NovelToon NovelToon
Buku Harian Sang Antagonis

Buku Harian Sang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:469
Nilai: 5
Nama Author: Wirabumi

Jaka Utama adalah seorang "Antagonis" profesional. Tugasnya sederhana: menjadi tunangan jahat yang menyebalkan, dipermalukan oleh sang pahlawan, lalu mati secara tragis agar cerita berakhir bahagia. Namun, di reinkarnasinya yang ke-99, sebuah kesalahan fatal terjadi. Kalimat puitis yang ia ucapkan saat sekarat justru membuat sang Heroine (pahlawan wanita) jatuh hati padanya, membantai sang jagoan utama, dan merusak seluruh alur dunia!
​Kini, Jaka terbangun kembali di Joglo miliknya untuk kesempatan ke-100—kesempatan terakhirnya. Kali ini, ia dibekali sebuah sistem baru: Buku Harian Ajaib. Cukup dengan menuliskan keluh kesah dan rencana jahatnya setiap hari, ia akan mendapatkan kekuatan luar biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wirabumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

“Ummmmmmmmmm!!!”

Mata Jaka Utama melotot, memberikan perlawanan bisu yang sia-sia. Tinju berbentuk kepala ular milik Nyai Geni Tirta dijejalkan paksa ke dalam mulutnya. Rasanya seolah-olah dia dipaksa menelan sesendok besar sambal terasi paling pedas yang dicampur dengan potongan daging mentah.

Sangat panas sampai-sampai kulit kepalanya terasa mau meledak. Dia merasakan aliran energi hangat memancar dari tinju ular itu, mengalir melewati kerongkongan, merayap di dadanya, dan akhirnya berlabuh di jantung. Dari jantung, energi itu menyebar mengikuti aliran darah ke seluruh pelosok tubuhnya.

Habislah aku! Tamat riwayatku! Aku beneran bakal jadi budaknya… hati Jaka mendingin seketika.

Dia tahu sedikit tentang Ajian Etsa Sukma Air Hitam. Itu adalah ilmu hitam yang bisa mengubah target menjadi budak setia yang kehilangan jati diri. Namun, karena bayarannya adalah sisa umur si perapal, ilmu ini sangat jarang digunakan. Dalam naskah asli, Nyai Geni cuma pakai sekali seumur hidupnya.

Tapi sekarang? Dia memakainya pada Jaka Utama! Heroine ketiga ini benar-benar sudah melenceng jauh dari jalur naskah.

“Jangan takut, Cah Bagus. Menjadi abdi Nyai adalah kehormatan terbesar dalam hidupmu,” bisik Nyai Geni sambil mengelus rambut Jaka dan tersenyum manis, namun auranya sangat mengerikan.

“Ajian Etsa Sukma ini adalah ilmu terlarang klan kami. Nyai menyatukan Bisa Air Hitam paling murni ke dalam sukma Nyai sendiri, lalu mengubahnya menjadi Racun Pemakan Jiwa. Sekarang, apa kamu merasakan aliran hangat di jantungmu? Itulah racun yang akan menjajah jiwamu.”

Jaka tidak bisa menjawab, hanya bisa menatapnya kosong.

“Saat racun ini sudah merasuki seluruh sukmamu, kamu tidak akan pernah bisa membantah perintah Nyai. Kamu akan jadi pelayan paling setia selamanya. Bagaimana rasanya? Apa jiwamu mulai bergetar di depan Nyai? Apa kamu merasa ingin sujud menyembah Nyai?”

Sembah pantatmu! Dasar loli gila! maki Jaka liar dalam hati.

Tapi anehnya, Jaka tidak panik lagi. Kenapa? Karena Nyai Geni bilang ini adalah RACUN. Dan kalau sudah bicara soal racun, bukankah [Raga Penawar Segala Racun] miliknya akan bekerja secara otomatis?

Jaka segera memeriksa pusat tenaga dalamnya (dantian). Benar saja! Racun Pemakan Jiwa itu bukannya menjajah jantung, malah tersedot dan memusat ke pusat tenaga dalamnya. Di sana, Pil Ledakan Racun miliknya bekerja seperti mesin penyedot debu, terus menyerap dan memurnikan racun dari Nyai Geni.

Ukurannya membesar dua kali lipat dalam sekejap! Aura hitam di permukaannya semakin pekat dan kuat.

Berhasil! Jaka kegirangan. Ini adalah racun dari pendekar tingkat Dewa Siluman! Di mana lagi dia bisa dapat asupan racun semantap ini buat memperkuat senjatanya? Dia malah sengaja mengisap lebih kuat, meminta lebih banyak.

“Sepertinya kamu sudah tidak sabar ingin jadi budak Nyai,” Nyai Geni merasa puas merasakan isapan aktif dari Jaka.

Dia tidak peduli lagi ini dunia fiksi atau bukan. Yang dia pedulikan adalah merebut kembali tubuhnya dan membalas dendam pada musuh-musuhnya. Dengan menjadikan Jaka—orang yang tahu masa depan—sebagai budak, dia merasa sudah memegang kunci takdirnya sendiri.

Nyai Geni menjulurkan lidahnya yang bercabang, menjilat bibirnya sendiri. Dia sudah berencana, setelah Jaka jadi budaknya, dia akan menyuruh Jaka menyelamatkan Langgeng Sakti dulu agar plot berjalan aman. Dia menatap Jaka dengan senang, bahkan merasa Jaka cukup tampan saat sedang "menghisap" energinya.

Tunggu... ada yang salah! Kenapa racunku jadi tidak terkendali?!

Wajah Nyai Geni tiba-tiba pucat. Dia sadar Racun Pemakan Jiwa yang dia salurkan ke Jaka tersedot terlalu cepat, seolah ada lubang hitam di dalam tubuh pria itu.

“Kenapa tidak bisa dihentikan?! Apa yang kamu lakukan! Lepaskan mulutmu!!!” teriaknya ngeri.

Kekuatan sukma dan Bisa Air Hitam di dalam tubuh Nyai Geni terkuras dengan kecepatan luar biasa. Jika ini terus berlanjut, sukmanya akan musnah atau dia akan tertidur selamanya. Racun Air Hitam itu sangat berharga, setetes pun tidak boleh terbuang sia-sia.

“Bajingan, lepaskan!!!” Nyai Geni ketakutan dan mencoba menarik tangannya.

Tapi Jaka menggigitnya erat-erat. Lepaskan? Enak saja! Ini harta karun! Akan kuhisap sampai kamu kering! tawa Jaka dalam hati.

Akibat menyerap racun itu, Pil Ledakan Racun milik Jaka tumbuh dua puluh kali lipat lebih besar! Kekuatannya meningkat drastis. Jaka memperkirakan, kalau pil ini meledak sekarang, pendekar tingkat 'Penyatuan Asal' pun bisa tewas seketika.

“Kamu... lepaskan...” Nyai Geni mulai lemas. Tubuhnya mulai terlihat transparan dan samar-samar. Dia mencoba mencekik leher Jaka dengan tangan satunya, tapi dia sudah terlalu lemah untuk mengerahkan tenaga. Dia jatuh lemas di atas tubuh Jaka.

Segel ruang yang mengunci Jaka pun terlepas. Aku bisa gerak sekarang! Jaka bersorak.

Dia segera memeluk tubuh mungil Nyai Geni, berdiri tegak, lalu berteriak: “Persetan denganmu, wanita gila!”

Jaka melempar Nyai Geni dengan sekuat tenaga ke dalam kawah sedalam seratus meter di bawah mereka.

PLUNG!

Nyai Geni jatuh tepat di genangan lumpur di dasar kawah dengan posisi kepala duluan. Saat dia menarik kepalanya keluar, wajah imut dan rambut hitam panjangnya sudah belepotan lumpur hitam. Sangat menyedihkan.

Jaka tidak menunggu lama. Dia langsung lari terbirit-birit menuju posisi Langgeng Sakti.

“NYAI TIDAK AKAN PERNAH MELEPASKANMU!!! DASAR ANAK HARAM—!!!” Raungan penuh dendam Nyai Geni menggema di langit lembah, membuat Jaka hampir tersandung saking kagetnya.

Sial, plot ini makin berantakan gara-gara nenek-nenek loli itu. Masa bodoh lah, yang penting selamatkan Langgeng Sakti dulu!

Di sisi lain...

Ratna Menur tiba di depan kapal udara pribadi Jaka Utama. Dia menyuruh para pengawalnya pergi.

“Kalian kembali saja ke kota. Di sini aman, aku akan berada di kapal Gusti Jaka,” perintahnya tegas.

Setelah para pengawal pergi, Ratna Menur menatap kapal megah milik Jaka dengan senyum licik.

“Jaka, aku akan menempel padamu selama beberapa hari ke depan. Mari kita lihat apa kamu masih bisa akting jadi penjahat di depanku!”

“Bukankah kamu asisten pribadiku yang paling setia? Hmph, aku akan buat kamu benar-benar melayaniku, Jaka-ku sayang!” Ratna tertawa kecil, lalu melompat anggun ke dek kapal dan berjalan menuju kamar mewah Jaka.

Tepat saat dia sampai di depan pintu kamar...

“AYAAAHHH—!!!” (Suara erangan melengking dari kamar sebelah).

Ratna Menur mematung. Suara wanita teriak-teriak dari kamar sebelah Jaka?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!