NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Alya terbangun di tubuh Sabrina—seorang wanita hamil yang dibenci suaminya sendiri. Dalam novel yang pernah ia baca, Sabrina akan mati tragis setelah melahirkan.

Kini hidup sebagai Sabrina, Alya berusaha mengubah takdirnya dan menjauh dari Leon, suami dingin yang tak pernah mencintainya. Namun semakin ia mencoba pergi, semakin Leon mulai memperhatikannya.

Di balik kebencian, perlahan tumbuh rasa yang tak seharusnya ada. Tapi apakah cinta bisa lahir dari hubungan yang sejak awal dipenuhi luka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 — Rumah yang Mendadak Sunyi

Mobil hitam milik keluarga Ardian berhenti perlahan di depan mansion megah bernuansa klasik. Gerbang besi besar terbuka otomatis, memperlihatkan halaman luas dengan taman yang biasanya selalu membuat Sabrina tersenyum kagum.

Namun kali ini berbeda.

Alya hanya menatapnya datar dari balik jendela mobil.

Ia masih belum terbiasa dengan semua ini.

Kehidupan mewah.

Rumah besar.

Dan status sebagai istri Leon Ardian.

Mobil berhenti tepat di depan pintu utama. Beberapa pelayan segera berdiri rapi menyambut mereka.

“Selamat datang, Tuan Leon. Nyonya Sabrina.”

Alya turun perlahan sambil memegang perutnya yang mulai membesar. Tatapan para pelayan terlihat lega melihat keadaan Sabrina baik-baik saja.

“Nyonya, syukurlah Anda tidak apa-apa,” ujar salah satu pelayan tua bernama Bibi Mina. “Kami semua sangat khawatir.”

Alya tersenyum tipis.

“Terima kasih.”

Leon berjalan lebih dulu masuk ke dalam rumah tanpa banyak bicara. Seperti biasa, pria itu dingin dan sulit ditebak. Aura dinginnya langsung membuat suasana berubah kaku.

Biasanya Sabrina akan langsung mengikuti Leon seperti anak kecil yang takut ditinggal.

Namun hari ini Alya tidak melakukannya.

Ia justru berjalan ke arah sofa ruang tengah dan duduk perlahan.

Hal kecil itu membuat beberapa pelayan saling berpandangan heran.

Karena selama ini…

Dunia Sabrina selalu berputar mengelilingi Leon.

“Nyonya mau dibuatkan teh hangat?” tanya Bibi Mina lembut.

“Iya, boleh.”

Alya memandang sekeliling rumah besar itu.

Ingatan Sabrina perlahan kembali muncul.

Rumah ini dulunya terasa hangat karena Sabrina selalu berusaha menghidupkan suasana. Ia sering mengobrol dengan pelayan, menghias rumah, bahkan memasak sendiri meski hasilnya kadang gagal total.

Sabrina melakukan semuanya hanya untuk mendapat perhatian Leon.

Namun pria itu tidak pernah peduli.

Kadang Leon pulang larut malam tanpa bicara sepatah kata pun. Kadang ia bahkan tidak pulang sama sekali.

Dan Sabrina tetap menunggu.

Bodoh sekali.

Alya menghela napas pelan.

Mulai sekarang, ia tidak akan melakukan itu lagi.

Tangga besar terdengar berderit pelan. Leon turun dengan pakaian rumah berwarna hitam. Rambutnya masih sedikit basah setelah mandi.

Tatapan pria itu otomatis mencari Sabrina.

Namun ia sedikit mengernyit saat melihat wanita itu justru sibuk membaca buku di sofa sambil memakan potongan buah.

Tidak menghampirinya.

Tidak bertanya apa pun.

Tidak tersenyum padanya seperti biasanya.

Aneh.

Leon berjalan menuju meja makan tanpa komentar.

“Nyonya, makan malam akan segera siap,” ujar salah satu pelayan.

“Baik.”

Biasanya Sabrina akan langsung duduk di samping Leon sambil mencoba membuka percakapan. Meski sering diabaikan, wanita itu tidak pernah menyerah.

Tapi malam ini…

Alya memilih duduk sedikit jauh.

Leon melirik sekilas.

“Kenapa duduk di sana?”

Pertanyaan itu keluar begitu saja bahkan membuat Leon sendiri sedikit heran.

Alya mengangkat kepala.

“Hm? Memangnya kenapa?”

“Bukannya kau biasanya—”

Leon menghentikan kalimatnya sendiri.

Biasanya apa?

Biasanya menempel padanya?

Biasanya terus mencari perhatian?

Alya tersenyum kecil lalu memotong, “Aku cuma mau lebih nyaman.”

Leon terdiam.

Makan malam berlangsung sangat sunyi.

Hanya suara dentingan sendok dan garpu yang terdengar pelan.

Para pelayan mulai merasa suasana rumah berubah aneh.

Karena untuk pertama kalinya sejak pernikahan itu terjadi…

Sabrina berhenti mengejar Leon.

Selesai makan, Alya langsung berdiri.

“Aku naik duluan.”

Leon sedikit mengernyit. “Kau tidak menungguku?”

Pertanyaan itu spontan keluar begitu saja.

Alya hampir tertawa kecil.

Menunggu?

Sabrina yang dulu memang selalu menunggu Leon. Menunggu pria itu selesai bekerja. Menunggu dia makan. Menunggu dia pulang.

Bahkan menunggu dicintai.

Namun Alya bukan Sabrina yang lama.

“Aku mengantuk,” jawabnya santai.

Lalu ia benar-benar pergi meninggalkan Leon di meja makan.

Pria itu menatap punggung Sabrina cukup lama.

Perasaan asing mulai muncul di dadanya.

Aneh.

Sangat aneh.

---

Malam semakin larut.

Alya berdiri di balkon kamar sambil memegang perutnya perlahan. Angin malam menerpa rambutnya lembut.

Ia memikirkan banyak hal.

Tentang kehidupannya dulu.

Tentang keluarganya.

Dan tentang takdir Sabrina yang mengerikan.

“Aku nggak boleh mati,” bisiknya pelan.

Di novel asli, Sabrina meninggal karena depresi dan kondisi tubuhnya memburuk setelah melahirkan. Tidak ada yang benar-benar peduli padanya selain bayi itu.

Termasuk Leon.

Alya menatap langit gelap.

Kalau ia ingin bertahan hidup, ia harus berhenti bergantung pada Leon mulai sekarang.

Pintu kamar terbuka.

Leon masuk sambil melonggarkan dasinya. Tatapan pria itu langsung tertuju pada Sabrina di balkon.

Biasanya wanita itu akan menyambutnya dengan senyum cerah.

Namun sekarang…

Sabrina hanya melirik sekilas sebelum kembali memandang langit.

Leon mengerutkan kening.

“Ada masalah?”

“Tidak.”

“Kau terlihat aneh sejak bangun dari rumah sakit.”

Alya menahan senyum kecil.

Kalau saja Leon tahu istrinya yang sekarang memang sudah berbeda.

“Aku cuma capek,” jawabnya pelan.

Leon berjalan mendekat beberapa langkah. Tatapan tajam pria itu seolah mencoba membaca sesuatu dari wajah Sabrina.

Namun yang ia temukan hanya ketenangan.

Tidak ada lagi mata penuh harapan yang biasanya menatapnya dengan cinta.

Dan entah kenapa…

Rumah besar itu mendadak terasa lebih sunyi dari biasanya.

1
wulaniii
gais komen like dan kasih gift dong biar tambah semangat 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!