nya kesal. Bagaimana tidak kesal, Jika Kata yang ia ucapkan pertama kali adalah nama Aldo.
"Andrew Jalan! " Titah Ikhsan kasar yang sudah kalut dalam emosi.
Aisyah menghela napas kasar, ia kembali duduk Tegak. Entah apa yang terjadi pada Ikhsan, Mood nya benar - benar mudah sekali berubah. Bahkan lebih cepat dari membalikkan telapak tangan.
Selalu saja. Gila dan Aneh.
Batin Aisyah, ia jengah. Jengah karna tidak bisa menebak apa pikiran Ikhsan.
***
"Aisyah Zalesa? Kenapa? Kenapa aku masih begitu mencintai mu? Bahkan saat kau sudah menyakiti ku, Bahkan pula saat kita berdua telah berpisah selama bertahun - tahun. Kenapa setelah itu semua, aku masih begitu mencintai mu? " Gumam Ikhsan menatap bulan, dari balik jendela nya. Dengan jemari panjang nya yang memegang gelas berisikan Anggur itu.
"Kenapa Aku terus memikirkan mu? Bahkan membuat ku sendiri hampir Gila. Tidak, bukan Hampir! Aku memang sudah Gila karna mu" Tambah Ikhsan lagi, ia kembali mengingat dimana bertahun - tahun lamanya. Ikhsan selalu mengingat Akan Aisyah. Aisyah adalah penyebab ia tidak pernah menyentuh perempuan manapun lagi.
***
"Emmmmm, " Aisyah mengulet manja. Ada yang berbeda pada bangun nya ia di pagi hari.
Aisyah menyadari nya, ada sebuah benda berat yang menimpa perut nya. Mata Aisyah membulat tak percaya, tatkala ia melihat Ikhsan tidur sembari memeluk nya.
Kembali gadis itu mengingat hal yang terjadi kemarin malam. Gadis manis itu mengingat nya dengan Jelas. Ia perlahan Tertidur saat Sudah lelah membaca Novel nya. Lalu? Kapan Ikhsan Datang dan memeluknya?
Ada apa dengan Ikhsan? Apa dia Gila?! Kenapa dengan nya akhir - akhir ini?!
Batin Asiyah, rasanya kepala nya sangat pusing.
***
Next?
Lanjut??
secantik apa Aisyah..😂😂😂
rupanya Ari.
lebih mengerikan
selamat ikhsan bakal jadi bpk
cinta seperti coklat....mengalahkan segalanya😀😀😀
mungkin hanya ada di novel 😀😀😀
ikhsan melakukan itu biar bisa bersama Aisyah.😂😂😂
semakin seruuuu
yg misahkan kita hanya koma atau kuburan.