Akibat trauma masa lalunya, Delia Angelista yang notabene adalah gadis ceria kini menjadi dingin terhadap lelaki.
Tetapi semenjak pertemuan pertamanya dengan Radit yang tak lain kekasih dari sahabatnya sendiri yaitu Viviane, telah membuat hati seorang Delia berbeda.
Sanggupkah Delia menyimpan perasaannya sendiri? Lalu bagaimanakah dengan perasaan Radit terhadap Delia? Apakah sama atau bertepuk sebelah tangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dee_K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 25 End Story
Hari Jumat sekitar pukul 10.45 waktu singapore, seorang perempuan cantik dengan rambut ikal berwarna pirang (bukan warna asli sebenarnya), sedang membawa kopernya karena pesawat yang ia tumpangi baru saja landing di International Changi Airport Singapore. Dia segera memesan taksi untuk menuju apartemen barunya yang sudah dia pesan lewat online.
Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 2 jam sangat membuat dia lelah. Karena ini adalah perjalanan pertama kalinya ke negara orang tanpa ada yang menemani. Dan hanya bermodalkan restu dari kedua orang tuanya dia yakin akan tekatnya untuk berjuang lagi melanjutkan pendidikannya demi masa depan yang lebih cerah.
Ya, Viviane telah memutuskan untuk memilih meraih gelar masternya daripada pernikahannya yang sudah di depan mata. Bukannya dia tidak mementingkan pernikahannya, tetapi pendidikan saat ini baginya lebih penting. Meskipun Radit sudah memutuskan untuk tidak melanjutkan pernikahannya, bahkan memutuskan hubungannya, Viviane tidak peduli. Karena dia masih sangat yakin, kalau Radit benar-benar mencintainya bahkan sampai kapan pun. Oleh karena itu Viviane sangat percaya diri suatu saat nanti jika dia sudah lulus, dia akan kembali lagi pada Radit. Dan pasti Radit masih menunggunya.
#flashback on
Setelah Radit membuang cincin pertunangannya dan meninggalkan Viviane, Viviane segera pergi. Dia bingung harus bagaimana lagi saat ini. Kemudian dia pergi ke mall mendatangi Alma's Boutique. Tujuan Viviane adalah menemui calon mertuanya, untuk menjelaskan semuanya.
“pagi mbak.. Tante Alma ada?” tanya Viviane pada karyawan.
“Eh pagi mbak Viviane. Ibu Alma ada di dalam silakan masuk saja mbak” jawab karyawan, dan Viviane segera masuk ke ruangan calon mertuanya.
“pagi tante!” sapa Viviane pada calon mertuanya.
“Pagi... Eh Vivi ayo sini masuk. Kemarin belum selesai ya fittingnya? Dimana Radit?” tanya tante Alma yang masih sibuk dan mencari keberadaan anaknya ternyata tidak ada.
Akhirnya Viviane menceritakan semua tentang pembatalan pernikahannya. Tante Alma sangat terkejut mendengar kabar itu. Apalagi alasan pembatalannya karena calon menantunya yang mendapatkan beasiswa pendidikan S2 ke luar negeri.
Viviane meminta maaf pada calon mertuanya dan memintanya untuk membujuk Radit agar bisa memahami semua keinginannya. Sementara itu tante Alma hanya diam saja.
“Maafin Viviane tante, Viviane janji akan membuktikan bahwa Viviane mampu menjadi wanita hebat dan mandiri tanpa bantuan Radit. Viviane pasti akan membanggakan Radit dan keluarga” Viviane menjelaskan dengan isakan lirih.
“Tante nanti bicara pada Radit. Tapi apapun keputusan Radit tante tetap mendukungnya. Karena bagaimanapun juga tante harus menghargai keputusannya karena dia anak tante satu-satunya. Dan kamu juga harus menerima keputusannya. Satu lagi, jika memang itu keputusan final kamu, jangan pernah kamu nanti menyesalinya” ucap tante Alma panjang lebar dengan penuh penekanan.
Sebenarnya tante Alma nggak habis pikir ternyata calon menantunya sangat egois. Sama saja dia sudah merendahkan harga diri anaknya termasuk keluarganya. Tapi dia tidak bisa menghadapinya dengan amarah. Dia mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri dalam menghadapi Viviane.
Sebenarnya dia juga tidak terima akan tindakan Viviane yang begitu mudahnya mempermainkan sebuah hubungan. Tetapi dalam hati kecilnya dia sedikit lebih senang atas batalnya pernikahan anaknya dengan Viviane karena memang sejak awal sudah ada yang mengganjal hatinya sejak ankanya berhubungan dengan Viviane. Tetapi dia tidak boleh terlalu senang dulu, semua keputusan akan diserahkan semua pada anaknya. Karena kebahagiaan anak juga kebahagiaan orang tua.
“I..iya tante” ucap Viviane sambil menelan salivanya kasar karena mendengar penekanan kata dari calon mertuanya.
Setelah dari butik, Viviane pulang ke apartemennya. Dia merasa agak lega setelah menceritakan semuanya pada calon mertuanya. Viviane yakin sekali calon mertuanya akan membantu memberi jalan keluar terbaik buat hubungannya dan Radit.
Kini Viviane sudah berada di apartemennya. Dia akan menghubungi kedua orang tuanya bahwa pernikahannya dibatalkan dan akan meminta ijin serta restu untuk pergi ke Singapore melanjutkan studinya.
Viviane sudah merasa lega saat ini. Setelah mendapat restu dari orang tuanya, Viviane sudah memantapkan hatinya untuk pergi ke Singapore. Karena menurutnya restu orang tua sangat penting sebelum menikah yang nanti akan diambil alih oleh suaminya. Sedangkan orang tua Viviane hanya bisa memberikan doa dan restunya karena memang selama ini, selama Viviane menjalani studi S1 nya dia tidak pernah menyusahkan orang tuanya, bahkan orang tuanya merasa bersalah tidak bisa memberikan materi yang cukup karena memang keadaan keluarganya yang sederhana dan ekonominya pas-pasan. Jadi saat Viviane meminta restu untuk melanjutkan studinya di luar negeri, mereka hanya bisa mendoakan yang terbaik. Dan memintanya untuk ikhlas masalah jodoh. Karena itu akan menjadi urusan Tuhan.
Setelah beberapa hari Viviane mendapatkan visa dan pasportnya, tibalah hari dimana dia akan berangkat ke singapore.
Viviane sudah menelepon Radit tapi tidak ada jawaban bahkan pesannya pun tidak dibaca. Viviane berharap untuk terakhir kalinya Radit mau menemuinya dan mengantar keberangkatannya, namun sampai saatnya tiba pemanggilan penumpang pesawat agar segera masuk karena penerbangan segera dimulai, tidak ada tanda-tanda akan kehadiran Radit. Viviane menghela nafasnya panjang dan segera masuk ke dalam pesawat.
#flashback off
“End Story, Welcome new story”
Delia mengerutkan dahinya setelah tak sengaja melihat story di instagram Viviane dengan caption seperti itu dan dilatarbelakangi dengan foto koper yang berlokasi di International Changi Airport Singapore. Delia semakin bingung. Apa yang sudah terjadi dengan Viviane. Semakin banyak pertanyaan dalam benaknya, hingga tidak sadar dari tadi ada yang mengetuk pintu kamarnya.
“De'... Ayo buruan!” teriak ibunya dari luar.
“Iya bu sebentar lagi dede' turun” jawab Delia dan segera bersiap pergi.
Hari ini Delia dan ibunya pergi ke butik langganannya yang tak lain adalah butik mamanya Radit. Delia dan ibunya memesan baju disana untuk menghadiri acara pesta pernikahan Viviane dan Radit. Memang secara resmi ibunya belum dapat undangan dari Viviane, tapi dia akan tetap hadir dalam acara itu karena Viviane sudah dia anggap seperti anaknya sendiri.
Sesampainya di butik, Delia dan ibunya dilayani oleh karyawan Almas's Boutique dengan baik. Saat sedang menunggu pesanannya mata Delia tidak sengaja melihat sepasang baju pengantin berwarna putih yang sangat bagus dan terkesan mewah.
“pasti baju itu yang pesan orangnya sangat cantik dan tampan ya mbak?” celetuk Delia menanyakan baju pengantin yang dipajang di lemari khusus pada karyawan yang ada di dekatnya.
“iya mbak sangat cantik dan tampan. Tapi sayang sekali pernikahannya batal” jawab si karyawan.
“Ko' bisa mbak? Duh sayang banget ya padahal itu bajunya mahal banget lho” imbuh Delia
“lho mbk Delia tidak denger beritanya kalau mas Radit dan mbak Viviane batal menikah? Itu baju pengantin mereka” ucap karyawan
“Apaaaa?????” teriak Delia dan ibunya bersamaan dengan wajah yang sangat terkejut.
Karyawan satunya membenarkan bahwa memang benar kenyataannya Radit dan Viviane batal menikah. Dan untuk alasannya mereka sendiri tidak tahu, dan tidak berani mencari tahu.
Karena penasaran ibu Delia menanyakan keberadaan Alma yang tak lain mama Radit sekaligus pemilik butik. Karena mereka berdua sudah lama berteman baik, jadi ibu Delia khawatir sekali pada temannya itu. Sayangnya ibu Delia tidak bisa bertemu dengan mama Radit karena karyawannya mengatakan bahwa atasannya beberapa hari tidak datang ke butik.
Sedangkan Delia semakin tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan hubungan Radit dan sahabatnya. Delia sangat menyayangkan, hubungan yang sudah lama terjalin dan pernikahan yang sudah di depan mata harus kandas begitu saja. Delia baru mengingat tentang story di instagram Viviane tadi. “End Story” jadi cerita mereka, hubungan mereka benar-benar sudah berakhir.
*TBC
*note from author newbie:
→disini author mencoba menceritakan sesuatu berdasarkan potongan-potongan kisah nyata yang ada di sekeliling author. Tentang Viviane yang sudah lama kehilangan kesuciannya dengan kekasihnya sendiri kemudian dia meninggalkannya tanpa merasa menyesal. Karena menurut author gaya pacaran jaman sekarang hal seperti itu sudah biasa. Kehilangan mahkota tidak harus ditangisi seperti orang yang ditinggal mati. Mereka tetap santai saja menjalani kehidupannya walaupun nantinya tidak berjodoh dengan seseorang yang telah mengambil mahkotanya. That's the fact. Dan itu author dapat dari pengalaman orang² di sekeliling author. Gitu aja sih..
Ayo dong dukung author yg msh newbie ini biar semangat trus up nya.
Makasih yg udah like & komen. Semoga reader semua selalu diberi kesehatan💕💕😘😘
*_author newbie_