NovelToon NovelToon
Bodyguard Ku Suamiku

Bodyguard Ku Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.6
Nama Author: wheena the pooh

"Ini uang, aku menginginkan suamimu!" ucap Nadine serius.

"Apa???" Dinda tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

Patah hati dari penghianatan sang kekasih yang berselingkuh dengan adiknya sendiri membawa kisah tersendiri seorang Nadine yang semula angkuh dan sombong namun berubah lebih baik hanya karena terpesona pada bodyguardnya sendiri.

Kisah gadis kaya raya yang terlalu mudah jatuh cinta kembali pada seorang pengawal pribadinya, membawa ia pada kenyataan lain yang tidak ia ketahui selama ini.

Farhan Pradhipta merupakan sosok yang mampu membuat Nadine kembali merasa hidup disaat yang tepat, namun siapa yang menyangka bahwa lelaki ini tidaklah seperti yang Nadine kira.


Penasaran?




Lanjut ke Bab ya......

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wheena the pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25

Farhan keluar dari apotek sebuah rumah sakit umum, ia menenteng sebuah kantong berisi obat-obatan di dalamnya.

Pria itu berjalan menuju seorang wanita yang sedang menunggu di depan ruangan yang diyakini adalah ICU rumah sakit tersebut.

"Farhan, apa kau mendapatkan obatnya?"

"Iya, aku sudah menebusnya," jawab Farhan seraya memberikan kantong obat.

Dinda mengangguk, ia menerima obat itu dengan senyum senang.

"Maaf aku tidak bisa lama"

"Iya, aku tahu... Farhan, terimakasih banyak kau selalu ada untuk kami"

Dinda berkata seraya menyentuh tangan Farhan dan mengelusnya pelan. Membuat lelaki itu menatap sejenak tangan putih cantik yang tangah memegang tangannya dalam diam.

"Aku akan pergi sekarang"

Dinda mengangguk, "Baiklah aku tahu kau sibuk sekali lagi terimakasih atas bantuanmu, hati-hati di jalan."

Pria itu hanya mengangguk kemudian ia berlalu dengan berjalan sedikit lebih cepat sambil matanya terus melirik jam di pergelangan tangannya.

"Kau selalu sibuk belakangan ini Farhan, bahkan untuk Zia sekalipun"

Gumam Dinda menatap punggung Farhan yang kian menjauh.

Dengan langkah cepat Farhan menuju apartemen Nadine dimana Rose telah menunggunya dengan raut penuh tanya.

"Dari mana saja kau Farhan, lihatlah kita sudah mau terlambat"

"Maaf nona, aku ada urusan keluarga. Maaf sekali," jawab Farhan tidak enak hati karena ia terlambat sekarang.

"Oh, bahkan aku lupa bahwa kau telah berkeluarga" Rose bicara pada dirinya sendiri.

"Maafkan aku nona"

"Huh aku belum mengatakan apa-apa tentang lelaki ini pada Nadine, ini benar-benar membingungkan," gumam Rose dalam hati dengan ekor mata yang mencuri pandang terhadap Farhan.

Mata Farhan tertuju langsung pada sosok wanita yang baru saja keluar dari kamarnya itu memakai gaun berwarna abu-abu yang panjang menjuntai dengan lengan terbuka dan rambutnya yang hitam ia gerai dengan indah.

Nadine menenteng tas kecil yang dibeli khusus untuk menghadiri pesta.

Wanita itu tersenyum pada Farhan yang berdiri di samping Rose sahabatnya. Ia mendekati pria yang bahkan tidak berkedip menatapnya sejak keluar dari kamar.

"Farhan"

Lamunan Farhan buyar saat mendapat sentuhan tangan Nadine pada tangannya.

"Ayo, aku sudah siap"

"Baik nona," jawab Farhan cepat, ia memempersilahkan Nadine dan Rose untuk berjalan di depannya.

Pesta belum dimulai, penampilan dan kecantikan Nadine tentu menjadi sosok penarik perhatian di sana, yang mana ia berbaur bersama rekan-rekan bisnis ayahnya yang menjadi tamu undangan khusus dihari pertunangan sang adik.

Mata Farhan terus memantau dan mengikuti kemana pun Nadine berjalan tanpa terputus.

"Hai bung, apa kau menyukainya?"

Pertanyaan itu muncul dari pria asing yang berdiri di sampingnya. Farhan menoleh.

"Jangan berhayal terlalu jauh, kau hanya seorang bodyguard sebaiknya kau hanya fokus bekerja dengan baik"

"Aku bahkan tidak pernah memikirkan ucapanmu," jawab Farhan datar.

Tanpa Farhan sadari ia kehilangan Nadine dari penglihatannya, ia menjadi kesal dengan orang di sampingnya itu.

Farhan pergi begitu saja dari sana berniat mencari keberadaan nona muda itu di tengah keramaian pesta.

Nadine baru saja dari kamarnya mengambilkan sesuatu di sana, namun ketika hendak melewati kamar tamu yang berada tidak jauh dari keramaian pesta ia merasa tangannya ditarik masuk.

"Daniel! apa yang kau lakukan?" bentak gadis itu.

"Sayang"

"Daniel lepaskan!"

Nadine berontak ketika mendapat pelukan tiba-tiba dari pria yang akan bertunangan beberapa menit lagi.

Daniel terus saja mengunci pergerakannya memeluk Nadine semakin erat.

"Daniel jangan gila, lepaskan aku sebelum aku berteriak"

"Berteriaklah, aku tidak peduli aku hanya inginkan dirimu saat ini"

"Daniel, ini gila.... aku mohon lepaskan aku, jangan seperti ini bagaimana jika ada yang melihat"

Daniel menatap wajah Nadine dengan wajah kacau.

"Aku tidak peduli, kau milikku...." seringai Daniel yang langsung menyambar bibir Nadine namun dengan cepat pula Nadine menghindar hingga hanya pipi yang mendapat sebuah ciuman dari pria itu.

"Kau mabuk Daniel, aku tidak menyangka kau berbuat seperti ini dihari pertunanganmu, lepaskan aku bodoh, aku bukan kekasihmu lagi"

Nadine mendorong dan menampar Daniel dengan raut marah.

"Aku bersyukur bisa lepas darimu, kau sungguh pengecut jadi lelaki, aku benci padamu Daniel, kau menjijikkan"

Nadine berbalik badan ingin segera pergi dari sana, namun dengan cepat Daniel kembali meraih tubuhnya, ia memeluk Nadine dari belakang.

"Maafkan aku, aku sungguh menyesal menghianati mu, aku mencarimu sayang"

"Huh, aku senang kau menyesal namun teruslah bermimpi jika aku ingin kembali padamu, lepaskan aku!"

"Tidak, aku tidak akan melepaskan mu kali ini, tidak akan ku biarkan kau menjadi milik orang lain"

Daniel berkata serius, ia memaksa tubuh Nadine menghadap padanya lagi, namun gadis itu meronta tentu saja Daniel lebih kuat.

Disaat yang bersamaan pintu kamar itu terbuka, dimana mata ibu dan adiknya Nadira dan beberapa wajah lain yang melihat langsung adegan Nadine dan Daniel yang tampak berpelukan.

"Nadine?" Nyonya Airin bersuara lebih dulu.

"Daniel?" Disusul Nadira yang tanpa berpikir panjang telah masuk dan melerai pelukan dua orang itu.

Plak.

Nadine memejamkan matanya ketika mendapat sebuah tamparan keras dari adiknya.

"Apa kau ingin balas dendam padaku? apa yang kau lakukan pada calon suamiku hah? apa yang kau lakukan?"

"Aku membenci mu Nadine!"

Nadira mengamuk, ia menampar dan memukul tubuh Nadine dengan kasar dan marah meski Daniel menahannya namun ia menjadi kalap pada gadis yang menjadi kakaknya itu.

Nadine hanya bisa berdecak kesal mendapat serangan tiba-tiba itu, dimana nyonya Airin hanya diam saja mematung di sana.

Suasana pesta menjadi heboh, orangtua Daniel menyusul ke kamar itu dan terkejut melihat apa yang terjadi.

Nadine mulai gerah, ia melepaskan tangan Nadira kasar dari tubuhnya.

"Sudah cukup Nadira! aku rasa kau perlu bertanya lagi tentang keseriusan lelaki ini padamu, aku tidak akan bicara apa-apa tentang hal ini, sungguh aku muak dengan kalian berdua"

Nadine marah ia berjalan ke arah keluar namun hendak melewati ibunya tiba-tiba ia mendapat sebuah tamparan lagi.

Plak.

Nyonya Airin tampak benar-benar marah. Nadine memegang pipinya lalu menoleh pada wanita kaya itu dengan airmata yang menetes.

"Kau keterlaluan!"

"Apa yang ibu katakan?" Nadine menatap ibunya tidak percaya.

"Kau tidak tahu terimakasih, kau membalas kebaikanku dengan ini"

"Apa?" Nadine merasa perkataan ibunya begitu ambigu.

"Terus saja bela Nadira, aku kecewa pada ibu"

Nadine berkata dengan nada terluka, namun ia bukan melihat wajah nyonya Airin melunak namun malah bertambah marah.

Ia memejamkan mata saat tangan ibunya kembali meninggi seperti ingin menamparnya lagi.

"Hentikan!"

Sebuah tangan besar menahan tangan cantik nyonya Airin saat ini.

"Farhan" Nadine terkejut.

Semua orang terkejut, melihat ada pria yang berani mencegah nyonya besar itu menampar anaknya.

Farhan dan nyonya Airin saling menatap tajam.

1
Taqwim Mujiono
Luar biasa
Miela Zaa
gk suka sma yg komen aneh2 ... klo gak suka crita x gk ush dbca ... spnjng crita ttp dbaca tp komen jelek2 trus jd bosen sm comen x
Odhe Canang
Lumayan
Odhe Canang
Kecewa
Safa Almira
suka
Jihan Hwang
thor aku marathon baca ini... suka bgt sm ceritanya

mampir juga ya di karyaku jika berkenan
Heryta Herman
walaupun cerita menggantung tapi aku suka thor..terima kasih...
semangat terus thor...
Heryta Herman
alur cerita nya sprti drama turki...
Heryta Herman
farhan bukan kakakmu nadine...aditya lah kakakmu se ibu...
Heryta Herman
ceritanya berbelit" ni...farhan terlalu bnyk rahasia dgn istri..jngn sampai nti istrimu tau dan sdh terlambat farhan...jaga hati istrimu...kau memilihnya dgn segala kelebihan dan kekurangannya
Sulaiman Efendy
AKHIRNYA TAMAT JUGA..
Sulaiman Efendy
BETUL KATA FARHAN, SI NADINE MMG WANITA BODOH, HRSNYA DIA CARI KBNARAN, BKN BRSPEKULASI SENDIRI, MINIMAL DIA BRTEMU ZAHARA DN BICARA..
Sulaiman Efendy
FARHAN BALAS SPRTI WINDY YG KASI OBAT TIDUR..
Sulaiman Efendy
PASTI ANAK FARHAN TUH
Sulaiman Efendy
JADI MAKIN RUMIT, HRSNYA NADINE CERITA K FARHAN, BKN DGN CARA MNYAKITKN SPRTI INI
Sulaiman Efendy
BRRTI ADITYA KK NADINE SATU IBU..
Sulaiman Efendy
YG SALAH SI RINALDI, ORG KAYA TPI TDK BRTANGGUNG JAWAB..
Sulaiman Efendy
BENARKN, SI TUA SMITH MMG AYAHNYA FARHAN..
Sulaiman Efendy
YAKIN SI SMITH MMG AYAHNYA FARHAN..
Sulaiman Efendy
PASTI OTW HAMIL
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!